
๐ต
๐ต
๐ต
๐ต
๐ต
Tok..tok..tok..
"Masuk.."
"Pril,ini berkas-berkas yang tadi lo minta," ucap Sella.
Sella pun menoleh ke arah sofa dan terlihat Radit sedang tertidur dengan pulasnya.
"Astaga,jadi tuh orang datang kesini cuma mau numpang molor doang,sungguh terlalu," Sella geleng-geleng kepala.
"Jangan berisik Sell,kasihan Polisi kesayangan gue ngantuk belum tidur," April terlihat protes.
"Iya..iya deh,gue keluar dulu."
Sella pun keluar meninggalkan ruangan April.April begitu sibuk dengan pekerjaannya sampai-sampai tidak menyadari kalau jam sudah menunjukkan jam 5 sore.
Radit sebenarnya dari tadi sudah bangun,cuma dia betah banget memperhatikan wajah cantik kekasihnya itu dikala sedang sibuk bekerja.
Sangat mempesona menurut Radit,kadang-kadang mengerutkan keninganya,memijat dan menggigit kukunya sungguh sangat menggemaskan.
April sadar seperti ada yang memperhatikan dirinya,dia pun menoleh ke arah Radit dan melihat Radit sedang tersenyum.
"Lho sejak kapan bangun?" tanya April.
"Sudah dari tadi,cuma sedang betah aja ngelihatin Bidadari aku," seru Radit.
"Lebay..."
Tiba-tiba Ponsel April berbunyi,tertera nama Mamih Lisda di layar Ponsel April.
"Hallo Mih!!" sapa April.
"............"
"Apa...kok bisa?Mamih sudah mencoba konfirmasi sama Om Farhan?" tanya April panik dan membuat Radit bangkit dari tidurnya dan menghampiri April.
"............."
"Mamih tenang dulu ok,April akan cari tahu," April menutup Ponselnya.
"Ada apa Sayang?" tanya Radit.
"Papih Dit,Papih menghilang," jawab April dengan air mata yang sudah menetes.
"Apa..kok bisa?" tanya Radit kaget.
Tiba-tiba pintu ruangan April terbuka,Sella menghampiri April dengan deraian air mata.
"Pril,Papah gue hilang," seru April.
"Iya Sel,gue tahu Papih gue juga hilang," ucap April panik.
"Kenapa semua ini bisa terjadi?" sahut Radit.
"Bagaimana ini Dit,aku takut terjadi kenapa-napa sama Papih," akhirnya air mata April lolos juga,Radit dengan sigap memeluknya untuk menenangkan April.
"Ini pasti perbuatan Dito," batin Radit.
Radit mengantar April pulang,sesampainya di rumah Mamih Lisda terlihat sedang menangis.
"Mamih.." April memeluk Mamih Lisda.
"Tante sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Radit.
"Tadi malam,kira-kira jam 9 malam Papih April menghubungi Tante katanya dia sedang dalam perjalanan pulang,Tante tunggu sampai subuh Papih April masih belum sampai juga padahal kan seharusnya jam 12 juga sudah sampai di rumah,Tante mencoba menghubungi Ponsel Papih April dan Farhan tapi keduanya mati tidak aktif,dan Tante berinisiatif menghubungi Rekan Bisnisnya yang ikut kesana dan benar saja mereka sudah meninggalkan Hotel sejak jam 9 malam lalu," jelas Mamih Lisda dengan deraian air mata.
"Tante jangan khawatir,Radit akan cari Om Anwar..kalau begitu aku pergi dulu ya Sayang,kunci semua pintu dan gerbang jangan ada yang keluar dulu malam ini," seru Radit.
"Hati-hati Radit."
"Iya Tante."
Radit pun pergi meninggalkan rumah April,Radit segera menghubungi Rico dan yang lainnya untuk berkumpul di POLRES.
Di POLRES,semuanya sudah berkumpul.
"Ada apa Dit?" tanya Rico.
"Kekhawatiran gue terjadi Ric,sekarang Papihnya April dan Papahnya Sella menghilang sejak jam 9 malam tadi,gue yakin kalau ini adalah ulahnya Dito," seru Radit.
"Lho jangan gegabah Dit,sekarang buat apa Dito menculik Papihnya April coba bukannya Dito menyukai April ya,jadi ga mungkin dong dia menyakiti Papih dari wanita yang dia suka," jawab Rico.
