Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
RINDU BERAT


__ADS_3

🏵


🏵


🏵


🏵


🏵


Radit keluar dari ruangannya secara terburu-buru,sampai-sampai dia menabrak Novi yang dari tadi menguping pembicaraan antara Radit dan Rico.


Novi terjatuh ke lantai...


"Aduh,sorry..sorry...aku buru-buru," Radit pergi meninggalkan Novi tanpa membantu Novi untuk bangun terlebih dahulu.


Novi begitu tercengang,ternyata masih ada orang yang benar-benar mempunyai hati tidak pernah bisa tersentuh sedikitpun.


Rico mengulurkan tangannya untuk membantu Novi bangun dan Novi pun menyambutnya.


"Kapten mau kemana?kok kaya yang buru-buru kaya gitu?" tanya Novi.


"Mau ketemu pujaan hatinya," jawab Rico.


"Hah..jadi pacar Kapten sudah kembali?jadi penasaran seperti apa wajah pacarnya Kapten," seru Novi.


"Tuh yang ada di Tivi," ucap Rico dengan berlalu meninggalkan Novi.


Sementara itu Novi tampak terkejut,cukup lama Ia berpikir hingga akhirnya dia tersadar dan mengejar Rico.


"Pak Rico tunggu," Novi berlari mengejar Rico.


"Ada apa?"


"Maksud Pak Rico apa?menunjukkan anak dari Milyarder itu?" tanya Novi bingung.


"Iya,April Suci Prabowo itu wanita yang selama ini Radit tunggu," jelas Rico.


"Apa.."


"Lebih baik mundur saja,kamu tidak akan menang melawan hati Radit.karena hati Radit milik April sepenuhnya," ucap Rico dengan menepuk pundak Novi dan pergi meninggalkan Novi.


Novi terlihat langsung lemas mendengar penjelasan dari Rico.


Selama dalam perjalanan Radit tak henti-hentinya mengembangkan senyumannya,dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasih yang sangat dia rindukan.


Radit sampai di depan Perusahaan Papih Anwar,di lihatnya jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Masih jam 2 siang," gunam Radit.


Radit turun dari mobilnya dan berjalan mendekati Satpam Perusahaan Papih Anwar.


"Maaf Pak,mau nanya Karyawan disini pulangnya jam berapa ya?" tanya Radit.


"Jam 4 Pak," jawab Satpam.


"Oh gitu ya,,Pak boleh saya menunggu di depan sini ga?" tanya Radit kembali.


"Boleh Pak silahkan."


"Terima kasih ya Pak."


Radit pun menunggu dengan perasaan gelisah,tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 4 sore,satu per satu Karyawan keluar.


Jam sudah menunjukkan pukul 4.30 masih belum ada tanda-tanda wanita yang Radit tunggu keluar.Hingga akhirnya seorang wanita yang dia tunggu-tunggu keluar juga.


Sungguh berasa mimpi Radit bisa melihat April lagi seperti ini,Radit segera menghampiri April yang sedang berdiri mengotak-ngatik Ponselnya.


Dengan langkah cepat Radit menghampiri April dan setelah dekat Radit langsung menarik lengan April dan mendekapnya dengan sangat erat.


April yang sangat kaget tiba-tiba ada yang memeluknya tentu saja memberontak dia memukul-mukul punggung laki-laki kurang ajar yang sudah berani-berani memeluknya.


"Lepaskan,siapa kamu main peluk-peluk?ih..lepaskan," April terus saja berontak.


"Aku sangat merindukanmu," ucap Radit lirih.


Suara laki-laki itu membuat April diam dan tidak berontak lagi,cukup lama mereka saling berpelukkan hingga April menginjak kaki Radit supaya melepaskan pelukkannya.


Benar saja seketika Radit melepaskan pelukkannya dan mengerang kesakitan dengan memegang kakinya.


"Sembarangan main peluk-peluk," April bertolak pinggang memarahi Radit.


"Sayang,kok gitu aku sangat merindukanmu," ucap Radit yang masih memegang kakinya.


"Sayang..Sayang,sembarangan aja kalau ngomong," ucap April kesal.


"Kamu kenapa kok jadi galak kaya gini sih?" tanya Radit.


Tiba-tiba Ponsel Radit berbunyi,telihat nama Rico di layar Ponsel Radit.


"Tunggu sebentar,aku angkat telpon dulu kamu jangan kemana-mana," ucap Radit dengan sedikit menjauh dari April.


"Pasti itu telpon dari wanita itu,ih..nyebelin," April langsung pergi dan menghentikan sebuah Taxi.


"Ada apa Ric,lo ganggu aja?" tanya Radit.


".........."


"Apa..kenapa lo ga bilang dari tadi sih?" Radit tampak kesal.


