
π΅
π΅
π΅
π΅
π΅
Hari ini adalah hari minggu,hari dimana Radit sudah berjanji akan menemani April kemana pun dia pergi.
April sudah siap didepan rumahnya menunggu Radit menjemputnya.
"Kamu mau kemana April?" tanya Om Aswar.
"April mau jalan sama Radit Om."
"Pulangnya jangan terlalu malam ya."
"Iya Om."
Tiba-tiba,Tante Risma dan Audi datang dari dalam rumah.
"Pah,minta uang dong Mamah sama Audi mau kesalon habis itu mau jalan-jalan dulu di Mall jadi kita butuh uang," seru Tante Risma.
"Mah,kita itu harus ngirit soalnya simpanan kita sudah mulai menipis kita harus secepatnya pindah dari rumah April kan ga enak terus-terusan numpang disini," sahut Om Aswar.
"Pah,kita sudah lama tidak memanjakan diri kita Mamah dan Audi juga butuh hiburan,butuh shopping Pah."
"Iya Pah,kok Papah pelit banget sih," ucap Audi.
"Papah kan sudah bekerja,pasti punya uanglah," sahut Tante Risma.
"Astaga Mamah,Papah itu bekerja baru dua hari."
April diam saja tidak ikut campur urusan keluarga Omnya itu.April tahu kalau mereka sengaja ingin meminta uang kepada April cuma dengan cara pura-pura meminta kepada Omnya.
"Maaf Tante,no rekening Tante berapa?" tanya April.
"Kenapa emangnya?kamu mau memberikan uang kepada Tante?" tanya tante Risma.
"Iya,April akan menstransfer ke no rekening Tante." ucap April.
"Terima kasih April,kamu memang baik sekali," sahut Tante Risma dengan girangnya.
April pun dengan cepat mentransfer sejumlah uang ke rekening Tante Risma.
"Sudah Tante."
Tante Risma membulatkan matanya,tidak menyangka dengan uang yang di transfer oleh April.
Tidak lama kemudian,terdengar klakson mobil dan ternyata itu Radit.
"Semuanya,aku pergi dulu."
April pun pergi memasuki mobil Radit.
"Mamah malu-maluin saja,sudah hidup numpang sama April sekarang minta uang," ucap Om Aswar dan pergi meninggalkan anak dan istrinya itu.
"Shopping time," teriak Audi.
Tante Risma dan Audi pun pergi untuk berfoya-foya menghabiskan uang yang barusan di kasih oleh April.
"Kita mau kemana Sayang?" tanya Radit.
"Aku pengen ke Pantai."
"Siap laksanakan."
Radit pun melajukan mobilnya menuju Pantai atas keinginan calon istrinya yang cantik itu.
Sesampainya di Pantai,April langsung turun dan berlari kearah Pantai dengan senangnya.Radit hanya tersenyum melihat April begitu bahagia.
Radit tampak mengabadikan momen itu dengan mengambil beberapa foto April.
"Apa kamu senang Sayang?" tanya Radit.
"Senang banget,terima kasih Sayang," April memeluk dan memcium pipi Radit.
April dan Radit sekarang sedang duduk berdua di pinggir Pantai dengan beralaskan pasir,April tampak menyandarkan kepalanya ke pundak Radit.
"Sayang,besok kita pengajuan nikah kantor nanti aku jemput kamu ya kamu jangan mikirin apapun karena semua persyaratannya sudah aku siapkan jadi kamu tinggal ikut aku aja," jelas Radit.
"Aku terserah kamu saja."
Tiba-tiba Radit merasakan kalau pundaknya basah,dan ternyata April sudah meneteskan air matanya.
"Lho kenapa kamu nangis Sayang?kamu tidak senang ya kalau kita segera menikah?" tanya Radit.
"Tidak,justru aku sangat bahagia akhirnya bisa menikah dengan laki-laki yang sangat aku cintai,aku hanya ingat sama Mamih dan Papih," April menangis dan menundukan kepalanya.
Radit menarik dagu April supaya April bisa melihatnya.
"Kamu jangan nangis lagi,Mamih sama Papih kamu pasti bahagia bisa melihat Puteri kesayangannya bahagia," ucap Radit dengan mengusap air mata April.
Kemudian April beranjak dari duduknya dan berjalan ke tepi Pantai.
"Mamih,Papih,April kangen sama kalian," teriak April dengan deraian air matanya.
"Mamih sama Papih jahat ninggalin April sendirian," April kembali berteriak.
