
π΅
π΅
π΅
π΅
π΅
4 Tahun kemudian....
4 tahun sudah lamanya April melanjutkan pendidikannya di Negara orang seorang diri tanpa ditemani oleh Orang tuanya.
Saat ini April sudah berada di Bandara SOETA,April tampak sangat bahagia bisa kembali lagi ke Tanah Air dengan membawa kebanggaan buat Orang tuanya.April terlihat lebih dewasa,yang pasti tambah cantik dan anggun.
April berhasil lulus dengan nilai terbaik dan mendapat gelar Master,April sudah di persiapkan oleh Papih Anwar untuk masuk ke Perusahaan mendampingi dirinya.
April sama sekali tidak memberitahukan kepulangannya,April ingin memberikan kejutan untuk semuanya.Keluarga dan sahabatnya hanya mengetahui kalau April akan pulang minggu depan.
Dengan hati yang berbunga-bunga,April menyeret kopernya dan mengotak-ngatik Ponselnya untuk memesan Taxi online.Selama April berjalan keluar,semua laki-laki tak henti-hentinya memandang ke arah April.
Sementara itu di sebuah Kampus,saat ini sedang melaksanakan Wisuda.Sella,Brian,dan Andre sama-sama Wisuda hari ini ketiganya lulus dengan hasil yang memuaskan walaupun tidak menjadi yang terbaik.
Mamih Lisda dan Papih Anwar di undang oleh Brian untuk hadir di acara Wisudanya,karena sebentar lagi Brian dan Alya akan melaksanakan pertunangan,sementara Alya masih 2 tahun lagi untuk mendapatkan gelar Sarjana.
Semuanya larut dalam kebahagiaan,berfoto-foto dan tertawa bersama sehingga suara seseorang menghentikan mereka dan membuat mereka terkejut.
"Aku ga di ajak foto-foto nih," April menampilkan wajah yang cemberut.
Ya,April sebelumnya menghubungi rumahnya memastikan kalau keluarganya ada dirumah,tapi Bi.Asih memberitahukan kalau srmuanya sedang merayakan Wisuda sahabat-sahabatnya.
Semua orang yang sedang bergembira itu menolehnke belakang dan betapa terkejutnya melihat siapa yang berbicara.
"April..." teriak Sella dan langsung berlari memeluk April disusul oleh Alya yang ikut memeluknya.
"Ya ampun Sayang,katanya kamu baru bisa pulang minggu depan?" sahut Mamih Lisda.
"Kejutan...." teriak April.
Mamih Lisda dan Papih Anwar memeluk April secara bergantian dan mereka tampak menitikkan air mata.
"Kak April makin cantik aja," puji Alya.
"Kamu juga cantik," jawab April.
"Beneran Pril,lo makin cantik banget tuh lihat duo curut sampai menganga kaya gitu," ucap Sella menunjuk ke arah Brian dan Andre.
Brian dan Andre yang baru sadar langsung menutup mulutnya dengan tangannya sampai-sampai menimbulkan gelak tawa semuanya.
"Sudah selesai kan acaranya?bagaimana kalau kita rayakan semuanya dengan makan-makan," seru Papih Anwar.
"Yeeee...." semuanya bersorak-sorai.
Saat ini Papih Anwar memboking sebuah Reatoran makanan khas Jepang untuk menyambut kepulangan April,karena April suka sekali dengan makanan Jepang.
"Kalian boleh pesan apa saja yang kalian mau,biar Om yang bayar semuanya," ucap Papih Anwar.
"Wuidih,mantap sekali Om," sahut Andre.
"Maaf,aku ke toilet dulu sebentar," April pun beranjak dari duduknya untuk menuju toilet.
Ternyata secara bersamaan,Radit pun sedang berada di Restoran itu sedang merayakan ulang tahunnya,teman-temannya meminta Radit mentraktir mereka di Restoran Jepang itu.
Disaat April terburu-buru hendak ke toilet,dari arah dalam toilet seseorang wanita baru saja keluar membuat mereka bertabrakan.
"Aduh maaf Mbak,ga sengaja," ucap Novi.
"Iya gapapa Mbak," jawab April dengan senyumannya yang ramah.
"Sekali lagi maaf ya Mbak," seru Novi.
"Iya,ya sudah aku masuk dulu," April pun cepat-cepat masuk toilet karena sudah tidak kuat.
