
π΅
π΅
π΅
π΅
π΅
April masuk ke dalam rumah dan berlari ke kamarnya dengan deraian air mata,April tidak peduli dengan pandangan Orang Tua Dika kalau dia dianggap anak yang tidak mempunyai sopan santun.
Yang terpenting saat ini,April merasa marah kepada Orang Tua Dika yang tiba-tiba mengucapkan hal seperti itu.April terus menghubungi Radit tapi panggilannya sama sekali tidak ada yang di angkat.
Sementara itu Radit mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi,hatinya begitu sakit dadanya begitu sesak.Pembicaraan di rumah April tadi benar-benar terus terngiang-ngiang di telinga Radit.
"Aku pikir kamu itu beda Pril,ternyata kamu sama saja hanya ingin mempermainkan hati dan perasaan aku," Radit terlihat meneteskan air mata.
Sekuat apapun lelaki,setangguh apapun lelaki itu tetap akan menangis juga karena lelaki juga mempunyai hati.
Radit menepikan motornya di sebuah Taman,Radit benar-benar merasakan sakit yang luar biasa kali ini bahkan lebih sakit dari kejadian dahulu."
"Kenapa kamu melakukan semua ini Pril,kenapa aku selalu di tinggalkan oleh orang yang aku cintai disaat sedang sayang-sayangnya.Kenapa semua wanita selalu mencampakkanku apa karena aku anak orang miskin," gumam Radit.
Radit merogoh saku celanany,dilihatnya April yang menghubunginya tanpa berpikir lagi,Radit mematikan Ponselnya.
"Kamu pintar sekali bersandiwara April,kamu benar-benar wanita munafik yang baru aku temui," ucap Radit dengan meremas Ponselnya.
Sementara itu di kamar April terus saja menangis tanpa henti.
Tok..tok..tok..
"Sayang,buka pintunya!!" seru Mamih Lisda.
"Sayang,buka dulu pintunya Papih mau bicara," sambung Papih Anwar.
April seolah-olah tuli,dia tidak peduli dengan Mamih dan Papihnya yang terus saja berteriak.
"Bagaimana ini Pih,Mamih khawatir sekali," sahut Mamih Lisda.
"Papih yakin,April tidak akan melakukan hal yang bodoh," ucap Papih Anwar.
Dika dan Orang Tuanya memilih untuk pamit pulang,sedangkan Sella,Brian,dan Andre masih menunggu kabar dari Mamih dan Papih April.
"Gue awalnya memang sangat mencintai April,bahkan sampai saat ini pun gue tetap mencintai April.Tapi gue sudah mengikhlaskan April bersama Polisi yang menyebalkan itu,meskipun Polisi itu begitu menyebalkan tapi gue lebih merestui April dengannya daripada dengan Pak Dika," jelas Brian.
"Iya sama,gue lihat Pak Polisi itu lebih tulus mencintai April," sahut Andre.
Tiba-tiba Mamih dan Papih April menuruni tangga.
"Bagaimana Om,Tante?" tanya Sella.
"April tetap tidak mau membuka pintunya," jawab Mamih Lisda.
"Semoga saja April tidak melakukan hal yang bodoh," seru Papih Anwar.
"Kalau begitu kayanya kita pulang dulu Om,Tante soalnya sudah malam juga" ucap Sella yang di setujui oleh Brian dan Andre.
Mereka bertiga pun berpamitan dan pergi meninggalkan rumah April.
Cukup lama Radit berdiam diri di Taman tersebut,tidak terasa waktu sudah larut malam.Dengan perasaan hancur,Radit melangkah menuju motornya.Belum juga Radit menyalakan motornya,tiba-tiba hujan turun dengan derasnya seolah menandakan suasana hati radit yang sedang mendung.
__ADS_1
Radit kemudian melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Karena hujan yang sangat lebat,membuat penglihatan Radit agak sedikit buram.
Di tengah-tengah jalan,tiba-tiba ada Kucing yang lewat karena kaget Radit mengerem mendadak.Radit tidak menyadari kalau jalanan licin karena sedang hujan,akhirnya Radit hilang keseimbangan.
