
π΅
π΅
π΅
π΅
π΅
Sella membuka matanya dan perlahan menoleh kearah Rico.
"Kenapa lihat-lihat?" tanya Sella dengan ketusnya.
"Gapapa."
"Kalau diperhatikan kalian itu cocok lho,kenapa kalian ga jadian aja sama-sama jomblo," seru Radit.
"Benar tuh Yang,mereka cocok aku setuju banget," sahut April dengan mulut penuh dengan rujak.
"Ya ampun Sayang,makannya sampai blepotan gitu pelan-pelan ga bakalan ada orang yang minta," seru Radit yang langsung membersihkan bibir istrinya itu dengan tangannya.
"Gue sih mau,tapi ceweknya ga tahu," jawab Rico dengan cueknya.
Sella yang sedang minum akhirnya menyemburkan minumannya tepat ke wajah Rico.
"Ih Sella,lo mah jorok," seru Rico dengan cepat-cepat mengambil tisu.
"Habisnya lo kalau ngomong bikin orang kaget aja," sahut Sella.
"Emang gue ngomong apaan?sampai lo kaget gitu?" tanya Rico.
"Barusan lo ngomong---"
"Ngomong apa hayo," Rico mulai membungkukan badannya kearah Sella membuat Sella malu.
"Apaan sih," Sella mendorong kening Rico dengan jari telunjuknya.
"Kalian benar-benar lucu deh," April sampai tertawa melihat kelakuan Sella dan Rico.
"Udah ah,gue pulang dulu capek mau istirahat besok gue kesini lagi," Sella pun beranjak dari duduknya.
"Ga mau malam mingguan dulu sama gue Sell?" tanya Rico.
"Ogah."
Sella pun pergi meninggalkan rumah April,Rico tampak menghela nafasnya..
"Susah banget dapatin hati dia," keluh Rico.
"Jangan menyerah,tetap semangat kejar terus," sahut April.
"Ya udah ah,gue juga pulang aja ngapain disini yang ada gue jadi obat nyamuk ngeliatin kebucinan kalian berdua," seru Rico.
"Ya udah sana pergi,gangguin kita aja."
Rico pun berpamitan dan pulang...
Malam pun tiba,malam minggu merupakan malam yang sangat ditunggu-tunggu untuk pasangan kekasih tapi tidak untuk Sella dan Rico mereka berdua tampak galau.
"Bosen juga gue dirumah terus,keluar ah cari angin," gumam Sella.
Baru saja Sella mengambil tasnya dan melangkahkan kakinya,tiba-tiba Ponselnya berbunyi tertera nomor baru di layar Ponsel Sella.
"Siapa nih?...Hallo," sapa Sella.
"Gue tunggu lo di bawah cepetan turun."
"Rico,ngapain dia dibawah?" gumam Sella.
Dengan cepat Sella pun turun kebawah,dan benar saja Rico sudah berada di ruang tamu sedang mengobrol dengan Om Farhan Papahnya Sella.
Sella membulatkan matanya,betapa terkejutnya Sella melihat Rico yang sudah terlihat akrab dengan Papahnya Sella.
"Hai Sell," sapa Rico.
"Ngapain lo disini?" tanya Sella ketus.
"Sayang kok gitu sih ngomongnya,ga sopan," ucap Mamahnya sembari membawakan minuman untuk Rico.
"Sini duduk Nak," ucap Papah Farhan.
Sella pun duduk disamping Papahnya dan menatap tajam ke arah Rico,sementara Rico yang ditatap malah menampilkan senyumannya yang manis.
"Begini Om,Tante,malam ini Rico mau mengajak Sella keluar sebentar boleh kan?" seru Rico.
"Tentu boleh dong Nak Rico,asal pulangnya jangan terlalu malam," sahut Papah Farhan.
"Tenang saja Om,kita ga bakalan pulang larut malam kok iya kan Sell?" tanya Rico dengan mengedipkan sebelah matanya.
Lagi-lagi Sella membulatkan matanya,dia tak habis pikir dengan jalan pikiran Rico.
"Kok Papah main izinin aja Sella diajak pergi sama dia,kalau Sella di culik bagaimana?" tanya Sella.
"Enggak mungkin Sayang,karena Nak Rico ini seorang Polisi mana mungkin menculik kamu,justru Papah lebih percaya kamu jalan dengan Rico dibanding sama Andre," jawab Papah Farhan.
