Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
PENYESALAN


__ADS_3

๐Ÿต


๐Ÿต


๐Ÿต


๐Ÿต


๐Ÿต


Si dalam Pesawat,April tidak henti-hentinya menangis.April melihat wallpaper di Ponselnya dengan foto dirinya dan Radit,seketika April menghapus semua fotonya hingga tidak bersisa satu pun dan kembali menyimpan Ponselnya kedalam tasnya.


Sementara itu,di Rumah Sakit Radit tidak mau makan sama sekali dia memaksa untuk pulang.


Tiba-tiba pintu ruangan Radit terbuka....


"Sayang..." Sisil langsung memeluk Radit.


Radit yang berada dalam keadaan tidak baik,dengan kasar menghempaskan tangan Sisil.


"Kamu kenapa Sayang?maaf kalau tadi malam aku tidak memberi tahu kamu dulu sebelumnya," sahut Sisil.


"Sudahlah Sisil,aku sudah ingat semuanya kesalahan terbesarku adalah kenapa yang aku lupakan bukan kamu,kenapa malah harus April yang aku lupakn.Mulai sekarang dan seterusnya jangan sekali-sekali kamu tampakkan wajah kamu di hadapan aku," bentak Radit.


"Tapi Radit,aku benar-benar mencintai kamu," ucap Sisil dengan deraian air mata.


"Tapi aku sudah tidak mencintai kamu,semenjak kamu dan Papah kamu mempermalukan aku dan keluargaku sejak itu juga aku sudah membuang jauh-jauh rasa cinta aku terhadapmu," sahut Radit.


"Tapi Dit...." ucapan Sisil terpotong dengan bentakkan Radit.


"Aku bilang pergi dari sini!!Aaargh..sakit" Radit memegang kepalanya dan mengerang kesakitan.


"Kak Sisil,sebaiknya Kak Sisil pergi dari sini kasihan Kak Radit," sahut Rangga.


Radit terus saja mengerang kesakitan,Dokter segera datang dan menyuntikan obat seketika Radit lemah dan tenang.


"Maaf,untuk saat ini biarkan Pak Radit istirahat dulu karena dia tidak boleh stres," jelas Dokter.


"Baik Dokter,terima kasih," jawab Ibu Radit.


Semuanyabpun keluar ruangan,sementara Sisil meninggalkan Rumah Sakit tanpa sepatah katapun.


3 hari berlalu,hari ini adalah hari dimana Radit sudah bisa pulang.Tidak ada perasaan senang ataupun bahagia,hatinya terasa kosong wanita yang sangat dia cintai sekarang sudah tidak ada.


Radit tidak tahu sampai berapa lama April pergi,yang jelas Radit sudah bertekad kalau dia akan menunggu April sampai kapanpun.Radit yakin kalau April akan kembali kepadanya.


Semenjak kepulangannya dari Rumah Sakit,Radit jadi sering melamun sifatnya pun berubah seratus delapan puluh derajat,Radit menjadi pribadi yang sangat dingin tidak sehangat dulu.


Malam ini Radit berada di kamarnya,memandangi foto wanita cantik yang sekarang sudah terpampang menjadi wallpaper di Ponselnya.Senyum indah April begitu sangat menyejukkan hati Radit,Radit mengusap-ngusap layar Ponselnya.


"Aku sangat merindukanmu Sayang,cepatlah pulang!!" tidak terasa Radit kembali menitikkan air matanya.


Keesokkan harinya....


Radit sudah mulai Dinas lagi,Radit menjadi orang yang dingin dan pendiam setiap ada orang yang melakukan kesalahan,Radit tidak segan-segan membentak bahkan memarahi orang itu.


Membuat Rekan-rekannya merasa aneh dengan perubahan sikap Radit,begitu pula dengan Rico yang merasa Radit tidak seperti Radit yang dulu,Radit yang jahil,humble,dan ramah.


Bahkan Radit yang sekarang jadi lebih suka menyendiri,tidak mau bergabung dengan yang lain.Seperti saat ini,setelah makan siang Radit lebih senang menyendiri di ruangannya.Rico sangat merindukan Radit yang dulu yang suka ketawa-ketawa bareng dan saling meledek satu sama lain.


