Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
POSITIF


__ADS_3

🏡


🏡


🏡


🏡


🏡


Tidak terasa usia pernikahan April dan Radit sudah menginjak 2 bulan,selalu ada kebahagiaan yang menyelimuti pernikahan mereka berdua.


April sangat beruntung mempunyai suami yang sangat menyayangi dan perhatian terhadap dirinya,meski kadang posesifnya membuat April merasa kesal juga.


Seperti biasa,Radit tidak pernah absen setiap malam selalu menagih jatahnya sungguh membuat April merasa lelah setelah capek kerja seharian malamnya pun masih harus bekerja melayani suaminya itu.


Disaat April sedang tidur dengan lelapnya,tiba-tiba dia merasakan mual yang sangat luar biasa April cepat-cepat berlari kekamar mandi tidak peduli kalau saat ini April sedang tidak memakai sehelai benangpun ditubuhnya.


Didalam kamar mandi April mengeluarkan semua isi diperutnya,Radit meraba tempat disampingnya dan tidak mendapati istrinya berada disana.


Radit kemudian bangun dengan celingukan,terdengar suara istrinya didalam kamar mandi dengan cepat Radit menghampiri April tapi disaat Radit masuk kedalam kamar mandi betapa terkejutnya Radit mendapati istrinya sudah terkulai lemah disamping closet dengan posisi terduduk.


"Astaga Sayang kamu kenapa?" tanya Radit panik.


April tidak menjawab apapun dia begitu lemas dari tadi muntah,dengan sigap Radit menggendong tubuh April ke atas kasur kemudian Radit mengambil pakaian April dan memakaikannya.


"Kamu kenapa Sayang?" tanya Radit panik.


"Aku ga tahu tiba-tiba saja perut aku merasa mual," jawab April.


"Sebentar ya aku buatkan teh manis," Radit pun segera berlari turun ke dapur untuk membuat teh manis.


Tidak lama kemudian,Radit kembali dengan membawa teh manis hangat buat April.


"Ini Sayang ayo minum dulu."


April meminum teh manis buatan suaminya itu,dan kembali membaringkan tubuhnya Radit menarik tubuh April kedalam pelukannya,tapi baru saja matanya ingin terpejam rasa mual dibperutnya kembali terasa dengan cepat April bangun dan berlari kekamar mandi.


Yang April muntahkan hanyalah air karena semuanya sudah terkuras,Radit memijat tengkuk leher April dia merasa kasihan juga melihat istrinya terus-terusan muntah seperti itu.


"Bagaimana ini Sayang,aku ga tega ngelihat kamu terus-terusan muntah seperti ini,kalau manggil Dokter tidak mungkin karena ini masih jam 3 pagi," seru Radit khawatir.


"Sudah tidak apa-apa,aku mau tidur saja," sahut April.


Tapi nyatanya April tidak bisa tidur sampai sekarang sudah menunjukan jam 5 subuh April baru saja memejamkan matanya,begitu pun dengan Radit.


Alarm yang Radit pasang pukul 7 berbunyi,Radit segera bangun dan dilihatnya istri cantiknya masih terlelap tidur,Radit cepat-cepat ke kamar mandi untuk membersihan diri,setelah selesai Radit kemudian turun kebawah untuk membuatkan sarapan untuk April.


"Lho Mas Radit mau ngapain?" tanya Bi Asih.


"Mau bikin bubur buat April Bi."


"Non April sakit Mas?"


"Iya Bi."


"Ya sudah,biar Bibi yang bikinin buburnya Mas Radit kembali saja ke kamar."


"Makasih ya Bi,nanti antarkan saja ke kamar."


"Baik Mas."


Radit pun kembali ke kamarnya,sesampainya di kamar ternyata April kembali sedang muntah-muntah di kamar mandi.


"Sayang kamu muntah lagi?"


"Iya."


Radit menggendong kembali April ke atas tempat tidur.


"Kamu ga Dinas Sayang?" tanya April lirih.


"Mana mungkin aku Dinas,sementara istriku sedang sakit begini aku izin dulu sampai kamu sembuh," jawab Radit.


Tok..tok..tok..


"Mas Radit ini buburnya," seru Bi Asih.


"Terima kasih ya Bi."


