Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
BAHAGIA ITU SEDERHANA


__ADS_3

๐Ÿต


๐Ÿต


๐Ÿต


๐Ÿต


๐Ÿต


Di kamar Radit,terlihat tidak bisa memejamkan matanya dia teringat kejadian masa lalu yang sempat membuatnya sakit hati dan trauma.


"Buat apa kamu kembali lagi Sisil,terus apa maksudnya kamu Kuliah di Kampus yang sama dengan April," gumam Radit.


Pikiran Radit terus melayang entah kemana,ada rasa kekhawatiran di dalam hatinya takut terjadi sesuatu kepada April.


Keesokan harinya....


Di Kampus,April dan Sella sedang makan di Kantin Kampus.


"Pril,gue sebel deh sama si Sisil males banget temenan sama tuh Nenek Lampir" seru Sella.


"Dia itu mantannya Radit," ucap April.


Sella yang sedang minum,menyemburkan minumannya...


"What...!!ketemu dimana Radit sama si ulet keket itu?" sahut Sella.


April hanya mengangkat kedua bahunya,tanda tidak tahu apa-apa....


"Wah,lo harus hati-hati Pril kayanya tuh cewek masih cinta sama si Radit" ucap Sella.


"Masa sih?" tanya April.


"Iya,gue berani tarohan sama lo" seru Sella.


Disaat April sedang melamun memikirkan kata-kata Sella,tiba-tiba Sisil dengan emosinya datang menghampiri meja April dan menggebrak meja yang di tempati April,sampai-sampai April dan Sella kaget.


"Hei,lo itu apa-apaan sih ga sopan banget datang-datang main gebrak meja aja," bentak Sella.


Semua Mahasiswa yang sedang makan di Kantin semuanya melihat ke arah meja April,tak terkecuali Brin,Andre,Alya,dan Monik.


"Diam lo,gue ga ada urusan sama lo!!gue pengen ngomong sama cewek ini" Sisil menunjuk tepat di depan wajah April.


April menghempaskan tangan Sisil...


"Ga usah pake tunjuk-tunjuk segala,lo mau ngomong apa sama gue?" tanya April dengan melipat kedua tangannya di atas perut.


"Jauhin Radit" ucap Sisil tegas.


"Atas dasar apa lo nyuruh gue jauhin Radit?" tanya April.


"Karena Radit milik gue,dan gue juga yakin kalau Radit masih mencintai gue," ucap Sisil dengan PDnya.


Tiba-tiba Sella tertawa dengan kerasnya....


"Lo ngimpi ya,PD banget lo!!" cibir Sella.


Sisil dengan cepat menjambak rambut Sella,karena memang Sisil punya watak yang emosional gampang marah.


"Woii...nyantai jangan main fisik dong" ucap April yang berusaha melepaskan tangan Sisil dari rambut Sella.


"Kalian belum tahu siapa gue?gue anak dari orang yang paling berpengaruh di Negeri ini,jadi jangan macam-macam sama gue" dengan kasar Sisil melepaskan tangannya dari rambut Sella.


"Gue ga takut sama lo,asalan lo tahu sampai kapan pun gue ga bakalan pernah ninggalin Radit" bentak April.


"Awas aja lo,gue bakalan ngerebut Radit dari lo karena Radit hanya milik gue" bentak Sisil dan pergi meninggalkan Kantin.


"Sumpah,emang sinting tuh cewek!!" ucap Sella.


"Lo gapapa Sell?" tanya April.


"Lumayan sakii sih Pril,soalnya jambakkan tuh Mak Lampir kuat banget" sahut Sella.


April dan Sella pun melanjutkan makan mereka.Sementara itu di meja lain tampak Alya tersenyum penuh arti.


"Menarik,cewek itu bisa gue ajak kerja sama buat ngehancurin April" batin Alya.


Waktu berjalan dengan cepat,Mata Kuliah terakhir sudah selesai April dan Sella siap-siap untuk pulang.


Disaat April dan Sella mau keluar,Brian menghalangi langkah April.


"Minggir lo" bentak April.


"Pril,please maafin gue!!" seru Brian.


"Lo budeg ya,gue bilang minggir!!"


"Apa yang harus gue lakukan,supaya lo mau maafin gue?" tanya Brian dengan tampang memelas.


"Makannya jadi orang itu jangan gampang percaya sama gosip,belum tentu yang di omongkan itu sesuai dengan faktanya" sahut Sella.


