
π΅
π΅
π΅
π΅
π΅
Radit sudah selesai mandi,dan April pun sudah selesai masak.Radit menuruni tangga dan menuju meja makan.
"Aku mau mandi dulu Yang," seru April.
"Tuh kan,coba tadi mandi bareng ga bakalan lama nungguin."
"Udah ga usah banyak komen."
April pun menuju ke lantai dua kekamarnya untuk mandi sejenak.
15 menit kemudian,April pun selesai mandi dan segera turun ke bawah karena suaminya sudah menunggu.
"Maaf nunggu lama,kamu mau makan apa Sayang?" tanya April.
"Pokoknya aku mau makan semuanya,soalnya aku ingin makan masakan istri aku."
April pun mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk Radit,dan benar saja Radit makan dengan lahapnya.
"Aku ga nyangka kalau kamu pinter masak Sayang,masakan kamu enak banget."
"Terima kasih,ya karena dulu aku sering ikut masak sama Mamih dan Bi Asih jadi lama-kelamaan aku bisa masak deh," seru April.
"Oh iya Sayang,kita berangkat Honeymoon besok ya!!"
"Terserah kamu saja Sayang."
Setelah makan malam bersama,April dan Radit pun memilih untuk istirahat tapi disaat sampai kamar yang tadinya ingin istirahat malah harus bergadang lagi karena permintaan Radit yang sama sekali tidak bisa ditolak.
Keesokan harinya...
April dan Radit sudah siap-siap untuk berangkat honeymoon ke Bali.
Setelah siap beres-beres,mereka pun memesan taxi untuk menuju Bandara.
Dan tidak butuh waktu lama,pengantin baru itu akhirnya sampai di Bandara Ngurah Rai Bali.Mereka langsung menuju Hotel untuk beristirahat sejenak sebelum mereka jalan-jalan menghabiskan waktu bersama.
Sementara itu di kediaman April...
"Mah,sekarang April sudah menikah jadi lebih baik kita pindah dari sini ga enak kalau kita kelamaan numpang di rumah April," seru Om Aswar.
"Ih Papah,memangnya Papah sudah menemukan rumah yang seperti rumah April Pah?" tanya Tante Risma.
"Papah sudah membeli sebuah rumah,meskipun rumah itu tak semegah dan semewah rumah ini serta masih kredit pula, tapi rumah itu cukup untuk kita sekeluarga," seru Om Aswar.
"Tapi Audi enak tinggal disini Pah,semua fasilitas lengkap,mau ngapa-ngapain juga sudah ada,mau apapun tinggal nyuruh," sahut Audy.
"Ya sudah kalau kalian mau tinggal disini,kalau Papah mau pindah Papah sudah malu karena terus-terusan merepotkan April," Om Aswar pun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan anak dan istrinya.
"Papah kamu memang menyebalkan Audi," sahut Tante Risma.
Disisi lain,Sella yang baru pulang kerja memutuskan untuk mampir dulu ke Restoran untuk makan malam.Disaat Sella sedang menikmati makan malamnya,Sella seperti sekelebat melihat orang yang dia kenal.
Sella menajamkan matanya dan benar saja Rico berada disana dengan seorang wanita entah siapa itu.Rico dengan santainya menggoda wanita itu,sampai-sampai wanita itu tersipu malu.
"Dasar,playboy cap Kadal."
Entah kenapa ada perasaan kesal di hati Sella saat melihat Rico menggoda wanita lain,tiba-tiba ada ide jail yang muncul di otak cantik Sella.
Dengan santainya Sella berjalan menuju meja Rico dan wanita itu,dan dengan cueknya Sella duduk dipangkuan Rico sehingga membuat Rico dan wanita itu terkejut dan melongo.
"Sayang,kamu sedang apa disini?kok tadi malam ga ke rumah aku sih,padahal aku nungguin kamu lho," seru Sella dengan manjanya dan mengelus-ngelus pipi Rico.
"Apa?jadi kamu sudah punya pacar,dasar cowok playboy," ucap wanita itu dan menampar Rico dengan kerasnya.
Sella tertawa terpingkal-pingkal sambil memegang perutnya,Rico bertolak pinggang dan menatap Sella dengan tajam.