"Sudah sana kamu jalan-jalan,nanti keburu malam lagi.Rico Tante percaya sama kamu tolong jagain Sella ya," seru Mamah Sella.
"Siap Tante,,yuk Sell."
Sella dan Rico pun berpamitan kemudian pergi meninggalkan rumah.
"Ngapain lo ajak gue jalan?" tanya Sella.
"Gue ga ada teman malam mingguan Sell," jawab Sella.
"Alah,biasanya juga lo cari cewek buat nemenin lo."
Rico tidak menjawab lagi,dia terus melajukan mobilnya menuju Restoran miliknya.
"Bukannya ini Restoran milik lo?" tanya Sella.
__ADS_1
"Iya,ayo turun."
Rico membawa Sella naik ke lantai atas yang merupakan Rooftop Restoran itu.
"Wah,indah sekali," Sella tampak terpesona akan keindahan pemandangan kota Jakarta dari Rooftop itu.
"Ini tempat paling indah di Restoran ini,dan tidak ada yang berani datang kesini karena gue melarang siapapun untuk kesini,dan lo orang pertama yang gue ajak kesini," seru Rico dengan berdiri di samping Sella dan kedua tangannya dia masukan kesaku celananya.
"Kenapa?kenapa gue diajak kesini?" tanya Sella.
Rico pun membalikan tubuhnya menghadap kearah Sella,begitu pun dengan Sella yang langsung menghadap ke arah Rico.
Rico meraih tangan Sella,yang membuat Sella mengerutkan keningnya.
"Sell,lo percaya ga kalau cinta bisa hadir karena terbiasa?dan percaya atau tidak,gue ngerasain itu gue mulai jatuh cinta sama lo."
Sella meleaskan tangan Rico..
"Lo jangan bercanda,rayuan-rayuan lo itu ga bakalan mempan buat gue," sahut Sella.
Rico memegang pundak Sella dan menatapnya..
"Tatap mata gue Sell,apa dimata gue terlihat kalau gue sedang bercanda?" tanya Rico.
"Gue memang seorang playboy,dan selama ini gue hanya main-main dengan mereka karena gue ga pernah merasakan hal yang spesial dekat dengan para wanita itu,tapi disaat gue dekat sama lo gue merasakan hal yang belum pernah gue rasakan sebelumnya,jantung gue berdebar tak karuan dan selalu merasakan rindu dikala jauh sama lo," jelas Rico.
Sella berusaha mencerna setiap omongan Rico,sebenarnya Sella juga merasakan hal yang sama namun Sella merasa belum yakin akan perasaannya.
"Gue belum siap untuk sakit hati lagi Rico,cukup Andre yang melukai hati gue."
"Gue ga bakalan nyakitin lo Sell,justru gue bakalan ngejagain lo dari orang-orang yang berusaha nyakitin lo,beri gue kesempatan buat buktiin sama lo kalau gue benar-benar cinta sama lo," sahut Rico.
Sella terlihat berpikir hingga akhirnya dengan pelan Sella menganggukkan kepalanya.
"Ya,gue terima lo tapi dengan satu syarat satu kali saja lo ngekhianatin dan nyakitin gue,ga ada kesempatan kedua buat lo," jawab Sella dengan tegas.
Rico terlihat sangat bahagia dan langsung memeluk Sella dengan eratnya.
"Ok,lihat saja nanti gue bakalan buktikan sama lo kalau gue benar-benar serius sama lo."
Rico pun mengajak Sella untuk makan malam bersama dan tidak seperti biasanya kalau setiap bertemu seperti tom and jerry tapi malam ini mereka begitu canggung satu sama lain,tidak ada pertengkaran yang terjadi.
Sementara itu di kediaman April...
April sedang menyandarkan kepalanya ke pundak Radit sembari menonton tv.
"Sayang,aku pengen mangga muda," seru April.
"Apa,malam-malam begini mana ada yang jualan mangga muda Sayang."
"Siapa yang nyuruh beli,aku pengen kamu metik mangga mudanya Pak Ramlan tetangga kita itu lho,kan mangganya sedang berbuah banyak tuh."
"Astaga Sayang,jadi aku harus minta terus manjat sendiri?" tanya Radit tak percaya.
April menganggukkan kepalanya dan menunjukan senyumannya yang paling cantik.