"Iya,gue ngaku gue salah maafin gue Pril" tiba-tiba Brian berlutut di hadapan April,membuat April kaget.


"Lo apa-apaan sih,udah berdiri malu dilihatin orang" seru April.


"Gue ga peduli,kalau perlu gue bakalan cium kaki lo supaya lo mau maafin gue" ucap Brian penuh dengan penyesalan.

__ADS_1


"Ok..ok,gue maafin lo udah cepetan sekarang lo berdiri" ucap April.


"Makasih Pril"


"Udah ya,gue mau pulang dulu" April dan Sella pergi menuju parkiran.


Disaat sampai di Parkiran,betapa terkejutnya April dan Sella melihat mobil sport April penuh dengan tulisan "Anak Pelakor,Simpanan Dosen,dan masih banyak lagi".


Brian dan Andre yang baru sampai Parkiran ikut terkejut.


"Siapa yang sudah melakukan semua ini," teriak Brian.


"Ayo ngaku,dasar cemen" sambung Andre.


April tidak bisa berkata apa-apa lagi,dia mengambil canebo di dalam mobilnya dan langsung membersihkan tulisan-tulisan yang memenuhi body mobilnya.


Sella,Brian,dan Andre tak tinggal diam,mereka juga dengan sigap membantu April membersihkan mobil April.


"Brengsek,siapa yang sudah melakukan semua ini?" batin April.


"Gue janji Pril,bakalan cari tahu siapa orang yang sudah melakukan semua ini" sahut Brian.


Sementara itu,Sisil yang sedang melajukan mobilnya tertawa bahagia..


"Ini baru awal April," gumam Sisil.


Di dalam perjalanan,Sisil melihat Radit yang sedang mengatur lalu lintas.Kemudian Sisil menepikan mobilnya,dan turun dari mobil.


Dengan berlari ke arah Radit,Sisil langsung memeluk Radit dari belakang.Radit yang tidak siap dengan itu,sangat terkejut sampai-sampai jadi pusat perhatian semua orang yang ada di jalan.


"Apa-apaan kamu Sisil" bentak Radit.


"Aku kangen sama kamu Dit" rengek Sisil dengan manjanya.


Kemudian Radit menghempaskan tangan Sisil yang melingkar di perut Radit.


"Cukup Sisil,kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dan cepat pergi dari sini aku sedang Dinas kalau Komandan sampai tahu aku bisa dapat teguran" ucap Radit dengan peuh amarah.


"Dit,aku masih mencintai kamu" seru Sisil.


"Ada apa Bro?" tanya Rico.


"Wah,kebetulan urus nih cewek gue pergi dulu" ucap Radit.


"Ok Bro"


Kemudian Radit pergi meninggalkan Sisil dan Rico.


"Radit,ih kok kamu ninggalin aku sih" teriak Sisil dengan menghentak-hentakan kakinya.


"Nona,mending sama saya saja jangan ngejar-ngejar Radit dia sudah punya cewek tuh" sahut Rico.


Di dalam sebuah mobil,terlihat seseorang sedang memotret Sisil yang tadi sedang memeluk Radit.


April memutuskan untuk mampir ke rumah Radit,dia kangen kepada Rangga,Ibu,dan Ayah Radit.


"Assalamualaikum Ibu" sapa April.


"Waalaikumsalam,eh Nak April" Ibu yang sedang menyapu lantai langsung memeluk April.


"Ibu apakabar?"


"Ibu baik-baik saja Nak,ayo masuk dulu."


Ibu Radit menggandeng tangan April.


"Ayah sama Rangga kemana Bu?" tanya April.


"Ayah biasa sedang ke Kebun,kalau Rangga belum pulang sekolah katanya ada kegiatan ektrakurikuler jadi sampai maghrib."


"Oh gitu."


"Sebentar ya,Ibu ambilkan dulu minum"


Ibu Radit pun pergi ke dapur mengambilkan minuman dan cemilan buat April.


Ibu dan April terlihat akrab,mereka berbincang-bincang kadang-kadang tertawa terbahak-bahak menceritakan masa kecil Radit dan Rangga.


"Owalah sudah jam segini,Nak April maaf Ibu tinggal dulu ya,Ibu belum masak buat makan malam."


"Boleh April bantu masak Bu?"


"Jangan Nak,kotor nanti baju Nak April kotor dan bau."


"Gapapa Bu,yu Ibu mau masak apa?April bantuin."


