
🏵
🏵
🏵
🏵
🏵
Sudah 3 hari,April tidak masuk Kuliah karena kondisinya masih lemah.Seperti saat ini,sepulang Kuliah Sella,Brian,dan Andre berencana akan menjenguk April ke rumahnya.
Selama 3 hari ini,Sisil meminta Radit untuk menjemputnya ke Kampus.Bukan tanpa alasan Radit mau menjemput Sisil,Radit bersedia menjemput Sisil karena tanpa Radit sadar,Radit sudah mulai ingin bertemu dengan April.
Tapi sayang,selama 3 hari ini Radit tidak menemukan wanita yang dia cari.Radit ingin sekali bertanya kepada Sella tapi Radit tidak mempunyai cukup keberanian.
Radit seperti biasa sudah menunggu di atas motornya,matanya bergrilya mencari sosok wanita cantik yang akhir-akhir ini selalu muncul di mimipinya.Radit juga merasa aneh karena secara terus-menerus April selalu hadir di mimpinya.
"Kok sudah 3 hari ini aku ga melihat April,kemana dia?apa dia sakit?" gumam Radit.
Tidak lama kemudian,Radit melihat Sella,Brian,dan Andre masuk ke dalam mobilnya masing-masing dan pergi meninggalkan area Kampus.
Tiba-tiba Sisil datang dan langsung memeluk Radit yang terlihat sedang melamun.
"Sayang,kamu ngeliatin siapa sih?" tanya Sisil.
"Tidak ada," jawab Radit datar.
"Oh iya Sayang,besok kan aku ulang tahun dan aku akan mengundang semua teman-temanku,kamu harus datang ya!!" seru Sisil dengan manjanya.
Radit menganggukkan kepalanya tanpa berniat menjawab ocehan Sisil.
Sementara itu di kediaman Prabowo...
"Busyet dah,ini rumah apa istana Sell?" tanya Andre dengan takjubnya.
"Norak lo Dre," seru Brian.
"Gila rumahnya gede banget," sahut Andre.
"Udah,ayo kita masuk," Sella menekan bel rumah April.
April yang saat ini sedang nonton Tv dan tiduran di pangkuan Mamih Lisda.
"Bi,tolong bukakan pintu," teriak Mamih Lisda.
Bi.Asih segera berlari tergopoh-gopoh untuk membukakan pintu.
"Siang Bi..." sapa Sella.
"Eh Non Sella,ayo masuk Non," seru Bi.Asih.
"Siapa Bi?" tanya Mamih Lisda.
"Non Sella,Nyonya."
"Assalamualaikum Tante."
"Waalaikumsalam,Sella ayo sini duduk," ucap Mamih Lisda.
"Sella bawa teman Tante."
"Siang Tante," ucap Brian dan Andre bersamaan.
"Siang,ayo silahkan duduk."
"Kok lo bawa dua curut itu kesini sih Sell?" seru April.
"Ga tahu nih,curut-curut ini dari tadi pagi ngintilin gue mulu katanya pengen ikut nengokin lo," jawab Sella.
"Terus mana buah tangannya?kan kalau jenguk orang yang sakit itu harus bawa buah tangan," ucap April.
"Astaga..lupa Pril," Brian menepuk jidatnya.
"Alasan aja lo," seru Sella.
"Sebentar ya,Tante bawakan minuman dan cemilan buat kalian," ucap Mamih Lisda.
"Aduh si Tante jangan ngerepotin Tante,itu mah malah bikin Andre senang," celetuk Andre.
"Malu-maluin aja lo," Brian menoyor kepala Andre.
"Gimana keadaan lo Pril?" tanya Sella.
"Baik Sell,besok rencananya gue bakalan masuk kok."
"Oh iya Pril,ini ada undangan dari Sisil besok dia ulang tahun," ucap Sella dengan menyodorkan undangan kepada April.
"Kalau kamu ga mau datang,ga usah datang aja," sahut Brian.
April tampak melihat undangan dari Sisil dan membukanya,sesaat April terlihat berpikir.
"Tidak usah dipikirkan," ucap Sella.
"Gue bakalan datang,apalagi kan semuanya di undang masa gue ga datang," sahut April.
