Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
KEDATANGAN TAMU


__ADS_3

🏡


🏡


🏡


🏡


🏡


Sella segera menuruni mobilnya dan berlari cepat ke ruangan April.


"Pril,parah lo emang."


"Ada apa sih Sell,datang-datang main marah-marah aja."


"Gue lupa bawa STNK mobil lo,barusan gue hampir aja kena Razia untuk ada Rico yang nolongin gue."


"Lah,salah siapa lo sendiri yang ga minta."


Tiba-tiba Ponsel April berbunyi...


"Hallo Bi,ada apa?"


"............."


"Apa..ok April pulang sekarang."


April pun menutup telponnya...


"Ada apa Pril?" tanya Sella.


"Di rumah ada Om Aswar dengan keluarganya."


"Om Aswar kembarannya Om Anwar?"


"Iya,,ya sudah gue pulang dulu ya tolong handle kerjaan gue soal meeting cansel dulu."


"Ok sip."


April pun cepat-cepat pulang ke rumah.


"Ada apa tumben Om Aswar datang ke rumah gue?" gumam April.


Sementara itu di kediaman April,satu keluarga yang tidak lain adik dari Papih Anwar dan merupakan kembaran Papih Anwar,kelahirannya cuma berjarak 10 menit dengan Papih Anwar.


"Mas,rumahnya Mas Anwar besar banget ya sangat mewah dan megah jauh dengan rumah kita,ga nyangka Mas Anwar bisa sesukses ini," ucap Risma yang merupakan istri dari Aswar.


"Iya,Mas Anwar memang sekarang menjadi Pengusaha yang sangat sukses sementara kita sekarang apa?kita cuma mempunyai Perusahaan kecil yang tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan Perusahaan Mas Anwar," jawab Aswar.


Sementara anaknya Audy terlihat memperhatikan setiap bagunan rumah itu dengan takjubnya.


"Lo beruntung banget Pril bisa menikmati semua kekayaan dan kemewahan ini," gumam Audy.


POV AUTHOR...


Keluarga Prabowo merupakan keluarga yang sederhana,mereka hidup dengan keadaan yang serba kekurangan mereka sangat beruntung karena mempunyai anak kembar yang sangat cerdas dan penurut.


Anwar dan Aswar itulah nama anak kembar itu,sungguh sangat beruntung dan bersyukur sekali mereka mempunyai anak kembar seperti Anwar dan Aswar.Semenjak mereka menginjak sekolah dasar sampai mengeyam bangku perkuliahan Anwar dan Aswar mendapatkan beasiswa karena kecerdasan dan kepintaran yang di miliki keduanya berada diatas rata-rata.


Orang tua mereka sangat bangga kepada kedua anak kembar mereka,hingga suatu saat mereka sama-sama mendapat pekerjaan di sebuah Perusahaan yang cukup terkenal waktu itu.


Nasib mereka memang bisa dibilang sangat beruntung,mereka sama-sama mempunyai istri dari kalangan orang kaya.


Lisda dan Risma adalah dua sahabat yang sudah sejak lama bersahabat,mereka berdua jatuh cinta kepada laki-laki kembar yang tampan itu.Namun sikap Risma dan Lisda sangat bertolak belakang,Risma merupakan wanita sosialita yang hidup dengan bergelimang harta dan selalu dimanjakan oleh kedua orang tuanya.


Sementara Lisda,dia memang keturunan orang kaya tapi Lisda lebih mandiri dan tak tergantung kepada kekayaan orang tuanya,maka pantas saja kemandirian April menurun dari Mamihnya.


Aswar di percaya oleh orang tua Risma untuk memegang salah satu Perusahaan miliknya,dan Aswar menunjukan kemampuannya dan Perusahaan itu maju pesat di tangan Aswar.


Sementara Anwar yang memilih membuat Perusahaan sendiri tanpa meminta bantuan sedikitpun dari orang tua Lisda.Papih Anwar dan Mamih Lisda sama-sama membangun Perusahaan dari nol,hingga akhirnya Perusahaan orang tua Lisda bangkrut karena salah satu Karyawannya ada yang melakukan Korupsi.


Kehidupan Anwar dan Lisda pun seakan terpuruk,Aswar yang melihat saudaranya sedang mengalami kesusahan ingin sekali membantu tapi dilarang oleh istrinya Risma,karena bergelimang harta Risma menjadi lupa diri bahkan kenal dengan sahabatnya Lisda pun Risma sudah tidak mau.


