
π΅
π΅
π΅
π΅
π΅
Keesokan harinya..
April dan Sella sudah berada di Kantornya,seperti biasa April dan Sella sudah dihadapkan dengan pekerjaan yang menumpuk.
Disaat April sedang fokus dengan kerjaannya,tiba-tiba pintu ruangannya dibuka paksa sehingga membuat April sangat terkejut.
"Hei,dasar wanita ga punya sopan santun lo," bentak Sella.
"Lepasin gue."
"Ada apa ini?" seru April.
"Ga tahu,nih cewek datang-datang maksa pengen masuk udah tahu lo sedang sibuk ga bisa di ganggu," sahut Sella.
"Ada apa Audi?" tanya April dingin.
"Kak April tolongin Audi,Audi takut Papah marah dan mengusir Audi dari rumah," rengek Audi.
"Kenapa kamu takut diusir sama Papah kamu?memangnya kamu sudah melakukan kesalahan apa?" tanya April kembali.
Tiba-tiba Audi menangis dan memeluk April..
"Apaan sih lebay banget," gumam Sella.
"Audi menyesal Kak,Audi takut."
"Ada apa sebenarnya?" tanya April sembari melepaskan pelukan Audi dan menatap wajah Audi.
"Ak..aku..aku..aku hamil Kak," sahut Audi terbata.
Jedaaarrrr....
April dan Sella membulatkan matanya,mereka sungguh terkejut dengan pengakuan Audi.
"Kenapa bisa?dan siapa yang sudah menghamili kamu?" bentak April.
"Kak..Kak Andre Kak."
"Apa.." teriak April dan Sella bersamaan.
"Dasar wanita murahan," cibir Sella.
"Diam lo,gue ga butuh ocehan lo," seru Audi.
"Kok bisa kalian sampai berbuat hal sebejad itu?" ucap April.
"Maafkan Audi Kak,Audi sama Kak Andre khilaf," sahut Audi dengan tangisanny yang semakin pilu.
"Kalau lo hamil,tinggal minta tanggung jawab sama si Andre gampang kan,ngapain lo nangis-nangis kesini?" sahut Sella.
"Benar apa yang dikatakan Sella," seru April.
"Sudah Kak,masalahnya Kak Andre ga mau bertanggung jawab," sahut Audi.
"Apa...brengsek si Andre,ya sudah lebih baik kamu sekarang pulang biar aku yang urus," ucap April.
"Ya sudah,terima kasih ya Kak."
Audi pun pergi meninggalkan Kantor April,April terlihat memegang kepalanya karena merasa pusing.
"Lo kenapa Pril?" tanya Sella.
"Gapapa Sell,cuma agak pusing aja sedikit."
"Sini lo duduk dulu,udah lo jangan banyak pikiran ingat lo sedang hamil,bentar ya gue ambilin teh manis anget dulu buat lo."
Sella pun pergi mengambilkan teh manis buat April.
Waktu pulang pun tiba,Radit dan Rico sudah berada didepan Kantor April untuk menjemput wanita-wanita mereka.
Mereka berempat memutuskan untuk mampir dulu ke Restoran karena April merasa lapar,mereka tidak menyadari kalau dari tadi Andre mengikuti mereka.
Sesampainya di Restoran,mereka memesan makanan disela-sela mereka menunggu makanan datang mereka berbincang-bincang.
Tiba-tiba,Andre datang dan menggenggam tangan Sella.
"Sella aku mohon kembalilah padaku," ucap Andre.
"Apa-apaan ini?" bentak Rico dan berdiri kemudian menarik kerah baju Andre.
"Tolong kembalikan Sella sama gue," bentak Andre.
"Apa lo bilang?lo mau Sella kembali sama lo?langkahi dulu mayat gue brengsek," bentak Rico.
Bugghhh....
Rico memukul Andre sehingga Andre tersungkur ke lantai,dengan cepat Sella menahan Rico.
"Sayang sudah,ini tempat umum malu dilihat orang," seru Sella.
"Tapi Sayang,dia berani-beraninya meminta kamu balikan didepan aku dasar brengsek," sahut Rico.
"Sudahlah,lagipula siapa juga yang mau balikan sama dia," ucap Sella.
"Sell,aku mohon aku sangat mrncintai kamu maafkan aku,aku sangat menyesal Sell," seru Andre.
