
๐ฎโโ
๐ฎโโ
๐ฎโโ
Radit menghentikan motornya di sebuah Taman.April tetap tidak bicara hanya air mata yang terus mengalir di pipi mulusnya.
April berjalan menuju kursi Taman dan duduk di sana,air matanya terus saja mengalir tanpa henti.
Radit menyusulnya duduk di sampingnya dan menghapus air mata April.
"Ada apa?" tanya Radit.
Bukannya menjawab,April malah semakin menangis pundaknya bergetar hebat.
Dengan sigap,Radit membawa April ke dalam pelukkannya.
"Bicaralah,apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Radit.
Setelah sedikit tenang,April menceritakan semuanya kepada Radit.Radit mengepalkan tangannya karena gara-gara gosip itu,April menjadi selalu di lecehkan dan itu akan membahayakannya.
"Siapa yang sudah membuat gosip seperti itu?" Radit terlihat geram.
"Aku juga tidak tahu Dit," jawab April.
Tidak terasa hari sudah mulai gelap,April mengajak Radit pulang karena hari ini sahabat Papihnya akan datang ke rumahnya.
"Kalau ada apa-apa,cepat kamu kasih tahu aku ya!!" sahut Radit.
"Iya" jawab April.
"Ya sudah,sana masuk" Radit mencium pucuk kepala April sebelum dia pulang.
"Kamu hati-hati ya di jalan,kalau sudah sampai kabari aku" seru April.
"Siap" Radit pun memakai kembali helmnya dan mulai melajukan motornya.
Sesampainya di dalam rumah,Mamih Lisda terlihat sangat sibuk menyiapkan segalanya.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam,kok baru pulang Sayang?" tanya Mamih Lisda.
"April pergi ke suatu tempat dulu Mih,ya sudah April ke kamar dulu ya mau mandi gerah," ucap April.
"Sayang dandan yang cantik ya!!bajunya sudah Mamih siapkan di atas kasur kamu," teriak Mamih Lisda.
April tidak memperdulikannya,sesampainya di kamar.
"Dandan yang cantik,emangnya mau ngapain?Mamih rempong deh," gerutu April.
April melihat sebuah dress warna hitam di atas kasurnya.
"Ya ampun,Mamih niat banget deh kayanya" gumam April.
Tidak lama kemudian,bel rumah berbunyi Bibi membukakan pintu.
"Selamat malam Ferdinan,selamat datang di rumah ku," ucap Papih Anwar dan mereka saling berpelukkan.
"Apakabar Jeng,sudah lama tidak berjumpa" seru Mamih Lisda.
"Kabar baik" jawab Nyonya Winda Wijaya.
"Ayo silahkan masuk" ucap Papih Anwar.
Semuanya masuk dan duduk...
"Kenalkan ini akan saya satu-satunya,Handika" seru Ferdinan.
"Owalah,Dika ganteng sekali kamu Nak" ucap Papih Anwar.
"Anak kamu mana Lis,kok ga kelihatan?" tanya Winda.
"Masih dandan di kamarnya,sebentar lagi juga turun" jawab Mamih Lisda.
Disaat semuanya sedang asyik berbincang,tiba-tiba April turun dari tangga semua menoleh ke arah April.
Dika tampak melongo melihat ke arah April,matanya tidak berkedip memandang keindahan ciptaan Tuhan yang sangat sempurna.
"Lho,kok ada Dosen rese itu sih?" batin April.
"Sayang,ayo sini kenalkan ini adalah sahabat Papih sama Mamih,Om Ferdinan dan Tante Winda" seru Mamih Lisda.
__ADS_1
Perlahan April mendekat dan mencium tangan Ferdinan dan Winda.
"Ya ampun Sayang,kamu cantik banget" seru Tante Winda.
"Kenalkan,ini Dika anak Om Ferdinan dan Tante Winda" sahut Papih Anwar.
"Sudah kenal Pih" jawab April datar.