Aswar seakan sakit melihat saudaranya seperti itu,dengan diam-diam Aswar selalu membantu keuangan Anwar tanpa sepengetahuan istrinya.Tapi namanya juga menyimpan bangkai lama-lama pasti tercium juga,seperti halnya kelakuan Aswar ternyata dapat diketahui oleh istrinya.


Dengan ancaman dari istrinya akhirnya Aswar mrnghentikan memberi bantuan kepada Anwar,karena Risma berpikir kalau dekat dengan Anwar dan Lisda pasti mereka selalu akan meminta bantuannya,Risma mengajak Aswar untuk pindah ke Luar Negeri dan menetap di Perancis.


Dan semenjak Aswar dan Risma pindah ke Luar Negeri,mereka tidak tahu nasib saudara kembarnya lagi.Bahkan orang tuanya meninggal pun Aswar tidak bisa sempat hadir dan sekarang disaat saudara kembar yang sangat Aswar sayangi meninggalpun,Aswar tidak bisa menghadirinya.


Sungguh sangat menyakitkan bagi seorang Aswar disaat orang tua dan saudara kembarnya meninggal dia sama sekali tidak bisa menghadirinya bahkan untuk melihat untuk yang terakhir kalinya saja Aswar tidak bisa.


Dan sekarang Aswar dan keluarganya terpaksa harus kembali ke Indonesia karena Usahanya bangkrut mungkin ini karma yang dia dapat setelah dia meninggalkan keluarganya.Bukan karena ada Karyawan yang korupsi atau pun ada orang yang menjatuhkan Perusahaannya yang membuat dia bangkrut,akan tetapi karena gaya hidup sang istri dan puterinya yang terlalu mewah yang membuat usahanya hancur dan memgalami kebangkrutan.


Sungguh malu buat Aswar harus kembali disaat dia sekarang sudah bangkrut,dan keluarganya sudah tidak ada di dunia ini.Aswar sangat terkejut saat melihat keadaan kehidupan Anwar setelah dia meninggalkannya,Aswar tidak menyangka kalau saudaranya itu menjadi Pengusaha terkaya no.1 di Negeri ini.


Bahkan rumahnya pun sangat mewah bak istana,Aswar sampai menitikan air matanya melihat kesuksesan saudaranya itu sungguh Aswar sangat bahagia dan bangga.Berbeda dengan anak dan istrinya yang mempunyai niat terselubung akan kepulangannya.


April tidak pernah sekalipun bertemu dengan Om nya itu tapi Papihnya sempat memperlihatkan wajah adik kembarnya itu kepada April,begitu juga dengan Aswar yang tidak pernah melihat wajah anak Kakak kembarannya itu.


Aswar dan Risma mempunyai dua anak yaitu Audy dan Aldo,Audy baru saja Wisuda sementara Aldo mempunyai usaha sendiri walaupun kecil-kecilan.Aldo mempunyai Bisnis Caffe n Resto di daerah Bali dia membangun Cafe n Resto itu dengan teman-temannya.


Karena Aldo dibesarkan di Negara barat yang bebas akan pergaulan,membuat Aldo menjadi laki-laki yang sangat Playboy tidur dengan gonta-ganti wanita setiap malamnya sudah menjadi hal biasa buat Aldo.

__ADS_1


Flash on....


Om Aswar melihat foto keluarga Kakaknya itu yang terpajang di dinding ruangan keluarga.


"Apa ini Puterimu Kak,,sangat cantik seperti Mbak Lisda," gumam Om Aswar.


Sementara Risma dan Audy masih dengan mengelilingi rumah April.


"Mah,rumahnya mewah banget,rumah kita saja dulu ga semewah ini," ucap Audy.


"Iya,ternyata Mas.Anwar sesukses ini Mamah ga nyangka," sahut Tante Risma.


Bi.Asih yang melihat tamu majikannya itu merasa kesal,seenaknya saja seperti di rumahnya sendiri sungguh tamu yang tidak sopan.


Tidak lama kemudian,mobil April pun memasuki pekarangan rumahnya.Risma dan Audy menoleh dan tampak takjub.


"Wah,Mah anaknya Om Anwar pakai mobil Sport keluaran terbaru," bisik Audy.


