
π΅
π΅
π΅
Keesokan harinya,April bangun dengan semangatnya.April turun dari tangga dengan senyum mengembang di wajahnya,April mencium pipi Mamih dan Papih.
"Pagi Mih,Pih!!" seru April.
"Pagi Sayang,wah anak Mamih gembira sekali kelihatannya" sahut Mamih Lisda.
"Namanya juga orang yang sedang jatuh cinta Mih,bawaannya bahagia terus" ledek Papih Anwar.
"Ih,Papih apaan sih" wajah April terlihat memerah.
"Tuh Mih lihat,wajahnya sampai merah kaya gitu" Papih Anwar kembali menggoda anaknya itu.
Mamih Lisda hanya bisa tersenyum,bersyukur karena anak dan suaminya sudah mulai akur kembali dan keluarganya sudah mulai menghangat kembali.
Seperti biasa,April ke Kampus mengendarai mobil Sportnya.Sesampainya di Kampus,mata semua Mahasiswa dan Mahasiswi mulai beda,tatapan mereka mengartikan kalau mereka sedang mengejek.
April berusaha tidak memperdulikannya,dan terus berjalan menghampiri Sella yang sudah menunggu di Parkiran seperti biasanya.
"Gue rasanya pengen colok tuh mata-mata mereka yang terus ngelihatin lo," seru Sella.
"Udahlah biarin aja,ga usah di pikirin" sahut April.
"Gemes tahu gue ngelihatnya,mereka itu ga tahu apa yang sebenernya terjadi maen judge orang sembarangan," ucap Sella.
April dan Sella pun berjalan menuju kelas mereka,tiba-tiba Brian dan Andre menghadang langkah mereka.
"Mau apa lagi kalian,sana minggir" bentak Sella.
Sementara April terus saja menatap Brian dengan tatapan benci.Kata-katanya kemarin benar-benar sangat menyakitkan.
"Apa seperti itu kelakuan lo selama ini?gue ga nyangka,selama ini gue nganggap lo cewek yang polos dan baik tapi nyatanya isinya ga sebagus covernya" seru Brian.
Belum juga kata-kata Brian kemarin sembuh,sekarang dia menambah lagi mengucapkan kata-kata yang menyakitkan hati.
"Maksud lo apa?" tanya April dengan mata yang sudah memerah siap mengeluarkan cairan bening.
"Sekarang gue baru tahu kalau lo benar-benar cewek murahan," ucap Brian.
Jatuh sudah cairan bening itu yang dari tadi berusaha di tahan kata-kata wanita murahan membuat April merasa sakit.
"Sudah puaskah,lo udah ngehina gue dari kemarin..lo selalu ngomong kalau gue wanita murahan,apa lo punya bukti kalau gue wanita murahan yang lo sebut-sebut itu" teriak April.
"Di sini lo enak-enakan dengan Pak Dika di ruangannya,pas keluar dari Kampus lo enak-enakan boncengan sama Polisi,apa itu bukan sebuah bukti?" bentak Brian.
Semua orang melihat,dan tidak sedikit yang menatap benci dan jijik kepada April,sementara itu Alya dan Monik hanya menunjukkan senyum kemenangan.
Tiba-tiba Pak Dika datang...
"Ada apa ini?" tanya Dika dingin.
Betapa terkejutnya Dika melihat April sudah berderaian air mata.Tangannya mulai Ia kepalkan,rahangnya sudah mulai mengeras tapi Dika menahannya karena dia sadar saat ini dia sedang berada di wilayah Kampus.
"Kalian semua ikut ke ruangan saya," ucap Dika dingin.
Brian,Andre,April,dan Sella mengikuti Dika ke ruangannya.Sesampainya di ruangan Dika,semuanya terlihat diam tidak ada yang bicara sedikit pun.
"Siapa yang mau menjelaskan tentang kejadian tadi?" sahut Dika.
Semuanya diam tidak ada yang mau bicara,,Dika merasa geram dan Ia menggebrak meja dengan kencangnya sehingga membuat semuanya terlonjak kaget.
"Apa kalian semua bisu?" bentak Dika.
