Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
WAKTU YANG DINANTI


__ADS_3

🏡


🏡


🏡


🏡


🏡


1 bulan berlalu,April sedikit demi sedikit sudah mulai bisa mengikhlaskan kepergian Mamih dan Papihnya.


Seperti saat ini,April sedang sibuk dengan pekerjaannya di Kantor maklum saat ini April sudah menjadi seorang CEO menggantikan Papih Anwar.


Sella dan Om Farhan pun masih membantu April di Kantor bahkan sekarang Om Farhat di angkat menjadi Wakil Direktur mendampingi April,karena bagaimana pun Om Farhan jauh lebih tahu dan berpengalaman.


Tok..tok..tok...


"Masuk."


"Pril,apa lo sedang sibuk?" tanya Sella.


"Sedikit,ada apa Sell?"


"Ga lihat ini waktunya makan siang,ayolah kita makan siang dulu," rengek Sella.


"Baiklah,ayo!!"


April membereskan meja kerjanya dan pergi makan siang bersama Sella.


April dan Sella memutuskan untuk makan siang di Restoran tidak jauh dari Kantor April.


Sementara itu Radit dan Rico pun sedang makan siang di Restoran yang sama,tapi Radit dan Rico tidak mengetahui kalau ada April disana.


"Dit,lihat deh dari tadi cewek-cewek itu ngelihatin kita terus," ucap Rico.


"Biarin ajalah,kan tuh cewek punya mata," jawab Radit dengan masih fokus memakan makanannya.


"Tapi tatapannya beda banget,kaya yang suka deh sama kita lumayan Dit cantik dan sexi walaupun masih jauh cantikan April sih."


"Ya elah PD banget sih lo,iya kalau tuh cewek suka sama lo kalau tuh cewek pengen nampol lo gimana?"


"Ga mungkin tuh cewek pengen nampol,orang kita tampan dan gagah gini apalagi pake seragam Polisi kaya gini mana ada cewek yang berani menolak pesona kita.Gue panggil mereka kesini ya,biar makan bareng disini?" tanya Rico.


"Wah cari penyakit lo,ga ada entar kalau April tahu bisa di gantung gue."


"Udah lo tenang saja,April ga akan tahu kok."


"Ogah gue,takut April marah."


"Penakut banget sih lo,ga malu lo sama seragam..udah tenang aja,kalau April marah gue yang didepan."


Rico pun memanggil kedua perempuan cantik itu dan dengan senang hati kedua perempuan itu menghampiri meja Rico dan Radit dengan centilnya.


Radit merasa risih karena kedua perempuan itu memakai pakaian yang kekurangan bahan.


Sementara itu...


"Pril,kok gue merasa kenal deh sama suara itu," seru Sella.


"Sama gue juga serasa kenal."


April dan Sella pun menoleh ke belakang secara bersamaan dan April tampak memelototkan matanya melihat Sang Kekaksih sedang digoda oleh perempuan sexi.


"Apa..dasar cowok ga tahu diri," April kemudian menghampiri meja Radit dan Rico dengan mengeraskan rahangnya.


Tanpa membuang waktu lagi,April langsung menjewer telinga Radit.


"Bagus ya,enak-enakan disini dengan wanita sexi lagi."


"Aduh du..du..du..sakit Sayang ampun."


"Ampun..ampun enak aja,dasar cowok ganjen."


"Maaf Sayang,Rico yang ngajak kedua perempuan itu untuk duduk disini aku sudah menolaknya,lepasin dong Sayang sakit," rengek Radit.


April beralih menatap tajam ke arah Rico..


Rico hanya cengengesan,dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa ngeri melihat tatapan April.


April melepaskan jewerannya di telinga Radit dan beralih menjewer telinga Rico.


"Aduh sakit Pril," rengek Rico.


"Ngapain ngajak-ngajak mereka duduk disini?Hei kalian cewek-cewek centil pergi sana ngapain masih duduk disini," bentak April.


Kedua perempuan sexi itu pun kemudian pergi meninggalkan meja itu karena merasa takut dengan tatapan April.


"Pril lepasin dong sakit,ampun aku ga bakalan ulangi lagi suwer deh," ucap Rico dengan rengekannya.


April pun melepaskan jewerannya dan bertolak pinggang di depan dua Polisi tampan itu.Sella tertawa begitu puas melihat Radit dan Rico yang seketika menundukkan kepalanya sembari mengusap-ngusap telinga mereka masing-masing.


"Sumpah kalian kocak banget,masa Polisi gagah dan berwibawa takut sama cewek,hahaha.." Sella tertawa puas.


Dengan gemasnya April memasukan paha ayam goreng ke mulut Sella yang tertawa puas.


"Bisa diam ga sih lo,gue lagi emosi nih."


"****** lo,syukurin tuh karma karena sudah menertawakan kita," ucap Rico dengan menahan tawanya karena lagi-lagi April menatapnya dengan tajam.


Sella hanya cemberut mendapat perlakuan seperti itu dari April.


"Dasar,teman ga punya akhlak lo Pril," gerutu Sella.