April pun memasuki rumahnya,dan dilihatnya tiga orang yang sedang menyambutnya.April perlahan melangkah masuk,Om Aswar menatap April dan tanpa terasa meneteskan air matanya.


"Apa kamu yang bernama April Nak?" tanya Om Aswar.


"Iya Om."


Om Aswar langsung memeluk keponakannya itu.


"Maaf Nak,maafkan Om karena disaat Orang tua kamu meninggal Om tidak bisa hadir disini," ucap Om Aswar.


"Tidak apa-apa Om," April melepaskan pelukannya dan tersenyum ke arah Om Aswar.


"Kamu cantik sekali Sayang,sudah besar pula," Om Aswar mengusap kepala April.


Tanpa sadar,April menitikkan air matanya April seperti melihat Papihnya masih hidup.


"Kamu kenapa Sayang?kenapa nangis?" tanya Om Aswar dengan menghapus air mata April.


"April serasa melihat Papih ada disini," sahut April.


"Kamu boleh panggil Om dengan sebutan Papih."


"Astaga keponakan Tante cantik sekali," Tante Risma langsung memeluk April dan berpura-pura baik di depan April.


"Terima kasih Tante."


"Oh iya,kenalkan ini anak bungsu Tante namanya Audy kalau anak Tante yang satu lagi masih ada di Bali sepertinya baru bisa kesini besok pagi," seru Tante Risma.


"Hallo,aku April," April mengulurkan tangannya.


"Hallo juga," Audy menjabat tangan April.


"Iya Non,ada apa?"


"Bibi masak makan siang buat kita semua."


"Baik Non."


"Ayo silahkan duduk,sambil menunggu Bi.Asih menyiapkan makan siang."


"Kamu tinggal berdua sama pembantu disini?apa kamu tidak takut April tinggal cuma berdua di rumah sebesar ini?" tanya Tante Risma.


"Awalnya sih takut,tapi lama-kelamaan sudah biasa juga soalnya kan ini rumah peninggalan Mamih sama Papih ga mungkin April menjualnya."


"Kamu hebat seperti Papih kamu,sekarang kamu bisa membuat Perusahaan Papih kamu lebih sukses lagi dan Om lihat di setiap media sosial sekarang sedang hangat-hangatnya membicarakan kamu," seru Om Aswar.


"Iya Om Alhamdulillah,karena Perusahaan ini Papih bangun dengan keringatnya sendiri jadi April juga sekarang harus berusaha membuat Perusahaan Papih lebih maju lagi," jelas April.


Setelah berbincang kesana kemari,akhirnya Bi.Asih sudah selesai menyiapkan makan siangnya untuk semua.


April mengajak keluarga Om Aswar untuk makan siang dulu.


"Apa Om,mau pindah lagi kesini?" tanya April.


"Iya Sayang,Perusahaan Om sudah bangkrut jadi buat apa lagi Om tinggal di Negara orang sementara pengeluaran di Negara orang itu jauh lebih besar," jawab Om Aswar.


"Om sama keluarga tinggal dimana?" tanya April.


"Belum tahu Nak,mungkin Om mau mencari rumah kontrakan saja untuk sementara," seru Om Aswar.


"Apa,kontrakan Pah?apa Audy ga salah dengar?" sahut Audy.


"Ya terus mau dimana lagi,uang kita harus di pergunakan sebaik-baiknya apalagi Papah belum mendapatkan pekerjaan juga Audy," ucap Om Aswar.


"Om..begini saja,bagaimana kalau Om,Tante,dan Audy tinggal saja disini bersama April kebetulan kan ini rumah besar lagipula April cuma berdua disini," ucap April.


"Nah ide bagus tuh Pah,April baik banget menawarkan tumpangan kepada kita," sambung Tante Risma dengan senangnya.


"Tapi Nak,Om tidak mau sampai menyusahkan kamu."


"Om tidak akan menyusahkan April kok,malah April senang banget April jadi punya teman dan tidak kesepian lagi," seru April.


"Tuh Pah,Kak April saja menawarkan kita tinggal disini daripada nyari kontrakan," sahut Audy.


"Ya sudah,terima kasih ya Nak maaf kalau kedatangan Om dan keluarga Om sudah menyusahkan dan merepotkan kamu."

__ADS_1


"Tidak om,sama sekali tidak merepotkan."


Mereka pun kembali melanjutkan makan siangnya.