"Senang ya ngelihat gue di tampar,,ngapain lo ngelakuin kaya gitu?cewek gebetan gue kan jadi kabur," sergah Rico.
"Emang enak,makannya jangan suka mainin anak orang dosa lo," ucap Sella hendak meninggalkan Rico tapi dengan cepat Rico menarik tangan Sella.
"Mau kemana lo?" tanya Rico.
"Ya mau lanjutin makanlah,gue lapar."
"Lo harus tanggung jawab,gara-gara lo cewek gebetan gue hilang," sahut Rico.
"Idih apaan,hei denger ya lagipula dibandingkan cewek tadi cantikan gue."
Rico pun langsung tertawa terbahak-bahak,dan membuat Sella bingung.
"Kenapa lo ketawa?ada yang lucu?" tanya Sella.
"Lo cemburu ya sama gue,karena gue sama cewek lain?"
"Idih,kepedean banget lo jadi orang," sahut Sella.
"Udahlah,lo ngaku aja lo cemburu kan makannya tadi lo pura-pura jadi cewek gue supaya cewek tadi ngejauhi gue kan?udahlah ngaku aja jangan gengsi," goda Rico.
"Sembarangan lo," Sella pun pergi menuju mejanya untuk melanjutkan makannya.
Rico mengikuti Sella dan tanpa malu-malu duduk di depan Sella.
"Ngapain lo ngikutin gue?" tanya Sella dengan kesalnya.
"Gue juga pengen makan,karena tadi belum sempat makan dan makanan gue lo yang bayar karena hari ini lo sudah membuat mood gue hancur," sergah Rico.
"Dasar cowok ga modal,ngomong aja lo pengen makan gratisan," ledek Sella.
"Bodo amat,pokoknya sekarang gue pengen makan banyak dan lo yang bayar semuanya," ucap Rico.
Rico pun memanggil pelayan dan benar saja Rico memesan banyak makanan sampai-sampai Sella melongo dan membulatkan matanya.
"Lo mau makan,apa mau ngerampok gue sih?pesan makanan banyak banget,emang bakalan habis tuh makanan?" tanya Sella.
__ADS_1
"Ya habislah,belum tahu ya kalau porsi makan gue banyak," jawab Rico.
"Terserah lo aja deh."
Tidak lama kemudian,makanan yang dipesan oleh Rico pun datang dan Sella lagi-lagi membulatkan matanya,karena meja itu sampai penuh dengan makanan yang Rico pesan.
"Lo benar-benar gila,awas aja kalau sampai makanannya ga habis," ancam Sella.
"Tenang saja,lo lihat aja nanti."
Rico pun mulai melahap semua makanan yang ada dimeja itu,dan benar saja semua makanan yang dia pesan hampir semuanya habis,Sella yang melihat makan Rico tampak menelan salivanya.
"Lo lapar apa kesurupan,makanan sebanyak ini bisa habis?" tanya Sella tak percaya.
"Gue bilang juga apa,,porsi makan gue banyak apalagi kalau sedang patah hati nafsu makan gue jadi bertambah banyak."
"Dasar cowok aneh,orang mah ya kalau sedang patah hati biasanya ga mau makan tapi lo malah makin banyak makannya," sahut Sella.
Rico bersandar ke punggung kursi,dia sudah tidak sanggup lagi bicara dan berjalan karena perutnya sudah penuh banget,tiba-tiba Rico sendawa dengan kerasnya sehingga membuat pengunjung lain menoleh dengan tatapan jijik.
"Astaga jorok banget kamu," Sella pun beranjak dari duduknya.
"Mau kemana lo?" tanya Rico.
"Mau bayar sekalian pulang."
Sella pun berjalan menuju kasir...
"Maaf Mbak,aku mau bayar semua makanan yang orang itu pesan," sella menunjuk ke arah Rico dan mengeluarkan ATMnya.
"Baik tunggu sebentar ya!!"
Kasir itu pun memeriksa semuanya...
"Maaf Mbak semuanya sudah dibayad."
"Lho,siapa yang bayar?"
"Pak Rico yang bayar semuanya Mbak."
"Hah,kapan dia bayar?"
"Barusan Mbak,Pak Rico yang menyuruh saya untuk tidak menerima uang dari Mbak."
"Lho,kenapa?"