Akhirnya Ibu dan April pun asyik memasak.


Radit yang baru sampai di rumah,tampak heran sudah ada mobil kekasihnya terparkir di depan rumahnya.


Radit pun cepat-cepat masuk ke rumah.


"Assalamualaikum"


Tidak ada jawaban dari dalam rumah,karena Ibu dan April sedang sibuk memasak dan bercanda ria.


"Kok sepi."

__ADS_1


Terdengar tawa ria dari arah belakang,Radit pun bergegas menuju dapur.Sesampainya di pintu dapur,dilihatnya Sang Kekasih sedang membantu Ibunya memasak.


Radit hanya memperhatikan kedua wanita yang sangat dia cintai itu memasak dengan riangnya.Terukir senyum di wajah Radit,ada rasa bangga dan terharu yang menyelimuti hatinya.


"Yeee..masakan terakhir sudah selesai," teriak April dengan senyumannya.


Disaat April berbalik hendak menyimpan masakannya di atas meja,di lihatnya Radit tersenyum dan dengan santainya bersandar ke pintu dengan tangan di lipat di perut


"Astagfirullahaladzim,Radit bikin kaget aja sejak kapan kamu ada di sana?" tanya April.


"Sejak tadi.."


"Dit,pulang kok ga ngucapin salam" sahut Ibu.


"Radit sudah ngucapin salam Bu,cuman ga ada yang denger pas di lihat ternyata dua Bidadari aku sedang pada masak."


April langsung mencubit perut Radit.


"Aw..sakit Sayang" rengek Radit.


Radit menghampiri April yang sedang sibuk menata masakannya di atas meja makan.Di saat Radit ingin mengambil Tempe goreng,dengan sigap April memukul tangan Radit.


"Ya ampun Yang,kenapa sih dari tadi KDRT mulu" seru Radit.


"Mandi dulu sana,baru makan" April mengomel kepada Radit.


"Mandiin dong" goda Radit dengan cengirannya.


April bertolak pinggang dan melotot ke arah Radit.


"Ya ampun Yang,cuma bercanda" ucap Radit.


Kemudian April kembali menata meja makan.Tiba-tiba dengan cepatnya Radit mencium pipi April dan langsung kabur ke Kamarnya.


"Ih..Radit" teriak April.


Ibu Radit yang menyaksikan kelakuan keduanya senyum-senyum sendiri.


"Assalamualaikum" seru Ayah dan Rangga bersamaan.


"Waalaikumsalam"


"Baru pulang Ayah," ucap April.


"Eh,ada Nak April"


"Kak April kemana saja,baru kesini lagi?" tanya Rangga.


"Kak April sibuk Kuliah Rangga,jadi ga sempag mampir kesini" jawab April dengan mengusap kepala Rangga.


"Ayah,Rangga,sana mandi dulu nanti kita makan malam bersama,Ibu sama Nak April lho yang memasaknya" sahut Ibu.


Ayah dan Rangga pun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan badan mereka.Sementara April duduk di kursi mengotak-ngatik Ponselnya sembari menunggu semuanya mandi.


Radit keluar dari kamarnya dengan memakai kaos oblong dan celana pendek sembari mengusap-ngusap kepalanya yang basah dengan handuk kecil.


Sesaat April terlihat terpesona melihat ketampanan Radit.


"Kenapa ngelihatin aku kaya gitu?terpesona ya ngelihat ketampanan aku" goda Radit dan duduk d samping April.


"Idih,PD banget" April berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.


"Tapi itu wajahnya kenapa merah?" Radit menyentuh pipi April dengan telunjuknya.


"Apaan sih.."


"Ehem..ehem" tiba-tiba Ayah berdehem dan membuat April dan Radit menjadi salah tingkah.


"Ayo Nak April kita makan dulu" ajak Ibu.


"Iya,Bu..."


April pun akhirnya ikut makan bersama keluarga kecil Radit,meskipun makan dengan masakan yang sederhana dan apa adanya tapi itu membuat April merasa bahagia berada di tengah-tengah keluarga yang hangat.


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


Hai..hai Reader-reader ku tercinta,masih setiakah kalian dengan April dan Radit๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Jangan bosen-bosen ya,terus tunggu kelanjutannya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Jangan lupa minta dukungannya sebanyak-banyaknya biar Author makin semangat lagi๐Ÿค—๐Ÿค—


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹


__ADS_2