
π΅
π΅
π΅
π΅
π΅
Sehabis makan,Radit mengantarkan April pulang ke rumahnya selama perjalanan April menyandarkan kepalanya terlihat gurat-gurat kelelahan di wajah cantiknya.
"Kamu cape ya Sayang,maaf sudah menambah cape kamu dengan mengajak kamu makan," ucap Radit dengan terus menciumi tangan April.
"Gapapa kok,aku senang kamu masih ada waktu buat aku," sahut April.
"Kok kamu ngomongnya gitu sih?sesibuk apapun,aku akan berusaha selalu ada waktu buat kamu," ucap Radit.
April tersenyum dan mengusap pipi Radit.
"Aku turun dulu ya," April turun dari mobil dan disusul oleh Radit yang ikut turun.
"Kamu istirahat ya," ucap Radit dengan membenarkan rambut April yang sedikit berantakan.
"Kamu mau langsung kerja lagi?" tanya April.
"Mau pulang dulu ganti baju,habis itu baru ke POLRES.."
"Jangan terlalu cape nanti kamu sakit lho," ucap April.
"Ga akan sakit kan sudah ada obatnya,kamu adalah obat aku yang paling mujarab,vitamin yang membuat aku selalu semangat," Radit kembali memeluk April.
"Dasar gombal."
"Bukan gombal Sayang,itu asli makannya tetaplah berada di sisiku sampai kapanpun karena kamu adalah wanita kedua yang paling aku sayangi setelah Ibu," jelas Radit.
April bahagia mendengar ucapan Radit dan makin mengeratkan pelukkannya.
Cukup lama mereka berpelukkan seakan tidak mau berpisah satu sama lain.
"Sudah ya,kalau pelukkan terus takutnya khilaf dan terjadi hal-hal yang diinginkan," goda Radit.
Seketika April langsung melepaskan pelukkannya.
"Ih Pak Kapten mesum banget,,oh iya jangan berpenampilan terlalu ganteng nanti banyak Polwan yang ngedeketin lagi," ucap April ketus.
"Aku emang sudah dari sononya ganteng,jadi bagaimana dong?" seru Radit.
"Idih narsis..."
"Ya sudah,aku pulang dulu ya takut telat kan Komandan itu harus memberi contoh yang baik buat anak buahnya," ucap Radit.
April tersenyum dan menganggukkan kepalanya,Radit mencium kening April cukup lama sebelum pergi.
"Tidurnya jangan malam-malam,ya udah aku pulang dulu ya," Radit pun segera memasuki mobilnya.
"Hati-hati," ucap April dengan melambaikan tangannya.
April pun memasuki rumah,dan ternyata di dalam sudah ada Brian yang sedang ngapelin Alya.
"Ckckck..ini bukan malam minggu lho udah apel aja!!" ledek April.
"Yeee...ga tahu lo Pril,gue itu apelnya tiap hari ga di jadwal,buat gue tiap hari berasa malam minggu," sahut Brian.
Alya hanya tersenyum mendengar ocehan kekasihnya itu.
"Busyet deh,,ya udah gue mau istirahat dulu cape gue," ucap April dengan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Sementara itu di POLRES...
Radit sedang memberikan intrufsi kepada anak buahnya.
"Selamat malam semuanya,malam ini kita akan melakukan Razia ke club-club malam yang ada di kota ini,karena ada informasi kalau di salah satu club terkenal di Kota ini sering melakukan transaksi jual beli barang haram bahkan ada info kalau di club itu ada perdagangan manusia juga dan dengar-dengar targetnya anak di bawah umur,jadi saya harap kerja samanya dari kalian semua..Mengerti!!" jelas Radit.
"Siap mengerti Komandan," seru semua anak buahnya serempak.
"Ok..ayo kita berangkat sekarang!!" seru Radit.
Radit berangkat satu mobil dengan Rico.
"Dit,dengar-dengar club ini milik salah satu Pengusaha terkenal di Kota ini tapi kita belum tahu siapa Pemilik club malam itu,di saat anak buah kita menyamar dan menanyakan siapa Pemiliknya tidak ada yang mau menjawab seolah mereka takut dan disuruh untuk tutup mulut," jelas Rico.
