
π΅
π΅
π΅
π΅
π΅
Radit melajukan mobilnya ke sebuah Mall,hari ini adalah Quality time buat April dan Radit melepas rasa rindu yang selama satu minggu ini mereka tidak bertemu.
April dan Radit berjalan dengan bergandengan tangan membuat semua orang yang melihat merasa iri.
April terlihat bahagia dan senyumnya tidak pernah luntur dari kedua bibir mereka.
"Kita makan dulu yu!!" ajak Radit.
"Boleh."
April dan Radit pun memasuki sebuah Restoran yang berada di dalam Mall itu.
"Kamu mau makan apa Sayang?" tanya Radit.
"Aku pasta aja deh sama juice mangga," jawab April.
Radit pun memesan makanan,selama menunggu makanan datang April dan Radit tampak bercanda-canda dan tertawa bersama dan tak jarang April menyandarkan kepalanya di pundak Radit.
Di belakang Radit,seorang perempuan cantik dengan rambut pendeknya menatap sendu ke depan.Pemandangan di depannya membuat hati dia merasa sakit.
"Ya Alloh sakit banget rasanya," gumam Novi.
April dan Radit saling menyuapi makanan satu sama lain,mereka tampak bahagia benar-benar merasakan rindu yang teramat sangat setelah berpisah 4 tahun lamanya.
Setelah kenyang makan,April dan Radit memutuskan untuk nonton Bioskop sungguh hari ini mereka habiskan berdua tanpa ada yang mengganggu.
Setelah puas menjelajahi Mall,Radit mengajak April ke stand ice cream dan menikmati ice cream bersama.
"Oh ya Sayang,kamu sebenarnya sedang menangani kasus apa sih sampai sibuk banget satu minggu ini?" tanya April.
"Kamu tahu ga club xxxx?" tanya Radit.
"Itu kan club mewah lho,aku dengar yang datang kesana juga anak-anak orang kaya," jawab April.
"Iya,ada info kalau club itu melakukan transaksi jual beli narkoba terus ada info juga terjadi perdagangan manusia di bawah umur dan dijadika pekerja S*** K********," jelas Radit.
"Hah...gila," ucap April.
"Dan menurut info juga banyak Pengusah kelas Kakap yang datang kesana dengan sengaja menyewa anak-anak ABG itu untuk dijadikan pemuas nafsu mereka," seru Radit.
"Astagfirullah,,Pedofil dong," sahut April.
Radit menganggukkan kepalanya...
"Minggu kemarin aku dan anak buah aku sempat ngadain razia tapi tak ada tanda-tanda itu semua,sepertinya sudah ada bocoran kalau kita mau ada razia," ucap Radit.
"Kamu harus hati-hati Sayang,kayanya mereka punya dekeng orang yang berpengaruh deh," ucap April.
"Nah itu dia Yang,ada satu nama yang asing katanya manager club itu sering berbicara dengan orang yang disebut Mr.Devil," jelas Radit.
"Mr.Devil..." April mengeritkan keningnya.
"Sudah jangan dipikirin,itu urusan aku sama anak buah aku," Radit mengelus kepala April.
Malam pun tiba,Novi sudah berkoordinasi dengan Radit dan Rico.Radit mengirim dua anak buahnya untuk menyamar menjadi tukang baso dan minuman asongan.
Saat ini Novi sedang berada di dalam mobil Radit bersama Rico dan dua anak buahnya,Novi memakai celana pendek seperti hotpan sehingga menampilkan paha putih mulusnya dan atasannya memakai tangtop dengan dilapisi cardigan di bagian luarnya.
Rico sampai melotot dan menelan air liurnya melihat penampilan Novi yang sangat sexi itu,cuma Radit yang tidak tergoda dengan penampilan Novi.
"Kamu sudah siap Nov?" tanya Radit.
"Siap Kapten,tuh teman saya Sarah sudah menunggu di depan pintu masuk.
Novi menunjuk ke arah wanita yang sebenarnya cukup cantik dengan wajah yang orientalnya.