"Wah,cantik banget wanita itu," batin Novi.
Novi pun kembali ke meja Radit,tampak Radit sedang mengotak-ngatik Ponselnya.
"Mereka belum datang juga ya Kapten?" tanya Novi.
"Belum,malah Ponsel semuanya tidak ada yang di angkat," jawab Radit.
"Mereka mungkin sedang di jalan kali Kapten," seru Novi.
"Bisa jadi."
"Kapten,kayanya kita pesan makanan dulu deh sambil menunggu yang lainnya," sahut Novi.
"Boleh."
Radit pun memesan makanan untuknya dan untuk Novi,Disaat Radit sedang makan ternyata ada saus yang blepotan sehingga Novi dengan sigap membersihkan saus itu dari bibir Radit menggunakan tisu.
Pada saat bersamaan,April baru keluar dari toilet dan hendak kembali ke tempat keluarga dan sahabat-sahabatnya.Langkahnya terhenti kala ekor matanya melihat seseorang yang sangat dia kenal.
Mata April terbuka sempurna saat melihat adegan di depannya.
"Radit,ternyata kamu sudah mempunyai kekasih," gumam April.
April segera pergi menuju lantai atas,April berusaha menahan tangisannya supaya tidak menetes dan bersikap biasa supaya semuanya tidak curiga.
"Maaf lama,toiletnya penuh" ucap April dengan senyumannya.
__ADS_1
"Ayo Sayang duduk,kita makan" sahut Mamih Lisda.
Mereka pun makan dengan gembiranya dan saling bertukar cerita,April berpura-pura tidak terjadi apa-apa padahal saat ini dadanya begitu sesak melihat adegan antara Radit dan wanita itu.
Sebelum tangan Novi sampai di bibir Radit,Radit langsung mencengkram lengan Novi.
"Kamu mau ngapain?" tanya Radit dingin.
"Maaf Kapten,ada saus di bibir Kapten aku cuma mau mrmbersihkannya," ucap Novi.
"Kamu jangan lancang," Radit melepaskan cengkramannya.
"Iya,maaf Kapten" ucap Novi gugup.
Novi dan Radit pun akhirnya menghabiskan makanannya,ternyata teman-temannya tidak datang juga dan akhirnya Radit memutuskan mengajak Novi pulang.
Radit tahu sekarang,kenapa teman-temannya tidak jadi datang mereka akhir-akhir ini memang gencar menjodoh-jodohkan Radit dengan Novi.
"Awas kalian,tunggu hukuman ku besok," batin Radit.
Novi datang ke Restoran dengan menggunakan Taxi online,pas pulang Radit mengajaknya pulang bareng karena memang arah rumah Novi dan Radit searah.
Tidak ada maksud apa-apa lagi selain menawarkan tumpangan kepada bawahannya,kasihan juga melihat Novi kalau harus menunggu Taxi online.
Meskipun Radit selalu kesal dengan sikap Novi yang kadang-kadang terlalu agresif tapi dia juga bukan seorang laki-laki jahat yang dengan teganya meninggalkan anak buahnya sendirian apalagi seorang perempuan.
"Ayo masuk biar aku antar pulang," seru Radit.
"Ah..tidak usah Kapten,biar aku pesan Taxi Online saja," ucap Novi dengan pura-pura menolak.
"Beneran kamu ga mau?ya sudah..." Radit hendak memasuki mobilnya.
"Tunggu Kapten,hmm..aku ikut Kapten saja," sahut Novi dengan menahan malunya.
"Cepetan masuk," perintah Radit.
Dengan cepat-cepat Novi pun memasuki mobil Radit,sementara itu dari lantai dua April yang kebetulan duduk di samping jendela,melihat Radit dan seorang wanita memasuki mobil.
"Aku terlalu bodoh,masih mengharapkan cinta kamu Dit," batin April dan menghembuskan nafasnya secara kasar.
Flash Back....
Semenjak kepergian April,Radit bertekad mengumpulkan uang untuk membeli mobil dan sebuah rumah untuk dirinya dan juga April.
Radit sama sekali tidak mengrnal lelah,semenjak pulang dari acara ulang tahun Alya,Radit yakin kalau April masih sangat mencintainya.