"Pengusaha terkenal.." Radit tampak berpikir dengan mengelus-ngelus dagunya.
"Iya,dan menurut anak buah kita,banyak juga Pengusaha yang datang ke club itu dan memakai jasa para perempuan di bawah umur," sambung Rico.
"Gila,dasar tua bangka suka sama anak kecil," Radit merasa geram mendengar penuturan Rico.
Tidak lama kemudian,mereka pun sampai di club malam yang sangat terkenal itu dan diperuntukan buat anak-anak orang kaya yang datang kesini.
Saat Radit menginjakkan kakinya di dalam club,bau minuman dan alunan musik yang sangat memekakan telingan langsung menyambut kedatangan Radit dan anak buahnya.
Radit memperlihatkan surat izin penggeledahan club malam itu,dengan tanpa perlawanan Manager club malam itu mempersilahkan tempatnya untuk di geledah.
"Geledah semua ruangan yang ada disini,jangan sampai ada yang terlewat," perintah Radit.
"Siap Kapten."
Radit menghampiri Manager yang bertanggungbjawab atas club malam itu.
"Permisi,maaf apa benar anda adalah Manager club malam ini?" tanya Radit.
"Benar Pak,ada yang bisa saya bantu?"
"Siapa Pemilik club ini?" tanya Radit dingin.
__ADS_1
"Saya Pak," jawabnya dengan santai.
"Benarkah?apa anda tidak berbohong?" tanya Radit.
"Buat apa saya bohong Pak,club ini memang punya saya."
"Tapi menurut info,Pemilik club ini seorang Pengusaha terkenal," seru Radit.
"Wah,kalau begitu saya merasa bangga kalau ada yang menyebut saya sebagai Pengusaha terkenal," ucap Sang Manager dengan kekehannya.
"Anda tahu kan apa resikonya kalau anda sampai terbukti menipu Polisi?" seru Radit.
"Iya Pak,saya tidak berani melakukan itu."
"Maaf Komandan,semuanya sudah di periksa sejauh ini tidak ada barang-barang yang mencurigakan," ucap Rico.
"Benarkah,kalau begitu kita kembali.Terima kasih sudah bersikap kooperatif dengan kami," Radit menjabat tangan Sang Manager.
"Sama-sama Pak."
Radit dan anak buahnya pun pergi meninggalkan club malam itu.
Sementara Sang Manager club malam itu terlihat menelpon seseorang.
"Beres Tuan,Para Polisi sialan itu sudah pergi dari club," ucap Sang Manager dengan senyuman penuh kemenangan.
Di dalam mobil Radit tampak memijat pelepisnya.
"Menurut gue ada yang aneh dengan club malam itu Dit,kayanya rencana kita ada yang ngebocorin makannya club terlihat sepi,padahal setiap hari club itu selalu rame bahkan Pengusaha kelas Kakap sampai Pejabat pun sering terlihat berada disana," jelas Rico.
"Gue juga ngerasa kaya gitu Ric,Manager itu mengaku Pemilik club tapi dari nada bicaranya gue bisa ngerasain kalau dia sedang berbohong," sahut Radit.
"Kita harus mengatur strategi lagi buat menyelidiki club itu," seru Rico.
Radit menganggukkan kepalanya,dia kembali memejamkan matanya.
"Lo mau langsung pulang?" tanya Rico.
"Ke POLRES dululah,mobil gue ada disana."
Keesokan harinya....
Hari ini Papih Anwar mengajak April untuk ikut bertemu klien di sebuah Restoran.
"Selamat siang Pak Anwar dan Nona April," orang itu menyapa dengan menjabat tangan Papih Anwar dan mencium tangan April.
April langsung menarik tangannya karena merasa risih dengan perlakuan Rekan Bisnisnya itu,begitu pun juga dengan Papih Anwar yang merasa tidak suka anaknya diperlakukan seperti itu.
"Maaf Nona April,saya suka tidak bisa menahan diri kalau berhadapan dengan wanita cantik seperti anda," ucap orang itu.
"Sayang,perkenalkan ini Pak Dito Nugraha seorang Pengusaha Muda sukses yang baru saja pulang dari Italia," ucap Papih Anwar.
