Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
SANDARAN HATI


__ADS_3

🏡


🏡


🏡


🏡


🏡


Keesokan harinya...


Audi mencari informasi tentang Perusahaan Andre,dan ternyata Perusahaan Andre lumayan terkenal.


Hari ini Audi sudah dandan yang cantik dan sexi,dia akan menghampiri Andre ke Kantornya.


"Pasti Kak Andre,jatuh cinta lagi sama aku," gumam Audi.


Audi meminta supir rumah April untuk mengantarkannya.Dan tidak lama kemudian,Audi pun sampai di Kantor Andre,Audi menghampiri meja Resefsionis.


"Selamat siang Nona,apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Resefsionis.


"Saya mau bertemu dengan Pak Andre."


"Maaf,apa Nona sudah membuat janji?" tanya Resefsionis lagi.


"Memangnya kalau mau bertemu dengan pacar sendiri harus membuat janji dulu ya?" bentak Audi.


"Maaf,maksud Nona apa?"


"Saya pacarnya Pak Andre,kalau saya ngadu sama Pak Andre kamu tidak memberitahukan ruangannya,Pak Andre pasti bakalan mecat kamu," ucap Audi dengan sombongnya.


"Maaf Nona,soalnya saya tidak tahu kalau Nona pacarnya Pak Andre,ruangan Pak Andre ada di lantai 4 nanti Nona akan menemukan ruangan yang bertuliskan CEO ROOM," sahut Resefsionis.


"Kenapa ga bilang dari tadi,ribet amat jadi orang," Audi memarahi Resefsionis itu dan mulai berjalan dengan lenggak-lenggok menuju ruangan Andre.


"Bukannya pacarnya Pak Andre itu Nona Sella ya,kok dia ngaku-ngaku pacarnya Pak Andre sih mana nyebelin lagi," gumam Resefsionis itu.


Tok..tok..tok..


"Masuk."


Audi pun masuk dengan genitnya...


"Selamat pagi Kak Andre," sapa Audi.


Andre langsung menoleh ke arah pintu,betapa terkejutnya Andre siapa yang datang ke Kantornya.


"Audi,ada apa kamu kesini?" tanya Andre.


"Hai Kak Andre,apakabar?"


"Baik,ayo silahkan duduk."


Andre pun mengajak Audi untuk duduk...


"Apa Kak Andre sedang sibuk?" tanya Audi.


"Tidak terlalu,ada apa?kamu tahu Kantor aku dari mana?" tanya Andre.


"Ga penting,aku tahu dari mana yang terpenting sekarang aku senang karena bisa bertemu lagi dengan Kak Andre."


Sesaat Andre merasa tergoda oleh Audi yang berpenampilan sexi dan lebih dewasa.Audi tahu tatapan Andre,perlahan Audi menghampiri Andre dan duduk disebelah Andre.


Audi menyandarkan kepalanya ke pundak Andre dengan manjanya.


"Kak Andre,aku kangen banget sama Kak Andre maaf waktu itu Mamah aku bukannya tidak merestui hubungan kita,tapi waktu itu Mamah berpikir kalau aku masih kecil dan masih harus melanjutkan Kuliah dulu," jelas Audi.


"Tidak apa-apa,yang lalu biarlah berlalu tidak usah di ingat-ingat lagi."


Sementara itu dengan tiba-tiba Sella datang ke Kantor Andre,karena Sella merasa rindu akibat pekerjaan masing-masing yang menumpuk akhirnya mereka sudah tidak saling bertemu satu sama lain.


Sella menghampiri meja Resefsionis,dan Resefsionis itu tampak terkejut dengan kedatangan Sella.


"Se..selamat siang Nona Sella."


"Selamat siang,Mbak apa Andre ada di ruangannya?" tanya Sella.


"A..ada Nona," jawabnya dengan terbata.


"Ya sudah,makasih ya Mbak."


Sella pun pergi menuju ruangan Andre...


***


"Kak Andre..." Audi mendongakan kepalanya melihat wajah tampan Andre.


"Aku sangat mencintaimu," Audi memcium bibir Andre.


Tiba-tiba pintu ruangan Andre terbuka..


"Sayang aku da------"


Sella membulatkan matanya,melihat adegan dihadapannya sementara Andre cepat-cepat mendorong tubuh Audi dan menghampiri Sella.