"........."


"Ya sudah,terima kasih infonya."

__ADS_1


Radit menutup Ponselnya dan menyimpannya di saku celananya,tapi disaat Radit berbalik April sudah tidak ada di tempat.Radit tampak celingukkan mencari April.


"Pak,maaf apa Bapak melihat April?" tanya Radit.


"Ibu April sudah pulang Pak,barusan naik Taxi," jawab Satpam.


"Ah..sial,,ya sudah terima kasih ya Pak," ucap Radit yang langsung memasuki mobilnya.


Radit melajukan mobilnya,dia akan menyusul April ke rumahnya.Sementara itu,April malah mampir dulu ke rumah Radit karena ingin bertemu dengan Ayah,Ibu,dan Rangga.


April turun di depan rumah Radit,April sangat terkejut banyak sekali perubahan yang terjadi saat April tidak ada.


Rumah sederhana Radit yang dulu begitu nyaman dan hangat,sudah berubah menjadi Rumah bertingkat 2 meskipun mungil tapi Rumah itu begitu enak di pandang.


April mengembangkan senyumannya,tatkala Ibu Radit keluar dari rumah dan menyapu halaman rumahnya.


"Assalamualaikum,Ibu" seru April.


"Waalaikumsalam."


Ibu Radit tampak terkejut dengan kedatangan April sampai-sampai Ibu menjatuhkan sapu yang di pegangnya.


"Ya Alloh Nak April," Ibu langsung memeluk April.


"Apakabar Bu?" tanya April.


"Alhamdulillah Nak,kami baik-baik saja," jawab Ibu Radit.


"Ayo Nak,masuk."


Ibu Radit membawa April masuk ke rumahnya,April sangat takjub melihat isi rumah Radit yang bersih dan sangat rapi.


"Sebentar ya,Ibu ambilkan dulu minuman!!Ayah,Rangga,sini ini ada siapa yang datang," teriak Ibu.


Ayah dan Rangga pun datang menghampiri ke ruang tamu.


"Kak April," sapa Rangga.


"Rangga,kamu sudah besar dan makin ganteng," puji April.


"Gantengan Rangga kan Kak,di bandingkan sama Kak Radit?" celetuk Rangga.


April terkekeh mendengar ucapan Rangga,April beralih mencium tangan Ayah Radit.


"Apakabar Ayah?" tanya April.


"Alhamdulillah baik Nak," jawab Ayah Radit dengan mengusap kepala April.


"Ayo silahkan Nak,dicicipi" sahut Ibu Radit.


"Iya Bu,terima kasih."


Ibu Radit menggenggam tangan April dan mengusap pipi April.


April mengusap air mata Ibu Radit.


"Ibu jangan nangis,sekarang April sudah ada di sini lagi."


"Kak April makin cantik saja ya Bu,Kak Radit pasti bakalan senang kalau ngelihat Kak April ada disini," seru Rangga.


"Oh iya,Ibu mau masak dulu buat kamu pokoknya kamu jangan dulu pulang,kamu harus makan disini," seru Ibu.


"Siap Bu,April juga sudah kangen sama masakan Ibu."


"Kalau begitu Ayah juga mau lanjutkan dulu nanam singkong di kebun belakang."


Ayah dan Ibu pun pergi,tinggallah April dan Rangga.


"Setelah Kak April pergi,banyak sekali ya perubahan yang terjadi," ucap April dengan melihat-lihat foto-foto yang terpajang di dinding.


"Iya Kak,,begitu juga dengan Kak Radit.Kakak tahu semenjak Kak April pergi Kak Radit seperti orang gila,sikapnya pun berubah jadi dingin dan pendiam."


"Maksud kamu apa Rangga?" tanya April.


"Kak Radit seperti bukan Kak Radit lagi,dia jadi gila kerja,Kak Radit ngumpulin uang sedikit demi sedikit buat membeli mobil katanya kalau Kak April pulang nanti,Kak April ga bakalan kepanasan lagi kalau jalan bareng."


April terasa tersentak mendapat penjelasan dari Rangga.


"Kak Radit sangat mencintai Kak April,bahkan sekarang berkat kerja kerasnya pun Kak Radit naik pangkat lho Kak menjadi seorang AKP.Dan Kak Radit juga bisa merenovasi rumah ini,selama Kak April pergi ke Amerika,Kak Radit itu ga pernah dekat sama perempuan bahkan dia seakan anti dengan perempuan," jelas April.


"Masa sih Rangga?tapi Kak April pernah lihat Kak Radit bersama perempuan di sebuah Restoran,mereka terlihat mesra lho Rangga," sahut April.


"Perempuan siapa?apa perempuan yang rambutnya pendek Kak?" tanya Rangga.


April menganggukkan kepala...