Rico mencoba memberanikan diri untuk mendekati Radit yang sedang mengotak-ngatik Ponselnya.


"Hai Dit..." sapa Rico yang langsung duduk di samping Radit.


"Ada apa Ric?" tanya Radit dengan tidak mengalihkan pandangannya dari Ponselnya.


"Sebenarnya lo itu kenapa sih Dit?semenjak pulang dari Rumah Sakit sikap lo itu aneh tahu ga,jadi lebih dingin dan pendiam padahal itu bukan sikap lo banget," jelas Rico.


Radit terlihat menghembuskan nafasnya kasar...


"Gue sudah ingat semuanya Ric," seru Radit.


"Wah bagus dong,itubkan sebuah kabar bahagia terus kenapa lo jadi kaya gini?" tanya Rico.

__ADS_1


"Lo tahu,disaat gue sudah mengingat semuanya April malah pergi ninggalin gue," jelas Radit.


"Maksud lo apa?April mutusin lo gitu?" tanya Rico makin penasaran.


"April memutuskan melanjutkan Kuliahnya ke Amerika."


"Whaaatt...serius lo?" Rico tampak terkejut.


Radit tidak bisa menjawab apa-apa lagi,selain menganggukkan kepalanya.


"Lo yang sabar Bro,gue yakin kalau April jodoh lo dia akan kembali lagi ke pelukkan lo," ucap Rico dengan menepuk pundak Radit.


"Mudah-mudahan Ric," jawab Radit.


Hari berganti hari,bulan berganti bulan,tak terasa sudah 1 tahun lamanya April pergi meninggalkan Indonesia.


Di Amerika April menyibukan diri dengan belajar dan belajar,sehingga sedikitnya bisa melupakan sosok Radit tapi disaat malam datang tetap saja bayangan Radit selalu muncul di benaknya.


Sementara Radit makin tak terkendali,sikapnya semakin hari semakin dingin dan gampang marah.


Bulu-bulu halus sudah mulai muncul di wajahnya,dan Radit enggan sekali mengurus dirinya sendiri karena menurut pemikiran Radit,buat apa di urus juga toh wanita yang dia cintai juga tidak berada di sampingnya.


Rico terlihat bahagia dia menghampiri Radit yang sedang santai meminum kopi di ruangannya.


"Ngapain lo senyum-senyum kaya gitu?lo udah gila ya?" cibir Radit.


"Sialan lo Dit,ngatain gue gila.Gue lagi senang nih soalnya bulan depan sudah dibuka Pendaftaran Calon Bintara Polwan,pastinya kan banyak Polwan-polwan cantik tuh," seru Rico.


"Dasar playboy cap Kuda liar lo," celetuk Radit.


"Susu kali cap Kuda liar," sahut Rico.


Radit kembali menerawang ke langit-langit,pandangannya terlihat kosong.


"Kapan kamu pulang Sayang?aku sangat merindukanmu," batin Radit.


"Mulai deh lo ngelamun,udah lo juga cari aja Polwan kali aja ada yang nyangkut di hati lo," goda Rico.


"Enggak makasih,cinta gue hanya buat April seorang tak ada yang lain," jawab April.


"Pokoknya gue bakalan tungguin April sampai dia kembali lagi kesini," tegas Radit.


"Oklah terserah lo aja."


Sementara itu di belahan bumi lainnya,April sedang duduk-duduk di sebuah Taman,April melamun mengingat percakapannya dengan Sella.


Flash back...


"Hallo Pril,apakabar?" teriak Sella kegirangan.


"Hai Sell,kabar gue baik-baik saja lo sendiri gimana kabarnya?" tanya April.


"Alhamdulillah gue juga baik-baik saja,oh iya Pril lo tahu ga kalau sekarang Radit beda banget kaya yang ga keurus gitu deh," jelas Sella.


"Ngapain lo cerita sama gue,bukannya dia udah bahagia ya?jangan ngomongin tunangan orang lain ga baik," ucap April dengan ketusnya.


"Astaga gue lupa,gue belum cerita ya sama lo," Sella tampak menepuk jidatnya sendiri.


"Cerita apaan?" tanya April.