"Dre,sudah cukup sampai kapan pun aku ga bakalan pernah kembali sama kamu karena aku sudah tunangan sama Rico bahkan sebentar lagi aku akan menikah,jadi aku mohon sama kamu jangan ganggu aku lagi," jelas Sella.
"Denger kan yang dibilang sama Sella,jangan ganggu dia lagi karena sebentar lagi Sella bakalan jadi milik gue seutuhnya,jadi lebih baik sekarang lo pergi dari sini atau gue bakalan buat lo menyesal seumur hidup lo," bentak Rico.
Perlahan Andre bangkit dari lantai dan dengan langkah gontai Andre mulai meninggalkan Restoran itu.
Hancur sudah kehidupan Andre,perusahaan yang hampir bangkrut dan sekarang harus merelakan wanita yang dicintainya hidup bahagia dengan laki-laki lain.
Sementara itu April,Radit,Sella,dan Rico melanjutkan makan.Disaat mereka berempat baru saja memulai makannya,tiba-tiba suara benturan keras terdengar nyaring sampai-sampai mereka berempat kaget.
Mereka berempat melihat keluar ternyata didepan Restoran telah terjadi tabrakan semua orang tampak berkerumun memenuhi jalan.
"Kok perasaan aku ga enak ya,aku mau lihat dulu ya," seru Sella dan berlari keluar.
April,Radit,dan Rico pun menyusul Sella keluar.Disaat mereka berempat menyingkirkan beberapa orang,betapa terkejutnya mereka saat melihat siapa orang yang sudah terbaring dipinggir jalan itu dengan tubuh berlumuran darah.
"Andre..." teriak April dan Sella bersamaan.
April dan Sella menghampiri Andre,terlihat Andre masih terlihat bernafas.
"Rico,cepat panggilkan ambulance," teriak Sella.
"Se..Sella.." panggil Andre dengan lirihnya.
Seketika Sella menoleh kearah Andre,Sella dan April sudah berlinang dengan air mata karena bagaimana pun juga Andre adalah salah satu orang yang pernah menjadi bagian perjalanan hidup April dan Sella.
"Dre,bertahanlah ambulance akan segera tiba," seru Sella.
Tangan Andre perlahan terulur dan memegang pipi Sella,gadis yang selama ini sangat dia cintai dan dengan bodohnya Andre malah menyakiti gadis cantik nan baik itu.
Sementara April sudah menangis sesegukan dipelukan Radit,Rico sudah menghubungi ambulance dan ikut berjongkok disamping Sella.
__ADS_1
"Ma..maafin ak..aku Sella,ak..aku su..sudah me..menyakiti ka..kamu,se..moga ka..mu ba..ha..gia a..ku sangat men..cin..taimu," dan seketika tangan Andre jatuh berbarengan dengan nyawanya yang sudah tidak bisa tertolong lagi.
"Andreeee....bangun Dre bangun," teriak Sella histeris.
Rico memegang urat nadi Andre...
"Sudah Sayang,Andre sudah meninggal biarkan dia tenang," seru Rico dengan memeluk Sella.
"Ga mungkin..ga mungkin,Dre bangun Dre," Sella terus saja menggoyang-goyangkan tubuh Andre.
Tidak lama kemudian ambulance pun datang dan membawa Andre ke Rumah Sakit.
***
Dipemakaman...
Semua orang satu persatu meninggalkan pemakaman Andre,tinggal keempat orang yang masih bertahan.
April dan Sella tidak henti-hentinya menangis,April dan Sella teringat akan masa-masa indah pada saat kuliah dulu dimana mereka,Andre,dan Brian merupakan empat orang yang awalnya susah untuk disatukan.
Brian yang terus saja mengejar-ngejar April dan selalu April tolak tapi dia tidak pernah menyerah untuk mendapatkan hati April walaupun pada akhirnya Brian harus terjerumus akibat ulahnya sendiri.
Sementara Andre,laki-laki yang agak sedikit pendiam dan selalu ada disamping Brian dan mengikuti Brian kemanapun pergi.Andre adalah sosok sahabat yang sejati karena Andre selalu ada disaat susah maupun senang.
Memang benar kata pepatah,cinta bisa hadir karena terbiasa dan itu yang dirasakan oleh Andre dan Sella setelah sekian lama bersama diakhir menuju kelulusan Andre baru menyadari kalau dia jatuh cinta kepada Sella.
