Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
TERUNGKAP


__ADS_3

Hari ini seperti biasa,Radit sudah menunggu di depan mobil April.


"Ayo berangkat." April langsung masuk ke mobilnya


Raditpun menjalankan mobilnya menuju Kampus April.


Seperti biasa Radit mengantar April di tepi jalan yang jauh dari Kampus,baru saja April keluar dari mobil tangan April ada yang narik.


"Pril dia siapa?." tanya Brian


"Lo itu apa-apaan sih sakit tau."


"Jawab Pril dia siapa?."


"Emangnya kenapa?." tanya April


"Pril,lo ga pernah mau di antar jemput sama gue tapi kenapa sekarang lo selalu bareng sama nih cowok." bentak Brian


Radit keluar dari mobil...


"Woii..jangan main kasar sama cewek." ucap Radit datar


"Siapa lo,berani-beraninya deketin April gue." ucap Brian dengan PD nya.


"Apaan sih lo Brian,gue mau jalan sama siapapun itu bukan urusan lo karena lo bukan siapa-siapa gue." bentak April


"Tapi gue dari dulu cinta sama lo Pril."


"Tapi gue ga."


Lalu April pergi meninggalkan Brian...


"Kasihan banget sih lo jadi cowok,udah jelas-jelas di tolak masih saja ngeyel." cibir Radit


Brian menghampiri Radit dan menarik kerah baju Radit.


Radit hanya tersenyum dan bersikap biasa-biasa saja karena menurut dia Brian bukan lawannya.


Radit menghempaskan tangan Brian...


"Sudahlah anak ingusan cepat sana masuk,jangan sok jagoan deh lo bukan lawan gue." ucap Radit dengan masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Brian.


"Brengsek,dia nganggap gue anak ingusan." dengan perasaan kesal Brian pun masuk ke dalam mobilnya menuju Kampus.


Kuliah pun selesai pukul 4 sore,April memberi pesan kepada Radit..


Radit yang menerima pesan dari April langsung meluncur..


April seperti biasa menunggu di Halte,tiba-tiba mobil yang dia kenal berhenti di depannya.


"Ya ampun,mau ngapain lagi sih ni curut." batin April kesal


"Hai Pril,yu gue anterin pulang." ajak Brian


"Ga usah,gue lagi nungguin jemputan." jawab April ketus


"Kenapa sih Pril lo selalu nolak ajakan gue,,apa karena mobil cowok itu lebih keren di banding mobil gue." ucap Brian


"Dasar **** lo,ga tau aja kalau tuh mobil punya gue." batin April dengan menahan tawanya.


Tidak lama kemudian Radit datang...


"Mau langsung pulang atau kemana dulu?." tanya Radit


"Mampir dulu ke Restoran gue lapar." April langsung masuk mobil tanpa memperdulikan Brian.


"Apa lo liat-liat." ucap Radit sembari tersenyum.


Radit pun masuk ke dalam mobil....


"Di depan ada Restoran tuh,kita ke sana aja." ucap April


"Ok."


Radit pun memarkirkan mobilnya,di saat April turun dari mobil April melihat mobil yang sama persis dengan mobil miliknya dan di sampingnya terparkir mobil mewah yang sangat dia kenal.


"Kenapa,kok malah diam?." tanya Radit


Sementara itu di dalam Restoran,Alya begitu manja kepada Anwar dia menyandarkan kepalanya ke lengan Anwar.


Mereka duduk di tempat duduk paling pojok karena Anwar takut ada yang melihatnya.


"Pah,Alya pengen pindah kuliah ke tempat yang sama kaya Kak April." rengek Alya


"Kenapa memangnya,Papah kan sudah memberikan fasilitas yang sama dengan Kakak kamu malahan Papah juga sudah memasukan kamu ke Universitas paling mahal di Bandung." seru Papih Anwar


Di lain sisi April yang baru masuk langsung celingukan ke kanan dan ke kiri mencari sosok yang dia kenal sampai pada akhirnya matanya menangkap seseorang dari kejauhan.


Hatinya benar-benar bergejolak saat melihat wanita muda yang dengan manjanya bersandar ke lengan sang Papih dan di depannya terlihat seorang wanita sepantaran Mamihnya yang sedang tersenyum.


Mata April mulai memerah,tapi dia berusaha menahannya sedangkan Radit yang dari tadi bingung dengan sikap April mulai mengerti mengapa April seperti itu.


