
Setelah merasa tenang,April melepaskan pelukannya.
"Maaf,baju kamu jadi basah." ucap April
"Ga masalah." jawab Radit dengan semyumannya.
"Sekarang kamu mau kemana?" tanya Radit
"Kayanya aku mau pulang."
"Ya sudah kamu hati-hati ya,aku juga kebetulan lagi Dinas belum pulang." seru Radit
"Maaf,sudah menyusahkan" sesal April
"Gapapa,ya udah aku duluan ya." Radit mengacak-ngacak rambut April.
April tersenyum,dan tidak terasa juga kalau mereka tadi ngobrol sudah memakai kata-kata aku dan kamu tidak lo dan gue lagi.
April melajukan mobil nya menuju rumahnya,di saat April sampai rumah Mamih Lisda dan Papih Anwar sudah menunggunya.
"Sayang,kamu sudah pulang." seru Mamih Lisda dengan deraian air mata.
Tapi April tidak menjawab dan langsung pergi ke kamarnya.
"Sayang,maafkan Mamih." Mamih Lisda hendak menyusul April tapi di cegah oleh Papih Anwar.
"Biar kan April tenang dulu,baru bicara." sahut Papih Anwar
Malam pun tiba,April tidak turun ke bawah untuk makan malam karena April masih kesal sama Mamih dan Papihnya.
"Bagaimana Bi?" tanya Mamih Lisda
"Katanya Non April tidak lapar Nyonya."
Mamih dan Papih April tampak menghela nafasnya.
"Ya sudah Bi,terima kasih." ucap Mamih Lisda
Sementara itu di kamar April sedang melamun kejadian tadi siang bersama Radit,April senyum-senyum sendiri mengingat kejadian itu.
Begitu pun dengan Radit,dia terlihat senyum-senyum semdiri di teras rumahnya.
"Hayo lho,senyum-senyum sendiri." Rangga yang baru pulang dari mesjid mengagetkan Radit.
"Apaan sih kamu,kalau Kakak punya penyakit jantung gimana?" Radit tampak kesal.
"Ya ga mungkinlah,aku kan tahu Kakak sehat kalau Kakak punya penyakit jantung aku ga bakalan ngagetin Kakak." sahut Rangga
"Kamu ini bisa aja menjawab."
"Kakak kenapa senyum-senyum?" tanya Rangga
"Idih,anak kecil Kepo udah sana masuk dan tidur." seru Radit
"Ya udah kalau gitu,aku ke dalam dulu ya Kak."
Sepeninggalnya Rangga,Radit kembali senyum-senyum.
"Apa aku kirim pesan aja ya." Radit membolak-balik benda pipih itu
Kemudian Radit pun mengirim pesan kepada April berharap April akan membalasnya.
April yang sedang sibuk dengan lamunannya itu,tersadar saat ada sebuah notifikasi pesan yang masuk.
๐ฎโโ : "Hai,sedang apa?"
April sangat bahagia menerima pesan yang di kirim oleh Radit.
๐ฉโ๐ : "Hai juga,aku sedang melamun kamu sendiri?"
๐ฎโโ : " Pasti sedang melamunkan aku ya."
๐ฉโ๐ : "Idih PD amat,emang situ siapa mesti di lamunin."
๐ฎโโ : "Oh,kirain sedang ngelamunin aku kalau gitu udah dulu ya,kamu harus tidur jangan bergadang."
๐ฉโ๐ : "Ok,bye."
April pun menyimpan Ponselnya di dadanya...
"Aduh aku kok jadi deg degan kaya gini ya." April memegang dadanya yang berdebar-debar.
KEESOKAN HARINYA...
April berangkat ke Kampusnya,tanpa menyapa Orang Tuanya dia masih merasa kesal atas sikap kedua Orang Tuanya yang tidak mempercayai kata-kata April.
__ADS_1
Hari ini,dia merasa sangat bahagia sepanjang jalan dia berdoa berharap ada Radit di sana dan memang hari ini hari keberuntungan April,Radit memang terlihat sedang mengatur lalu lintas.
Senyum April mengembang saat melihat orang yang dia cari ada di hadapannya,Radit tidak sengaja menoleh ke arah jalanan dan terlihat April melambaikan tangannya.
Dengan senyum sumringah Radit pun membalas lambaian tangan April,April mulai melajukan mobilnya.
"Ciee..ciee yang pagi-pagi sudah dapat lambaian tangan dari wanita cantik." ledek Rico
"Apaan sih lo." Radit terlihat malu saat Rico meledeknya.
Sementara itu April tiba di Kampusnya,seperti biasa Sella selalu menunggu April di parkiran,anak itu mang selalu on time kalau masalah Kuliah.
Disaat April menoleh ke arah parkiran Dosen,April seperti melihat mobil yang dia kenal.
"Perasaan gue pernah ngelihat mobil itu,tapi dimana ya!!" batin April.
"Kenapa Pril?" tanya Sella
"Gapapa,yu ke kantin dulu lapar nih belum sarapan masih ada waktu 20 menit lagi." ucap April.
April dan Sella pun pergi ke kantin untuk sarapan.
"Pril lo tahu ga,kalau hari ini ada Dosen baru pengganti Pak Bambang." seru Sella
"Hah,emang Pak Bambang kemana?" tanya April dengan mulut penuh makanan.
"Dia kan punya penyakit jantung Oneng,jadi dia mau di bawa berobat oleh anaknya ke Luar Nagreg eh Luar Negeri maksud gue." sahut Sella
"Oh." April hanya ber oh ria
"Udah ayo cepetan Pril,5 menit lagi mulai." sahut Sella
"Iya ayo bawel."
April dan Sella pun cepat-cepat menuju kelasnya,dan ternyata Dosen barunya sudah berada di kelas.