Mungkin Andre hanya segelintir orang yang masih terjebak dengan kehidupan masa lalu,tapi kita kembalikan lagi kepada takdir bahwa jodoh dan kematian adalah sebuah rahasia Sang Illahi yang tidak bisa kita prediksi.
"Dre,semoga kamu tenang ya disana aku sudah memaafkan kamu kok," ucap Sella dengan deraian air mata.
Sedangkan Rico tidak pernah melepaskan rangkulannya dipundak Sella,kali ini Rico membiarkan calon istrinya itu melepaskan semua kesedihannya karena setelah itu Rico akan membuat Sella selalu bahagia.
"Selamat jalan sahabatku,kamu akan selalu ada dalam hati kita menjadi kenangan terindah," sambung April.
"Terima kasih bro,karena berkat lo gue bisa mendapatkan wanita yang sangat berharga gue janji bakalan membuat Sella bahagia," sahut Rico.
Keempat orang itu pun akhirnya meninggalkan makam,sementara Audi terus saja pingsan dia tidak henti-hentinya menangis histeris.
Kabar kematian Andre sudah sampai kedalam LAPAS tempat Brian dan Alya ditahan,Brian tampak duduk termenung didalam selnya air matanya terus mengalir dipipinya.
Sahabat terbaiknya sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya,hati Brian begitu sakit karena dia tidak bisa melihat wajah sahabatnya itu untuk terakhir kalinya.
***
Waktu berjalan begitu cepat,hari ini adalah hari dimana Sella dan Rico melaksanakan pernikahan,semuanya tampak hanyut dalam kebahagiaan.
Saat ini usia kandungan April sudah menginjak 5 bulan,April terlihat kesusahan karena memang walaupun usia kandungannya baru menginjak 5 bulan tapi perut April terlihat besar karena April mengandung anak kembar.
Radit sudah sangat melarang April untuk memakai heels.
"Sayang aku jadi kelihatan pendek kalau ga pakai heels,mana gendut lagi," rengek April.
"Gapapa masih tetap cantik kok,ayo cepetan kita ucapin selamat dulu kepada pasangan pengantin," seru Radit.
"Sellaaaa...." teriak April dengan sedikit berlari kecil dan memeluk Sella.
"Astaga April,jangan lari-lari lo itu lagi hamil," teriak Sella panik.
"Ngilu gue lihat lo Pril," sahut Rico.
"Ya ampun Sayang,kebiasaan deh."
April yang mendapat hujatan dari ketiga orang yang paling disayanginya,dia hanya nyengir menunjukan deretan gigi-giginya.
Rico membawa Sella bulan madu ke Luar Negeri.
Hari-hari dilalui dengan kebahagiaan oleh keempat orang itu,April dan Sella sangat beruntung bisa dipertemukan dengan kedua Polisi tampan yang sangat menyayangi mereka.
Memang awalnya Sella tidak percaya kepada Rico dengan sifat Rico yang seorang playboy,namun dengan seiring berjalannya waktu Rico bisa membuktikan kalau dia laki-laki yang pantas untuk seorang Sella.
Kisah cinta mereka begitu banyak lika-liku,banyak permasalahan dan konflik yang terjadi mengiringi perjalanan cinta keduanya.
Dan sekarang saatnya mereka semua bahagia dengan pasangan masing-masing tanpa ada masalah lagi yang menghampiri kehidupan mereka.
***
4 bulan kemudian....
Saat ini usia kandungan April sudah menginjak 9 bulan,dan sebentar lagi mau melahirkan.
April sudah tidak bisa kemana-mana,jangankan untuk keluar rumah untuk sekedar ke kamar mandi pun April merasakan kesusahan.
Perut April sudah sangat besar,Sella dan Rico dengan rutin selalu datang ke rumah April dan Radit.Seperti saat ini,April sedang santai disebuah sofa panjang dengan kaki selonjoran sembari makan buah-buahan.
Sementara Radit dan Rico berada dibawah sedang asyik main game bersama,begitu pun dengan Sella yang sedang asyik mengotak-ngatik Ponselnya.
"Pril,kok gue belum ada tanda-tanda hamil ya?" keluh Sella.