"Ah kalah aku kalau sudah kaya gitu,yakin nih Sayang aku harus manjat pohon mangga malam-malam begini?" tanya Radit kembali berharap istrinya itu berubah pikiran.
Dengan langkah gontai Radit memberanikan diri untuk meminta mangga muda kepada Pak Ramlan,untung Pak Ramlan orangnya baik banget.
April menunggu Radit lama sekali sampai-sampai April merasakan kantuk dan tidak lama kemudian April pun tertidur diats sofa.
Radit yang baru kembali dengan membawa buah mangga muda yang lumayan banyak,karena Radit pikir buat stok kalau nanti tiba-tiba Istrinya meminta mangga muda lagi.
"Astagfirullah Mas Radit,kenapa dengan wajahnya kok bentol-bentol kaya gitu?" tanya Bi Asih.
"Ini kena ulat bulu Bi,gara-gara memetik mangga muda ini mana gatel lagi Bi," Radit tampak menggaruk bagian wajahnya yang penuh dengan bentol.
"Sebentar,Bibi ambilkan salep dulu."
"Sayang,ini mangga mudanya sudah dipetik," ternyata April sudah terlelap.
"Astaga Sayang,jadi mangga mudanya ga dimakan nih,padahal aku sudah bela-belain bentol-bentol kena ulat bulu lho Yang," rengek Radit yang terus menggaruk wajahnya.
"Ini Mas,salepnya mau pakai sendiri atau dibantuin sama Bibi?"
"Ga usah Bi,biar aku aja tolong Bibi simpan mangga muda ini di kulkas ya," Radit mengangkat tubuh April dan membawanya ke kamarnya.
Sesampai di kamar,Radit langsung membersihkan diri dan mengoleskan salep keseluruh wajahnya,kemudian menyusul April tidur.
***
Keesokan harinya...
April bangun lebih dulu,dan lagi-lagi April memuntahkan semua isi perutnya,Radit yang mendengar istrinya muntah-muntah lagi langsung bangun dan menyusul ke kamar mandi.
"Mual-mual lagi Sayang?"
April mencuci wajahnya dan berdiri,tapi disaat April melihat suaminya betapa terkejutnya dia melihat wajah suaminya penuh dengan bentol-bentol yang sekarang sudah sedikit agak memudar tapi masih kelihatan.
"Astagfirullah,wajah kamu kenapa Sayang?" tanya April dengan mengusap-ngusap wajah Radit.
"Ini akibat tadi malam memetik mangga muda,wajah aku kena ulat bulu dan yang lebih parahnya lagi setelah aku susah-susah manjat dan bentol-bentol kaya gini kamunya malah tidur," keluh Radit.
"Ya ampun,maafin aku ya Sayang," April memeluk suaminya itu.
"Cium.." rengek Radit dengan manjanya.
April pun dengan cepat menghujani wajah Radit dengan ciumannya.
"Mandi bareng yuk."
Belum juga April menjawab,Radit langsung mendorong tubuh April pelan ke dalam kamar mandi dan akhirnya harus membutuhkan waktu satu jam baru mereka selesai mandi.
"Sayang,maaf aku ga bisa buatkan kamu sarapan minta dibikinin sama Bi Asih saja ya soalnya aku lagi bau sama bumbu dapur," ucap April dengan hati yang sedih.
"Hei,kok murung sudah gapapa aku bisa minta Bi Asih buatin sarapan,sekarang yang aku khawatirkan itu kamu,kamu mau makan apa?setiap makanan yang masuk kedalam perut kamu selalu keluar lagi," ucap Radit dengan memeluk April.
"Kayanya lontong enak deh Yang," seru April.
"Ya sudah aku beli dulu ya,kamu tunggu sebentar."
__ADS_1
"Ga mau aku mau ikut," rengek April.
"Ok lah,apa sih yang enggak buat Ibu dari anak ku."
April dan Radit pun pergi untuk mencari tukang lontong dan memutuskan untuk makan ditempat dan Radit pun akhirnya ikut sarapan lontong juga.
April hanya memakan lontong itu cuma 3 suap itu pun di paksa oleh Radit.
Setelah sarapan lontong,akhirnya mereka berdua pun memutuskan untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah,April dan Radit dikejutkan dengan kedatangan Sella dan Rico yang sudah stand by di depan rumahnya.
"Lho tumben pagi-pagi kalian sudah ada disini?" tanya April.
"Kita habis jogging,sekalian aja mampir kesini," jawab Sella.