Bruuuggghhh....
Motor Radit menabrak pembatas jalan,Radit terpental sampai beberapa meter dari posisi motornya.Saking kerasnya benturan,helm Radit sampai terlepas dari kepala Radit dan kepala Radit terbentur ujung trotoar.
Seketika darah mengalir dari kepala dan hidung Radit,pandangan Radit mulai menggelap dan saat itu juga Radit langsung tak sadarkan diri.
Sementara itu di kamar April,April merasa haus dan hendak mengambil air di atas nakas tapi pada saat April memegang gelas itu,tiba-tiba saja gelasnya jatuh dan pecahannya mengenai tangan April,tangan April seketika mengeluarkan darah.
"Aw...ada apa ini?kok rasanya beda,jari aku yang terluka tapi kenapa hati aku yang sakit," gumam April.
Radit di bawa ke Rumah Sakit oleh Polisi yang sedang berpatroli dan keluarganya pun sudah dihubungi.Saat ini Ibu,Ayah,dan Rangga sudah menunggu Radit di depan ruangan Operasi.Ibu sudah menangis tersedu-sedu di pelukkan Ayah.
Barang-barang Radit sudah berada di tangan Rangga dan Rangga langsung kepikiran untuk langsung menghubungi April,tidak butuh waktu lama panggilannya langsung terhubung.
"Hallo Kak April,Kak Radit mengalami kecelakaan sekarang berada di Rumah Sakit xxx," seru Rangga.
Seketika Ponsel April terjatuh,air matanya berlinang membasahi pipinya.Tanpa memikirkan apapun lagi,April mengambil jaketnya dan kunci mobil.
April dengan langkah terburu-buru menuruni tangga tanpa melihat Papih Anwar yang sedang duduk di depan Televisi.
Papih Anwar berlari mengejar April keluar dan mencegah April masuk mobil.
"Mau kemana kamu April,ini sudah larut malam?" tanya Papih Anwar.
"April maubke Rumah Sakit Pih,Radit kecelakaan," ucap April dengan deraian air mata.
"Bahaya malam-malam begini nyetir sendiri,biar Papih yang anterin kamu."
Selama dalam perjalanan April tidak henti-hentinya menangis.
"Sudah Sayang,jangan menangis terus," ucap Papih Anwar.
"April takut terjadi kenapa-napa sama Radit Pih," sahut April.
"Papih yakin Radit adalah laki-laki yang kuat,jadi kamu jangan khawatir," Papih Anwar berusaha menenangkan Puteri kesayangannya itu.
Tidak lama kemudian,April dan Papih Anwar sampai di Rumah Sakit.April berlari mencari ruangan tempat Radit sedang di tangani,terlihat Ibu,Ayah,dan Rangga menundukkan kepalanya.
"Ibu,Ayah,Rangga..." ucap April.
Ibu Radit mendongakkan kepalanya dan langsung memeluk April.
"Ada apa sebenarnya Bu?kenapa semua ini terjadi?" tanya April dengan deraian air mata.
"Ibu juga tidak tahu Nak,tadi Radit berpamitan mau ke rumah Nak April tapi setelah jam 12 malam Radit belum pulang juga dan tiba-tiba ada yang menghubungi kepada Rangga kalau Radit mengalami kecelakaan," jelas Ibu Radit.
April menangis sejadi-jadinya du pelukkan Papih Anwar.
"Jadi setelah pulang dari rumah aku,Radit pergi kemana?" batin April.
Papih Anwar menjelaskan semuanya,karena sebenarnya telah terjadi kesalah pahaman antara April dan Radit.
Ayah dan Ibu Radit sangat bersyukur sekali,ternyata ada juga orang yang sangat kaya merestui Puteri satu-satunya menjalin hubungan dengan anaknya yang hanya seorang Polisi.
"Terima kasih Tuan,karena Tuan sudah mau menerima Radit untuk dekat dengan Puteri Tuan," seru Ayah Radit.