"Sella.."


Sella pun langsung berlari dan keluar dari ruangan Andre,dan Andre mengejarnya sementara Audi hanya tersenyum penuh kemenangan.


"Sella tunggu," Andre menarik tangan Sella.


"Sayang,ini semua tidak seperti yang kamu bayangkan," seru Andre.


Plaaakkk


Sella menampar Andre di depan semua karyawannya.


"Dasar cowok brengsek,aku ga nyangka kamu bakalan ngelakuin hal rendahan seperti itu,mulai detik ini kita putus," ucap Sella dengan deraian air mata.


Sella cepat-cepat berlari menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya,Andre hanya bisa terpaku melihat kepergian Sella.


"Sayang tunggu,dengerin dulu penjelasan aku," teriak Andre.


Tapi Sella tidak mendengarkannya,Sella mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi,selama dalam perjalanan Sella terus menangis.

__ADS_1


"Brengsek kamu Andre,waktu itu kamu bilang kalau kamu sudah tidak mencintai Audi tapi nyatanya sekarang apa?kalian sungguh menjijikan," teriak Sella.


Karena Sella emosi,dia sampai tidak melihat kalau sedang ada Razia,Sella tidak bisa mengendalikan mobilnya sampai-sampai menabrak mobil Polisi yang ada di samping jalan.


"Astaga..." gumam Sella.


Rico yang pada saat itu sedang menjalani tugasnya merasa kaget karena mobil Polisi ada yang menabrak.


"Ya ampun,itu orang kenapa mabuk kali ya," Rico merasa geram dan dengan cepat-cepat menghampirinya.


"Hei,kamu mabuk ya mobil di pinggir jalan kamu tabrak begitu aja," bentak Rico dengan menggedor kaca mobil Sella.


Sella pun keluar dengan menundukkan wajahnya dengan air mata yang masih mengalir dipipinya.


"Maaf Pak,saya tidak sengaja," ucap Sella.


Sella masih menundukkan kepalanya,Sella tidak tahu kalau Polisi yang berada di hadapannya itu Rico.


Rico sangat terkejut melihat orang yang keluar dari mobil itu ternyata Sella,dan Rico lebih terkejut lagi karena Sella sedang dalam keadaan menangis.


"Saya akan ganti rugi,berapa pun itu," sambung Sella dengan masih menundukan kepalanya.


Tanpa aba-aba Rico menarik tangan Sella dan membawanya masuk ke dalam mobil Sella,Rico melajukan mobilnya tidak ada perlawanan dan perdebatan yang biasa Sella lakukan.


Sella hanya melihat ke arah luar jendela dengan air mata yang terus mengalir di pipinya yang mulus.


Rico menghentikan mobilnya di sebuah taman kota.


Sella turun dari mobilnya dan duduk di kursi taman,disusul oleh Rico yang duduk disebelahnya.


"Lo kenapa sih nangis-nangis kaya gitu?" tanya Rico.


Tapi tidak ada jawaban dari Sella hanya isakan yang terdengar dari bibir mungil milik Sella.


Rico tampak menghela nafasnya,sungguh dia tidak suka dengan wanita yang cengeng,Rico malah suka dengan Sella yang selalu bertengkar dengannya.


"Sudah jangan menangis lagi,gue ga suka sama cewek yang cengeng," seru Rico.


Sella memukul lengan Rico dengan membabi buta.


"Lo jahat ga bisa ngertiin perasaan gue,lo tahu ga gue itu lagi patah hati," teriak Sella dengan terus menangis.


Hingga akhirnya Rico menahan tangan Sella yang dari tadi memukulnya dan menatap wajah Sella yang terus menangis,ada rasa iba yang terbersit di hati Rico.


"Jadi lo nangis gara-gara si cunguk itu,benar-benar ya tuh si cunguk busuk cari gara-gara dia sama gue," celetuk Rico.


"Gue udah putusin dia."


"Hah..kok bisa?" tanya Rico.


"Dia selingkuh sama Audi,tadi gue mergokin dia lagi------" ucapan Sella terpotong dan menangis makin kencangnya.