"Serius lo Pril?" tanya Andre.
"Seribu rius malahan."
Sella,Brian,dan Andre tampak saling memandang satu sama lain,tidak lama kemudian Mamih Lisda dan Bi.Asih datang membawakan cemilan dan minuman.
"Ayo silahkan di cicipi kue buatan Tante,kalau begitu Tante ke atas dulu ya kalian yang betah disini anggap saja rumah sendiri," ucap Mamih Lisda.
"Asyiap Tante," jawab Andre.
__ADS_1
Mamih Lisda kemudian meninggalkan April dan teman-temannya itu,Andre tanpa tidak tahu malunya langsung mengambil kue dan memakannya dengan lahap.
"Ya ampun,lo lapar apa doyan?" tanya Sella.
"Dua-duanya..." Andre terlihat nyengir.
Tidak terasa waktu sudah sore,April sedikit lebih bahagia lagi dengan kedatangan teman-temannya.Apalagi Brian dan Andre yang sangat konyol bisa membuat April kembali tertawa.
"Gue senang Pril,bisa membuat lo ketawa lagi seperti itu," batin Brian dengan memperhatikan April yang sedang tertawa karena ulah Andre.
"Pril,kayanya sudah sore kita pulang dulu ya sampai ketemu besok di Kampus," seru Sella.
"Iya,makasih ya kalian sudah mau menjenguk gue."
"Tiap hari juga gue mah mau Pril ngejengukin lo," celetuk Andre.
"Lo mah modus," Brian kembali menoyor kepala Andre.
"Sudah..sudah,ayo kita pulang biarkan April istirahat,Bye April."
"Bye..."
Ketiga teman April pun pergi meninggalkan rumah April,April pun segera naik ke atas menuju kamarnya.
Keesokan harinya....
"Sayang,kamu yakin hari ini mau masuk Kuliah?" tanya Papih Anwar.
"Yakin Pih,April sudah sembuh kok."
"Ya sudah,tapi hari ini kamu di anterin Sopir ya jangan dulu nyetir sendiri," ucap Papih Anwar.
"Iya Pih..."
April pun berpamitan berangkat Kuliah,di jalan April melihat Radit sedang mengatur lalu lintas April hanya bisa melihatnya dari kejauhan,tidak ada lagi tegur sapa dan kata-kata manis yang Radit ucapkan semuanya sudah berakhir.
Sementara itu,Rico yang berada di samping Radit dan menoleh ke arah April.
"Dit,bukannya itu April ya?" tanya Rico.
Raditvpun menoleh ke arah yang ditunjukan oleh Rico,benar saja April sedang melihat ke arahnya dengan tatapan sendu,Radit terlihat tersenyum tapi April dengan cepat menutup kaca mobilnya.
Senyuman Radit pun menghilang,ada rasa kecewa di hatinya.
"Lo sungguh kurang beruntung Bro,bisa melupakan wanita yang sangat perfect seperti April," Rico menepuk pundak Radit dan berlalu meninggalkan Radit.
Radit benar-benar benci kepada dirinya sendiri,kenapa dia tidak ingat sama sekali tentang April.
"Sebenarnya hubungan yang seperti apa yang gue jalani bersama April," batin Radit.
Sementara itu,April kembali meneteskan air matanya sungguh April tidak akan pernah bisa melupakan Radit.
Tidak lama kemudian,April sampai di Kampus seperti biasa Sella sudah menunggunya di parkiran tapi kali ini Sella tak sendiri,ada Brian dan Andre yang sekarang menemaninya.
"Hai semuanya...!!" sapa April.
"Mau kemana nih,mau ke Kantin dulu atau mau langsung ke kelas aja?" tanya Sella.
"Langsung ke kelas aja deh,soalnya hari ini gue udah sarapan di rumah di paksa sama Mamih dan Papih gue yang rempongnya minta ampun," jelas April.
Mereka pun masuk ke kelas,sesampainya di kelas semua orang sedang sibuk membicarakan ulang tahunnya Sisil,mereka tampak antusias ingin menghadiri ulang tahun anak orang kaya.
