Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
KAU MILIKKU SEUTUHNYA


__ADS_3

🏡


🏡


🏡


🏡


🏡


Cukup lama April berada di dalam kamar mandi,sebenarnya April sudah selesai mandi dari tadi cuma April merasa ragu-ragu untuk keluar dari kamar mandi.


Perlahan April membuka pintu kamar mandi dan celingukan mencari keberadaan Radit dan ternyata Radit sedang mengotak-ngatik Ponselnya di sofa.


"Sayang,mandi dulu sana," seru April.


"Ok..tapi kamu tunggu aku ya,jangan dulu tidur," sahut Radit dengan mengedipkan matanya.


April yang melihat kelakuan Radit menjadi merasa merinding,April pun merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan mungkin karena kelelahan,April pun terlelap tidur.


Radit yang baru saja keluar dari kamar mandi,tampak melotot melihat kelakuan istrinya ternyata sudah terlelap tidur.


"Yah..gagal lagi dong," gumam Radit.


Radit menghembuskan nafasnya kasar,akhirnya Radit mengalah dan berganti pakaian kemudian Radit menarik tubuh April untuk tidur di pelukannya.


Sejenak Radit memperhatikan wajah wanita cantik yang sekarang sudah menjadi istrinya itu.Begitu tenang dan damai,sungguh keterlaluan kalau sekarang Radit memaksakan kehendaknya.


Akhirnya Radit pun mulai memejamkan matanya dan ikut April menuju alam mimpinya.


Keesokan harinya....


April tampak merentangkan tangannya,dan merasa perutnya berat disaat April melihat ke arah perutnya ternyata tangan Radit yang melingkar diperutnya.


April melihat wajah suaminya itu dan mengembangkan senyumannya,April tidak menyangka akhirnya mereka bisa menikah setelah berbagai macam halangan dan rintangan menerpa hubungan mereka berdua.


April mengangkat tangan Radit yang ada diperutnya secara perlahan karena takut membangunkannya,April beranjak dari ranjangnya menuju ke kamar mandi.


Hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk April membersihkan tubuhnya,April pun keluar dengan mengusap-ngusap rambutnya yang basah oleh handuk,disaat April melihat ke arah ranjang ternyata Radit sudah tidak ada.


"Lho kemana dia?" gumam April.


Belum juga April membalikan tubuhnya,Radit sudah memeluknya dari belakang.


"Hayo mau kemana?jangan banyak alasan lagi,sekarang kamu sudah tidak bisa lari lagi dari aku," ucap Radit dengan mulai menciumi leher April.


"Tunggu,kamu ga mandi dulu?" tanya April gugup.


"Jangan banyak alasan lagi Sayang,mandinya nanti saja aku mau olahraga pagi dulu," sahut Radit dengan senyuman yang menyringai.


Kali ini senyuman Radit begitu terlihat menyeramkan buat April.


Tanpa basa-basi lagi,Radit mengangkat tubuh April ke atas ranjang dan membaringkannya disana.Kemudian Radit mengunci pergerakan April.


Radit mulai menciumi seluruh wajah April,tapi April menahan wajah Radit dengan kedua tangannya.


"Apa lagi Sayang?" rengek Radit.


"Aku sudah mandi Sayang,mendingan sekarang kamu mandi dulu terus kita sarapan ok," ucap April dengan menunjukan senyumannya yang paling manis berharap Radit mau menurutinya.


"Ya nanti tinggal mandi aja lagi,gitu aja kok repot," sahut Radit dan dia mulai melancarkan aksinya lagi.


Sekarang Radit mulai menciumi leher April dan meninggalkan jejak-jejak disana,membuat tubuh April mulai menegang dengan sentuhan-sentuhan yang Radit berikan.


April kembali menahan pergerakan Radit sehingga membuat Radit merasa kesal juga.


"Sayang,please dosa lho kalau kamu menolak ajakan suami," ucap Radit.


"Tapi aku takut," jawab April lirih.


"Takut apa Sayang?awalnya memang sakit tapi itu cuma sebentar,aku janji aku akan pelan-pelan," seru Radit.


Dengan ragu-ragu April pun menganggukan kepalanya,bagaikan mendapat doorprise Radit tidak membuang-buang waktu lagi,dia langsung menerkam mangsa yang sudah diincarnya.


Dengan sekali hentakan,Radit berhasil membobol gawang pertahanan April air mata April pun lolos juga,Radit menghentikan sejenak karena tidak tidak melihat istrinya sudah meneteskan air mata.