Selesai makan siang,April pamit karena mau mandi sudah gerah dan April memutuskan untuk tidak kembali ke Kantornya.


Om Aswar dan anak istrinya sedang ngobrol di halaman belakang.


"Awas kalian jangan membuat Papah malu,kita disini cuma numpang kalian jangan macam-macam jangan berbuat seenaknya jangan sampai kita merepotkan dan menyusahkan April," jelas Om Aswar.


"Apaan sih Papah bawel banget,sudah deh April saja membebaskan kita untuk memakai Fasilitas yang ada dirumah ini," seru Tante Risma.


"Iya,daripada kita tinggal di kontrakan yang sempit dan bau..iyuh sangat menjijikan,apalagi kalau sampai teman-teman Audy tahu bisa jatuh harga diri Audy," sahut Audy.


"Kenapa mesti malu,memang kenyataannya kita sudah bangkrut dan sekarang kita numpang di rumah anak yang dulu Mamah benci.Mamah ingat ga dulu Mamah selalu melarang Papah untuk membantu Mas Anwar dan keluarganya dan sekarang apa,semuanya terjadi kepada kita itu karma buat kita Mah,karena dulu Mamah memandang rendah Mas.Anwar dan Mbak Lisda,dan coba sekarang Mamah lihat orang yang dulu Mamah rendahkan menjadi orang sukses bahkan orang terkaya no.1 di Negara ini,hidup itu adil kan Mah?" seru Om Aswar dan meninggalkan anak dan istrinya.


"Papah kamu memang menyebalkan,Audy." ucap Tante Risma.


"Mah,Audy ga bisa bayangin pasti di kamarnya Kak April banyak banget barang Branded."


"Pastilah Audy,tadi kamu ga lihat apa pakaian,sepatu,sama tas yang dipakai April ke Kantor itu semuanya barang Branded di tambah mobil April mobil Sport keluaran terbaru,Mamah jadi kangen pengen belanja," keluh Tante Risma.


"Iya,Audy juga sudah ga punya baju baru Audy kan malu kalau ketemu sama teman bajunya itu-itu aja."


Sementara itu,Om Aswar sedang duduk di teras rumah April.April yang sudah segar menghampiri Om Aswar.


"Om lagi apa?"


"Om lagi kangen sama Papih kamu."


"Sama Om,April juga kangen banget sama Mamih dan Papih.Papih itu suka banget lho santai di tempat ini,di kursi yang Om dudukin itu."


"Oy iya,boleh Om tanya sesuatu sama kamu?"


"Om mau tanya apa?"


"Papih sama Mamih kamu meninggalnya kenapa?"


April menghela nafas sejenak dan mulai menceritakan kejadian waktu itu yang akhirnya membuat Kakak dan Kakak iparnya meninggal.


"Jadi yang melakukan semua itu si Agus,emang benar-benar ya tuh orang,untung sekarang dia mati kalau enggak,Om sendiri yang akan membunuhnya," seru Om Aswar.


"Oh iya Om,apa April boleh minta sesuatu kepada Om?" tanya April.


"Kamu mau minta apa Nak dari Om?Om tidak punya apa-apa."


"Bukan materi yang April mau,bisakah Om menjadi wali nikah April?" tanya April.


"Ya Alloh Nak kirain Om kamu minta apa,tentu saja Om mau memangnya kamu sudah punya calon?"


"Sudah Om."


"Apa calon kamu seorang Pengusaha juga?"


"Bukan Om,dia seorang Polisi."


"Wah hebat keponakan Om bisa menaklukan seorang Polisi," goda Om Aswar.


"Om,apa boleh April memeluk Om?" tanya April dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Tentu saja Sayang,sini."


Tanpa menunggu waktu lagi April langsung memeluk Om nya itu dan akhirnya meneteskan air mata.


"Kamu bisa menganggap Om sebagai Papih kamu sendiri,jadi kamu jangan sungkan sama Om."


"Terima kasih Om."


Om Aswan mengusap kepala April dengan penuh kasih sayang.


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼


Hayo kalau mau tahu kelanjutan April dan Babang Radit,kasih dukungannya dong dengan like dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


#Pengumuman#


πŸ‘‰Bagi Readerku tercinta apabila ada yang mau masuk Grup chat Author tolong berikan kata kunci,kata kuncinya mengenai seputar Novel Author boleh yang mana saja..terima kasihπŸ‘ˆπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2