April menganggukkan kepalanya dengan senyum yang dipaksakan,tidak tahu kenapa April merasa takut dengan tatapan Dito.
Pembicaraan antara Papih Anwar dan Dito berjalan lancar,Papih Anwar menyetujui kerja sama dengan Dito dan menanamkan sahamnya di Perusahaan yang saat ini sedang Dito bangun.
"Pih,kok April merasa kurang sreg ya sama yang namanya Dito-Dito itu," ucap April.
"Kenapa ga areg Sayang?Dito itu seorang Pengusaha muda yang sukses,kinerjanya di bidang Bisnis sudah tidak perlu di ragukan lagi bahkan banyak Pengusaha yang ingin bekerja sama dengan dia,Papih termasuk orang beruntung yang di ajak kerja sama oleh dia," jelas Papih Anwar.
"Justru karena dia ngajak kerja sama dengan Perusahaan kita makannya April agak khawatir takut terjadi kenapa-napa kedepannya," sahut April.
"Sayang kamu jangan berburuk sangka dulu sama orang,anggap saja ini keberuntungan kita," ucap Papih Anwar dengan mengusap kepala April.
April tidak membalas omongan Sang Papih tapi yang jelas,April sama sekali tidak suka kepada orang yang bernama Dito Nugraha orang yang sangat Misterius kalau menurut April.
Di POLRES...
Radit,Rico,dan Novi sedang ngopi di ruangan Radit.
"Kapten,bagaimana kalau untuk menyelidiki club itu saya menyamar jadi wanita j***** di sana," usul Novi membuat Rico kaget.
"What,kamu serius?" tanya Rico.
"Seriuslah.."
"Jangan Nov,terlalu bahaya emangnya kamu mau tidur sama para tua bangka tengik itu?" seru Radit.
"Kapten sebenarnya aku punya teman yang bekerja di club itu,dia seorang pekerja s*** komersial,dan memang benar disana sering terjadi transaksi jual beli Narkoba dan perdagangan ABG gitu," jelas Novi.
"Nah,benar kan kecurigaan kita," sahut Radit.
"Iya,namanya Sarah dia itu sudah lama kerja disana tapi saat ini dia mengaku kalau dia ingin keluar dari tempat itu tapi susah penjagaannya ketat banget,bahkan di kontrakannya pun di jaga oleh seseorang," jelas Novi.
"Gila..sampai segitunya!!" sahut Rico.
"Terus teman kamu itu tahu siapa Pemilik club itu?" tanya Radit.
"Katanya sih,Sarah juga tidak tahu siapa Pemilik club itu tapi yang Sarah tahu Manager dan Para Bodyguard disana suka memyebut-nyebut nama Mr.Devil,mungkin saja dia Pemiliknya," seru Novi.
"Mr.Devil...siapa dia?" gumam Radit.
"Rencana aku Kapten,aku ingin menyamar jadi wanita penghibur disana disaat ada yang Booking aku,sebisa mungkin aku akan buat dia mabuk nah kalau sudah seperti itu biar Sarah yang melayani para tua bangka itu," jelas Novi.
"Ga Nov,terlalu bahaya kalau sampai kamu ketahuan nyawa kamu yang jadi taruhannya,karena aku yakin Mr.Devil ini bukan orang sembarangan," ucap Radit.
"Kan kalau aku kenapa-napa,ada Kapten dan Pak Rico yang akan menolong aku," ucap Novi.
"Ya tetap saja itu bahaya,apalagi aku ga bisa ngebayangin kamu harus pake baju sexi yang memperlihatkan kemolekan tubuh kamu," seru Rico.
"Ya namanya juga demi pekerjaan Pak,lagipula kalau saya pake gamis mana ada yang mau membooking saya," Novi terkekeh.
"Gimana Dit?" tanya Rico.
"Ayolah Kapten,kalau ga dicoba ga bakalan tahu kalian tenang saja aku bisa jaga diri aku kok," sahut Novi.
__ADS_1
Sejenak Radit berpikir,tapi yang dikatakan Novi ada benarnya juga kalau tidak ada yang masuk ke club itu tidak akan ada yang tahu apa yang terjadi di dalamnya.