"Maaf Mbak saya kurang tahu."
"Kok Mbak kayanya kenal banget ya sama Rico?" tanya Sella.
"Kita semua kenal sama Pak Rico,karena Pak Rico pemilik Restoran ini Mbak."
Sontak membuat Sella terkejut,kemudian Sella menoleh kebelakang dan ternyata Rico sudah pergi.
"Lho si Rico kemana?ya sudah Mbak,terima kasih."
Sella pun cepat-cepat keluar dari Restoran itu,dan segera masuk ke mobilnya dan melajukannya menuju rumahnya.
"Kok gue baru tahu kalau Rico punya Restoran,April sama Raditvpun ga pernah cerita sama gue," gumam Sella.
"Sayang apa kamu bahagia?" tanya Radit.
"Bahagia banget Sayang,terima kasih sudah mau menjadikan aku sebagai istrimu."
"Kamu adalah seorang istri yang sangat sempurna buat aku,tetaplah seperti ini jangan pernah berubah," seru Radit.
"Aku tidak akan pernah berubah,dan aku akan selalu mencintaimu seperti kamu yang selalu mencintaiku."
Radit beranjak dari duduknya menghampiri April,Radit langsung memeluk istri cantiknya itu dan menghadiahinya ciuman diseluruh wajah April.
"Aku sangat mencintai kamu Sayang,dan sampai kapanpun tidak akan pernah berubah tetaplah berada disampingku dan menemani aku disaat susah maupun senang," seru Radit.
April pun tersenyum dan menganggukan kepalanya,Radit mulai mendekatkan wajahnya dan akhirnya kedua bibir itu saling menempel menyatukan rasa cinta yang begitu besar diantara mereka berdua.
Keesokan harinya....
April terlihat sedang bersantai didepan kolam berenang,hari kedua di Bali April masih ingin menghabiskan waktu di Hotel saja karena masih capek juga.
Sementara Radit hanya sibuk mengabadikan foto-foto April.
"Sayang,sudah dong kenapa dari tadi foto terus sih?" tanya April.
"Habisnya kamu cantik banget Sayang."
"Gombal."
"Gombal sama istri sendiri mah sah-sah saja Sayang."
Tiba-tiba Radit mulai membuka bajunya..
"Hei..hei..hei itu mau ngapain?" tanya April panik.
"Mau berenanglah."
"Jangan dibuka bajunya,nanti ada cewek-cewek yang lihat bakalan tergoda semuanya," seru April.
"Astaga Sayang,masa berenang pakai baju lagipula kan ini kolam berenang privat Sayang ga bakalan ada yang kesini," jawab Radit.
"Oh iya lupa," sahut April dengan sengirannya dan kembali mengotak-ngatik Ponselnya.
Radit yang melihatnya jadi punya ide jail,dengan cepat Radit merebut Ponselnya dan menyimpannya diatas meja kemudian Radit mengangkat tubuh April untuk berenang bersama.
"Sayang,turunin aku lagi ga mau berenang," rengek April.
Tapi Radit sama sekali tidak mendengarkannya,Radit mebawa April masuk ke dalam kolam berenang dan akhirnya mereka berenang bersama.
Tapi bukannya berenang,Radit malah terus saja nemplok memeluk April sehingga April kesulitan bergerak.
__ADS_1
"Katanya mau berenang,tapi malah kaya gini?aku kan jadi susah gerak Sayang," seru April.
"Udah kamu diam saja,aku lebih suka kaya gini dibandingkan berenang."
Radit melepaskan pelukannya dan membalikan tubuh April,dengan cepat Radit kembali mencium bibir April karena sekarang bibir April sudah menjadi candu buat Radit.
Cukup lama mereka berciuman hingga akhirnya April melepaskan pungutannya karena merasa pasokan oksigen di paru-parunya mulai menipis.
"Udah ah,aku mau naik aja."
"Sayang,kita mandi bareng yuk!!" ajak Radit.
Tapi sebelum April menjawab dan menolaknya,Radit langsung mengangkat tubuh April dan membawanya ke kamar mandi,dan pada akhirnya hal yang Radit inginkan terjadi juga.
Butuh waktu lama untuk mereka menyelesaikan mandinya,entah apa yang sedang mereka lakukan.