Setelah April mulai tenang dan bisa beradaptasi,Radit pun melanjutkan kegiatannya perlahan tapi pasti akhirnya keduanya saling menikmati satu sama lain,tidak ada lagi air mata yang keluar dari mata April hanya desahan yang dikeluarkan oleh keduanya.


Sudah tidak terhitung berapa ronde mereka melakukannya,hingga membuat April lemas dan menyerah berbeda dengan Radit yang masih setia dengan kegiatannya,tidak ada raut wajah kelelahan.


"Dit,udahan ya aku capek," ucap April disela-sela kegiatannya.


"Baru aja sebentar udah capek," keluh Radit.


"Astaga Sayang,lihat itu jam berapa?sudah jam 10 kita tadi mulai dari jam 7 pagi kamu bilang baru sebentar,ya ampun aku capek dan lapar juga," seru April.


Radit tidak mendengarkan ocehan April,dia hanya istiqomah dengan kegiatannya itu hingga akhirnya dia mengerang kenikmatan entah untuk yang keberapa kalinya.


Setelah puas,Radit berguling ke samping April dan memeluknya.Nafas mereka berdua begitu terengah-engah.


"Kamu capek Sayang?" tanya Radit.


"Kamu baru nanya sekarang,aku sudah capek dari tadi tahu ampun deh fisik kamu benar-benar membuat aku kewalahan," sahut April.


"Maaf Sayang,tapi tadi kamu juga menikmatinya kan?" goda Radit dengan menaik turunkan alisnya.


"Bodo amat,awas aku mau mandi."


April pun beranjak dari ranjangnya tapi disaat kakinya menginjak lantai,dia tidak bisa bergerak sama sekali karena rasa sakit yang teramat sangat didaerah sensitifnya.


"Aw..."


"Kenapa Sayang,sakit ya?" tanya Radit panik.


April pun menganggukkan kepalanya,dan dengan cepatnya Radit menggendong tubuh April menuju kamar mandi.


Dan begitulah kalau pengantin baru,terjadilah pertempuran kembali di dalam kamar mandi.April sungguh kewalahan menghadapi suaminya itu,benar-benar fisik seorang Polisi ga ada capeknya.


1 jam kemudian mereka berdua baru keluar dari kamar mandi,disaat April mau memakai pakaian,April melihat pantulan tubuhnya di dalam cermin yang membuat April membulatkan matanya.


"Astaga Sayang..." teriak April.


Radit yang sedang mengeringkan rambutnya,cepat-cepat menghampiri April.

__ADS_1


"Ada apa Sayang,kok teriak-teriak?" seru Radit.


"Apa-apaan ini,kok banyak banget," April menunjuk seluruh tubuhnya yang penuh dengan tanda kepemilikan yang Radit buat.


Radit tertawa puas,dan memeluk April dari belakang.


"Bagaimana Sayang,indah kan hasil karyaku?" seru Radit.


"Indah apanya,aku ga bisa keluar kamar dong malu kalau dilihat orang," keluh April.


"Kenapa mesti malu,itu sebagai tanda kalau kamu itu sudah menjadi milik aku seutuhnya dan orang lain tidak boleh melirik kamu," sahut Radit.


"Ishh..dasar."


"Ayo cepat pakai bajumu,atau aku akan-----" ucapan Radit terpotong karena April dengan segera membekap mulut Radit dengan handuk.


"Jangan harap,enak aja sana pergi."


April mendorong tubuh Radit untuk pergi,dan dengan cepat April pun langsung memakai bajunya karena dia takut diterkam lagi oleh Pak Polisi mesum itu.


"Sayang,aku lapar."


"Ya sudah yuk,kita cari makan.Tunggu kok kamu pakai syal sih Sayang?"


"Malu tahu kalau dilihatin orang,udah ah ayo cepatan aku lapar banget," April pun menarik tangan Radit.


Mereka berdua mencari Restoran sunda untuk makan siang karena jam sarapan sudah terlewatkan.


April benar-benar makan banyak kali ini,karena dia sungguh sudah kelaparan akibat kegiatan yang sangat menguras tenaga itu.Radit hanya tersenyum melihat istri cantiknya itu makan dengan lahapnya.


Sementara itu,Sella juga belum kembali ke Jakarta karena Sella ingin menikmati dulu liburannya itu.


Disaat Sella sedang jalan-jalan sendirian menikmati pemandangan asri kota Bandung itu,tiba-tiba tangannya ada yang menarik dan menyeret Sella ke tempat sepi.