"Tuh kan,gue bilang juga apa cewek gue itu serem banget kalau udah marah," celetuk Radit yang mendapat pelototan dari April.


"Apa..aku cewek serem?"


"Eh bukan begitu Sayang,kamu itu wanita paling cantik di dunia ini,udahan ya marahnya." bujuk Radit dengan mencoba merangkul April tapi April menepis tangan Radit.


"Jangan pegang-pegang,enak aja setelah ganjen-ganjenan menggoda cewek lain sekarang kamu berani-beraninya pegang-pegang aku," ketus April.


"Astagfirullah Sayang,sumpah deh tadi aku ga ngapa-ngapain itu idenya si Rico yang ngajak cewek-cewek itu,,lo si Ric gue bilang juga apa kalau sudah kaya gini kan jadi ribet urusannya," Radit terlihat kesal.


"Sorry Dit,gue kira ga ada April disini," seru Rico.


"Oh jadi kalau ga ada aku,kalian bebas gitu godain cewek-cewek," April melototkan matanya kearah Rico.

__ADS_1


"Tuh kan gue salah ngomong lagi,duh nih mulut lemes banget sih," Rico memukul pelan bibirnya.


"Udah deh Ric,mendingan lo diam aja daripada urusannya makin runyam," Radit mengacak-ngacak rambutnya.


"Ayo Sell,kita kembali ke Kantor."


April berjalan dengan cepat meninggalkan Sella,sementara Radit mengejarnya.


"Sayang,please maafin aku ya sumpah aku ga ngapa-ngapain sama mereka,jangan marah dong aku ga sanggup kalau kamu sampai marah kaya gini," rengek Radit.


"Ok aku maafin kamu,tapi kamu harus dapat hukuman," jawab April.


"Hukumannya jangan berat-berat Sayang."


"Ga,enggak berat kok cuma kita jangan ketemu dulu selama satu minggu," seru April.


"Astaga Sayang,aku ga bisa kalau hukumannya itu ganti sama yang lain aja ya!push up atau lari maraton gitu,bisa?" tanya Radit.


"Ga bisa,atau mau ditambah jadi 1 bulan?" tanya April dengan melipat kedua tangannya di perut.


"Astaga Sayang,kejam banget kamu sama aku jangankan satu bulan,satu hari aja ga ketemu sama kamu aku tersiksa banget," rengek Radit.


"Ok,sampai jumpa minggu depan," April menepuk pipi Radit pelan dan tersenyum.


April dan Sella pun masuk ke dalam mobil dan mulai meninggalkan Restoran.


"Sayang kamu jahat," gumam Radit.


"Gimana Bro?" tanya Rico dengan santainya.


"Ini semua gara-gara lo,gue jadi dapat hukuman ga boleh ketemu dulu selama satu minggu," ketus Radit.


"Yaelah cuma satu minggu doang,kirain satu tahun," ledek Rico.


Tanpa di duga-duga,Radit mencekik leher Rico tapi cuma bercanda ga beneran.


"Gila lo Dit,kalau gue mati gimana?" ucap Rico.


"Ya kalau lo mati tinggal kubur aja," celetuk Radit dengan masuk ke dalam mobilnya dan diikuti oleh Rico.


"Iya dan gue bakalan gentayangan menghantui lo setiap saat,mau lo?" seru Rico.


Radit tidak menanggapi lagi ocehan Rico,Radit saat ini sedang galau tingkat tinggi bagaimana rasanya tidak bertemu selama satu minggu sedangkan ga ketemu satu hari aja dia bakalan galau.


Sementara itu,di dalam perjalanan....


"Parah lo Pril,kasihan Radit tuh."


"Bodo amat ah." April tersenyum.


April kembali ke Kantornya.Hari-hari April lalui dengan kerja dan kerja mengurus Perusahaan peninggalan Papihnya,April harus bekerja keras membuat Perusahaannya tetap stabil.


Perusahaan Papih Anwar berada dimana-mana,terkadang April harus berangkat dari satu Pulau ke Pulau lainnya untuk meninjau semua Perusahaan.


Sella dan Om Farhan dengan setianya menemani April,sungguh semua ini sangat melelahkan dan menguras tenaga serta pikiran April.


Sementara itu di dalam Penjara,Alya semakin merasa frustasi selain harus tidur beralaskan tikar,makan seadanya,Alya juga selalu mendapat perlakuan kasar dari penghuni Hotel Prodeo lainnya.


Saat ini tubuh Alya pun sangat kurus dan tak terurus sama sekali.Alya sangat merindukan Salon dan Fasilitas mewah lainnya yang diberikan oleh Papih Anwar.


Seperti saat ini,setelah Alya mengikuti kerja bakti Alya terlihat melamun di dalam selnya tanpa dia sadari air matanya pun menetes,memang benar kata pepatah kalau penyesalan itu selalu datang di akhir.


Masih tergambar jelas di benaknya saat Mamih Lisda berteriak dan meminta tolong saat Agus mem******anya,tapi dengan kejamnya Alya malah menertawakannya padahal selama ini Mamih Lisda begitu baik terhadap dirinya.