Radit pun membawa buburnya ke hadapan April.


"Kamu makan dulu ya Sayang,habis itu kita ke Rumah Sakit kita periksa aku khawatir kalau ngelihat kamu muntah-muntah terus."


Baru saja dua suap,April menutup mulutnya dan kembali berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semuanya.Radit semakin khawatir dengan kondisi April,saat ini yang masuk hanyalah teh manis saja.


April pun membersihkan diri dibantu oleh Radit,setelah membersihkan diri mereka pun bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit untuk memeriksakan keadaan April.


Selama dalam perjalanan,April hanya mampu menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya,Radit terus menggenggam tangan April dan berulang kali menciumnya.Radit begitu khawatir dengan keadaan istrinya yang sudah lemas dan terlihat pucat itu.


Tidak lama kemudian,Mereka berdua pun sampai di Rumah Sakit.Radit segera membawa April keruangan Dokter pribadi keluarga April.


"April,ada apa dengan April?" tanya Dokter.


"Ini Dok,istri saya dari tadi malam muntah-muntah terus saya khawatir takut terjadi kenapa-napa," jawab Radit.


"Ok baik,silahkan April kamu berbaring di ranjang itu biar saya periksa dulu," ucap Dokter.


Dengan dibantu oleh Radit,April pun berbaring dan Dokter mulai memeriksanya.Sementara Radit dengan setia menunggu disamping April dengan terus menggenggam tangan April ada rasa khawatir yang teramat sangat didalam diri Radit.


"Sudah selesai."


April pun turun dari ranjang pemeriksaan dan kembali duduk dengan Radit.


"Bagaimana keadaan istri saya,Dok?"


"April tidak apa-apa,Mas Radit." ucap Dokter dengan senyumannya.


"Tapi kenapa istri saya muntah-muntah terus?" tanya Radit dengan khawatirnya.


"Itu hal yang biasa buat perempuan yang sedang hamil," ucap Dokter.

__ADS_1


"Kok hal biasa sih Dok,tapi April muntah-muntah te----" ucapan Radit terpotong karena merasa ada yang ganjil dengan omongan Dokter.


"Tunggu,tadi Dokter bilang apa?muntah-muntah sudah biasa----"


"Iya Mas,istri anda sedang hamil dan muntah-muntah itu sudah menjadi hal biasa yang dirasakan oleh para Ibu hamil."


Sesaat April dan Radit saling pandang dan mencerna perkataan Dokter.


"Aku hamil," seru April tidak percaya.


"Iya,tapi untuk lebih meyakinkan lagi saya akan merekomendasikan April periksa ke Dr.Lina seorang Dokter Kandungan kebetulan saat ini Dr.Lina sudah berada di tempat,saya akan menghubunginya dulu," jelasnya.


Seperti yang disarankan oleh Dokter pribadinya,April dan Radit pun segera menemui Dr.Lina untuk lebih meyakinkan lagi.


"Bagaimana Dok?" tanya Radit penasaran.


"Memang benar yang dikatakan oleh Dr.Bambang,kalau Mbak April sedang hamil dan saat ini usia kandungan Mbak April baru menginjak usia 3 minggu,selamat ya Mbak,Mas," ucap Dr.Lina.


"Sayang,aku hamil," seru April dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Radit langsung memeluk istrinya itu...


"Terima kasih Sayang,aku sangat bahagia sekali," Radit menciumi pucuk kepala April.


"Diusia awal kandungan sangat rentan sekali jadi Mbak April jangan dulu kecapean,saya akan membuat resep vitamin untuk Mbak April."


"Iya Dok."


"Ini resepnya,Masnya bisa langsung tebus di Apotek Rumah Sakit."


"Baiklah,terima kasih Dokter."


"Iya sama-sama."


April dan Radit pun meninggalkan ruangan Dr.Lina,April menunggu di kursi tunggu sementara Radit menebus obat untuk April.


Selama dalam perjalanan,Radit tidak henti-hentinya menciumi tangan April saking bahagianya.


"Terima kasih Sayang,ingat kata Dokter kamu jangan terlalu capek dulu,kerjaan biar Sella dan Om Farhan yang ngurus dulu untuk sementara waktu," ucap Radit.