"Apa-apaan kamu Andre," bentak Sella.


"Sella please maafin aku,aku ga rela ngelihat kamu bersama laki-laki lain," seru Andre.


"Kamu memang egois Andre,kamu tidak rela melihat aku dengan laki-laki lain,terus apakabar dengan apa yang kamu lakukan dengan Audi?mulai sekarang,kamu jangan ganggu aku lagi kamu urusin saja wanita itu," bentak Sella.


Sella hendak meninggalkan Andre,tapi dengan cepat Andre menarik tangan Sella dan memaksa ingin mencium Sella.Sella berontak dan mulai meneteskan air matanya.


"Lepaskan aku Andre," teriak Sella dengan deraian air matanya.


"Aku akan menghapus bekas bibir laki-laki brengsek itu," sahut Andre yang terus memaksa Sella.


Buuuggghhhh....


Andre jatuh tersungkur ke lantai...


"Dasar laki-laki brengsek lo,berani-beraninya lo berbuat asusila di tempat umum," bentak Rico.


"Lo jangan jangan ikut campur,ini urusan gue sama Sella lo hanya menjadi orang ketiga antara hubungan gue sama Sella," seru Andre.


"Lo mabuk ya,bukannya lo sama Sella sudah putus?berarti gue bukan orang ketiga dong," sahut Rico.


"Tapi lo orang yang sudah merusak hubungan gue sama Sella," bentak Andre.


"Yang merusak hubungan lo itu adalah lo sendiri,jangan menyalahkan orang lain demi menutupi kebusukan lo," bentak Rico dengan menghempaskan Andre hingga Andre kembali tersungkur ke lantai.


Andre cepat-cepat berdiri...


"Awas lo,urusan kita belum selesai," ucap Andre menunjuk wajah Rico dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Gue tunggu lo," teriak Rico.


Sella hanya menundukan kepalanya dengan deraian air mata.


"Sell,lo gapapa kan?" tanya Rico menepuk pelan pundak Sella.


Sella langsung memeluk Rico sembari menangis,sesaat Rico merasa terkejut karena Sella memeluknya dengan tiba-tiba tapi semenit kemudian perlahan Rico pun mulai membalas pelukan Sella.


Rico mengusap-ngusap punggung Sella untuk sekedar menenangkan gadis cantik itu.


April dan Radit yang baru kembali habis makan siang dengan bergandengan tangan sembari bercanda-canda kecil,merasa bingung melihat adegan didepannya.


"Tunggu Sayang,itu bukannya Rico sama Sella aku ga salah lihat nih mereka berpelukan," seru April.


"Lah,pada ngapain mereka."


April pun menarik tangan Radit dan dengan cepat menghampiri mereka.


"Hayo lho,lagi pada ngapain kalian?" tanya Radit.


Sella pun melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya.


"Ya ampun Sell,kamu kenapa kok nangis?Rico,kamu apain Sella?" tanya April dengan tatapannya tajam.


"Yaelah Pril,ngelihatnya biasa aja kali gue kan jadi ngeri.Gue ga ngapa-ngapain Sella sumpah deh,kalau ga percaya tanyain aja sama Sella," sahut Rico.


"Ini gara-gara Andre Pril," ucap Sella.


"Andre?dia ngapain lo Sell?" tanya April.


"Tuh cunguk sialan mencoba berbuat asusila kepada Sella," jawab Andre.


"Apa?benar-benar ya tuh orang."


"Sudahlah Pril,tadi untung ada Rico yang nolongin gue kalau enggak,gue ga tahu apa yang bakalan terjadi sama gue," seru Sella.


"Kita duduk disini dulu yuk!!" ajak Radit.


"Pril,ngapain lo pakai syal kaya gitu?" tanya Sella bingung.


"Oh ini,anu..anu..kan disini udaranya dingin,jadi gue pake syal," jawab April dengan gugupnya.


"Kalian baru keluar ya dari kamar?Ya ampun Pril,lo ga gempor kan?" tanya Rico.


Pletaaakkkk...


Radit memukul kepala Rico dengan tangannya sementara April menundukan kepalanya karena malu.


"Mulut lo perlu gue sumpal pakai sambal,biar ga ngomong seenaknya," seru Radit.

__ADS_1


Mereka berempat pun ngobrol sebentar dan bercanda-canda,hingga akhirnya mereka memutuskan untuk beres-beres dan kembali ke Jakarta.