"Tapi Ric,perasaan gue mengatakan kalau ini ada hubungannya dengan Dito."
"Kita harus punya bukti dulu sebelum menuduh orang sembarangan."
Radit dan Rico tampak berpikir,Radit juga sudah menyuruh anak buahnya untuk berjaga-jaga di rumah April karena perasaan dia benar-benar ga enak.
Sementara itu,disebuah gudang tua bekas pabrik terlihat Papih Anwar dan Om Farhan sudah tidak berkutik lagi.
Mereka berdua diikat dalam sebuah ruangan,dengan wajah mereka sudah babak belur bahkan darah wajah mereka berdua sekarang sudah berlumuran darah yang mulai mengering.
Dua orang tinggi besar berpakaian hitam-hitam menghampiri mereka berdua dengan membawa makanan untuk mereka.
__ADS_1
"Cepat makan,atau kalian akan mati kelaparan disini," ucap pria 1.
"Siapa sebenarnya kalian?kenapa kalian melakukan semua ini kepada kami?" tanya Papih Anwar dengan lirih.
"Jangan banyak omong,cepat makan sebentar lagi Bos datang kita ga mau di salahkan karena kalian tidak mau makan," sahut pria 2.
Kemudian dua orang itu pergi meninggalkan Papih Anwar dan Papah Farhan.
"Farhan bertahanlah,kita tidak boleh mati sia-sia disini," seru Papih Anwar kepada Papah Farhan yang saat ini sudah terkulai lemas di lantai.
Disebuah club malam,seorang laki-laki tampan sedang memohon-mohon kepada seseorang bahkan sampai bersujud dikaki seseorang itu.
"Bos,tolongin aku Bos aku butuh sekali barang itu aku sudah tidak kuat Bos."
"Ok..aku akan memberikan barang ini,tapi dengan satu syarat.Kamu harus menuruti semua perintahku," ucap Dito.
"Baik Bos,apa pun yang Bos perintah akan aku lakukan."
"Good job Rangga," Dito tertawa puas.
Ya,orang yang memohon-mohon kepada Dito supaya Dito memberikan obat-obatan terlarang itu adalah Rangga adiknya Radit.
Menurut Rangga,dia tidak sengaja terjerumus kedalam lingkaran setan yang pada akhirnya membuat Rangga tidak bisa keluar lagi.
Padahal kenyataannya memang semuanya sudah disusun dengan sedemikian rupa oleh Dito supaya Rangga masuk ke dalam jebakannya,karena tujuan Dito membuat orang-orang yang disayangi Radit hancur.
Flash back...
Rangga yang memang merupakan anak yang pintar dan penurut,sejak kecil Rangga tidak pernah melawan Orang tua dan Kakaknya.
Sejak SD sampai SMA Rangga selalu menjadi juara karena kepintarannya,maka tidak susah untuk Rangga masuk ke Universitas ternama di Kota ini.
Rangga masuk ke Universitas bekas April dulu,awalnya tidak ada yang mau dekat dengan Rangga karena memang orangnya sedikit pendiam dan Kutu Buku.
Hingga pada suatu ketika ada seorang laki-laki yang mendekati Rangga bernama Beni.Awalnya Beni memang anak yang baik dan setia kawan kepada Rangga,hingga sedikit demi sedikit Rangga percaya dan dekat dengan Beni.
Lama-kelamaan mereka berdua pun seperti perangko kemana-mana selalu berdua,hingga Beni mulai membawanya ke suatu situasi dan kondisi yang bertolak belakang dengan kepribadian Rangga.
Beni bukan tanpa alasan mendekati Rangga,sebenarnya Beni salah satu anak buah Dito yang khusus Dito kirim untuk mendekati Rangga dan menghancurkan kehidupan Rangga.
Perlahan tapi pasti,Beni mulai mengajak Rangga pergi ke club malam milik Dito awalnya Rangga menolak tapi setelah beberapa kali Beni memaksa akhirnya Rangga luluh juga.
Beni juga yang mengenalkan barang-barang haram itu kepada Rangga hingga Rangga menjadi ketagihan dan ketergantungan seperti saat ini.
Dan memang itulah tujuan dari Dito,entah apa yang membuat Dito ingin menghancurkan orang yang dekat dengan Radit.
Flash on.....