Dari sejak itu pula,Radit seperti orang gila yang tidak mengenal lelah.Radit menyibukan dirinya dengan kerja dan kerja,tidak ada hal lain hanya satu tujuan dia ingin membuat bangga April setelah nanti April kembali lagi ke Indonesia.
Dan beruntungnya Radit,kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil.Radit naik pangkat menjadi AKP,karena Radit termasuk orang yang rajin,tegas,dan pintar.
Selama itu pula,keberuntungan seperti terus menghampiri Radit.Radit bisa membeli sebuah mobil dari hasil kerja kerasnya,dan sebuah rumah mungil berlantai dua pun sudah beres di bangun.
Bahkan rumah Orang tuanya pun sudah di renovasi jauh-jauh hari.
Flash On.....
"Terima kasih Kapten,,apa Kapten mau mampir dulu?" seru Novi.
"Tidak usah,terima kasih aku langsung pulang," ucap Radit yang langsung melajukan mobilnya.
"Sudah 4 tahun berlalu,susah banget sih merebut hati Kapten,jadi penasaran seperti apa wanita yang sangat di cintai Kapten," gumam Novi dengan menghembuskan nafasnya pelan.
Sementara itu,di Restoran semuanya sudah selesai makan dan memutuskan untuk pulang karena April sudah kelelahan setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang.
Sesampainya di rumah,April langsung pergi ke kamarnya.
"Ih,kok aku sebel ya ngelihat adegan tadi.Ya ampun April ini sudah 4 tahun berlalu,pastilah Radit sudah menemukan pasangannya ngapain nungguin aku yang ga jelas kapan pulangny," April mengusap wajahnya.
April terus saja memukul-mukul bantal dengan gemasnya,ada rasa cemburu yang menghinggapi perasaan April.
Keesokan harinya...
Papih,Mamih,dan Alya sedang sarapan,April turun dari kamarnya dengan menggunakan pakaian Kantor.
"Wuidih,Kak April cantik banget mau kemana Kak?" tanya Alya.
"Ke Kantorlah."
"Serius kamu Sayang,memangnya kamubga cape?kan kamu baru pulang kemarin," tanya Papih Anwar.
"Enggaklah Pih,April kan pengen masuk Perusahaan sekarang biar bisa belajar juga kan sama Papih," sahut April dengan melahap Roti selai kacang kesukaannya.
"Syukurlah,kalau begitu Papih telpon dulu Om Farhan untuk menyiapkan penyambutan kamu di Perusahaan," sahut Papih Anwar antusias.
"Ga usah pake penyambutan segala Pih,April kan bukan siapa-siapa ga enak juga," seru April.
"Sayang,kamu itu anak seorang Anwar Prabowo semua orang sangat menghargai Papih,Papih ingin semua orang di Indonesia itu tahu kalau wanita cantik ini anak dari Anwar Prabowo," jelas Papih Anwar.
"Idih,Papih lebay deh..." cibir Alya dan membuat Papih Anwar terkekeh.
"Bener tuh yang di katakan Alya,Papih emang lebay," sambung April.
"Pokoknya tidak ada penolakan,Papih akan hubungi Farhan untuk menyiapkan semuanya," ucap Papih Anwar.
"Terserah Papih aja deh," jawab April.
Mamih Lisda yang melihat perseteruan kecil antara Puteri dan Papihnya itu membuat dia merasa bahagia.
April pun pergi dengan Papih Anwar ke Perusahaan.
Sesampainya di Perusahaan,sudah banyak Wartawan dari berbagai media yang sudah stan by dengan kameranya.
"Papih kok banyak Wartawan sih?" tanya April.
__ADS_1
"Kan tadi Papih sudah bilang,Papih ingin memberitahukan kepada seluruh Rakyat Indonesia kalau kamu itu Puteri dari Anwar Prabowo,,maaf ini memang sudah terlambat seharusnya dari dulu Papih melakukan semua ini," Papih Anwar menggenggam tangan April.
April melihat ada kebahagiaan di mata Papihnya,dan April tidak ingin merusak kebahagiaan itu.
"Ya sudah,ayo kita turun semua orang sudah menunggu kedatangan Puteri Anwar Prabowo yang cantik ini," seru April dengan mengedipkan sebelah matanya ke arah Papih Anwar.
Papih Anwar tertawa melihat tingkah Puterinya itu dan mengusap kepala April penuh kasih sayang.