"Ok,aku izinin tapi tetap kamu harus hati-hati dan aku juga akan mengirim rekan kita yang akan menyamar jadi penjual di depan club itu untuk jaga-jaga," jelas Radit.
"Sip,,aku janji akan hati-hati."
Semenjak itu April dan Radit menjadi jarang bertemu,April sibuk dengan Perusahaannya sementara Radit sibuk dengan kasus club yang sedang Radit selidiki.
Hari ini adalah hari minggu,April dan Radit sudah janjian akan jalan bersama perasaan rindu yang teramat dalam membuat keduanya ingin cepat-cepat bertemu.
April berlari dari dalam rumahnya karena sudah rindu dengan sang kelasih.
Sesampainya diluar,Radit sudah menunggu dan merentangkan kedua tangannya dengan senang hati April langsung memeluk Radit.
"Aku kangen banget sama kamu," ucap April.
"Aku jauh,jauh lebih kangen lagi," sahut Radit.
"Sibuk banget sih sekarang,sampai lupa sama Pacar sendiri," seru April dan membuat Radit melepaskan pelukkannya.
"Idih,siapa yang lupa?perasaan aku selalu nyempetin lho tiap ada waktu senggang selalu menghubungi kamu,justru kamu yang sibuk banget kalau aku ga ngehubungi kamu,aku yakin kamu ga bakalan inget sama aku," ucap Radit dengan melipat kedua tangannya di perutnya.
April hanya cengengesan dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Maaf.." ucap April.
"Cuma gitu,kalau minta maaf itu yang benar," seru Radit yang masih pura-pura cemberut.
"Maksudnya?" tanya April.
"Pikirin aja sendiri," sahut Radit.
April tampak mengerutkan keningnya,bingung apa yang harus dia lakukan sementara Radit terlihat menahan senyumnya melihat tampang April yang sangat menggemaskan itu.
Kayanya tidak ada cara lain buat April,perlahan April mendekat ke arah Radit dan April terlihat celingukan kekanan dan kekiri setelah dirasa tidak ada orang,April sedikit berjinjit dan cup...April mencium sekilas bibir Radit.
Radit sampai melotot tidak percaya sementara April langsung masuk ke dalam mobil,dia tidak mau Radit melihat wajahnya yang sangat merah bak kepiting rebus karena menahan malu pasalnya ini adalah pertama kalinya April mencium bibir Radit.
Dengan perasaan bahagia Radit langsung menyusul April masuk ke dalam mobilnya,di lihatnya April membuang mukanya keluar jendela.
"Hai sini lihat aku," ucap Radit.
"Ga mau."
"Kenapa?"
"Aku malu."
Seketika tawa Radit pecah mendengar pengakuan April,,April seketika langsung menoleh ke arah Radit dan langsung mengeluarkan jurus andalannya memukul Radit dengan membabi buta.
"Aduh Sayang sakit."
"Ih dasar nyebelin..nyebelin..nyebeliiiin pokoknya," April terlihat cemberut.
"Kenapa bibirnya di manyunin kaya gitu,mau aku cium?sini aku cium," goda Radit yang semakin membuat April malu.
"Jalan ga sekarang,atau aku keluar lagi ga jadi pergi," ancam April.
"Eit jangan dong,ok..ok..kita jalan sekarang."
Radit pun kemudian melajukan mobilnya.
"Manis juga ciuman kamu Sayang," ledek Radit.
"Radiiiiiittt...." teriak April.
"Bercanda...!!Sayang..." panggil Radit.
"Apa.." jawab April ketus.
"Kita nikah yu,aku sudah ga kuat nih," ucap Radit.
Seketika April melotot dan memukul pundak Radit dengan tasnya.
"Dasar Polisi mesum."
Radit pun tersenyum karena sudah menggoda April,tapi ajakan nikah bukan sekedar candaan semata Radit memang serius ingin melamar April tapi Radit sedang menunggu waktu yang tepat.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Hallo semuanya....ketemu lagi sama April dan Babang Radit,ayo jangan lupa dukungannya kalau merasa suka sama Novel Author kasih Votenya dong sebanyak-banyaknyaππ
Biar Authornya makin semangat lagiππ
Dan untuk kalian yang suka nyinyir sama Novel Author terima kasih sudah mampir disiniππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