"Radit itu ga jadi tunangan sama Sisil,malam itu setelah lo pergi meninggalkan rumah Sisil,Radit mrnolak pertunangannya dan pergi juga dari rumah Sisil tapi pas di jalan Radit mengalami sakit kepala untung malam itu mobil Brian lewat sana dan menemukan Radit yang sedang mengerang kesakitan,Brian membawanya ke Rumah Sakit.Keesokan harinya ternyata Radit sudah sadar dan mengingat semuanya tapi sayang disaat Radit sudah mengingatnya lo udah pergi Pril," jelas Sella.


April menutup mulutnya dan kembali meneteskan air mata,kemudian Ponsel yang dia pegang jatuh ke lantai.


"Pril,lo gapapa kan Pril?" tanya Sella yang khawatir karena tidak ada suara diseberang sana.


April sadar dan mengambil lagi Ponsel yang tergeletak di lantai.


"Kenapa lo ga bilang dari dulu Sell?kenapa sudah satu tahun berlalu lo baru bilang," sahut April dengan nada bicara yang bergetar.


"Maafin gue Pril,sumpah gue lupa," seru Sella.


Flash On...

__ADS_1


"Bagaimana kabar kamu Dit?apa kamu masih mengingat aku?" gumam April.


Radit dan April pun sama-sama memegang dadanya,ada rasa sakit dan sesak yang mereka berdua rasakan.


1 bulan kemudian....


Pendaftaran Bintara Polwan sudah dimulai,benar kata Rico banyak sekali wanita-wanita cantik yang mendaftar untuk menjadi Polwan.


Bahkan banyak sekali Polwan yang terpesona akan ketampanan Radit,bukannya Radit tidak menyadari banyak yang memperhatikannya tapi Radit berusaha tidak memperdulikannya.


Secantik apapun calon-calon Polwan itu,tetap saja di hati Radit yang paling cantik hanyalah April seorang.


Setelah sekian lama menjalani step by step dalam penerimaaan calon Polwan,terpilihlah ratusan Polwan yang berkualitas.


Salah satu Polwan di tugaskan untuk membantu Radit dan Rico.Polwan itu cukup cantik dan cekatan juga.


Keesokan harinya...


Pagi-pagi sekali Radit sudah berada di POLRES karena hari ini ada jadwal Razia,sebelum berangkat ke jalanan


Radit dan Rico berada di ruangan Radit,sedang santai dan ngobol-ngobrol ringan.


Tok..tok..tok..


"Masuk.." ucap Radit.


Mucullah sesosok wanita cantik dengan pakaian Polwanya memasuki ruangan Radit,Rico tampak menganga seolah terhipnotis dengan kecantikan Sang Polwan cantik itu.


Berbeda dengan Radit yang tampak biasa-biasa saja,justru malah Polwan baru itu yang terpesona dengan ketampanan Radit.


"Maaf Pak,saya ditugaskan untuk membantu Pak Radit dan Pak Rico," ucap Polwan itu.


"Ok baiklah,,siapa nama kamu?" tanya Rico dengan mengulurkan tangannya.


"Nama saya Novita Anggraeni,Bapak bisa panggil saya Novi saja," Novi menjabat tangan Rico.


"Dasar modus,tuh di bajunya tertera namanya masih aja nanyain nama," ketus Radit dengan tidak melirik sedikit pun ke arah Novi.


"Namanya juga usaha Dit,lo mah bukannya mendukung," seru Rico.


"Sudah-sudah ayo cepetan kita berangkat sekarang," Radit membawa mobil Patroli dan Novi duduk di samping Radit.


Novi terlihat curi-curi pandang ke arah Radit,pria gagah nan tampan yang sekarang berada di sampingnya.


"Tampan sekali Pak Radit,tapi sayang sikapnya dingin banget," batin Novi.


"Jangan liatin aku terus," ucap Radit dengan nada dinginya.


Novi yang mendengar ucapan Radit merasa tersentak dan salah tingkah karena sudah ketahuan curi-curi pandang,Novi pun membenarkan duduknya dan membuang pandangannya ke luar karena wajahnya sudah sangat memerah menahan malu.


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


Selamat pagi semuanya,,tetap semangat dan jangan bosen-bosen ya menunggu kelanjutannya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Dan kasih terus dukungannya like dan Vote sebanyak-banyaknya๐Ÿ™๐Ÿ™


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹


__ADS_2