Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
ASISTEN DOSEN


__ADS_3

April melepaskan pelukan Radit..


"Tangan kamu luka,ayo kita ke Rumah Sakit." seru April


Radit menarik tangan April dan menggelengkan kepalanya...


"Ini cuma luka kecil,pake Betadine juga sembuh." ucap Radit


"Ya udah,tunggu di sini di mobil aku ada obat-obatan." kemudian April membawa kotak obat di mobilnya.


Radit mengikuti April ke mobil,Radit duduk di trotoar dan April duduk di kursi mobilnya secara kan Radit tubuhnya tinggi.


April perlahan membersihkan luka di tangan Radit dan meniup-niup luka Radit,sementara Radit malah terus memperhatikan April.


"Ngapain,lihatin aku terus kaya gitu?" tanya April


"Cantik." sahut Radit


"Dasar gombal." seru April


"Asli ga pake gombal,kamu cantik banget." ucap Radit


April sudah selesai mengobati luka Radit dan membalutnya dengan perban.


"Sudah selesai." April terlihat senang


"Terima kasih ya." ucap Radit dengan senyuman manisnya.


Tiba-tiba perut April berbunyi,membuat Radit tertawa terpingkal-pingkal.


"Ih Kamu mah gitu,nyebelin." April memanyunkan bibirnya


"Kamu lapar?" tanya Radit


"Iya aku belum makan siang." jawab April ketus


Radit terus tertawa sampai air matanya keluar.


"Awas aku mau pergi aja." April terlihat marah


"Ok..maaf..maaf." Radit menarik tangan April


"Ayo kita makan." Radit menarik tangan April


"Kita mau pake motor?" tanya April


"Iya,kenapa?kamu ga mau ya." seru Radit


"Bukan begitu,bentar aku telpon dulu Pak Dodi suruh ambil mobil aku." sahut April


April pun menelpon supir di rumahnya untuk mengambil mobilnya.


Radit memakaikan helm untuk April dan April pun naik ke atas motor sport Radit,kali ini tanpa di suruh April langsung melingkarkan tangannya di perut Radit.


"Anak pintar." Radit tersenyum


Motor Radit melaju sampai melewati mobil yang di kendarai Dika.


"Bukannya itu April,oh jadi dia nolak aku gara-gara cowok itu." gumam Dika di dalam mobilnya.


Tidak lama kemudian,motor Radit sampai di sebuah Restoran.


Radit kembali membukakan helm April dan mereka jalan bergandengan masuk ke dalam Restoran.


April dan Radit memesan makanan,tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang.April langsung melahap makanannya karena perutnya sudah benar-benar sangat lapar.


Radit yang melihat April makan dengan lahap,tersenyum dan geleng-geleng kepala.


"Pelan-pelan makannya,ga bakalan ada yang minta kok makanan kamu." seru Radit


"Aku lapar banget,maaf ya." sahut April dengan mulut penuh makanan.


Radit baru menemukan wanita yang makan tanpa ada jaim-jaim seperti April,biasanya wanita itu suka bersikap malu-malu kalau makan di depan cowok tapi beda dengan April dia bersikap menjadi dirinya sendiri.


"Kamu ga makan?kok malah ngeliatin aku terus?" tanya April


"Ngeliatin kamu makan aja,aku udah kenyang." jawab Radit

__ADS_1


Sementara itu,di Restoran yang sama terlihat Alya dan Monik sedang makan.Alya memandang ke arah April dengan penuh kebencian.


"Awas lo Pril,kali ini lo boleh bahagia tunggu pembalasan gue." batin Alya


Setelah selesai makan,Radit mengantarkan April pulang.


"Mau mampir dulu." ajak April


"Ga usah,lain kali aja sudah sore juga pasti Ibu khawatir kalau aku belum pulang." jawab Radit


Radit membukakan helm April dan merapikan rambut April.


"Kalau gitu hati-hati ya di jalan." ucap April


"Ok,Tuan Puteri." jawab Radit


Radit pun pergi meninggalkan rumah April.


"Sayang,kamu dari mana?" tanya Papih Anwar


"Habis jalan sama teman." April pun langsung pergi menuju kamarnya.


Keesokan harinya...


April seperti biasa tidak pernah sarapan di rumah,dia selalu sarapan di kantin Kampus.


"Pril,gimana kemarin dah bener mobilnya?" tanya Sella


"Tahu ah,nyebelin banget tuh Dosen." jawab April ketus


"Kok gitu jawabannya."


Tiba-tiba,Dika duduk di samping April yang sedang sarapan.


"Ya ampun,Pak Dika kalau di lihat dari dekat ganteng banget sih." puji Sella


Dika yang di puji Sella,hanya tersenyum...


"Mau ngapain sih Pak,duduk di sini tuh kursi masih banyak yang kosong." ucap April sewot


"Udah,biarin lah Pril Pak Dika duduk di sini." rengek Sella


April mengambil piring kentang gorengnya...