"Astaga,bisa ga nangisnya pelan aja?nanti dikiranya lo diapa-apain lagi sama gue," keluh Rico.


"Dasar Polisi nyebelin," Sella kembali memukul Rico.


"Ya ampun Sell,pukulan lo itu sakit tahu apalagi pukulan cewek yang sedang patah hati tenaganya melebihi emak-emak komplek," celetuk Rico.


Sella makin kejer-kejer nangisnya sembari menghentak-hentakan kakinya.Sehingga semua orang yang lewat menoleh ke arah Sella dan Rico.Rico dengan terpaksa membekap mulut Sella dengan tangannya karena nangisnya tak kunjung berhenti.


"Oh iya lupa,gue habis makan sama sambel terasi barusan buatan Emak gue," seru Rico yang mengendus-ngendus tangannya sendiri.


"Ih,resek banget lo lama-lama gue colok juga mata lo," seru Sella dengan mengarahkan kedua jarinya ke arah Rico.


"Astaga,galak amat jadi cewek."


"Bodo," Sella beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Rico.


"Eh mau kemana lo," teriak Rico dengan berlari mengejar Sella.


"Ngapain lo ngikutin gue?" bentak Sella.


"Hei,lo lupa ya kalau lo tadi kesini bareng sama gue,pokoknya gue ga mau tahu lo harus


anterin gue lagi ke tempat tadi," Rico cepat-cepat masuk ke dalam mobil Sella.


"Issshh..dasar cowok ga tahu malu," gerutu Sella dan langsung memasuki mobilnya.


Sementara itu,April sedang sibuk dengan pekerjaan yang ga ada habis-habisnya.


"Ya ampun,kayanya hari ini gue harus lembur," gumam April.


Tidak lama kemudian,Ponsel April berbunyi dan tertera nama Radit disana.April segera menggeser tombol hijah.


"Hallo sayang."


"Hallo,Sayang kamu sudah makan siang belum?" tanya Radit.


"Belum,masih banyak kerjaan."


"Pokoknya ga mau tahu,aku tunggu kamu dibawah kita makan siang barenag," seru Radit.


"Tapi------"


Ponselnya dimatiin sama Radit..


"Astaga," April segera mengambil tasnya dan turun untuk menemui Radit.


Sesampainya di Lobby,Radit sudah tampak merentangkan tangannya dan dengan senang hati April berlari dan memeluknya.


Mereka sudah tidak malu-malu lagi toh semua Karyawan April sudah mengetahuinya kalau Pak Polisi tampan itu calon Suami Bosnya.


"Kok ada disini?" tanya April.


"Sengaja mau ngajak kamu makan siang bareng."


"Ya sudah yuk."


April dan Radit pun pergi menuju Restoran langganan mereka.


Mereka berdua langsung memesan makanan dan sembari menunggu makanan datang,April menyandarkan kepalanya ke pundak Radit.


"Kenapa Sayang?"


"Aku capek Dit,aku sangat lelah," tiba-tiba air mata April menetes ke tangan Radit.

__ADS_1


"Hei,kok nangis?"


"Aku benar-benar lelah Dit,kenapa Papih dan Mamih meninggalkanku sendirian dengan memberikan beban seberat ini," seru April.


"Ssttt,kok kamu ngomongnya gitu sih Sayang?mana April yang kuat dan tangguh,kamu harus mensyukuri semuanya Sayang jangan banyak ngeluh seperti ini," ucap Radit dengan menghapus air mata April.


"Tapi aku benar-benar capek,saat ini hanya kamu sandaran hatiku dan penyemangatku jadi aku mohon jangan pernah tinggalkan aku,karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau kamu sampai ninggalin aku," jelas April dengan deraian air mata.


Radit sangat terharu dengan ucapan April,dia pun membawa April ke dalam pelukkannya dan menghujani ciuman di pucuk kepala April.


"Tanpa kamu minta pun,aku akan selalu menjadi sandaran buatmu Sayang dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu kecuali maut yang akan memisahkan kita," sahut Radit.


April makin mengeratkan pelukannya,April sangat beruntung mempunyai calon suami yang begitu perhatian dan sangat mencintainya.


Tidak lama kemudian makananpun datang,karena mood April sedang buruk kali ini Radit dengan telatennya menyuapi April sampai makanannya habis tak tersisa.