Radit memutuskan untuk pulang sejenak ke rumahnya,dia ingin mandi dan mengganti pakaiannya.
"Bu,Rangga kemana?perasaan Radit sudah lama tidak melihat Rangga," tanya Radit.
"Justru itu Dit,Rangga sudah dua hari tidak pulang entah kemana dia di hubungi pun Ponselnya selalu mati," jawab Ibu Radit.
"Kemana anak itu,tidak biasanya Rangga sampai ga pulang berhari-hari bahkan sekarang dia sering pulang larut malam," ucap Radit.
"Ga mungkin Bu,Rangga anak yang baik dan penurut," seru Radit.
"Tapi perasaan Ibu ga enak Dit,perasaan seorang Ibu tidak pernah meleset lho Dit," sahut Ibu Radit.
Radit tidak bisa bicara apa-apa lagi,memang sebenarnya perasaan dia pun merasakan hal yang sama dengan Sang Ibu.
Keesokan harinya...
Radit dan Rekan-rekannya menginap di POLRES karena sedang menyusun rencana untuk menyelidiki kembali club malam dan mencari bukti untuk menangkap Dito.
Hari ini seperti biasa April harus pergi ke Kantor,bagaimana pun juga pekerjaan di Kantor tidak boleh terbengkalai.
"Sayang,kata Radit kan kita ga boleh kemana-mana," ucap Mamih Lisda.
"Tapi Mih,sekarang kan Papih sedang ga ada kalau April ikut ga masuk juga kerjaan di Kantor siapa yang handle kalau bukan April,Mamih tenang saja April akan hati-hati kok," ucap April.
"Alya kemana lagi,malah tidak pulang sama sekali," sahut Mamih Lisda.
"April juga bingung Mih,sebenarnya Alya kemana sih?kenapa tuh anak jadi jarang pulang kaya gitu," seru April.
"Ya sudah Mih,April berangkat dulu ya!Mamih hati-hati di rumah,kata Radit dia sudah mengirim beberapa orang untuk menjaga rumah kita jadi Mamih tidak usah khawatir," sambung April.
"Iya Sayang,kamu juga hati-hati ya!!"
April pun berangkat dan tidak lupa mencium pipi Mamihnya.April berangkat di antar oleh Supir.
Anak buah Radit sedang memantau di depan Perusahaan Dito.Perusahaan yang sangat besar,cukup lama mereka memantau tapi Dito sampai saat ini tidak terlihat batang hidungnya.
Kemudian salah satu,anak buah Radit berinisiatif untuk menanyakan tentang kepada Satpam yang menjaga Perusahaan itu.
Setelah bertanya,dia pun kembali lagi ke mobil Rekannya dan langsung menghubungi Radit.
"Hallo Kapten,maaf saya barusan mendapat informasi kalau Pak Dito saat ini sedang berada di Luar Negeri," ucap Polisi 1.
"Apa...kok bisa?ya sudah kalian kembali saja kesini," sahut Radit.
"Siap Kapten."
Radit pun menutup Ponselnya...
"Ada apa Dit?" tanya Rico.
"Katanya Dito sedang ada di Luar Negeri," jawab Radit.
"Aduh..kok bisa sih?" seru Rico.
Sementara itu di Rumah Sakit,Novi saat ini sendiri tidak ada yang menemani karena Ibunya harus pulang dulu membawa pakaian ganti.
__ADS_1
Novi saat ini dalam pengaruh obat penenang karena Novi selalu berontak dan berteriak-teriak histeris.
Didepan pintu di jaga oleh dua orang Polisi suruhan Radit,tidak lama kemudian seorang Dokter dan seorang Suster datang yang mengaku akan memeriksa keadaan Novi.
Kedua Polisi itu pun mengizinkan Dokter dan Suster itu masuk tanpa ada kecurigaan sama sekali.
Setelah mendapat izin,orang yang mengaku seorang Dokter dan Suster itu masuk.Dilihatnya Novi yang sedang terbaring lemah di atas ranjang Pasien.
Kedua orang itu membuka maskernya dan tersenyum penuh misteri.
"Cepat suntikan obat itu,wanita malang ini harus mati karena dia sudah berani membocorkan semuanya dan membuat kita dalam keadaan bahaya," ucap Suster gadungan itu.
"Maaf,aku harus melakukan ini semoga Kak Novi mati dengan tenang," ucap Dokter gadungan itu dengan sedikit senyuman.