Mereka sibuk membicarakan pakaian apa yang akan mereka kenakan ke acara ulang tahunnya Sisil.
"Dasar anak-anak rempong," cibir Sella.
"Padahal kalau mereka sampai melihat rumah April,beuhh pasti mereka bakalan terkejut," sahut Andre.
"Sudahlah jangan dipikirin," seru April.
Tiba-tiba Sisil datang menghampiri meja April.
"Ya ampun,saking patah hatinya lo sampai sakit berhari-hari,kasihan banget sih lo," ledek Sisil.
"Hei,jangan mulai deh sana pergi," usir Sella.
"Nyantai dong Sell,pokoknya lo harus datang nanti malam karena nanti malam bakalan ada kejutan buat lo," seru Sisil.
"Tenang aja,gue pasti datang," jawab April.
"Ok..di tunggu ya!!" Sisil pun pergi meninggalkan meja April.
"Dasar Nenek Lampir," sahut Brian.
Hari ini merupakan Mata Kuliahnya Pak Dika,semuanya tampak serius memperhatikan materi yang Dika sampaikan,hingga jam pelajaranpun selesai.
"Mohon perhatiannya sebentar,hari ini adalah hari terakhir saya mengajar,saya tidak akan mengajar lagi karena saya akan pindah ke Luar Negeri.Terima kasih karena selama ini kalian sudah mau mengikuti Mata Kuliah saya,dan saya pastikan semuanya akan lulus di Mata Kuliah saya," jelas Dika.
Semuanya tampak terkejut dengan pernyataan Dika,begitu juga dengan April yang tidak menyangka kalau Dika akan berhenti jadi Dosen.
"Saya do'akan semoga kalian sukses,dan untuk kamu April saya tunggu di ruangan saya.Kalau begitu saya pamit,terima kasih semoga kita bisa berjumpa kembali," Dika kemudian meninggalkan ruangan kelas.
Semua Mahasiswa terlihat riuh,ada yang kaget,bingung,bahkan ada juga yang menangis karena merupakan Fans panatik Dika seorang Dosen yang tampan.
"Sell,gue ke ruangan Pak Dika dulu," ucap April.
"Ok.."
**********
Tok..tok..tok..
"Masuk..."
April perlahan membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Dika,dilihatnya Dika sedang membereskan barang-barangnya.
__ADS_1
"Kenapa Bapak pergi?" tanya April yang membuat Dika menghentikan aktifitasnya.
"Tidak ada alasan lagi untuk aku tetap bertahan disini,dulu tujuan aku mengajar hanya untuk mendekati kamu karena aku sudah jatuh cinta sama kamu sejak pertama kita bertemu.Berbagai cara sudah aku lakukan untuk mendapatkan cinta kamu tapi ternyata cinta kamu begitu besar untuk Polisi itu," ucap Dika.
"Aku memang laki-laki egois,di saat pacar kamu mengalami Amnesia hanya aku orang pertama yang merasa sangat bahagia karena peluang untuk mendapatkanmu terbuka lebar,tapi ternyata aku salah karena cinta kamu hanya untuk dia.Tidak ada tempat dihati kamu untuk aku,jadi lebih baik aku mengalah dan pergi jauh dari sini," sambung Dika.
Tidak terasa air mata April pun jatuh membasahi pipinya.
"Pak,tidak bisakah kita berteman?atau tidak bisakah Bapak menjadi Kakak buat aku?" tanya April.
Dika menggelengkan kepalanya..
"Aku benar-benar sangat mencintaimu April,perasaan yang aku punya bukan sebatas perasaan seorang teman,bukan juga sebatas perasaan Kakak kepada adiknya,maka dari itu aku akan pergi jauh dari kehidupanmu,maaf kalau selama ini aku sudah membuatmu sedih dan menyakiti hati kamu," seru Dika.
"Tidak bisakah Bapak tetap berada disini?" April bertanya lagi dengan deraian air mata.
Dika mendekati April,perlahan Dika menghapus air mata April.
"Bolehkah aku meminta satu permintaan sama kamu?anggap saja ini permintaan terakhir aku," sahut Dika.
April menatap mata Dika dan menganggukkan kepalanya.