"Itu nama Novi Kak,seorang Polwan anak buahnya Kak Radit juga.Dia emang suka sama Kak Radit tapi Kak Raditnya ga suka,malah dia sering datang kesini lho Kak bawain kue atau apalah buat merebut hati Kak Radit,tapi ya begitulah Kak Radit sama sekali tidak menyukainya," jelas Rangga.


"Tapi kenapa waktu di Restoran dia begitu dekat banget sama cewek itu," batin April.


"April ayo kita makan dulu,masakannya sudah siap nih," seru Ibu.


Akhirnya April dan keluarga Radit pun makan bersama.


Sementara itu,Radit baru sampai di rumah April.Rumah yang masih sama seperti dulu tidak berubah sedlikitpun.


Radit menekan bel rumah April,dan tidak lama kemudian Bi.Asih datang membukakan pintunya.


"Mau cari siapa ya Mas?" tanya Bi.Asih.


"Nyonyanya ada Bi?" tanya Radit.


Belum juga Bi.Asih menjawab,Mamih Lisda baru turun dari kamarnya.

__ADS_1


"Siapa Bi?"


"Ini Nyonya,ada yang mencari Nyonya."


"Radit,ayo silahkan masuk Dit.Bibi tolong buatkan minuman ya!!"


Radit pun mengikuti Mamih Lisda masuk kedalam rumah.


"Ayo silahkan duduk Dit."


"Terima kasih Tante."


"Kemana saja kamu Dit,kok jarang mampir kesini lagi?mentang-mentang Aprilnya ga ada."


"Bukan begitu Tante,Radit memang sedang sibuk saja dengan pekerjaan."


"Oh iya ya,kan sekarang kamu sudah naik Pangkat."


"Gini lho Tante,sebenarnya Radit kesini mau bertemu sama April."


"Lho,April belum pulang."


"Masa sih Tante,Radit sudah ke Kantornya tadi dan bertemu dengan April dan pada saat Radit menerima telpon April sudah pergi naik Taxi,kirain April sudah sampai kesini."


"Apa kalian ada masalah?" tanya April.


"Sebenarnya April sedang salah paham sama Radit Tante," kemudian Radit menceritakan semuanya tentang kesalah pahamnya.


"Oh begitu,ya sudah nanti juga April baik lagi kok kamu yang sabar saja ya menghadapi sikap April."


"Iya Tante,kalau begitu Radit pulang dulu ya Tante sudah sore juga."


Raditbpun berpamitan dan melaju menuju rumahnya.


Begitu pun dengan April dia pamitan pulang,karena Taxi Online yang dia pesan sudah menunggu diluar.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam,,kenapa Kak lemas amat?" tanya Rangga.


"Kakak habis nyari April ke rumahnya tapi kata Mamihnya April belum pulang,ga tahu kemana tuh anak," ucap Radit dengan menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa sambil memijat pelepisnya.


"Lho,dari tadi Kak April disini."


Radit langsung mendudukan tubuhnya...


"Yang benar kamu Rangga?" tanya Radit.


"Ya benarlah Kak,kalau ga percaya tanya aja sama Ayah dan Ibu," jawab Rangga.


"Ya ampun,susah banget sih ketemu sama kamu April." Radit mengacak-ngacak Rambutnya frustasi.


"Yang sabar Kak,perjalanan cintamu masih panjang," Rangga berlalu dan menepuk pundak sang Kakak yang sedang frustasi.


"Awas kamu,kalau ketemu ga bakalan aku lepasin lagi.."


Malam pun tiba,April sedang mengotak-ngatik Laptopnya.


Tok..tok..tok..


"Boleh Mamih masuk?" tanya Mamih Lisda.


"Masuk aja Mih."


"Kamu lagi ngapain?" tanya Mamih Lisda.


"Biasalah Mih,lagi mempelajari berkas-berkas."


"Tadi Radit kesini lo."


"Hah..mau ngapain dia?"


"Nyariin kamulah masa nyariin Mamih,kasihan lho Sayang Radit sudah nungguin kamu 4 tahun,itu bukan waktu yang sebentar.Kamu cuma salah paham sama Radit."


"Iya Mih April tahu,April cuma ingin ngetes seberapa besar rasa cinta Radit buat April,April pengen lihat setelah dia nunggu April selama 4 tahun terus sekarang April cuekin dia,apa dia masih mau sama April atau justru malah ninggalin April," April nyengir di hadapan Mamihnya.


"Dasar jahil ya,kasihan lo anak orang," Mamih Lisda mencubit hidung April.


"Bodo amat."


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼


Hai..hai..April dan Babang Radit kembali lagi nih😇😇


Mana dong Votenya kok malah kendor sih🙏🙏☹️☹️


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU💋💋💋


__ADS_2