"Kita?maksudnya?" tanya Radit.
"Hehehe...kita udah jadian tadi malam," ucap Rico cengengesan.
"What..wah selamat ya akhirnya kalian jadian juga," seru April dengan menggandeng Sella untuk masuk kerumahnya.
Mereka berempat duduk di ruang keluarga sembari nonton tv dan ngopi-ngopi santai.
"Pril,gue mau buat jus ya!!" seru Sella.
"Sekalian sama gue,bikinin jus mangga."
"Ok."
"Bibi,tolong potongin mangga mudanya ya sekalian buatkan bumbu kacangnya juga," teriak April.
"Baik Non."
"Dit,wajah lo kenapa kaya bentol-bentol gitu?" tanya Rico.
"Tadi malam gue habis manjat pohon mangga,gara-gara April pengen makan mangga muda eh sialnya gue malah ketempelan ulat bulu jadilah wajah gue yang tampan ini bentol-bentol," seru Radit sembari menghisap kopi hitam kesukaannya.
Seketika tawa Rico pecah,Rico tertawa terpingkal-pingkal sambil memegang perutnya.
"Sialan lo malah ngetawain gue," Radit melempar wajah Rico dengan bantal kursi.
Sella dan Bi Asih pun datang,Sella membawa jus untuknya dan untuk April sementara Bi Asih membawa potongan mangga muda komplit dengan bumbu kacangnya.
"Yakin Sayang kamu mau makan itu?" tanya Radit bergidik ngeri melihat mangga muda yang pasti rasanya sangat kecut.
"Ya ampun Pril,pagi-pagi lo mau makan mangga muda apa ga bakalan sakit perut?" sambung Rico.
"Siapa bilang aku akan makan mangga muda itu,yang makan mangga muda itu ya kamu sama Rico," sahut April.
"Apa?" seru Radit dan Rico bersamaan.
"Sayang,kamu jangan bercanda deh aku ga mau makan itu ngelihatnya aja aku sudah ngeri apalagi memakannya," sahut Radit.
"Astaga April yang cantik,baik hati,tidak sombong,dan rajin menanbung kamu jangan jadi orang yang kejam pagi-pagi nyuruh kita berdua makan itu bisa-bisa perut gue sakit," rayu Rico.
"Jangan banyak alasan,Sayang kamu mau anak kita ngences ya karena Papahnya ga mau nurutin keinginan calon anaknya?" seru April.
"Bukannya ga mau nurutin,tapi ini aku ga bisa pasti rasanya kecut banget,kamu tega sekali Sayang," rengek Radit.
"Iya Pril,gue juga punya penyakit lambung jadi ga bisa makan yang kecut-kecut,Yang tolongin aku dong," sambung Rico.
Sella yang melihatnya hanya tertawa senang.
"Ya sudah kalau begitu,kamu nanti malam tidur diluar jangan tidur dikamar," seru April dengan cemberutnya.
"Eh jangan dong Sayang,aku kan paling ga bisa kalau tidur ga memeluk kamu."
"Ya makannya ayo makan,biar calon anaknya senang."
Dengan perlahan Radit dan Rico memgambil potongan buah mangga itu dan dengan ragu-ragu Radit dan Reno mulai memakannya.
Seketika ekspresi wajah Radit dan Rico berubah,Sella hanya tertawa terbahak-bahak.
"Bagaimana enak kan?" tanya April.
Radit dan Rico serempak menganggukan kepalanya supaya April tidak marah lagi dan berniat menghentikan perintahnya.
"Ya sudah kalau enak,kalian habiskan ya."
"Hah...jangan gitu dong Sayang,kamu tega banget sama aku," rengek Radit.
"Iya Pril,gue lebih senang kalau lo nyuruh gue push up 100 kali daripada harus menghabiskan mangga muda ini," sahut Rico.
"Pokoknya habiskan," ucap April dengan tatapannya yang tajam.
Radit dan Rico pun saling pandang,dan dengan terpaksa menghabiskan mangga muda itu meskipun butuh perjuangan untuk menghabiskannya.Sementara Sella ngakak sendiri melihat Radit dan Rico yang merem melek memakan mangga muda.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Selamat pagi semuanya,alhamdulillah bisa up lagiπ€π€
Jangan lupa dukungannya sehabis membaca tinggalkan jejak like dan vote sebanyak-banyaknyaπππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