"Tuh kan Pril,lo sih lama banget sarapannya Dosen nya udah ada tuh di dalam." seru Sella kesal
"Ya udah tinggal masuk aja,gitu aja repot." sahut April
Tok..tok...tok
"Masuk." suara Bariton itu terdengar
"Wah,pasti nyeremin nih Pril suaranya aja dah kaya gitu." ucap Sella
Pintu kelas terbuka,menampilkan wajah cantik.
"Maaf Pak,kita telat." seru April dengan menundukan kepalanya,begitu juga dengan Sella.
"Kalian dari mana?baru pertama saya mengajar di sini kalian sudah telat,apa kalian memang kebiasaan suka datang telat?" seru sang Dosen dingin.
"Tidak Pak,baru pertama kali i..." ucapan April terpotong saat melihat siapa Dosen yang ada di hadapannya.
"KAMU..." April melotot dan tidak sadar suara April meninggi saat melihat wajah Dosen baru nya itu.
Semua Mahasiswa yang ada di depan kelas memandang bingung ke arah April,April menyadarinya dan menutup mulutnya.
Sementara Sang Dosen baru itu melipat tangannya di perut dan menaikan sebelah alisnya.
"Cepat duduk,atau kalian mau saya hukum." bentak Sang Dosen
Sella sesegera mungkin menarik tangan April dan menyeretnya untuk duduk.
"Ok semuanya,seperti yang kalian tahu saya di sini sebagai Dosen pengganti Pak Bambang karena saat ini Pak Bambang sedang melakukan pengobatan,jadi selama Pak Bambang berobat saya yang akan menggantikan Beliau,Perkenalkan nama saya HANDIKA FERDINAN WIJAYA kalian cukup panggil saya Dika,sekarang saya ingin tahu nama kalian tolong perkenalkan nama kalian masing-masing." ucap Dika dingin
"Ya ampun Pril,gue ga nyangka Dosen pengganti Pak Bambang ganteng banget kalau begini caranya gue jadi lebih semangat masuk Mata Kuliah dia." bidik Sella kegirangan.
"Apaan sih Sell,kaya yang baru ngelihat cowok ganteng aja." cibir April
"Wah gawat Bro,ada saingan baru nih." bisik Andre ke arah Brian
"Masih gantengan gue lah,lagi pula tuh Dosen udah tua pasti udah punya Bini tuh." jawab Brian
Tiba-tiba..
"Hai kamu,ayo perkenalkan nama kamu jangan malah bergosip." seru Dika ke arah April
"Saya Pak." tunjuk April ke arah dirinya sendiri
"Iya kamu siapa lagi." bentak Dika
"Nyebelin banget sih tuh orang." April mengomel dalam hatinya.
"Jangan menggerutu ayo perkenalkan diri kamu." ucap Dika dingin
__ADS_1
"Lho kok dia bisa baca pikiran gue,jangan-jangan dia anaknya Dukun." batin April
April pun berdiri dan memperkenalkan dirinya.
Tatapan Dika tidak lepas dari wajah cantik April,terukir senyum di bibir Dika.
"Ok,sampai disini dulu pertemuan kita besok kita lanjut lagi." Dika membereskan bukunya,dan semua Mahasiswa pun bersiap-siap untuk keluar.
"Oh ya,untuk kamu April saya tunggu di ruangan saya sekarang juga." Dika pun berlalu dari kelas
"Kok gue di panggil,emang gue ada salah apa?" tanya April
Sella mengangkat bahunya...
"Mau gue anter Pril." tawar Brian
"Ga usah,gue bisa sendiri." jawab April
"Pril,gue tunggu di Kantin ya." seru Sella
April mengacungkan jempol dan langsung pergi menuju ruangan Dika.
Di depan ruangan Dika,April tampak menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan.
Tok..tok..tok...
"Masuk"
Perlahan April membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Dika.
"Siang Pak,ada apa Bapak memanggil saya?" tanya April
"Duduk"
April pun duduk dengan perasaan dag dig dug...
"Kamu masih ingat dengan saya?" tanya Dika
"Masih Pak"
"Bagus,kamu ingat janji kamu apa?" tanya Dika kembali.
"Janji yang mana ya Pak?" April tampk bingung.
"Kamu jangan pura-pura lupa,kamu kan sudah janji mau bertanggung jawab dan memperbaiki mobil saya." seru Dika
"Ya ampun,maaf Pak saya lupa." April menepuk jidatnya sendiri
"Terus kapan kamu mau benerin mobil saya?" tanya Dika
"Terserah Bapak,mau sekarang juga boleh." jawab April gugup karena dari tadi Dika menatapnya tajam.
"Ok,nanti sore saya tunggu kamu di bengkel langganan saya nanti saya sharelock dimana lokasinya." sahut Dika
"Baik Pak,kalau begitu saya permisi dulu." April berpamitan
Dika menganggukkan kepala,sebenarnya Dika mempunyai banyak mobil di rumahnya dan lecet di mobilnya itu tidak seberapa,itu cuma alasan Dika untuk bisa dekat dengan April.
Handika adalah seorang Pengusaha muda yang sukses,dan Universitas ini merupakan milik Kakeknya.
Semenjak pertemuan tempo hari dengan April,Dika mencari tahu semua tentang April dan setelah dia tahu kalau April Kuliah di Kampus milik Kakeknya,Dika rela menjadi seorang Dosen di sela kesibukannya yang luar biasa sebagai seorang Pengusaha.
๐ผ
๐ผ
๐ผ
๐ผ
๐ผ
Hallo apakabar Reader-reader ku tercinta,maaf baru Up๐๐
Terus setia ya menunggu kelanjutannya๐๐
Dan jangan lupa terus dukung Karya-karya Author๐๐
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU๐๐๐