Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
PERMINTAAN MAAF


__ADS_3

April bersiap-siap untuk berangkat ke Kampusnya.


"Sayang,sarapan dulu." seru Mamih Lisda


"Tumben,Papih kemana?ke rumah wanita itu lagi?" tanya April jutek.


"Papih kamu pergi ke Pengadilan Sayang,hari ini keputusan perceraian antara Papih dan wanita itu." jelas Mamih Lisda.


"Syukurlah." jawab April datar


"Ngomong-ngomong bagaimana hubungan kamu dengan Radit?" tanya Mamih Lisda yang langsung membuat April tersedak.


"Ya ampun Sayang,kalau makan itu pelan-pelan." Mamih Lisda memberi April minum dan menepuk-nepuk punggungnya.


"Kenapa Mamih tiba-tiba nanyain hubungan April sama Radit,emangnya kita berdua ngejalanin hubungan apa?" April tampak kesal.


"Mamih punya feeling kayanya Radit suka deh sama kamu Sayang." sahut Mamih Lisda.


"Idih PD amat Mamih,jangan ngaco deh."


"Mamih ga PD Sayang,emang kenyataannya kaya gitu dari tatapan dan perlakuan Radit sama kamu itu beda,dia begitu khawatir saat kamu masuk Rumah Sakit malahan Radit rela ga tidur lho buat jagain kamu." jelas Mamih Lisda


"Udah ah April berangkat dulu,dah Mamih Assalamualaikum." April mencium tangan dan pipi Mamihnya.


"Waalaikum salam."


April mengendarai mobilnya menuju Kampus,hari ini April terlihat celingukan berharap bertemu Radit di jalan tapi nyatanya tidak ada sosok Radit di sana.


Aneh,rasanya ada perasaan kecewa di hati April.


"Kok gue jadi nyariin cowok nyebelin itu sih." gumam April


Tidak lama kemudian April pun sampai d Kampusnya,Sella terlihat sudah menunggu April di parkiran.


Di saat April baru saja turun dari mobilnya,semua orang tampak menatap meremehkan kepada April.


"Oh jadi lo anak selingkuhan Pak Anwar,pantas saja." cibir salah satu Mahasiswa.


"Maksud lo apa?" bentak April.


Sella menarik tangan April dan membawanya ke papan pengumuman.


"Lihat tuh." seru Sella


Mata April melotot,darah nya mulai panas dan emosi nya memuncak naik ke ubun-ubun.


"Siapa yang berani membuat gosip murahan seperti ini?" April menyobek kertas yang tertempel di papan pengumuman itu.


"Siapa lagi kalau bukan anak itu." jawab Sella


"Kurang ajar." April berjalan penuh emosi menuju kelas Alya.


Sesampainya di kelas Alya,ternyata Alya sedang ketawa-ketiwi dengan teman-temannya.


April yang emosi langsung menghampiri meja Alya dan menggebraknya sehingga semua orang terlihat kaget.


"Maksud lo apa buat gosip murahan seperti ini hah." bentak April


"Emangnya kenapa?suka-suka gue lah." ucap Alya santai.


"Dasar anak ga tau diri lo,gue dan Mamih gue adalah anak dan istri Sah dari Pak Anwar sementara lo dan Nyokap lo adalah orang yang sudah merebut Papih gue,terus ngapain lo buat gosip murahan seperti ini lo mau bikin diri lo sendiri malu hah." bentak April


"Gue sama Nyokap gue ga pernah merebut Papih lo,Papih lo aja yang keganjenan ngelirik Nyokap gue,ya karena Nyokap gue lebih menarik di bandingkan dengan Nyokap lo." seru Alya


April yang mendengar ucapan Alya menghina Mamihnya langsung memuncak emosinya.


Plaaaakkkk....


April menampar Alya dengan kerasnya.


"Jaga ya mulut lo,jangan coba-coba menghina Mamih gue." teriak April

__ADS_1


Tidak lama kemudian Pak Bambang selaku Dosen datang untuk melerai pertengkaran kedua wanita itu.


"April...Alya...cukup." teriak Pak Bambang


"Pak,Kak April nampar saya Pak." adu Alya dengan tamgisannya.


"Kalian ikut ke ruangan Bapak,Bapak akan memanggil Orang Tua kalian." bentak Pak Bambang.


Aprill dan Alya mengikuti Pak Bambang ke ruangannya.


Di ruangan Pak Bambang,April dan Alya duduk menunggu orang tua mereka datang dan tidak lama kemudian Papih Anwar,Mamih Lisda dan Mamah Santi datang.


Tok..tok...tok


"Permisi Pak." seru Papih Anwar


"Silakan masuk orang tua Alya dan April." seru Pak Bambang.


Alya yang melihat Papih Anwar datang,berdiri dan langsung memeluk Papih Anwar sembari menangis.


April hanya melihat adegan itu dengan tatapan sinis.