Radit yang melihat April seperti itu merasa tak tega,Radit menghampiri April dan langsung memeluknya.
"Aku kangen sama mereka Dit," ucap April dan menangis dipelukan Radit.
"Iya,aku tahu." Radit terus mengelus punggung April.
Hingga tiba-tiba ada yang berteriak ke arah mereka.
"Woi,pelukan mulu udah ga sabar ya," teriak Rico.
April melepaskan pelukkannya dan cepat-cepat menghapus air matanya.
"Sella,Rico,kok kalian ada disini?" tanya April.
"Dia nyulik gue Pril,gue bakalan laporin dia ke KPAI," seru Sella.
"Emangnya lo pikir,lo itu bocah pake mau laporin ke KPAI segala,lagipula lo diculik tapi mau aja ikut sama gue," sahut Rico.
__ADS_1
"Ya kepaksa dari pada diem di rumah juga,gue inget terus sama Andre."
"Ya itu namanya lo suka rela di bawa sama si Rico bukannya di culik," cibir Radit.
Sella cengengesan...
"Lo kenapa Pril,kok kaya abis nangis?lo apain sahabat gue?" Sella menghampiri Radit dan menatapnya dengan tajam.
"Apaan sih lo Sell,gue ga ngapa-ngapain April."
"Terus kenapa April menangis?" tanya Sella.
"Gue kangen sama Mamih dan Papih gue Sell."
"Uhh..jangan sedih dong kan sebentar lagi mau menikah," Sella memeluk April.
"Udah ah,kita kesini untuk senang-senang lho kok malah nangis,yuk kita nikmati saja liburan ala kita," teriak Rico dengan menyipratkan air ke arah April dan Sella.
"Ih Rico,nyebelin banget sih lo kan baju gue jadi basah," teriak Sella dan berlari mengejar Rico.
April dan Radit hanya memperhatikan mereka dan tersenyum.
April dan Radit memilih duduk di bawah pohon dengan memesan kelapa muda,sembari memperhatikan Sella yang sedang mengejar-ngejar Rico.
"Hei Rico awas ya kalau sampai gue bisa nangkap lo,lo ga bakalan bisa lari dari gue," teriak Sella.
"Tangkap aja kalau bisa," sahut Rico.
Karena merasa sudah capek,Rico pun berhenti dan akhirnya Sella bisa menangkapnya.
"Ampun gue nyerah,gue capek banget," seru Rico.
"Sini lo,gue ga bakalan ngasih lo ampun."
Disaat Sella mulai mendekat ke arah Rico,Sella tidak melihat kalau disana ada ranting pohon yang cukup besar dan kaki Sella pun tersandung.
Dan akhirnya malah Sella terjatuh menimpa Rico,sesaat mereka berdua saling menatap hingga akhirnya Rico tersenyum jahil dan mengedipkan satu matanya.
"Idih,dasar playboy cap kaki tiga," ucap Sella dan beranjak dari tubuh Rico.
"Obat sariawan dong aku," teriak Rico yang berlari menyusul Sella.
Sella menghampiri April dan Radit...
"Kenapa lo cemberut kaya gitu?" tanya Radit.
"Teman lo emang nyebelin banget," sewot Sella.
"Sudahlah,kalian akur aja hidup akur dan rukun itu lebih nyaman lo," sahut April.
"Ogah gue."
"Yee,,gue juga ogah kali," sahut Rico.
"Sayang,cari makan yuk lapar," sahut April.
"Ya udah yuk."
Radit pun menggandeng tangan April dan melangkah pergi.
"Apa lo lihat-lihat?" bentak Sella.
"Ckckck...galak amat jadi cewek."
April dan Radit memilih Restoran seafood untuk makan siang mereka,posisinya juga berada di pinggiran Pantai.Sella dan Rico pun ikut gabung bersama April dan Radit.
"Dit,lo jadi besok pengajuan?" tanya Rico.
"Jadi dong,gue udah siapin srmuanya."
"Gercep juga lo,lo udah ga tahan ya!!" goda Rico.
Dengan cepat Sella menginjak kaki Rico.
"Adaw,sakit Sella apa-apaan sih lo?" bentak Rico.
"Ya habis kalau ngomong itu asal jeplak aja,ga ada saringannya," sahut Sella.
April menepuk jidatnya sendiri karena merasa capek terus-terusan melihat Rico dan Sella bertengkar melulu.
Mereka pun akhirnya bisa makan dengan tenang,setelah semuanya merasa kenyang mereka pun kembali berjalan-jalan menyusuri Pantai.
