Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
APRIL VS SISIL


__ADS_3

๐Ÿต


๐Ÿต


๐Ÿต


๐Ÿต


๐Ÿต


Keesokkan harinya....


"Mih,Pih,April berangkat dulu ya!!" April mencium pipi Mamih dan Papihnya.


"Ga sarapan dulu Sayang" tanya Mamih Lisda.


"Ga Mih,Radit sudah nunggu di depan" jawab April.


"Kenapa ga ajak sarapan bareng saja Sayang?" seru Papih Anwar.


"Ga Pih,soalnya Aprilnya juga buru-buru ada tugas mendadak.Ya sudah ya,April berangkat dulu,Assalamualaikum" April berlari menuju luar.


"Waalaikumsalam" jawab Mamih dan Papih April.


April cepat-cepat menghampiri Radit yang sudah menunggu,tanpa di minta Radit langsung memakaikan helm buat April.


"Ayo naik" seru Radit.


April pun naik dan Radit pun mulai melajukan motor sportnya menuju Kampus April.Butuh waktu 30 menit untuk sampai di Kampus April.


Radit membukakan helm April..


"Awas,jangan nakal kuliahnya nanti pulang aku jemput lagi" ucap Radit sembari merapikan rambut April yang sedikit berantakan.


"Seharusnya aku yang ngomong jangan nakal,bukan kamu" sahut April.


"Kalau aku mah ga bakalan macam-macam Yang,punya pacar cantik,baik,pengertian,mau cari yang kaya gimana lagi" Radit mencolek hidung mancung April.


"Bisa aja nih Babang Polisi" seru April.


"Ya sudah,masuk sana nanti telat lho" ucap Radit.


"Oh iya,kamu juga hati-hati jangan ngebut-ngebut,ya udah aku masuk dulu ya!!" April mulai melangkahkan kakinya.


"Eh tunggu,ada yang ketinggalan" teriak Radit.


April pun menoleh dan kembali lagi menghampiri Radit.


"Apa yang ketinggalan?" tanya April bingung.


Radit pun turun dari motornya dan menghampiri April,kemudian Radit mencium kening April lama sekali sampai-sampai semua orang melihat ke arah mereka berdua.


Termasuk Brian,Andre,Alya,Monik,dan Sella yang sama-sama melihat adegan romantis itu.


Tak terkecuali Dika,dari kejauhan Dika melihat adegan April dicium oleh Radit membuat darahnya naik ke ubun-ubun,Dika mengepalkan tangannya,dia merasa cemburu.


"Ini yang lupa,aku belum mencium kamu" seru Radit.


"Ih,lihat deh semua orang melihat ke arah kita malu tahu" wajah April memerah.


"Kenapa mesti malu,justru aku ingin menunjukkan kepada cowok-cowok disini kalau kamu itu milik aku hanya milik Radit seorang" sahut Radit.


April tersenyum...


"Ya sudah,aku masuk dulu ya..bye!!" April melambaikan tangannya.


Radit pun melajukan motornya,disaat Radit pergi berpapasan dengan mobil yang di kendarai oleh Sisil tapi Radit tidak melihatnya.


"Bukannya barusan Radit,ngapain dia ada di Kampus ini?" gumam Sisil.


Dengan persaan bertanya-tanya,Sisil memasuki area parkir Kampus.Disaat Sisil keluar dari mobil semua mata Mahasiswa menatap ke arah Sisil.


Bukan masalah cantik,Sisil memang wanita cantik tapi masih kalah kalau di bandingkan dengan April.


Yang membuat mata Mahasiswa melotot adalah,cara berpakaian Sisil yang kalau menurut sebagian orang terlihat kurang bahan.Sisil menggunakan rok di atas lutut yang memperlihatkan paha putih mulusnya.


Membuat para lelaki hidung belang meneteskan air liurnya.


April dan Sella menoleh ke belakang,karena semua orang ribut.


"Busyet,siapa tuh cewek sexi banget pakaiannya" seru Sella.


"Kekurangan bahan banget tuh cewek,ga tahu aja dia kalau disini banyak buaya yang sedang mengintai mencari mangsa" sahut April.


"Sumpah,tuh cewek berani banget menggunakan pakaian seperti itu" sambung Sella.


Merasa dirinya jadi pusat perhatian,Sisil lalu berjalan dengan anggunnya ke arah April dan Sella yang sedang melongo melihat penampilan Sisil.


"Dasar norak,baru ngelihat ya cewek cantik dan sexi kaya gue?" batin Sisil dengan sombongnya.


"Pril,kayanya tuh cewek nyamperin kita deh" seru Sella.