__ADS_1
"Sama-sama Pak,karena saya melihat Radit adalah anak yang baik dan menyayangi April dengan tulus.Saya bukan tipe Orang Tua yang memaksakan kehendak anak,kalau anak saya mencintai Radit dan Radit bisa membuatnya bahagia,saya tidak berhak merengguk kebahagiaan anak saya.Dan satu lagi,jangan panggil Tuan karena sepertinya kita seumuran panggil nama saja tidak apa-apa," jelas Papih Anwar.
Ibu,Ayah,dan Rangga terlihat bahagia mendengar ucapan Papih Anwar.Setelah sekian lama menunggu Radit di depan ruang Operasi bahkan Rangga pun sudah terlelap tidur di kursi tunggu.
Papih Anwar sudah pulang,karena April memaksanya untuk pulang.Sementara semuanya sedang berharap-harap cemas menunggu kabar Radit,tidak lama kemudia Dokter pun keluar dengan wajah yang terlihat kelelahan,semuanya menghampiri Dokter.
"Bagaimana Dok,keadaan anak saya?" tanya Ayah Radit.
"Alhamdulillah,saya sudah berhasil menghentikan pendarahan di kepala anak Bapak,tapi...." ucapan Dokter terpotong.
"Tapi kenapa Dok?" tanya Ibu yang terlihat sangat khawatir.
"Tapi akibat benturan yang sangat keras di kepalanya anak Bapak dan Ibu mengalami koma," ucap Dokter.
Jedaaaaarrrrr....
Ucapan Dokter membuat semua orang yang ada disana terkejut,April menutup mulutnya untuk menyamarkan suara tangisannya.Begitu pun dengan Ibu yang menangis sejadi-jadinya di pelukkan Ayah.
"Berapa lama anak saya akan sadar Dok?" tanya Ayah Radit.
"Saya juga tidak bisa memastikannya Pak,tapu kalau anak Bapak mempunyai keinginan untuk bangun anak Bapak akan cepat sadar,tapi sebaliknya kalau anak Bapak tidak mempunyai semangat dan keinginan untuk bangun,saya tidak bisa memastikan anak Bapak dan Ibu akan sadar."
"Mudah-mudahan ada keajaiban untuk anak Bapak dan Ibu,dan kalau bisa teruslah rangsang otak anak Bapak dan Ibu dengan cara mengajaknya berbicara,karena saya yakin dengan doa dan dorongan semangat dari keluarga akan membuat Pasien cepat sadar.Bapak dan Ibu yang sabar,banyak-banyaklah berdoa kalau begitu saya permisi," jelas Dokter.
April ambruk di kursi ruangan tunggu,kakinya lemas sudah tidak bisa menopan berat badannya.
Tidak lama kemudian,Perawat memindahkan Radit ke ruangan rawat inap dengan alat-alat yang terpasang di seluruh tubuhnya.
Hati April benar-benar hancur dan sakit melihat orang yang sangat dia cintai sedang terbaring lemah dan berjuang antara hidup dan mati hanya dengan bantuan alat-alat di tubuhnya yang membantunya bertahan untuk hidup.
April terus berada di samping ranjang Radit dan menggenggam tangan Radit dan menciumnya.
"Bangun Dit,katanya kamu mau menjaga aku tapi kenapa kamu malah seperti ini.Kamu salah paham Dit,aku tidak pernah sedikitpun mencintai Pak Dika,yang ada di hatiku cuma kamu Dit,tidak ada yang lain.Ayo bangun Dit jangan seperti ini,please aku mohon bangun."
Tangisan April begitu memilukan,dia tidak memperdulikan kondisinya yang baru saja pulang dari Rumah Sakit.
Ibu,Ayah,dan Rangga terlihat sudah masuk ke alam mereka masing-masing.Hanya April yang setia terjaga,dia memandangi Radit air mata tak henti-hentinya keluar,rasa kantuk pun sudah menghilang entah kemana,hanya perasaan ingin berada di dekat Radit berharap Radit segera membuka matanya.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Selamat malam semuanya,semoga kalian semua masih setia dengan cerita April dan Babang Radit.
Jangan bosen-bosen ya menunggu kelanjutannyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