Radit mengajak April untuk pergi,selama perjalanan April tidak henti-hentinya menyandarkan kepalanya ke pundak Radit.


"Kok masih cemberut aja sih?jangan cemberut kaya gitu dong,nanti cantiknya hilang lho," goda Radit.


"Bisa ga,kamu jangan kembali Dinas?" tanya April dengan manjanya.


"Kenapa?kok hari ini calon istriku manja banget," seru Radit dengan terus mengelus-ngelus pipi April.


"Ga tahu,pokoknya hari ini aku pengen deket sama kamu terus," rengek April.


"Sabar nanti kalau kita sudah menikah,aku rela ga kemana-mana deh aku akan pelukin kamu terus sampai kamu puas," seru Radit.


April membenarkan duduknya...


"Itu mah sih maunya kamu," seru April.


"Makannya kamu harus siap-siap,karena setelah nikah nanti aku ga akan biarkan kamu turun dari ranjang," ucap Radit dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Dasar Polisi mesum," April mengusap wajah Radit.


Dengan perdebatan dan rayuan gombal,akhirnya April mau menuruti Radit untuk kembali ke Kantor karena Radit pun harus melanjutkan lagi kerjanya.


Sesampainya di Kantor April,wajah April masih terlihat cemberut.


"Ayo dong Sayang,jangan cemberut terus aku janji nanti hari minggu seharian akan nemenin kamu kemana pun kamu mau akan aku turutin," bujuk Radit.


"Janji,beneran awas kalau bohong."


"Iya Sayang aku janji."


"Ya sudah aku masuk dulu," ucap April.


Tapi sebelum turun dari mobil,April kembali mengurungkannya dan berbalik menghadap Radit.


"Ada apa lagi Sayang?" tanya Radit.


Tanpa menjawab sepatah kata pun kemudian April kembali memeluk Radit dengan sangat erat seolah-olah mereka akan berpisah.


Radit tersenyum dan mengusap punggung wanitanya itu yang saat ini sedang bersikap manja terhadap dirinya.


Setelah puas,April melepaskan pelukkannya dan menghujani ciuman di seluruh wajah Radit tak ada satu pun dibagian wajah Radit yang terlewatkan dari ciumannya.


Jangan ditanya soal Radit,ya jelaslah dia merasa bahagia sekali mendapat perlakuan seperti itu dari wanita yang sangat dia cintai.


"Jangan ngelirik-ngelirik wanita lain,awas aja kalau sampai seperti itu," seru April.


"Astaga Sayang,buat apa ngelirik wanita lain kalau aku mempunyai wanita yang sangat sempurna buat aku justru aku yang takut kamu dilirik oleh laki-laki lain," sahut Radit.


"Ya sudah,aku masuk dulu kamu hati-hati di jalan."


"Siap Komandan," jawab Radit dengan bersikap hormat kepada April.


Kali ini April benar-benar masuk ke Kantor dan Raditpun mulai melajukan mobilnya.


Sesampainya di dalam ruangan,April sangat terkejut dengan keberadaan Sella yang sedang menangis dan tisu berserakan dimana-mana.


"Ya Alloh Sella,ada apa ini?" tanya April.


"Andre selingkuh Pril," Sella menangis dengan kencangnya.


"Apa?kok bisa,sama siapa?"


"Sama sepupu lo si Audi."


"Astaga,apa kamu sudah punya buktinya kalau Andre benar-benar selingkuh dengan Audi?"


"Bukan bukti lagi Pril,aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri kalau Andre sedang berciuman dengan Audi di Kantornya," sahut Sella dengan terus menangis.


April menutup mulutnya merasa tidak percaya kalau Andre tega melakukan semua itu.April pun memeluk Sella.


"Sudah Sell,laki-laki kaya gitu ga pantes lo tangisi dasar ya si Andre brengsek juga ternyata."


April berusaha menenangkan sahabatnya itu,tak ayal April pun merasa geram dengan kelakuan Andre yang seakan plin-plan itu.


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼


Assalamualaikum semuanya,maaf kemarin tidak up dan sekarang baru up lagiπŸ™πŸ™


Ayo dong dukungannya like dan vote sebanyak-banyaknya supaya April cepat menikahπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2