"Wah teman kamu cantik juga ya,,tapi sayang harus terjerumus dalam pekerjaan kotor seperti ini," seru Rico.
"Iya,tapi itu karena terpaksa Pak demi bertahan hidup," jawab Novi.
"Nah Nov,dua orang ini akan menjadi tukang baso gerobak dan tukang minuman asongan di depan club itu,jadi kalau ada apa-apa cepat kamu hubungi mereka," jelas Radit.
"Siap Kapten," seru Novi.
"Dan kalian berdua jangan lupa pasang earphone kalian supaya kalian tetap bisa mendengar perintah dari saya," seru Radit.
"Siap Kapten," jawab keduanya serempak.
"Ya sudah,sekarang kalian siap-siap kalian harus hati-hati jangan sampai ketahuan.Dan untuk kamu Novi jaga diri baik-baik kalau ada apa-apa cepat hubungi kami," ucap Radit.
"Ok Kapten,do'akan saya Kapten semoga misi kita berhasil."
"Pasti."
"Hati-hati Nov," ucap Rico.
"Siap Pak."
Novi dan dua anak buah Radit pun turun dari mobil dan menjalankan tugas mereka masing-masing.
"Nah itu orangnya Pak...Hai Nov!!" sapa Sarah.
"Hai Sarah."
Pak Jonatan selaku manager club malam itu memperhatikan penampilan Novi dari ujung kaki sampai ujung rambut.
__ADS_1
"Pak ini orang yang saya ceritakan kemarin,namanya Novi dia ingin bergabung sama kita," seru Sarah.
"Ok..cantik,pasti laris manis nih good job Sarah," sahut Pak Jonatan.
"Terima kasih."
"Sekarang bawa wanita ini ke atas,kebetulan tamu VVIP kita sudah datang," ucap Jonantan.
"Baik Pak."
Sarah membawa Novi untuk naik ke atas dan dikawal oleh dua Bodyguard yang berbadan besar dan botak.
Sementara itu di dalam mobil Radit dan Rico sedang memantau dari jarak yang lumayan jauh supaya tidak ada yang curiga.
"Dit,lo ga tergoda sama penampilan Novi barusan gue aja yang ngelihatnya sampai meriang kaya gini," celetuk Rico.
"Enggak,,kalau April yang memakai pakaian seperti itu baru gue terkam ga bakalan gue tunggu lama," ucap Radit dengan senyumannya.
"Busyet deh,gue juga mau kali kalau ceweknya kaya April pasti mantap tuh,ngebayanginnya aja gue udah ser-seran," sahut Rico.
Radit memukul kepala Rico...
"Adaw gila lo Dit,sakit Onta," rengek Rico.
"Jangan mikirin macam-macam lo sama cewek gue,kalau ga mau nih pistol bersarang di kepala lo," acam Radit.
"A**** ga asyik lo Dit,mainannya pistol," sahut Rico.
Didalam club malam itu,Novi terus berjalan di samping Sarah.
"Nov,kayanya para Pengusaha itu sudah datang," bisik Sarah.
"Lah,mereka datang lewat mana?perasaan dari tadi aku diam di luar ga ada yang lewat," sahut Novi.
"Mereka lewat jalan rahasia,kamu belum tahu kan nanti aku kasih tahu kamu," seru Sarah.
Sampailah mereka di depan pintu yang bertuliskan VVIP,,dua Bodyguard itu membukakan pintu untuk Novi dan Sarah.
"Ayo kalian masuk sana," peritah salah satu Body guard itu.
"Ayo Nov kita masuk," ajak Sarah.
Novi pun mengikuti Sarah masuk ke dalam dan Bodyguard itu segera menutup kembali pintunya.
Dilihatnya di dalam sana,ada dua Om-om dari gayanya mereka emang seperti Pengusaha tapi Novi sama sekali tidak mengenalnya.
Sarah dengan cekatan langsung menghampiri salah satu Om-om dan bermesraan disana tidak tahu malu,sementara Novi tampak bingung apa yang harus dia lakukan.