"Ya Alloh,aku ga nyangka banget Sayang kalau Alloh akan memberikan kita anak secepat ini," April meneteskan air mata sembari mengusap-ngusap perutnya yang masih terlihat rata.


"Aku juga ga percaya,tapi aku sangat bahagia sekali sebentar lagi aku akan menjadi seorang Ayah," sahut Radit dengan Antusiasnya.


Sesampainya dirumah..


"Tunggu Sayang," seru Radit.


"Ada apa?" tanya April bingung.


Dengan cepat Radit langsung menggendong April untuk naik ke atas kamarnya.


"Hei,aku bisa jalan sendiri Radit."


"Tadi kamu ga dengar apa kata Dokter?kamu jangan kecapean Sayang."


"Iya,tapi ga kaya gini juga kali kalau jalan kan aku masih kuat."


"Pokoknya kamu jangan kecapean,untuk naik ke kamar kamu aja butuh tenaga lho aku ga mau kamu dan calon anak kita kenapa-napa."


"Lho,Non April kenapa Mas?apa sakitnya serius?" tanya Bi Asih.


"Ternyata April sedang hamil Bi," jawab Radit bahagia.


"Alhamdulillah,ya Alloh selamat ya Non dan Mas Radit."


"Iya,nanti tolong kalau April membutuhkan apapun Bibi ambilkan ya soalnya April tidak boleh kecapean," seru Radit.


"Siap Mas."


Radit pun membawa April ke kamarnya,dan dengan perlahan membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


Tiba-tiba Ponsel April yang berada diatas nakas berbunyi tertera nama Sella yang menghubungi April,dengan cepat Radit mengangkatnya.


"Hal----"


"Pril,lo dimana?kok jam segini belum nyampe Kantor sih?" cerocos Sella yang membuat Radit menjauhkan Ponselnya dari telinganya.


"Hai,bisa ga pelan-pelan ngomongnya telinga gue bisa budeg nih," seru Radit.


"Kok lo yang angkat sih?Aprilnya mana?"


"April sedang sakit,dia ga bisa di ganggu."


"Hah..sakit apa?" teriak Sella.


"Astaga,benar-benar ya lo bikin telinga gue budeg."


"Sorry..sorry,habisnya gue kaget padahal kan kemarin dia baik-baik saja,sakit apa dia?" tanya Sella.


Radit pun mematikan Ponselnya dan menyambungkannya kembali dengan panggilan video call,Sella dengan cepat mengangkatnya.


"Hai Sell," sapa April dengan lirih.


"Ya ampun Pril,lo kenapa kok wajah lo pucat banget?" tanya Sella.


Sementara itu Radit duduk disamping April dan terus saja mencium pipi April.


"Hai Pak Polisi mesum,tolong jangan tunjukan kemesraanmu di depan seorang jomblo ya,hatiku merasa sakit tahu lagipula istri sakit kok kelihatan bahagia banget dasar aneh," ledek Sella.


"Ya jelaslah gue bahagia,karena April mengalami sakit yang sangat membahagiakan," jawab Radit.


"Mana ada sakit membahagiakan."


"Ada dong buktinya,istri cantik gue mengalaminya," seru Radit.


"Ya ampun udah dong Sayang,kok kamu malah berantem sih sama Sella aku pusing tahu ga," keluh April.


"Lo sih Sell,ngajak gue berantem tuh kan jadinya istri gue pusing."


"Idih,malah nyalahin gue."

__ADS_1


"Sell,maaf ya gue ga bisa kerja dulu kalau bisa nanti pulang kerja lo kesini ya beliin gue rujak gue pengen banget rujak," seru April.


"Tumben lo pengen rujak,jangan---"


"Iya,April sedang hamil," Radit langsung menjawab.


"Aaaaaaaaa.....lo hamil Pril," teriak Sella.


"Busyet nih bocah,kerjaannya teriak-teriak mulu dari tadi."


"Tapi Pril,gue kan pulangnya sore emangnya sore masih ada rujak apa?tuh kan ada laki lo,kenapa lo ga suruh laki lo aja yang nyariin rujaknya?" tanya Sella.


"Gue kan maunya lo yang beliin bukan Radit."