Radit melihat ke arah pandang April,meskipun posisinya membelakangi mereka tapi Radit yakin kalau itu adalah Tuan Anwar Papihnya April.


Dengan jalan yang terlihat goyah April duduk tepat di belakang Papih Anwar posisi mereka saling membelakangi.


April berusaha menahan emosinya,Radit yang melihat mata April memerah menjadi tidak tega wanita yang selama ini jutek,tampak kuat,sekarang berbanding terbalik.

__ADS_1


"Pah,Alya juga pengen pindah rumah ke Jakarta supaya Papah kalau mau ketemu Alya tidak perlu jauh-jauh ke Bandung."rengek Alya


"Jangan Alya,sudahlah kalian tetap di Bandung biar Papah nemuin kamu seminggu sekali ke Bandung." ucap Papih Anwar


Jedaaaaaarrrrr....


Hancur sudah hati dan perasaan April,air mata yang dari tadi dia tahan akhirnya jatuh juga dia menutup mulutnya supaya tidak terdengar tangisannya.



Radit tidak menyangka kalau Tuan Anwar tega mengkhianati anak dan istrinya.


"Pokoknya Alya ingin pindah rumah ke Jakarta dan kuliah di tempat yang sama kaya Kak April kalau tidak....?." Alya tidak melanjutkan pembicaraannya.


"Ok..ok..Papah akan urus semuanya,tapi Papah punya satu permintaan kamu jangan pernah ganggu kehidupan April selama ini Papah sudah banyak bersalah sama April." seru Papih Anwar


"Terima kasih Pah,Papah memang the best deh." ucap Alya dengan manjanya.


April sudah tidak sanggup mendengar lagi,dia beranjak dari duduknya dan berlari tapi pada saat April berlari April menabrak pelayan yang sedang membawa pesanan.


Praaaaaanngg...


Semuanya jatuh dan berantakan,tangan April tergores pecahan gelas tapi April tidak memperdulikannya dia terus berlari ke luar.


Semua orang melihat ke arah April tak terkecuali Anwar,,dia tampak sangat terkejut melihat anak yang dia cintai berlari keluar dengan darah di tangannya.


"April tunggu." teriak Radit


Raditpun berlari dan mengejar April...


"Ya Tuhan April." Papih Anwar ikut berlari mengejar April dan tidak lupa memberikan uang ganti rugi kepada pelayan yang di tabrak April.


"Ya ampun Pril tangan lo berdarah." seru Radit


"Cepat buka mobilnya." bentak April


Radit segera membuka mobilnya dan melajukannya dengan kencang.


"April tunggu Sayang." teriak Papih Anwar


Papih Anwar segera masuk mobilnya dan menyusul April.


Di dalam mobil April terus menangis bahkan luka di tangannya pun tidak dia hiraukan.


"Kita ke Rumah Sakit ya Pril,luka lo harus segera diobati." seru Radit


"Ga gue ga mau ke Rumah Sakit."


"Tapi luka lo..." ucapan Radit terpotong


"Gue bilang gue ga mau ke Rumah Sakit,ngerti ga sih lo." teriak April dengan air mata yang terus keluar.


Radit memarkirkan mobilnya di sebuah Taman..


"Lo tunggu di sini jangan kemana-mana,gue ke apotek dulu beli obat." seru Radit


Radit pun berlari mencari Apotek,ternyata tidak jauh dari Taman ada Apotek Radit segera membeli perban,dan obat untuk membersihkan luka.


Setelah selesai Radit segera menuju mobil April..


"Sini mana tangan lo."


Radit meraih tangan April yang terluka.


Radit membersihkan luka April dengan telaten,sementara April terus saja menangis tangan April di perban dan akhirnya selesai.


Sekian lama April dan Radit berdiam di mobilnya,Radit tidak berani berbicara sedangkan April terus saja menangis.


Sementara itu di kediaman Prabowo,Anwar baru saja sampai dan langsung masuk ke rumahnya.


"April...April Sayang." panggil Anwar


"Ada apa?." tanya Lisda dingin


"Apa April sudah pulang?" tanya Anwar khawatir


"April belum pulang memangnya kenapa?" Lisda mulai khawatir karena raut wajah Anwar menunjukan kegelisahan.