Om-om itu melambaikan tangannya pertanda Novi harus menghampirinya,dengan perlahan Novi menghampiri tua bangka itu dan duduk disampingnya.
"Kamu baru ya disini?soalnya saya baru melihat kamu," ucap Om itu.
"Iya Om,baru pertama dia masuk," sahut Sarah.
Sebenarnya Novi merasa risih,ingin sekali rasanya Novi menghajar tua bangka itu tapi demi pekerjaan Novi harus tahan dan mencoba memberikan senyuman manisnya.
Om-om itu mengajak Novi dan Sarahbke kamar,sungguh Novi terkejut dengan bangunan club itu.Dari luar club ini memang seperti bangunan yang kecil tapi setelah di dalamnya terdapat kamar juga dan jalan bawah tanah yang baru saja Novi lihat.
Sekilas Novi mendengar pembicaraan Sang Manager dengan seseorang yang berada di dalam ruangan dan kebetulan pintunya terbuka sedikit.
Sang Manager memanggil orang itu dengan sebutan Mr.Devil tapi Novi tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang itu selain posisinya membelakangi pintu,pencahayaannya juga remang-remang membuat tidak jelas.
"Siapa sebenarnya Mr.Devil itu?" batin Novi.
Disaat orang yang di panggil Mr.Devil itu menoleh,tangan Novi di tarik oleh Om-om itu jadi Novi tidak bisa melihat wajahnya.
Sementara itu di luar...
"Gila lama banget,udah jam 1 malam nih kok Novi belum keluar-keluar juga ya," gumam Rico.
"Kita tunggu sebentar lagi," sahut Radit.
Tepat pukul 2 malam dini hari,Novi keluar bersama Sarah dan mengetuk kaca mobil karena Radit dan Rico ternyata tidur,hingga mereka berdua tersentak saat mendengar ketukan.
"Novi,ayo cepat masuk" seru Rico.
Novi dan Sarah masuk kedalam mobil Radit.
"Kenapa kalian lama sekali kan perjanjiannya sampai jam 12 malam," ucap Radit.
"Maaf Kapten tuh Om-om benar-benar gila pengen nambah terus kan kasihan Sarah," keluh Novi.
"Gapapa Nov,aku mah sudah biasa kali melayani para tua bangka itu," jawab Sarah.
Rico segera melajukan mobilnya,setelah menyuruh dua anak buahnya untuk kembali pulang.
"Bagaimana penyelidikan kamu?" tanya Radit.
"Ternyata banyak banget Pengusaha terkenal yang datang Kapten," ucap Novi.
"Tapi perasaan dari tadi kita ga melihat ada mobil Pengusaha yang parkir ke club itu," seru Rico.
"Ternyata disana ada jalan bawah tanah yang nembus ke ujung jalan sana,nah Para Pengusaha itu lewat jalan bawah tanah,Kapten" seru Novi.
"Makin mencurigakan."
Radit dan Rico pun mengantar pulang Novi dan Sarah,setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.Bahkan Radit sampai di rumahnya menjelang subuh.
Kebetulan hari ini adalah hari minggu,dan April sudah ada janji mau ketemuan dengan sahabat-sahabatnya Sella,Andre,dan Brian di sebuah Restoran.
April sudah beberapa kali menghubungi Radit tapi tidak di angkat-angkat karena Radit masih tidur dan Ponselnya dia simpan di dalam tas mannyanya Radit tidak mendengarnya.
"Ih..kemana sih nih orang telponnya ga di angkat-angkat," gerutu April.
Karena April tidak berhasil juga menghubungi Radit,April pun kembali bersiap untuk berangkat ke tempat para sahabatnya sedang menunggu.
__ADS_1
April sudah sampai di Restoran yang dijanjikan dengan sahabat-sahabatnya...
"Hallo semuanya.." sapa April.
"April,gue kangen banget sama lo," Sella langsung memeluk April.
"Gue juga kangen sama Kakak Ipar gue," Brian merentangkan tangannya hendak memeluk April.
"Stop..mau ngapain lo?" April melototkan matanya.