Tidak terasa waktu pun berjalan dengan cepat..
"Pulang yuk sayang,sudah sore tapi aku pengen mampir dulu ke rumah kamu boleh kan?aku kangen sama Ibu,Ayah,dan Rangga," seru April.
"Boleh dong Sayang,apa sih yang enggak buat kamu," jawab Radit.
Sementara itu Rico mengantarkan Sella pulang ke rumahnya,selama dalam perjalanan tidak ada obrolan apapun.Hingga tidak lama kemudian sampai di rumah Sella.
Sesampainya di depan rumah Sella,ternyata ada Andre yang sudah menunggunya.Melihat ada mobil yang berhenti di depan rumah Sella,Andre pun menghampirinya.
"Sella,dari mana aja kamu?" tanya Andre dengan menarik tangan Sella untuk keluar dari mobil Rico.
"Apaan sih,lepasin sakit," rengek Sella.
"Woi,kalau sama cewek jangan kasar," seru Rico.
"Ngapain lo ajak-ajak pacar orang,lo mau merebut Sella dari gue?" ucap Andre marah dengan mendorong dada Rico.
"Woi,nyantai dong ga usah main dorong-dorong," Rico membalas Andre dengan mendorongnya juga.
Tapi disaat Andre ingin membalas lagi,dengan cepat Sella menghalanginya.
"Dre,apa-apaan sih kamu?datang-datang main marah-marah aja ga jelas," bentak Sella.
"Apa kamu bilang,aku marah-marah ga jelas?aku marah karena pacar aku jalan sama cowok lain ya,bukan karena marah-marah ga jelas," teriak Amdre.
"Siapa yang pacar kamu?kita sudah putus ya,kamu jangan sembarangan kalau ngomong."
"Tapi aku ga mau putus Sayang,please maafin aku lagipula itu Audi yang nyium aku bukan aku," rengek Andre.
"Terus kenapa kamu diam aja?"
"Ya karena waktu itu kejadiannya mendadak banget Sayang,aku tidak tahu kalau Audi akan melakukan semua itu," Andre berusaha menjelaskan semuanya kepada Sella.
"Alasan," celetuk Rico yang berdiri di belakang Sella dengan kedua tangan dilipat diperut.
"Diam lo playboy,jangan coba-coba lo ngehasut Sella ya,dasar jomblo ga laku lo," hina Andre.
Kali ini amarah Rico tidak tertahankan lagi,menurutnya hinaannya sudah keterlaluan.Dengan cepat Rico maju dan meninju wajah Andre.
"Jaga mulut lo,atau gue bakalan membuat lo ga bisa bicara lagi," bentak Rico.
__ADS_1
"Rico,sudah apa-apaan sih kamu," seru Sella.
"Aku cuma mau ngasih kamu satu pertanyaan,dan kamu harus jawab pertanyaan aku dengan jujur,apa kamu masih mencintai Audi?" tanya Sella.
Pertanyaan Sella barusan membuat Andre terdiam dan tidak bisa menjawab apapun,karena memang sesungguhnya dihatinya yang paling dalam masih ada nama Audi.
"Kenapa kamu tidak menjawab?aku anggap kebisuan kamu sebagai jawaban iya,jadi sekarang aku mohon kamu pergi dari rumah aku dan jangan kamu tampakkan lagi wajah kamu di hadapan aku," bentak Sella dengan deraian air mata.
"Tapi Sell,aku akan berusaha melupakan dia karena aku masih sayang sama kamu," ucap Andre dengan berusaha memegang tangan Sella tapi Sella menghempaskannya.
"Aku bilang pergi dari sini," terial Sella.
Andre pun dengan berat hati meninggalkan rumah Sella tapi disaat Andre mau memasuki mobilnya,Andre menatap penuh kebencian ke arah Rico.
"Urusan kita belum selesai," seru Andre dengan menunjuk ke arah Rico.
"Gue tunggu lo dengan senang hati," terial Rico.
Andre pun pergi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sella pun menangis sejadi-jadinya di samping mobil Rico,pundaknya bergetar hebat menandakan kalau saat ini Sella sedang merasakan sakit yang luar biasa.
Dengan ragu-ragu,Rico menyentuh pundak Sella.
"Sell,lo gapapa kan?" tanya Rico lembut.
Sella menepis tangan Rico yang ada dipundaknya.
"Gue gapapa,terima kasih sudah mengantarkan gue pulang."