"Papah,Kak April nampar Alya." adu Alya


"Maaf Pak Anwar saya kecolongan,tadi Alya dan april bertengkar." jelas Pak Bambang


"Sayang,kok kamu jadi kasar kaya gitu?Mamih tidak pernah mengajarkan kamu bersikap kasar sama orang lain,Mamih kecewa sama kamu April." sahut Mamih Lisda


"Mamih dia duluan yang membuat gosip murahan dan menempelnya di papan pengumuman,dan anak kurang ajar ini sudah menghina Mamih tadi makannya April menampar dia." jelas April


"Cukup April." bentak Mamih Lisda


April tampak terkejut,pasalnya baru kali ini Mamihnya membentak April.Papih Anwar yang melihat itu melepaskan pelukkan Alya dan menghampiri April.


"Sayang,kamu tidak apa-apa?" tanya Papih Anwar sembari memegang pundak April.


April menatap Papih nya dengan tatapan benci,dan tak terasa air matanya mulai menetes.


"April" bentak Mamih Lisda


Plaaakk....


Tanpa sadar Mamih Lisda menampar anak nya sendiri,air mata April makin mengalir di pipi nya yang mulus itu.


Mamih Lisda melihat ke arah tangannya yang untuk pertama kalinya sudah menampar anaknya.


"Kalian semua jahat." teriak April dan langsung berlari keluar.


"April tunggu Sayang,Mamih tidak bermaksud seperti itu." Mamih Lisda menyusul April keluar.


Papih Anwar yang mengetahui kebingungan di wajah Pak Bambang,akhirnya menjelaskan apa hubungan April dan Alya.Pak Bambang mengerti dengan penjelasan Pak Anwar.


Pak Anwar pamit menyusul April dan Mamih Lisda serta meninggalkan Alya dan Mamah Santi yang sekarang sudah resmi bercerai.


April berlari ke arah parkiran dan cepat-cepat masuk ke dalam mobilnya,April tidak memperdulikan teriakan Mamih dan Papihnya.


"Sayang tunggu." teriak Mamih Lisda dengan deraian air mata.


Papih Anwar memeluk Mamih Lisda yang sedang menangis.


Sementara itu,April melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi air mata April tidak bisa berhenti terus mengalir di pipinya.


Di tempat lain,Radit dan Rekan-rekannya tampak sedang melakukan Razia.


"Panas banget Bro,cuaca siang ini." seru Rico


"Huuh" jawab Radit singkat.


"Tunggu-tunggu,tuh mobil kenceng amat." ucap Rico


Radit menoleh,dan dia tahu mobil siapa itu.

__ADS_1


"Bukannya itu mobil April Dit,kenceng amat mengendarainya kan bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain." sahut Rico


April tidak memperdulikan orang-orang yang ada di sekitarnya,malahan lampu merah pun dia terobos.


"Wah parah Dit,April terobos lampu merah." sahut Rico


"Biar gue yang kejar dia." Radit memakai motor Polisi dan mengejar mobil April.


"Ya Alloh Pril lo kenapa,bukannya ini masih jam kuliah ya." gumam Radit


Setelah sekian lama mengejar mobil April,akhirnya April menghentikan mobil nya di jalanan sepi,April menangis sejadi-jadinya di dalam mobil dengan menempelkan keningnya ke atas setir.


Radit cepat-cepat turun dari motor nya dan menghampiri mobil April.Radit melihat pundak April bergetar hebat dan itu tandanya wanita itu sedang ada masalah.


Radit perlahan mengetuk kaca jendela mobil April,tapi tidak ada respon sama sekali cukup lama Radit mengetuk-ngetuk kaca mobil April hingga akhirnya wanita itu mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Radit.


Perlahan April membuka pintu mobilnya.


"Lo kana---?" belum selesai Radit ngomong,April tiba-tiba memeluknya dan menangis tersedu-sedu dipelukan Radit.


Awalnya Radit sangat kaget dan tidak membalas pelukan April,tapi lama-kelamaan mendengar April menangis seperti itu membuat Radit kasihan dan perlahan membalas pelukan April.


Radit mengelus-elus punggung April berusaha menenangkannya.


Cukup lama April memeluk Radit dan April perlahan melepaskan pelukannya.


"Maaf" ucap nya lirih dengan menundukan kepalanya.


Radit mengangkat dagu April supaya April melihat ke arahnya.Seketika mereka saling menatap dan kemudian Radit mengusap air mata yang terus mengalir di wajah cantiknya.



"Jangan menangis lagi,hati gue merasa sakit kalau melihat lo seperti ini." ucap Radit lembut.


April hanya mampu menatap ke arah Radit.


"Maafin gue karena kemarin gue udah bentak lo,mau kah lo menerima permintaan maaf gue." ucap Radit


April menganggukan kepala tapi air matanya tidak bisa berhenti terus saja mengalir,rasa sakit atas tamparan Mamihnya masih terasa.


"Pipi lo kenapa merah kaya gini?" tanya Radit.


Radit memegang pipi April yang merah,April malah makin menangis.


Tiba-tiba Radit menarik April ke dalam pelukannya.


"Sakit Dit sakit." ucap April dengan terus menangis.


Radit semakin mempererat pelukannya.


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼


Semangat pagi,ayo dukung karya-karya Author denga memberikan like dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOUπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2