1 jam kemudian,April dan Radit baru keluar dari kamar mandi.
"Ini nih alasan aku ga mau mandi bareng sama kamu selalu lama ga pernah sebentar," protes April.
"Maaf Sayang,habisnya kamu selalu menggoda aku sih."
"Idih,siapa juga yang selalu menggoda?kamunya aja yang otaknya selalu mesum," sahut April.
April sedang berdiri didepan cermin dan Radit memeluk April dari belakang kemudian tangannya mengusap-ngusap perut April yang masih rata.
"Semoga cepat-cepat tumbuh janin didalam sini," ucap Radit.
"Amin," April tersenyum.
April dan Radit benar-benar memanfaatkan qualytime berdua,dari jalan-jalan,makan malam romantis,dan bermesraan selayaknya pengantin baru.
Dan hari ini tiba saatnya April dan Radit kembali ke Jakarta,pekerjaan sudah menunggu mereka berdua.
April dan Radit memilih pulang ke rumah April dulu,dan ternyata keluarga Omnya sudah pindah dari rumah April,meskipun Tante Risma dan Audi tidak mau pindah tapi Om Aswar berhasil memaksa anak dan istrinya itu,sementara Aldo tinggal di Apartemennya.
"Bi,kok rumah sepi sih?" tanya April.
"Keluarga Tuan Aswar sudah pindah dua hari yang lalu,katanya mereka sudah membeli rumah."
"Oh gitu ya,ya sudah Bi kita mau istirahat dulu capek," seru April.
"Iya Non,Mas Radit silahkan istirahat."
April dan Radit pun pergi menuju kamarnya dengan masih bergandengan tangan,Bi Asih yang melihat itu tersenyum bahagia.
"Ya Alloh semoga Non April selalu diberikan kebahagiaan," gumam Bi Asih.
Tidak lama kemudian,mobil Sella memasuki halaman rumah April karena Sella merasa rindu berat kepada sahabatnya itu,makannya disaat Sella tahu kalau April pulang dia segera meluncur.
Baru saja Sella melangkah mau memasuki rumah April,tiba-tiba sebuah mobil yang sangat Sella kenal memasuki halaman rumah April juga.
"Ih,ngapain lo kesini?" tanya Sella ketus.
"Yee..ya gue mau bertemu sama sahabat guelah,lo sendiri ngapain disini di jam kerja kaya gini?" Rico balik bertanya.
"Ya gue juga mau ketemu sama April."
Sella pun melangkah menunggalkan Rico dan segera menekan tombol rumah April,tidak lama kemudian Bi Asih membukakan pintunya.
"Eh Non Sella."
"Aprilnya ada Bi?" tanya Sella.
"Ada,baru saja pulang Non ayo silahkan Non Sella masuk,oh iya Masnya juga ayo silahkan masuk."
"Terima kasih Bi."
Baru saja Bi Asih mau naik ke atas,April dan Radit sudah turun.
"Mau ngapain kalian kesini?gangguin aja," seru Radit.
"Yaelah Dit,satu minggu April lo kekepin terus lo ga bosen apa?" sahut Rico.
"Enggak,malahan masih kurang," celetuk Radit dan mendapat sikutan dari April.
"Tumben kalian barengan kesini,jangan-jangan-------?" seru April terpotong.
"Jangan-jangan apa?kita ga barengan ya,gue yang duluan sampai disini,dan si kadal ini datang juga kesini gue jadi curiga jangan-jangan lo ngikutin gue ya?ngaku lo," seru Sella kepada Rico.
"Woi,jangan kepedean jadi orang enak aja emangnya lo siapa?ogah banget gue ngikutin lo," sahut Rico.
"Ya ampun setiap ketemu kalian selalu saja berantem,jangan-jangan kalian jodoh," ucap Radit.
"Ga mungkin," teriak Rico dan Sella bersamaan membuat Radit kaget dan bersembuyi dibalik punggung April.
"Mereka serem amat Yang."
April hanya tersenyum melihat tingkah laku suami dan sahabat-sahabatnya itu.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Selamat pagi semuanya,masih setiakah menunggu kelanjutan kisah April dan Babang Raditπ€π€
Jangan lupa dukungannya sehabis baca tinggalkan jejak like dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