"Maaf permisi,apa aku boleh tahu dimana kelas Fakultas Managemen Bisnis?" tanya Sisil.


"Maaf,ada keperluan apa ya?apa anda Dosen baru?" tanya April.


"Ya ampun,memangnya aku kelihatan sudah tua ya?aku kesini sebagai Mahasiswi jurusan Managemen Bisnis" jawab Sisil.


"Kalau begitu ayo bareng saja,kebetulan kita anak Managemen Bisnis" sahut Sella.


"Wah,kebetulan sekali ayo kita pergi sekarang" ucap sisil.

__ADS_1


Sesampainya di kelas,semua orang menatap ke arah Sisil karena penampilan Sisil yang berlebihan kalau menurut mereka.Tapi rezeki buat para laki-laki,sehingga membuat semua Mahasiwa melongo ke arah Sisil.


"Nih,pake jaket gue buat nutupi paha lo" seru Sella.


"Terima kasih" ucap Sisil.


Tidak lama kemudian,Pak Dika datang membuat Sisil melotot tak percaya...


"Pril,apa itu Dosennya?" bisik Sisil.


April hanya menganggukkan kepalanya...


"Ya ampun kalau Dosennya seganteng itu,aku ga nyesel masuk Universitas ini" Sisil kembali berbisik ke arah April.


April tidak memperdulikan ocehan Sisil,dia fokus kepada Dika yang sedang berbicara di depan sana.


Sementara itu,Dika sadar kalau ada Mahasiswa baru di samping April yang terus saja bisik-bisik.


"Hai,kamu anak baru coba jelaskan apa yang baru saja saya terangkan!" seru Dika dingin.


Sisil berdiri dan terlihat gagap karena malu.


"Sa..saya Pak?" tanya Sisil bingung.


"Iya kamu,dari tadi saya lihat kamu ngobrol terus tidak fokus dengan apa yang saya ajarkan" seru Dika.


"Maaf Pak!!" Sisil menundukkan kepalanya.


Semua orang menyorakinya,dan membuat Sisil tambah malu.


"Kali ini saya maafin kamu,kembali duduk!!saty lagi,tolong kalau ke Kampus itu pakaiannya yang sopan" ucap Dika.


"Tapi Pak,pakaian seperti ini sudah biasa kalau di Amerika" rengek Sisil.


"Tapi ini Indonesia bukan Amerika" bentak Dika.


"Baik Pak!!"


Mata Kuliah Dika pun selesai,ketika hendak keluar..


"April,saya tunggu kamu di ruangan saya" sahut Dika dengan melangkah pergi meninggalkan ruangan.


"Ada apa lagi sih Pril?" tanya Sella.


"Ga tahu,tuh Dosen emang rese" sewot April.


April pun meninggalkan kelasnya dan pergi menuju ruangan Pak Dika.


"Sell,habis ini kamu mau kemana?" tanya Sisil sok akrab.


"Mau pulang" jawab Sella datar.


"Ya sudah,aku duluan ya bye..." Sisil pun pergi meninggalkan Sisil.


********


Tok...tok...tok..


"Masuk" seru Dika.


"Ada apa Bapak memanggil saya?" tanya April.


"Saya mau membicarakan masalah perjodohan itu,maaf saya tidak bisa menolak perjodohan itu" ucap Dika dingin.


Mata April melotot mendengar perkataan Dika.


"Apa Pak!!Bapak kan sudah tahu kalau saya sudah punya kekasih,untuk apa di lanjutkan saya tidak mencintai Bapak" ucap April marah.


April hendak pergi meninggalkan ruangan Dika..


"Tapi saya mencintai kamu" ucap Dika,dan membuat langkah April terhenti.


April membalikkan badannya,di tatapnya mata Dika dengan tajam.


"Pokoknya saya tidak mau tahu,Bapak harus batalkan perjodohan itu karena saya tidak mau" bentak April dan pergi meninggalkan ruangan Dika.


Dika mengusap wajahnya kasar dan berteriak.


Sementara itu di depan Kampus,Radit sudah menunggu di atas motor sportnya.


Disaat Sisil menuju parkiran,Sisil tidak sengaja melihat Radit yang sedang menunggu di atas motornya.


"Radit" gumam Sisil.


Sisil dengan segera menghampiri Radit dan memeluknya.


"Radit,aku kangen sama kamu" ucap Sisil.


Radit sangat terkejut,tiba-tiba tubuhnya kaku tidak bisa bergerak.


"Sisil" ucap Radit lirih.


"Iya Dit,ini aku Sisil" ucap Sisil yang terus memeluk Radit.