"Be..begini Pak,kemarin ada yang membuat gosip di papan pengumuman kalau Mamih April perebut suami orang makannya April sekarang hidup mewah" jelas Sella dengan menundukkan kepalanya karena merasa takut.
__ADS_1
Dika tampak mengerutkan keningnya...
"Maksudnya dengan perebut suami orang apa?dan siapa yang membiat gosip seperti itu?" tanya Dika.
"Pak,April itu dari dulu kalau ke Kampus suka naik Taxi online,penampilannya pun biasa-biasa saja walaupun tetap April paling cantik di Kampus ini,,tapi tiba-tiba kemarin April pake mobil sport keluaran terbaru yang hanya bisa di miliki oleh Pengusaha kelas Kakap,dan menurut informasi kalau April itu anak dari selingkuhannya Pak Anwar,seorang Pengusaha kaya itu" jelas Andre dengan PDnya.
"Tahu darimana kamu,kalau April anak selingkuhan Pak Anwar?" tanya Dika.
"Dari Alya Pak,kan Alya anaknya Pak Anwar ya berarti April anak selingkuhannya Pak Anwar" sahut Andre.
Dika tertawa terbahak-bahak,membuat semua orang yanag ada di sana bingung dan mengerutkan keningnya.
"Hei,anak ingusan makannya jangan percaya sama gosip belum juga tahu yang sebenarnya kalian sudah main hakim sendiri menjudge April sembarangan" ucap Pak Dika.
"Tapi mobil itu,sejak kapan April membeli mobil sport keluaran terbaru" seru Andre.
"Dengarkan saya baik-baik,April adalah anak kandung dari Pak Anwar Prabowo dan Mamih April merupakan satu-satunya istri sah Pak Anwar.Yang kamu maksud istri selingkuhan itu bukan Mamihnya April melainkan Mamahnya Alya" jelas Pak Dika yang membuat Brian dan Andre melotot.
"Jadi selama ini,kita di bohongi sama Alya?" tanya Andre.
"Baru nyadar lo" celetuk Sella.
"Terus Pak,mengenai April yang diam di ruangan Pak Dika kemarin itu apa?" sahut Andre.
"Kan saya sudah bilang,kalau saya memilih April sebagai ASDOS,kemarin saya menyuruh April untuk membantu saya memeriksa pekerjaan kalian" jelas Pak Dika.
Brian hanya bisa menundukkan kepalanya,dia tidak berani melihat ke arah April.Penjelasan dari Pak Dika membuat dirinya malu.
"Sekarang kalian boleh keluar,dan satu lagi kalau sampai saya dengar kalian membully April lagi,saya akan keluarkan kalian dari Kampus ini" ucap Dika dengan tegasnya.
"Baik Pak" ucap Andre.
"Terima kasih Pak!!" sahut April.
"Jangan menangisi hal yang bodoh" seru Dika dengan pandangannya lurus ke Laptopnya.
Mereka pun keluar dari ruangan Pak Dika,di luar...
"Pril maafin gue ya,gue ga tahu kalau lo adalah anak Pak Anwar yang sebenarnya" ucap Andre dengan menyodorkan tangannya.
"Sudahlah" April langsung pergi tanpa menjabat tangan Andre dan menatap tajam ke arah Brian.
April dan Sella pun pergi meninggalkan Andre dan Brian.Brian melihat April sampai April hilang di pandangannya,dia benar-benar mati kali ini April tidak akan pernah memaafkannya.
Sementara itu di sebuah Bandara,seorang wanita cantik berjalan dengan anggunnya.Dia adalah Sisil,wanita di masa lalu Radit yang telah membuat Radit malu dan sakit hati.
Saat ini Sisil sudah cerai dengan suaminya,dan sekarang kembali ke Indonesia untuk melanjutkan lagi Kuliahnya yang sempat lama tertunda.
Semenjak kejadian pertunangan dulu,tidak lama setelah itu Sisil menikah dengan laki-laki itu tapi sayangnya pernikahan Sisil tidak bertahan lama karena laki-laki itu ternyata seorang lak-laki brengsek yang suka bermain perempuan.
Untungnya pada saat menikah,Sisil menggunakan alat kontrasepsi sehingga Sisil tidak mempunyai anak.