Radit dan Rico menggunakan mobil masing-masing.


"Sayang,kamu mau bulan madu kemana?" tanya Radit.


"Emang perlu ya bulan madu?di rumah juga bisa," sahut April.


"Kan suasananya beda Sayang."


"Jangan jauh-jauh,yang dekat saja jangan sampai ke Luar Negeri capek aku mana perjalanannya melelahkan terus nanti di tambah aku jadi bulan-bulanannya kamu," jelas April.


Radit pun tertawa mendengar penuturan April.


"Ya sudah,bagaimana kalau kita ke Bali saja?" tanya Radit.


"Boleh."


"Tapi nanti malam aku masih dapat jatah kan?" ucap Radit.


"Astagfirullah Radit,aku masih capek lho badan aku aja serasa remuk gara-gara kamu."


"Issshh dosa tahu kalau menolak ajakan suami," seru Radit.


"Kamu mah selalu itu yang dijadikan senjata," sahut April.


Perjalanan Bandung-Jakarta hari ini begitu lancar sehingga tidak membutuhkan waktu sampai berjam-jam untuk sampai.


Kali ini Radit membawa April ke rumah mereka yang dibuat oleh Radit,karena masih suasana pengantin baru Radit tidak mau ada orang yang mengganggu.


April dan Radit memasuki rumah itu,dan langsung menuju kamar mereka.


Karena kelelahan,April dan Radit pun tertidur dengan lelapnya.


***


April meregangkan otot-ototnya,dia mulai celingukan kekanan dan kekiri dia baru sadar kalau saat ini dia berada dirumah baru.


"Ya ampun sudah gelap,jam berapa ini?" April menyalakan semua lampu rumahnya itu.


April menuruni tangga dan melangkah menuju dapur,April membuka Kulkasnya dan isinya lumayan kumplit karena sebelum pulang Radit menyuruh Ibunya untuk berbelanja dan memenuhi Kulkasnya.


"Aku masak apa ya,malam ini," gumam April.


April mengikat rambutnya asal,dan mulai berkutat dengan bahan-bahan yang akan dia masak,April cukup cekatan dalam memasak tidak ada yang tahu kalau April pintar masak,hanya orang-orang di rumahnya saja yang mengetahuinya.


Radit yang terbangun karena mencium sesuatu yang harum,kemudian Radit meraba-raba kesamping kasurnya dan tidak ada April disana.


"Sayang,kamu dimana?" teriak Radit.


Karena tidak ada jawaban,Raditpun beranjak dari ranjangnya dan mencari istrinya itu.


"Sayang,apa kamu ada didalam?" Radit mengetuk pintu kamar mandi.


Radit pun membuka pintu kamar mandi,tapi tidak didapatkan April ada disana.


"Kemana dia?" gumam Radit.


Radit mulai panik,karena istrinya tidak ada dengan cepat Radit keluar dan menuruni tangga.Terdengar suara dari arah dapur,Radit buru-buru menuju dapur dan betapa terkejutnya Radit saat melihat April sedang memasak.


Radit merasa tenang,ternyata istrinya ada sedang memasak dengan cepat Radit menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang.


"Astaga Sayang,bikin kaget aja," seru April.


"Kirain kamu kemana,aku panik banget takut terjadi kenapa-napa sama kamu."


"Lebay banget,emangnya kamu pikir aku mau kemana?" sahut April.


"Soalnya pengalaman dulu-dulu,membuat aku trauma Sayang aku takut kehilangan kamu lagi."


"Jangan berlebihan,itu ga bakalan pernah terjadi lagi.Sudah sana mandi,kalau kaya gini terus aku kan jadi susah geraknya mau masak dulu belum selesai."


"Wangi banget masakannya,ternyata istri aku sudah cantik pinter masak juga."


"Iya dong."


"Mandi bareng yuk!!" ajak Radit dengan menaik turunkan alisnya.


"Sayang,belum pernah kan ngerasain air sup panas ini muncrat ke wajah kamu?mau coba?" seru April dengan seringainya.


"Allohuakbar,sumpah sadis banget kamu Yang."


"Makannya sudah sana mandi sendiri," sergah April.


"Ok..ok.."


Radit dengan cepat mencium pipi April dan langsung ngacir kabur ke kamarnya untuk mandi.April hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya itu.


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼


Selamat malam semuanya,maaf baru bisa updateπŸ™πŸ™


Mohon dukungannya dengan like dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2