"Sabar Sell,jangan sedih lagipula kan kalian menikah baru 4 bulan banyak kok diluar sana yang sudah bertahun-tahun menikah belum dikasih momongan," sahut April.
"Iya Sayang jangan terlalu dipikirkan,apa jangan-jangan kita kurang sering ya melakukannya?" ucap Rico disela-sela main gamenya.
"Kurang sering apaan,tiap malam ga pernah absen," seru Sella dengan melempar bantal kearah Rico.
"Astaga Sayang,jahat banget kamu," keluh Rico.
Tiba-tiba April menghentikan makannya dan langsung memegang perutnya yang terasa sakit.
"Aw..."
"Kenapa Pril?" tanya Sella.
"Ada apa Sayang?" Radit langsung menghampiri istrinya itu.
"Perut aku sakit Sayang."
"Jangan-jangan April mau melahirkan," sahut Rico.
"Ayo Sayang,kita ke Rumah Sakit," ucap Radit panik.
Dengan perlahan April berdiri dibantu oleh Radit,tapi pada saat April berdiri cairan bening mengalir ke lantai.
"Astagfirullah Sayang,kamu kenapa?Ric bantuin gue angkat April,Sell lo bukain pintu mobil," teriak Radit panik.
Sella segera berlari keluar dan membukakan pintu mobil,mereka berempat membawa April ke Rumah Sakit.Selama dalam perjalanan,April tak henti-hentinya meringis kesakitan.
"Sakit Sell."
"Sabar Pril,sebentar lagi kita sampai di Rumah Sakit," jawab Sella.
Sesampainya di Rumah Sakit,Radit langsung berteriak meminta bantuan.Perawat membawakan blangkar dan membawa April keruangan Dr.Dewi.
Ternyata April mau melahirkan,April dibawa ke ruangan bersalin dan Radit dengan setia selalu berada disamping April.
Sedangkan Sella dan Rico menunggu diluar,Sella tampak mondar-mandir merasa khawatir dengan keadaan sahabatnya itu.
"Sayang,sini duduk jangan mondar-mandir terus."
"Aku khawatir sama April,Sayang."
"Iya,aku tahu sini lebih baik kita berdo'a semoga April dan anak-anaknya selamat," seru Rico.
"Amin."
Tiba-tiba dengan terburu-buru Ayah,Ibu,dan Rangga datang dengan wajah mereka yang terlihat panik dan khawatir.
"Bagaimana keadaan April,Rico?" tanya Ibu Radit.
__ADS_1
"April masih berada didalam,Ibu duduk dulu."
Semuanya tampak menunggu dengan perasaan was-was.
Tiba-tiba terdengar suara tangis bayi dari dalam ruangan bersalin.
"Alhamdulillah," ucap semuanya bersamaan.
"Alhamdulillah,Nona April anak pertama anda laki-laki," seru Dr.Dewi.
April belum sempat menjawab,perutnya kembali sakit.
"Perut aku sakit Dokter," ucap April lirih.
Dokter memberikan anak pertama April kepada Suster.
"Ayo Nona April,kepalanya sudah mulai terlihat."
Dengan sekuat tenaga April mengeluarkan bayi keduanya,wajahnya sudah penuh dengan keringat Radit sungguh merasa bangga dan takjub dengan perjuangan istrinya itu.
April bersih kukuh ingin melahirkan secara normal,akhirnya tangisan bayi keduapun menggema didalam ruangan bersalin itu dan semua orang yang berada diluar pun merasa lega.
"Alhamdulillah Nona April,anak kedua kalian perempuan sangat cantik seperti Mamahnya."
Dokter pun menyimpan kedua bayi April didada April,seketika tangisan April dan Radit pecah.Radit menghujani ketiganya dengan ciuman.
"Terima kasih Sayang,sudah melahirkan anak-anak kita kamu memang wanita hebat," ucap Radit dengan deraian air matanya.
Setelah mengazdani anak-anaknya,Radit pun keluar sebentar karena April dan anak-anaknya akan dibersihkan sebelum dipindahkan keruangan rawat inap.
"Bagaimana Dit?" tanya Ibu.
"Alhamdulillah Bu,ketiganya selamat cucu Ibu langsung dua laki-laki dan perempuan," ucap Radit.
"Ya Alloh Nak,Ibu senang banget," Ibunya pun memeluk Radit dengan deraian air mata.