Disaat Papih Anwar dan April turun dari mobil semua Wartawan langsung menghampiri tapi dengan sigap para Pengawal menghalangi para Wartawan itu.
Dengan singkat berita kepulangan April langsung menjadi trending topik di seluruh saluran Televisi.
"Ayah,Ibu cepat kesini sebentar," teriak Rangga.
Ayah dan Ibunya langsung berlari menghampiri Rangga karena mendengar Rangga teriak-teriak.
"Ada apa Rangga?kenapa teriak-teriak," tanya Ibu.
"Lihat Bu,Yah,Kak April sudah pulang dari Amerika," seru Rangga.
"Benar Bu,itu Nak April."
"Masya Alloh Nak April cantik sekali," sahut Ibu.
"Sekarang Kak April masuk Perusahaan,hebat ya Kak April," ucap Rangga.
"Kakak kamu pasti sangat bahagia melihat semua ini," Ibu Radit terlihat menitikkan air mata.
Sementara itu di POLRES...
Radit sedang tidak ada di tempat,dia sedang ada penangkapan seorang Bandar Narkoba bersama anak buahnya.
Sementara Rico tidak ikut,dia tetap ada di POLRES...
Rico sedang santai ngobrol bersama rekan-rekannya termasuk Novi.
Salah satu rekannya menyalakan Televisi yang sedang menayangkan berita April.
Rico yang sedang menyeruput kopinya langsung menyemburkannya tatkala melihat berita di Televisi.
"Bapak kenapa?" tanya Novi.
"Puterinya Pak Anwar cantik banget ya," ucap salah satu rekan Rico.
"Itu mah cantiknya kebangetan,beruntungnya laki-laki yang bisa mendapatkannya,karena dengar-dengar doi belum punya pacar," seru rekan Rico yang satu lagi.
"Lho,itu kan wanita yang kemarin tabrakan sama aku di Restoran Jepang," sahut Novi.
"Apa.." Rico tampak kaget.
"Bapak kenapa sih dari tadi kaya yang kaget gitu?" tanya Novi.
"Terus kemarin Radit tahu kalau kamu tabrakan sama wanita itu?" tanya Rico.
"Enggaklah Pak,orang tabrakannya juga di toilet," jawab Novi.
"Radit udah tahu belum ya soal kepulangan April," batin Rico.
Sementara itu,Radit yang baru selesai menggerebek dan menangkap Bandar Narkoba yang selama ini menjadi Buron terlihat menyandarkan kepalanya di jok mobilnya dan memijat-mijat pelipisnya.
Radit pun kembali ke POLRES menjelang siang,dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruangannya dengan mata terpejam.
"Hai Bro,sudah selesai tugasnya?" tanya Rico.
"Sudah..oh ya,kemarin maksud lo sama yang lainnya ga jadi datang apa?" tanya Radit dengan masih memejamkan matanya.
"Sorry Dit,kita cuma ingin mencoba mendekatkan lo sama si Novi kan si Novi udah lama tuh ngejar-ngejar lo apa salahnya kalau lo coba membuka hati lo," jelas Rico.
"Kan lo tahu kalau hati gue hanya buat April seorang,gue ga bisa membuka hati gue lagi buat wanita lain," jawab Radit.
Ternyata Novi yang awalnya mau masuk ke ruangan Radit menghentikan langkahnya saat mendengar pembicaraan antara Radit dan Rico.
"Ok..ok..sekarang gue nyerah ga bakalan nyomblangin lo lagi,gue sudah yakin kalau cinta lo itu sangat besar buat April," jelas Rico.
Tiba-tiba Rico menyalakan Televisi yang sedang menyiarkan berita tentang April.
"Noh lihat,pujaan hati lo sudah pulang," Rico menunjuk ke arah Televisi.
Radit yang sedang rebahan langsung bangun,matanya melotot seperti akan loncat dari tempatnya.
Tidak terasa saking bahagianya Radit meneteskan air matanya,dia tidak tahu lagi sekarang dengan perasaannya ada senang,bahagia,rindu,terharu semua jadi satu.
Tanpa membuang-buang waktu lagi,Radit langsung mengambil kunci mobilnya dan berlari pergi untuk menemui sang pujaan hatinya.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Hallo Reader-reader tercintaku,,jangan bosen-bosen ya menunggu kelanjutannyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