"Tadi...tadi...April melihat aku dengan Alya dan Santi" Anwar terlihat menunduk


"Apaaa.....aku kan sudah bilang dari awal jangan sampai April tahu,aku ga mau sampai April kenapa-napa." teriak Lisda


"Aku juga ga tau kalau April bakal makan di Restoran itu." suara Anwar mulai meninggi dia terlihat frustasi.


"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan April,aku bersumpah tidak akan pernah memaafkanmu Anwar Prabowo." teriak Lisda dan langsung naik ke kamarnya.


Anwar mencoba menghubungi Radit...


Radit melihat ponselnya yang berbunyi dari tadi tertera nama Tuan Anwar,Radit melihat ke arah April.


"Jangan di angkat telpon dari laki-laki brengsek itu." seru April


Radit mengurungkan niatnya untuk mengangkat telponnya.


Anwar semakin frustasi di buatnya...


Tidak terasa ternyata hari sudah gelap...

__ADS_1


"Sudah gelap Pril,apa lo mau pulang sekarang?" tanya Radit


"Gue ga mau pulang."


"Terus lo mau kemana sekarang?"


"Terserah lo saja,mau bawa gue kemana." ucap April datar


"Lo ga takut sama gue?kalau gue berniat jahat sama lo gimana?." sahut Radit


"Gue percaya sama lo,kalau lo bukan orang jahat."


"Ok..kalau gitu lo jangan nyesel ya." Radit pun melajukan mobilnya.


Beberapa saat kemudian,mobilnya berhenti di sebuah rumah sederhana yang asri dan tampak nyaman.


"Ayo turun." ucap Radit


"Ini dimana?" tanya April


"Katanya lo mau di bawa kemana saja,nah ini rumah gue ayo turun." Radit membukakan pintu mobil April.


April tampak ragu-ragu tapi dia mengikuti langkah Radit.


"Assalamuaikum." seru Radit


"Waalaikumsalam." sahut Ayah,Ibu dan Rangga.


Mereka tampak kaget melihat anak sulungnya membawa seorang perempuan cantik ke rumahnya.


"Lho bukannya ini Kakak yang kemarin jogging bareng ya?" tanya Rangga


April hanya mampu terasenyum canggung...


"Ayo masuk Nak." Ibu Radit merangkul April


Aprilpun mencium tangan Ayah dan Ibu Radit,yang membuat Radit merasa tersentuh.


"Ayo silahkan duduk Nak,Ibu ambilkan dulu minuman ya." Ibu Radit pergi ke dapur


"Dit,Ayah bisa ngomong sebentar." Ayah Radit mengajak Radit ke luar.


Sementara itu April tampak canggung di temani oleh Rangga.


"Dit,siapa wanita itu?" tanya Ayah


"Itu April Yah,anaknya Tuan Anwar."


"Ya Alloh Dit,kenapa kamu bawa kesini bagaimana kalau Tuan Anwar marah."


"Tapi ini permintaan April sendiri Yah,kasihan dia sedang ada masalah dengan Papihnya." seru Radit


"Ayah ga mau yah sampai kamu terkena masalah gara-gara nolongin anak ini." sahut Ayah Radit


"Iya Yah."


Radit dan Ayah pun kembali ke dalam rumah.


"Ini Nak,Ibu buatkan teh manis." seru Ibu


"Terima kasih Bu,maaf April sudah merepotkan." ucapnya dengan menundukan kepala


"Tidak Nak,kamu tidak merepotkan justru kami yang harus minta maaf karena keadaan kami yang seperti ini." tiba-tiba Ayah dan Radit muncul dari luar


"Tidak Pak,rumah kalian sangat nyaman penuh dengan kehangatan." April terlihat tersenyum miris


"Oh ya,Ibu sudah masak bagaimana kalau kita makan dulu yu Nak." Ibu menarik tangan April


Akhirnya April ikut makan bersama keluarga Radit,April sangat bahagia melihat sebuah keluarga yang benar-benar saling menyayangi dan melengkapi.


Tidak seperti keluarganya,bahkan sekarang berada di ujung tanduk.


April terlihat menitikan air mata tapi dia cepat-cepat menghapusnya tapi sayang Radit melihatnya.


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼


Dukung terus ya Novel Author yang iniπŸ™πŸ™


Biar Author lebih semangat lagi😘😘


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOUπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2