Tidak lama kemudian,April dan kedua anaknya pun dipindahkan keruangan rawat inap,semua keluarga tampak sangat antusias menyambut kelahiran si kembar tak terkecuali Keluarga Om Aswar.
Audi datang menjenguk April,usia kandungan Audi sudah menginjak 5 bulan sungguh beruntung nasib Audi dalam keterpurukannya ada laki-laki yang mau menikahi Audi karena laki-laki itu memang sudah sejak dulu menyukai Audi jadi dia menerima Audi apa adanya.
"Selamat ya Kak,babynya cantik dan tampan seperti orang tuanya," seru Audi.
"Terima kasih Audi."
Sementara Sella terus saja menggendong anak perempuan April sementara anak laki-lakinya berada dalam pangkuan Radit.
"Dit,siapa namanya?" tanya Rico.
"Darren putera pratama dan Karren puteri pratama,bagaimana Sayang?" seru Radit.
"Nama yang bagus," April tersenyum.
Disaat semuanya sedang berbahagia dengan kelahiran si kembar,Sella menidurkan Baby Karren kedalam keranjang bayinya kemudian Sella menutup mulutnya karena tiba-tiba perutnya merasa mual dia segera berlari ke kamar mandi.
Sella memintahkan semua isi didalam perutnya,Rico segera menyusulnya kedalam kamar mandi.
Disaat Sella keluar dari kamar mandi,semua orang menatap kearah Sella dengan senyuman yang mengembang.
"Kok kalian semua ngelihatin aku sih?" tanya Sella bingung.
"Jangan-jangan kamu hamil Sell," seru April.
"Hah,hamil masa sih?" tanya Sella.
"Bagaimana kalau kita periksa Sayang,mumpung kita masih ada di Rumah Sakit," ajak Rico.
Akhirnya Sella dan Rico pun keluar untuk memeriksakan kondisinya.
Cukup lama semuanya menunggu,sampai-sampai Keluarga Om Aswar pun sudah pamit pulang.
Ceklek...
Pintu ruangan rawat April terbuka,terlihat Sella dan Rico sudah kembali wajah mereka terlihat murung,kemudian Sella menghampiri ranjang April.
"Sudah jangan sedih,mungkin belum waktunya," seru April dengan mengusap lengan Sella.
"Pril----gue hamil," teriak Sella.
"Serius Sell?" tanya April tak percaya.
"Iya,baru 3 minggu."
"Alhamdulillah,selamat ya."
1 bulan paska melahirkan,April sudah kembali sehat dan sedang bahagia-bahagianya menjadi seorang Ibu muda.
Saat ini kedua anak kembarnya sedang tertidur setelah April memberikannya susu.
April melihat keluar jendela,kebetulan saat ini cuaca sangat cerah tiba-tiba air matanya menetes.
"Papih,Mamih,ini cucu kalian April berhasil melahirkan anak kembar bukannya kalian menginginkan cucu?" gumam April dengan senyuman yang diselingi air matanyan yang terus menetes.
Tiba-tiba sebuah tangan kekar memeluk April dari belakang.
"Papih Anwar sama Mamih Lisda pasti bahagia diatas sana karena sekarang mereka sudah mempunyai cucu yang tampan dan cantik sekaligus," seru Radit.
April membalikan tubuhnya dan menatap wajah suaminya itu.
"Terima kasih sudah menjadi istri dan Ibu yang hebat buatku dan anak-anak kita,aku sangat mencintaimu I love you Aprilia suci prabowo."
"Aku juga sangat mencintaimu,I love you too Polisi penjaga hatiku."
April pun memeluk Radit,akhirnya mereka bisa bahagia apalagi dengan kehadiran si kembar yang menambah kebahagiaan mereka berdua.
- TAMAT -
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Selamat malam semuanya,akhirnya April dan Radit selesai sampai disini terima kasih kepada semua Reader-readerku tersayang yang sudah memberikan dukungan kepada karya-karya Authorππππ
Dan jangan lupa tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknya di bab akhir ini yaπππ€π€
Tunggu karya-karya Author selanjutnya,Novel baru sedang dalam proses penulisan.Sedikit bocoran Novel baru Author kali ini berbau Mafia kejam yang psycho vs FBI versi Indonesiaπ€π€
Akan banyak action,dan hal-hal menarik jadi di tunggu yaπππ€π€
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1