Sella pun dengan langkah gontai melangkah menuju rumahnya.Rico hanya bisa melihat Sella dengan tatapan iba.
"Kok gue merasa sakit ya melihat Sella menangis seperti itu," gumam Rico yang langsung memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Sella.
Sementara itu di rumah Radit,Ayah dan Ibu Radit begitu menyayangi April sampai-sampai Ibunya Radit membuatkan makanan kesukaan April.
"Ayo Sayang,dimakan jangan malu-malu sini biar Ibu suapi kamu," seru Ibu Radit.
Ibunya Radit pun menyuapi brownis buatnya kepada April.
"Bu,Radit juga mau di suapi," rengek Radit.
"Apaan,sana kamu ambil saja di dapur makan sendiri kan kamu punya tangan," sahut Ibunya.
"Sebenarnya anak Ibu itu siapa sih?aku apa April?" tanya Radit.
"Yaelah Kak,gitu aja cemburu aku aja yang anak bungsu ga gitu-gitu amat," cibir Rangga.
"Oh iya Dit,apa besok jadi kamu melaksanakan pengajuan?" tanya Ayah.
"Jadi dong Yah."
"Nak April,kamu ingin konsep pernikahan seperti apa?" tanya Ayah Radit.
"April ga mau yang terlalu mewah,yang sederhana saja tapi dari dulu April punya impian kalau April ingin menikah dengan konsep out dor Ayah."
"Ok,siap laksanakan Komandan,pokoknya kamu jangan banyak pikiran semuanya biar aku dan keluarga aku yang siapkan," seru Radit.
"Iya Sayang,kamu jangan terlalu capek ya semuanya biar kami yang urus," sahut Ibunya Radit.
"Terima kasih semuanya,karena sudah sayang sama April," ucap April sembari memeluk Ibunya Radit.
Tidak terasa waktu pun sudah malam,April berpamitan untuk pulang.Selama dalam perjalanan tidak ada obrolan apapun,hingga akhirnya mobil Raditpun sampai didepan rumah April.
"Sayang kamu tidur yang nyenyak ya,besok aku jemput kamu untuk menghadap atasan aku," seru Radit.
April pun tersenyum dan menganggukan kepalanya tidak lupa sebelum April keluar,Radit mencium keningnya.
"Kamu hati-hati ya."
Keesokan harinya...
Seperti janji Radit,hari ini dia sudah berada di rumah April untuk menjemput April.
April di temani oleh Om Aswar dan Tante Risma sebagai wali hakim dari April.
"Yuk Sayang,kita berangkat," seru April.
Semuanya pun berangkat,butuh waktu yang lumayan lama untuk mengajukan nikah Kantor hingga akhirnya beres dan sudah di setujui.
Om Aswar dan Tante Risma pulang duluan,sementara April diantar sama Radit tapi April meminta Radit untuk mengantarkannya ke suatu tempat.
Tibalah April dan Radit di sebuah pemakaman umum yang tidak lain adalah makam Mamih dan Papihnya April.
Seperti biasa April berjongkok di antara Makam Mamih dan Papihnya,sementara Radit ikut berjongkok di samping April.
"Assalamualaikum Mih,Pih,hari ini April datang lagi maaf April baru sempat kesini,April kali ini membawa calon menantu buat Mamih dan Papih,kalian tahu ga hari ini April sudah mengajukan nikah kantor bersama Radit dan Alhdulillah semuanya berjalan dengan lancar,sebentar lagi April akan menikah dan menjadi seorang istri bukannya Mamih dulu ingin sekali melihat April menikah?" April menghentikan ucapannya dan menundukan kepalanya.
Radit mengusap kepala April dengan sayangnya..
"Mamih sama Papih,bisa ga hadir di mimpi April sekali saja dan mengucapkan beberapa kata kepada April sebelum April menikah,please April mohon," April kembali menangis di depan makan kedua orang tuanya.
"Tante,Om,kalian jangan khawatir karena Radit akan menyayangi dan menjaga April dengan segenap jiwa raga Radit,Radit akan membahagiakan April seperti keinginan terakhir Om dulu," seru Radit.
Cukup lama April dan Radit berada disana,setelah April dan Radit mendoakan Mamih dan Papih April,mereka pun beranjak untuk pulang.
Radit mengantarkan April ke Kantornya karena masih banyak yang harus April kerjakan,dan Radit pun kembali berdinas.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Mana pendukung April dan Raditππ
Terus dukung dengan cara like dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1