"Sudah kenal,,kenal dimana?" Papih Anwar kembali mengajukan pertanyaan.
"Pak Dika ini Dosen baru April di Kampus," jawab April.
"Dosen baru" seru semua orang bersamaan.
Orang Tua Dika memang tidak tahu kalau Dika menjadi seorang Dosen.Dika yang tahu dengan tatapan kedua Orang Tuanya hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan cengirannya yang di paksakan.
"Daddy,tunggu penjelasan kamu di rumah" ucap Ferdinan dengan tegas.
"Sudah..sudah,,ayo sekarang kita makan malam dulu nanti keburu dingin ga enak" ajak Mamih Lisda.
Semuanya beranjak dari duduknya dan berjalan menuju meja makan.
April terlihat menatap tajam ke arah Dika,sementara Dika pura-pura tidak melihat dan berjalan dengan santainya.
Mereka pun makan malam dengan tenang,Winda tidak henti-hentinya memuji April.
"Dik,April cantik kan!!" celetuk Mommy Winda dengan menyenggol lengan Dika dan mengedipkan sebelah matanya.
"April,kamu sudah punya pacar Nak?" tanya Daddy Ferdinan.
Baru saja April mau menjawab,Papih Anwar sudah mendahuluinya.
"Kayanya belum sih Fer,soalnya April anakku ini belum pernah membawa pria ke rumah ini untuk di perkenalkan sama kita," jawab Papih Anwar.
Mamih Lisda yang melihat raut wajah anaknya berubah,menggenggam tangan April untuk menenangkannya.
"Wah kebetulan Dika juga belum punya pacar,bagaimana kalau kita jodohkan saja mereka" celetuk Daddy Ferdinan.
April yang sedang makan akhirnya tersedak,Mamih Lisda dengan sigap memberikan minum kepada April.
"Pelan-pelan dong Sayang,makannya!!" seru Mommy Winda.
Dika tidak memperdulikan semuanya,dia tetap saja sibuk dengan makan malamnya.
April tidak bisa menjawab dan hanya diam saja,dia takut kalau berbicara Papihnya marah.
"Maaf,mungkin April butuh waktu untuk berpikir dulu" jawab Mamih Lisda.
"Baiklah,kami menunggu kabar baik dari kamu Nak" sahut Daddy Ferdinan.
April melirik ke arah Dika yang sibuk makan tanpa memperdulikan sekitarnya.
"Nih Dosen,kenapa diam saja ga ngomong dasar nyebelin" batin April.
Acara makan malam pun sudah selesai,para Orang Tua sedang mengobrol di ruang keuarga sementara Dika sedang mengangkat telpon dari seseorang.
April menghampiri Dika dan menunggu sampai Dika selesai mengangkat telponnya.Setelah selesai dan menutup telponnya,Dika membalikkan badannya.
"Astaga,ngapain kamu diam di situ?" Dika memegang dadanya karena kaget.
"Pak,bisa kita bicara sebentar!!" seru April.
April mengajak Dika duduk di kursi yang ada di pinggir kolam berenang.April duduk dan di susul oleh Dika yang duduk di sebelahnya.
"Saya tahu apa yang akan kamu bicarakan" seru Dika datar.
"Tuh kan beneran,ini mah fix dia seorang Dukun" batin April.
"Kamu mau menolak perjodohan itu kan?" ucap Dika.
"Iya Pak,karena saya sudah punya pacar" jawab April.
"Saya tahu,pacar kamu seorang Polisi kan?"
"Bapak tahu dari mana?" tanya April.
Dika hanya tersenyum misterius..
"Jadi saya mohon,Bapak tolak ya perjodohan ini" April memohon kepada Dika.
"Kenapa tadi kamu ga jawab aja pertanyaan Daddy saya" ucap Dika.
"Tadi kan Bapak juga tahu kalau Papih saya keburu menjawabnya,saya ga bisa apa-apa takut Papih marah," jawab April.