"Bisakah aku memeluk kamu sebelum aku pergi?" tanya Dika.
Tanpa menunggu waktu lama,April menghambur ke pelukkan Dika.Air mata Dika pun jatuh juga,hatinya begitu sakit harus melepaskan wanita yang sangat dia cintai tapi Dika juga sadar,kalau cinta April begitu besar buat Radit.
"Kamu harus berjanji sama aku,jangan menangis lagi dan jangan bersedih lagi temukanlah kebahagiaanmu," Dika mencium pucuk kepala April.
"April juga mendo'akan Bapak,semoga Bapak bisa menemukan wanita yang bisa mencintai Bapak dengan tulus," seru April.
Dika melepaskan pelukkan April...
"Maaf,aku harus cepat-cepat pergi Pesawatnya sudah menunggu jaga diri kamu baik-baik,selamat tinggal April."
Dika mengusap kepala April dan mencium kening April,kemudian Dika meninggalkan April yang sedang menangis,Dika menghapus air matanya.
April ambruk di lantai,dia tidak bisa berhenti menangis bagaimana pun juga Dika adalah orang yang baik yang sudah menolong April,kalau waktu itu Dika tidak cepat-cepat datang menolong,entah apa yang akan terjadi kepada April.
Sementara itu di dalam Pesawat pribadi milik Dika,Dika kembali menitikkan air mata.
"Selamat tinggal April,izinkan aku bawa cinta ini kemana dan dimana pun aku berada," gumam Dika.
Malam pun tiba...
Malam ini April terlihat sangat cantik dan anggun,meskipun penampilannya biasa-biasa saja dengan makeup yang tipis.April pergi dengan mengendarai mobilnya sendiri,sementara Sella,Brian,dan Andre sudah menunggu di depan rumah Sisil.
Tidak lama kemudian,mobil sport milik April memasuki halaman rumah Sisil yang luas.Saat April turun dari mobilnya,semua orang terlihat terpesona akan kecantikan yang dimiliki April tak terkecuali Brian dan Andre yang dari tadi sudah menganga.
"Woi..biasa aja kali ngelihatnya,tutup tuh mulut entar ada lalat yang masuk," cibir Sella.
Brian dan Andre langsung menutup mulutnya.
"Hai semuanya.." sapa April.
"Gila,Bidadari dari mana nih cantik banget," ucap Andre.
Brian menggeplak kepala Andre...
"Masuk yu Pril,jangan tanggepin dua cunguk itu," seru Sella.
Sella pun menggandeng lengan April,sementara Brian dan Andre mengikutinya dari belakang.
Sesampainya di dalam rumah,suasana sangat meriah sekali dan tampak mewah.Disaat April berjalan sembari bercanda dengan Sella dan yang lainnya.
Tanpa melihat orang di depannya,April menabrak orang itu.
"Hai,kalau jalan itu pake mata," bentak Sisil.
Ternyata orang yang April tabrak adalah Sisil yang sedang menggandeng lengan Radit.Sesaat April dan Radit saling menatap,hingga akhirnya April tersadar dan memutuskan tatapannya.
"Maaf aku ga sengaja," April berlalu meninggalkan Radit dan Sisil.
Disaat menyusul April,Brian sengaja menabrak bahu Radit.
Sisil naik ke atas panggung..
"Selamat malam semuanya,sebelum acaranya di mulai saya ingin meminta kepada teman saya untuk menyanyikan sebuah lagu,untuk Saudari April silahkan untuk naik keatas panggung menyumbangkan suara emasnya," seru Sisil.
April tampak melotot...
"Apa-apaan dia," sewot April.
Semua tamu yang sudah hadir tampak bersorak-sorai menyuruh April cepat naik ke panggung menyumbangkan suara emasnya.
April tampak bingung,apa yang harus dia lakukan.Malam ini dia sedang galau,kalau tidak menuruti keinginan Sisil,dia akan di anggap orang sombong,tapi kalau di turuti dia sedang tidak ada mood untuk nyanyi.
🌼
🌼
🌼
🌼
Sedih banget Author membuat Bab ini,semoga kalian suka dan terus dukung Novel Author ya🙏🙏😘😘
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU💋💋💋