"Mau meluk calon Kakak Ipar guelah," seru Brian.
"Ga ada peluk-pelukan enak aja lo," seru April ketus.
"Ya elah masih jutek aja lo," sahut Brian.
"Alya ga dibawa?" tanya April.
"Enggak,katanya dia lagi ada acara sama teman-temannya," jawab Brian.
"Pak Polisi lo kemana Pril,ga di bawa?" tanya Andre.
"Ga tahu dari tadi di hubungi ga di angkat-angkat," April memanyunkan bibirnya.
"Ya sudahlah ga usah dipikirin,kali aja dia masih tidur," ucap Sella.
Mereka pun memesan makanan dan berbincang-bincang dan ketawa-ketawa.
"Sell,lo kerja dimana sekarang?" tanya April.
"Gue belum kerja Pril,lagipula Wisuda juga baru minggu kemaren mau istirahat dululah."
"Lo mau ga,kerja di Perusahaan Papih gue jadi Asisten gue?" tanya April.
"Wah,serius lo Pril?mau gue mau banget," jawab Sella dengan antusias.
"Ya sudah?nanti gue bilang sama Papih ya!!"
"Siip..." Sella mengacungkan jempolnya.
Andre dan Brian hanya menyimak obrolan dua wanita cantik di hadapannya tanpa ingin ikut ngobrol.Andre dan Brian saat ini sama-sama sedang mengurus Perusahaan milik Papah mereka masing-masing.
Perusahaan milik Orang tua Andre dan Brian memang tak sebesar milik Perusahan Orang tua April tapi Perusahaan mereka saat ini sedang mengalami peningkatan.
Disaat keempat sahabat itu sedang berbincang-bincang tiba-tiba ada seseorang yang menyapa.
"Hallo Nona April," sapa Dito.
"Pak Dito."
"Tidak di sangka ya,kita bisa bertemu disini jangan-jangan kita berjodoh," ucap Dito dengan santainya.
April hanya menanggapinya dengan senyuman yang dipaksakan,tanpa ingin menjawabnya.
"Kalau begitu selamat bersenang-senang,saya duduk disebelah sana," Dito pun pergi ke meja lain dengan diikuti oleh Roy Sang Asisten pribadi Dito.
"Bodo amat mau duduk dimana juga," gumam April dengan nada juteknya.
"Pril,bukannya itu Dito Nugraha ya Pengusaha muda yang sangat sukses di tahun ini,yang beritanya tiap hari muncul dimana-mana," seru Brian.
"Wah beruntung banget lo bisa kenal sama Dito Nugraha,Perusahaan gue aja ingin sekali bekerjasama dengan Perusahaan Dito tapi susah banget," sambung Andre.
"Beruntung apanya?gue sebel tahu ga sama tuh orang,baru ketemu aja sudah kurang ajar," April menoleh ke arah Dito yang sedang melihatnya dengan senyumannya dan mengedipkan sebelah matanya.
"Idih ganjen banget," April bergidik ngeri.
"Kayanya dia suka deh sama lo Pril!!" seru Sella.
"Ogah gue,mendingan sama Babang Raditnya gue," jawab April.
"Tapi Dito orangnya tajir melintir lo Pril," seru Brian.
"Bodo amat,gue ga suka sama dia menurut gue Dito itu menakutkan,tatapannya aja bikin gue merinding," jawab April.
"Dito itu emang orangnya dingin dan terkenal kejam kalau di dunia Bisnis,bahkan dia itu sangat-sangat pemilih dalam menilai cewek,tapi sekarang dengan mudahnya dia menyapa lo wah gue acungi sepuluh jempol buat lo," ucap Brian heboh.
"Lebay lo," cibir April.
Dito terus saja memperhatikan April,meskipun April sudah bersikap jutek dan ketus itu malah membuat Dito semakin tertarik dengan April wanita cantik yang mulai menghantui pikirannya.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Selamat pagi semuanya...
Semangat pgi,jangan lupa dukungannya dengan memberikan like dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU πππ
__ADS_1