__ADS_1
"Akan saya pikirkan nanti" Dika beranjak dari duduknya dan menghampiri kedua Orang Tuanya.
"Kok nanti sih Pak!!" teriak April dan berlari kecil menyusul Dika.
Dika duduk di samping Daddy nya,begitu pun dengan April.April terlihat cemberut,bagaimana nasib hubungannya dengan Radit yang baru saja terjalin.
Setelah sekian lama mereka ngobrol kesana kemari,akhirnya keluarga Wijaya pamit pulang karena sudah terlalu malam.
"Nanti gantian ya,kalian yang berkunjung ke rumah kami" seru Mommy Winda.
"Pasti Jeng" jawab Mamih Lisda.
Sepeninggalnya keluarga Wijaya,April duduk di samping Papihnya.
"Kenapa anak Papih kok cemberut?" tanya Papih Anwar.
"Papih harus batalin acara perjodohan itu,karena April sudah punya pacar Pih" sahut April.
"Lho,sejak kapan kamu punya pacar?kok Papih ga tahu,siapa laki-laki itu?" tanya Papih Anwar.
April menunduk takut Papihnya marah,Mamih Lisda yang mengerti akan keadaan anaknya itu mencoba menenangkannya.
"Laki-laki itu Radit Pih,Polisi yang Papih sewa menjadi Sopir pribadi April," jawab Mamih Lisda.
"Sudah Papih duga,kenapa kamu ga ngomong sama Papih tadi kan Papih tidak akan menjodohkan kamu sama Dika kalau Papih tahu kamu sudah punya pacar," seru Papih Anwar.
Seketika April mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Papihnya.
"Papih ga marah sama April?" tanya April.
"Kenapa mesti marah Sayang,kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan Papih juga kalau memang Radit bisa membuatmu bahagia Papih setuju-setuju saja,tapi kalau sekali saja dia membuat Princes Papih terluka,jangan salahkan Papih kalau Papih menghukum dia dengan cara Papih sendiri," ucap Papih Anwar.
April langsung memeluk Papihnya...
"Terima kasih Papih" seru April.
"Ini adalah salah satu cara Papih menebus perlakuan Papih dulu sama kamu Sayang," Papih Anwar mencium pucuk kepala Puteri satu-satunya itu.
Sementara Mamih Lisda terlihat menghapus air mata yang keluar dari ujung matanya,akhirnya kehangatan keluarganya kembali lagi seperti dulu.
Di kediaman Wijaya...
"Dika,maksud kamu apa dengan jadi Dosen?" tanya Daddy Ferdinan.
"Dad,sebenarnya sejak awal Dika bertemu dengan April di jalan,Dika sudah jatuh cinta sama dia Dad,makannya Dika bela-belain cari tahu info tentang April.Dan ternyata April Kuliah di Kampus milik Kakek,Dika menyamar jadi Dosen di sana demi dekat sama April Dad" jelas Dika.
"Terus bagaimana,apa April juga menyukai kamu?" tanya Mommy Winda.
"Sayangnya April sudah mempunyai pacar Mom,tapi Dika tetap mencintai dia Mom" seru Dika.
"Lho,kalau April sudah punya pacar apalagi yang di harapkan sudah lupakan saja" ucap Daddy Ferdinan dingin.
"Ga bisa Dad,Daddy jangan batalin perjodohan itu Dika mohon" sahut Dika.
"Dika,tapi April sudah punya pacar" jawab Mommy Winda.
"Baru pacaran Mom belum menikah,malahan sudah menikah juga Dika tetap akan merebut April karena Dika sudah terlanjur jatuh cinta sama April" Dika langsung pergi menuju kamarnya.
Mommy dan Daddy nya menggeleng-gelengkan kepalanya.
๐ผ
๐ผ
๐ผ
๐ผ
๐ผ
Ayo dong,mana dukungannya kok pada males sih ngasih jempol dan votenya๐๐
Author butuh dukungan dan support biar Author semangat menulisnya๐๐
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU๐๐๐