Sella yang pada saat itu mau pulang menuju parkiran,melihat Sisil memeluk Radit.


"Apa-apaan ini,tuh cewek benar-benar ya ganjen banget" Sella benar-benar muak dengan sikap Sisil.


Dengan emosi,Sella menghampiri Radit dan Sisil.


"Oh bagus" ucap Sella.

__ADS_1


Radit langsung melepaskan pelukkan Sisil.


"Sell,ini ga seperti yang lo lihat" ucap Radit gugup.


"Terus apa Dit?" tanya Sella emosi.


"Kamu kenal Sell,sama Radit?" tanya Sisil.


"Kenal banget,kenapa emangnya?" Sella terlihat kesal.


"Sell,lo salah paham" jelas Radit.


"Salah paham apaan Dit,lo peluk-pelukan di depan umum..lo keterlaluan,lo ga mikirin perasaan April" bentak Sella.


"Siapa yang peluk-peluk Sell?" tiba-tiba April muncul di belakang Sella dan membuat semuanya menoleh ke arah April.


"April" semuanya kaget.


Dengan manjanya,Sisil menggandeng lengan Radit.


"Dit,kamu pasti tahu kan kalau aku sudah pulang makannya kamu kesini pasti mau jemput aku kan!!" ucap Sisil dengan PDnya.


"Apa,maksud kamu apa?" bentak Radit dengan menghempaskan tangan Sisil tapi Sisil terus menempel di lengan Radit.


"Maksudnya apa ini?" tanya April dingin.


"Gapapa Sayang,ayo kita pulang!!" Radit menarik tangan April,tapi Sisil mencegahnya.


"Tunggu Dit,Sayang maksud kamu apa manggil April Sayang?" tanya Sisil.


"April pacar aku" jawab Radit tegas,kemudian Radit memakaikan helm buat April dan menyuruh April untuk segera naik ke motornya.


April dan Radit kemudian melajukan motornya pergi meninggalkan Sella dan Sisil.


"Ga boleh,Radit ga boleh sama cewek lain dia harusnya sama aku" teriak Sisil.


"Dasar cewek gila" Sella meninggalkan Sisil yang terlihat frustasi.


Di dalam perjalanan.


"Kamu kenal sama Sisil Dit?" tanya April,tapi Radit tidak menjawabnya hanya fokus pada jalanan.


Kemudian Radit menepikan motornya di pinggir jalan yang agak sepi.


Cukup lama Radit berdiam diri tidak ngomong sepatah kata pun,membuat April bingung.


"Dia mantan aku" tiba-tiba Radit menjawab pertanyaan April.


Sekarang giliran April yang diam seribu bahasa,dia bingung harus menanggapinya seperti apa.


Kemudian Radit turun dari motornya,sementara April masih duduk di atas motor Radit dengan tatapan yang entah kamana.


Kemudian Radit menggengam kedua tangan April dan menciumnya berulang-ulang,tapi April tetap saja sibuk dengan lamunannya sendiri.


"Sayang,kok kamu diam saja?" tanya Radit yang membuat April tersadar dari lamunannya.


"Apa?barusan kamu ngomong apa?" tanya April.


"Kenapa dia bisa berada di Kampus kamu?" tanya Radit.


"Maksud kamu Sisil?dia anak baru" jawab April.


"Dia adalah mantan yang dulu sudah nyakitin aku dan keluarga aku," Radit mulai bercerita dan April menatap Radit dengan rasa penasaran.


Radit menceritakan semuanya dari awal hingga akhir kepada April,karena menurut Radit tidak ada lagi yang harus dia sembunyikan.


April turun dari motor,dan menghampiri Radit yang sedang menundukkan kepalanya.Perlahan April mengusap-ngusap punggung Radit,Radit menoleh dan tersenyum kepada April.


"Tidak ada keluarga kaya yang sebaik keluarga kamu Pril,dulu aku dan keluarga aku hanya di anggap sampah oleh keluarga Sisil dan itu membuat aku trauma tapi setelah bertemu kamu,semua trauma aku hilang," jelas Radit.


April langsung saja memeluk Radit...


"Aku percaya kalau kamu tidak akan mengkhianati aku," ucap April.


"Tidak ada lagi wanita yang aku cintai di dunia ini kecuali kamu Pril," sahut Radit.


April semakin memgeratkan pelukkannya kepada Radit.


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


Hallo semuanya,maaf baru update๐Ÿ™๐Ÿ™


Ayo mana dong dukungannya buat April dan Radit,kok pada pelit like n vote sih kan Authornya biar semangat nulisnya๐Ÿค—๐Ÿค—


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹


__ADS_2