"Ok..ok..nanti pulang kerja gue coba nyari ya,tapi kalau ga ada lo jangan marah,ya sudah gue kerja dulu bye.."


Sella pun mematikan sambungannya..


"Sayang,kamu mau makan apa sekarang?soalnya dari tadi pagi kamu belum makan apa-apa lho," tanya Radit.


"Bisa buatin Jus mangga aja."


"Ok..siap laksanakan."


Radit pun langsung melompat dari tempat tidurnya dan berlari menuruni tangga untuk membuatkan jus mangga pesanan sang istri.


April meminum jus mangga buatan Radit,satu menit,dua menit,sampai sepuluh menit ditunggu ternyata April tidak memuntahkan jus itu membuat Radit merasa lega,setelah meminum vitamin yang diberikan oleh Dokter,lama-kelamaan mata April terlihat sayu dia merebahkan tubuhnya.


Sementara Radit berada disamping April dengan mengelus perut April yang masih rata.Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya April pun terlelap tidur.


Radit terus saja mengelus perut April dan sesekali menciumnya.


"Tumbuh yang sehat ya anak Papah didalam perut Mamah,jangan buat Mamah susah dan sakit ya Nak,Papah akan selalu menjaga kalian berdua," Radit pun mencium perut April dan ikut membaringkan tubuhnya di samping April dan ikuy tertidur juga.


***


Sella terlihat membereskan meja kerjanya,waktu sudah menunjukan pukul 4 sore waktunya Sella pulang.


Sella teringat akan permintaan April...


"Ya ampun,gue harus cari rujak dimana kira-kira ya!!" Sella mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuknya.


"Bodo ah,gue cari aja di pinggir-pinggir jalan kali aja jam segini masih ada yang jualan rujak," gumam Sella.


Sella pun meninggalkan Kantor dan melajukan mobilnya menuju rumah April,sepanjang jalan Sella terlihat celingukan kekiri dan kekanan berharap ada abang-abang penjual rujak.


Tok..tok..tok..


"Mas Radit,Non April..." panggil Bi Asih.


Radit merentangkan kedua tangannya,dan dilihatnya istri cantiknya itu masih tertidur dengan posisi memeluk Radit.Perlahan Radit mengangkat tangan April yang ada diperutnya karena takut April terbangun.


Dengan sangat hati-hati Radit turun dari tempat tidur dan membuka pintu.


"Ada apa Bi?"


"Maaf Mas,di bawah ada Mas Rico."


"Ya ampun tuh orang mau ngapain sih?ya sudah suruh tunggu sebentar aku mau cuci muka dulu."


"Baik Mas."


Tidak lama kemudian Radit pun turun menemui Rico.


"Mau ngapain lo kesini?" tanya Radit.


"Yaelah,sombong amat lo gue sengaja kesini karena lo ga masuk tadi pagi gue pikir lo sakit."


"Bukan gue yang sakit tapi April."


"Kenapa lagi sama April?"


"Doi lagi hamil bro."


"Wuidih,mantap hebat juga lo ya sudah bisa hamilin anak orang," ledek Rico.


"Sialan lo."


Tiba-tiba Sella pun datang,dengan tampang yang lusuh dan membawa bungkusan berisi rujak yang dipesan oleh April.Sella langsung menjatuhkan tubuhnya di samping Rico dan menyimpan bungkusan rujaknya diatas meja.


"Mana April,noh rujaknya gue sudah ubek-ubek tuh kota Jakarta sampai gue nemuin rujak itu," sungut Sella.


"Asyik,makasih ya Sell," ucap April yang baru saja turun dari tangga.


Tanpa menunggu lama lagi,April langsung melahap rujak pesanannya itu semuanya pun hanya geleng-geleng melihat tingkah April.


Sementara itu,Rico mencuri-curi pandang ke arah Sella yang sedang menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi sembari memejamkan matanya.


"Cantik," batin Rico.


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼


Hallo semuanya,maaf apabila telat update soalnya sistemnya sedang eror jadi lamaπŸ™πŸ™πŸ˜­πŸ˜­


Jangan bosen-bosen ya menunggu kelanjutan kisah April dan Babang Radit,dan tolong biasakan tinggalkan jejak like dan vote sebanyak-banyaknya supaya Authornya makin semangatπŸ™πŸ™πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2