Orang itu menyuntikan suntikan mati kepada Novi,seketika Novi melotot seluruh tubuhnya terasa terbakar,semua otot-ototnya terasa sakit,butuh beberapa menit Novi berontak hingga akhirnya detak jantungnya pun berhenti seketika.
Dokter dan Suster gadungan itu tersenyum dan kembali memakai maskernya dan segera meninggalkan ruangan Novi.
Mereka berdua menganggukkan kepalanya kepada kedua Polisi itu dan kedua Polisi itu membalas anggukkan mereka tanpa curiga sedikitpun.
15 menit kemudian,seorang Dokter dan Suster yang asli baru saja datang disaat mereka ingin memasuki ruangan Novi,kedua Polisi itu menghalanginya.
"Maaf Dokter,bukannya barusan Dokter baru saja memeriksa Pasien?" tanya Polisi 1.
"Lho,saya baru datang Pak saya belum memeriksa Pasien," jawab Dokter.
"Terus yang tadi masuk ruangan ini dengan pakaian Dokter siapa?" ucap Polisi 2 dengan paniknya.
Tanpa menunggu lagi,semuanya buru-buru masuk melihat keadaan Novi tapi sayang Novi sudah meninggal.
"Maaf Pak,Pasien sudah meninggal," ucap Dokter.
"Inalillahi.." jawab semuanya bersamaan.
"Menurut pemeriksaan saya,Pasien di suntik mati oleh seseorang," seru Dokter.
"Berarti Dokter dan Suster barusan itu palsu," ucap Polisi 1.
Salah satu Polisi itu langsung menghubungi Radit.
"Iya Hallo..ada apa?" tanya Radit.
"............"
"Apa..!!ok kita segera kesana."
"Ada apa Dit?" tanya Rico.
"Sial..Brengsek...Novi meninggal Ric,ada seseorang yang menyuntik mati Novi," ucap Radit.
"Ah..kurang ajar!!" teriak Rico.
Radit dan Rico segera pergi ke Rumah Sakit,sesampainya di Rumah Sakit Mamahnya Novi sudah menangis tersedu-sedu dengan memeluk jasad Novi.
Rico menenangkan Mamahnya Novi,sementara Radit tampak mengepalkan tangannya,rahangnya pun terlihat mengeras.
"Ini pasti ulah Dito,awas kamu Dito aku akan segera menangkap kamu," gumam Radit.
Sementara itu di Kantor,April merasa tidak enak hati Sella tidak masuk tidak tahu kenapa soalnya tidak ada memberi kabar sama sekali.Disaat April menghubunginya,ternyata Ponsel Sella tidak aktif.
Di sebuah gudang tua,Papih Anwar dan Papah Farhan sudah lemah mereka sudah tidak makan 2 hari karena menolak makanan pemberian orang-orang yang bertubuh tinggi besar itu.
Papih Anwar berpikiran takut makanan itu di beri racun oleh mereka.Tidak lama kemudian,pintu gudang itu terbuka membuat Papih Anwar dan Papah Farhan memejamkan matanya karena merasa silau.
Muncullah dua orang yang sangat Papih Anwar kenal.
Seorang paruh baya itu berjalan tergopoh-gopoh menghampiri Papih Anwar dengan tongkatnya.
"Apakabar Anwar!!lama kita tidak berjumpa," ucap pria paruh baya itu dengan senyumannya yang menyeringai.
"Kau....??"
Mata Papih Anwar melotot dikala melihat orang itu begitu pula dengan Farhan.
๐ผ
๐ผ
๐ผ
๐ผ
๐ผ
Hallo semuanya,maaf baru bisa update lagi๐๐
Bagaimana,apa Novel Author alur ceritanya masih sama dengan Novel sebelah??๐คญ๐คญ
Semoga kalian masih setia menunggu kelanjutannya๐๐๐๐
#WARNING#
Bagi kalian yang tidak suka dengan Novel Author tinggalkan saja jangan dibaca,jangan sampai tinggalkan jejak komen pedas yang sangat tidak bermanfaat๐๐
Jangan menjadi Pembaca yang Munafik,bilang sudah tidak mau baca tapi masih penasaran juga ngintip-ngintip dengan Novel Author๐คญ๐คญ๐๐
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU๐๐๐