"Hei Pak,pesen sana sama Mang Ujang jangan makan punya saya." ketus April


"Ya ampun Pril,cuma kentang goreng lo pelit amat." sahut Sella


"Bodo" April kemudian pergi meninggalkan Sella dan Dika


"Pril,lo mau kemana tungguin..maaf Pak saya permisi dulu." seru Sella dan berlari menyusul April


"Gadis Jutek...menarik." Dika tersenyum dan ikut pergi juga.


"Ih,kenapa sih semua cowok-cowok keren pada ngejar-ngejar April." kesal Alya


"Ya panteslah Al,Kak April kan cantik." jawab Monik yang tambah membuat Alya kesal


"Jadi maksud lo,gue ga cantik gitu?" Alya terlihat marah dan pergi meninggalkan Monik.


Di dalam kelas,Dika tidak henti-hentinya memperhatikan April hingga April merasa ga enak.


"Ok semuanya,saya butuh seorang Asisten untuk membantu saya karena pekerjaan saya banyak dan saya menunjuk Aprilia Suci Prabowo yang akan menjadi Asisten saya" ucap Dika.


"Apa..saya Pak!" April menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu,memangnya siapa lagi di ruangan ini yang bernama April" seru Dika.


"Maaf Pak,saya ga bisa yang lain saja" ucap April.


"Oh ok,kalau begitu saya kasih kamu nilai E di mata kuliah saya" seru Dika dengan santainya.


April hanya bisa melongo mendengar penuturan Dosen barunya itu.


"Ih,dasar Dosen menyebalkan" gerutu April.


"Baiklah pelajaran hari ini cukup sampai di sini dulu,dan kamu April setelah ini ke ruangan saya" ucap Dika dengan berlalu dari ruangannya.

__ADS_1


"Sabar..sabar" Sella menepuk-nepuk pundak April.


April berjalan gontai ke luar ruangan,sama sekali tidak bersemangat.


Tok..tok..tok


"Masuk" suara bariton itu kembali mengintrupsi.


April masuk dengan menundukkan kepalanya,rasanya malas sekali bertatap muka dengan Dosen menyebalkan ini.


"Apa lantai lebih menarik,di bandingkan dengan wajah saya yang tampan ini" ucap Dika.


"Iya" jawab April spontan.


"Apa!" sentak Dika.


"Eh,ga Pak maksud saya bukan begitu tadi di lantai,saya kaya melihat kecoa gitu" ucap April asal.


"Apa kecoa!!mana kecoanya" Dika tanpa sadar sudah naik ke atas kursi.


April yang melihat tingkah Dosennya itu,sesaat merasa kaget tapi sedetik kemudian tawa yang pecah,April tertawa terpingkal-pingkal dengan memegang perutnya.


"Kamu beraninya menertawakan saya!" seru Dika.


"Habisnya lucu sih,seorang Dosen gagah dan dingin tiba-tiba takut sama kecoa doang,malu dong Pak sama perut kotak-kotaknya" ledek April yang terus saja tertawa sampai air matanya keluar.


Dika yang malu karena terus di tertawakan oleh April,akhirnya turun dari kursi dan menghampiri April.Dika langsung menutup mulut April dengan telapak tangannya.


Wajah Dika sangat dekat dengan wajah April,sehingga dengan seketika April berhenti tertawa.Sejenak mata mereka beradu dan saling pandang.


"Berhenti menertawakan saya,atau saya kasih kamu hukuman" sahut Dika dengan tatapannya yang tajam.


April menganggukan kepalanya,April benar-benar tidak bisa berkutik.Perlahan Dika melepaskan tangannya.


"Bantu saya mengkoreksi hasil pekerjaan teman-temanmu" ucap Dika.


"Ya ampun Pak,banyak banget ga salah tuh bisa-bisa saya pulang sore kalau begini" keluh April.


"Mau saya tambah tugasnya?" tanya Dika.


"Hah..ok..ok saya akan kerjakan" April langsung duduk di sofa dan mengerjakan apa yang di perintahkan Dika.


"Dasar Dosen nyebelin" batin April.


"Jangan banyak menggerutu,selesaikan saja tugas yang saya berikan" Dika berbicara dengan matanya yang fokus ke depan Laptopnya.


"Waduh,kok dia bisa tahu kalau gue sedang menggerutu?jangan-jangan dia anaknya Dukun lagi,ih serem" batin April dengan bergidik ngeri.


Dika yang melihat tingkah April menyunggingkan senyumnya..


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


Hai semuanya,maaf baru Update soalnya Author nya sedang sibuk๐Ÿ™๐Ÿ™


Untuk ke depannya,maaf kalau Novelnya tidak akan Update setiap hari๐Ÿ™๐Ÿ™


Tetap sabar ya menunggu๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹

__ADS_1


__ADS_2