Sisil begitu menyesal karena sudah menyia-nyiakan cinta tulus milik Radit,dan Sisil juga sangat menyesal karena tidak mempertahankan cintanya waktu itu.
Sisil di jemput oleh Sopir,di perjalanan Sisil terlihat melamun.Sampai akhirnya mobil Sisil berhenti di lampu merah,tatapannya berhenti tatkala iris matanya melihat sosok laki-laki yang sampai saat ini masih memenuhi hatinya.
Radit terlihat sedang mengatur lalu lintas,senyuman Sisil mengembang hatinya begitu berdebar-debar.
"Dit,apa kamu masih mengingatku?apa kamu mau memaafkan aku,atas apa yang sudah aku lakukan dulu terhadapmu?" gumam Sisil.
Mobil Sisil mulai melaju,dan Sisil terus saja menoleh ke arah Radit.
Sore pun tiba,hari ini Radit janjian mau mengajak April jalan-jalan.Radit menjemput April ke rumahnya,kebetulan Mamih dan Papih April sedang ada di rumah.
Radit menunggu di depan rumah April,April pun keluar.
"Dit,masuk dulu yu Mamih sama Papih pengen ketemu sama kamu" ucap April.
"Hah,aku malu Pril" jawab Radit.
__ADS_1
"Kok malu,,ayo" April menarik tangan Radit dan membawanya masuk rumah.
Radit benar-benar takut saat ini,takut kalau kejadian dulu terulang lagi dan Radit belum siap kalau harus kehilangan wanita yang sangat dia cintai untuk kedua kalinya.
Sesampainya di dalam rumah,Radit terlihat menundukkan kepalanya karena dia belum siap berhadapan dengan Orang Tua April apalagi dengan Pak Anwar.
"Eh,Radit ayo silahkan duduk!!" seru Mamih Lisda.
"Ayo Dit,ga usah takut saya ga bakalan gigit kok" goda Papih Anwar.
Seketika Radit mengangkat kepalanya,dia tidak menyangka ternyata hal yang dia takutkan selama ini sama sekali tidak terjadi.Malahan Orang Tua April sangat ramah kepada Radit.
Dengan ragu-ragu,Radit duduk di hadapan Mamih dan Papih April kemudian April pergi ke dapur membuatkan minuman buat Radit.
"Apakabar Radit?" tanya Papih Anwar.
"Alhamdulillah Baik Pak," jawab Radit.
"Kamu sudah lama pacaran sama April?" tanya Mamih Lisda.
"Ga kok Nyonya masih baru" jawab Radit ragu-ragu.
"Jangan panggil Nyonya,panggil Mamih saja seperti April" ucap Mamih Lisda.
"Iya,panggil saja Mamih dan Papih seperti April" sambung Papih Anwar.
Radit terlihat tersenyum canggung.
Tidak lama kemudian,April pun datang dengan membawa minuman dan cemilan.
"Dit,Papih tahu kalau kamu akan bisa menjaga April.Jagalah anak Papih baik-baik jangan kamu sia-siakan,kalau sekali saja kamu sakitin April kamu berhadapan sama Papih" ucap Papih Anwar.
"Baik Pak,,Eh Papih" jawab Radit.
Setelah berbincang-bincang,Radit berpamitan mengajak April jalan-jalan.
"Pulangnya jangan malam-malam Dit" seru Mamih Lisda.
"Baik" jawab Radit.
April dan Radit pun pergi menggunakan motor Radit.Radit membawa April nonton di Bioskop,pergi ke time zone,dan terakhir makan-makan.
Radit tidak pernah melepaskan genggaman tangan April,hari ini Radit begitu bahagia karena ketakutannya selama ini tidak terbukti.Nyatanya Orang Tua April begitu membuka tangan dengan kehadiran Radit.
Traumanya terhadap orang kaya hancur dengan perlakuan keluarga April,ternyata tidak semua orang kaya itu sombong.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Selamat pagi semuanya,maaf baru update minta dukungannya dong buat Novel Author yang satu iniππbiar Author makin semangat menulisnya.
Jangan lupa
like
vote n
komen
TEEIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1