Mamih Lisda dengan lapang dadanya mengizinkan Papih Anwar membawa Alya ke rumahnya,dan selama April melanjutkan Kuliah di Luar Negeri Mamih Lisda menunjukkan rasa sayangnya yang begitu tulus terhadap dirinya.


"Maaf,maafkan aku," gumam Alya dengan tangisannya yang makin terisak.


Ternyata tangisan Alya sangat mengganggu Susi yang sedang tertidur istirahat,Susi sangat geram karena tangisannya semakin membuatnya naik pitam.


Susi melempar bantal ke arah Alya dan tepat mengenai wajah Alya.


"Bisa diam ga sih lo,gue pusing nih mau istirahat," teriak Susi.


"Ma..maaf Mbak," ucap Alya dengan terbata-bata.


"Maaf..maaf,lo tahu ga tangisan lo itu membuat terlinga gue sakit gue pengen istirahat gara-gara lo nangis gue jadi ga ngantuk lagi,dasar ga tahu diri lo."


Susi menghampiri Alya dan Susi langsung membenturkan kepala Alya ke dinding hingga kepala Alya berdarah dan tidak lama kemudian Alya tak sadarkan diri.


Semua penghuni sel menjadi riuh,dan tidak lam kemudian Petugas datang dan membawa Alya ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan.


1 minggu kemudian....


April menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya,April memejamkan matanya dan sedikit memijat keningnya.Sungguh sangat melelahkan dan menguras tenaga dan pikirannya.


Seketika April membuka matanya...


"Perasaan ini sudah satu minggu deh,kok ga ada kabar sama sekali sih dari Radit?astaga,gue baru inget kalau semenjak terakhir gue ketemu Radit di Restoran,Radit ga pernah ngehubungi gue.Nyebelin banget sih tuh orang,emangnya dia ga kangen apa sama gue?" gumam April.


Tok..tok..tok


"Masuk."


"Pril,kerjaan gue udah selesai gue mau izin pulang soalnya gue sudah janjian sama Andre mau makan malam bersama."


"Oh ya udah,lo bisa pulang."


"Lo juga harus pulang Pril."


"Iya,bentar lagi gue juga pulang."


"Ya sudah,gue duluan ya bye..."


April pun mulai membereskan meja kerjanya bersiap untuk pulang juga.Sekilas melihat ke Ponselnya dan tidak ada pesan ataupun panggilan yang masuk.


Ada perasaan rindu di hati April tapi April gengsi kalau harus menghubunginya duluan.


"Dia kemana sih?" gumam April.


April pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya,rumah megah nan mewah yang sekarang hanya di tempati oleh April dan Bi.Asih.


April mengela nafasnya dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa ruangan keluarga,tempat favorit Mamih dan Papihnya semasa hidup.


"Non April,ini ada paket buat Non April," seru Bi.Asih.


"Paket dari siapa Bi?"

__ADS_1


"Bibi kurang tahu Non,soalnya Mas Kurirnya tidak memberitahukan dari siapa."


"Oh ya sudah,makasih ya Bi."


April tampak memperhatikan kotak paket itu dan membukanya secara perlahan.Tiba-tiba mata April begitu berbinar,dilihatnya sebuah gaun yang sangat cantik dan disana juga ada sepucuk surat.


"Pakailah gaun ini,nanti malam aku jemput kamu...Radit...." begitulah isi surat itu.


Seketika senyum April mengembang..


"Dasar Polisi nyebelin," gumam April.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam,April sudah siap tinggal menunggu orang yang menjemput.


Dan tidak lama kemudian,ada yang membunyikan klakson mobil di depan rumahnya.


"Itu pasti Radit," gumam April.


"Bi,April pergi dulu ya kunci aja rumahnya karena April bawa kunci cadangan," seru April.


"Baik Non."


April segera menuju ke depan rumahnya,tapi April tampak mengerutkan keningnya karena yang menjemput April bukan Radit melainkan Rico.


"Kok kamu sih Ric yang jemput aku?" tanya April.


Rico tidak menjawab apa-apa,dia malah bengong terpesona akan penampilan April yang terlihat sangat cantik.


"Woi..di tanya malah bengong," April menepuk pundak Rico.


"Oh apa Pril,barusan kamu ngomong apa?" tanya Rico.


"Kenapa kamu yang jemput aku?Raditnya kemana?" tanya April.


"Oh,dia sudah nunggu di suatu tempat."


"Ada apa sih sebenarnya?" tanya April penasaran.


"Meneketehe..."


"Ah kamu mah nyebelin,sama aja kaya Radit mentang-mentang sahabatan kelakuannya 11 12,sok rahasia-rahasiaan."


"Udah jangan bawel,cepetan masuk nanti si Radit marah lagi kalau akunya telat,aku cuma dikasih waktu 30 menit nih buat jemput kamu kalau lewat dari itu Radit bakalan gantung aku," cerocos Rico.


April hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala...


Ditengah perjalanan,Rico menghentikan mobilnya..


"Lho kok berhenti?" tanya April kebingungan.


"Sebentar lagi kita sampai,kata Radit kamu harus ditutup matanya."


"Ya ampun,mau ketemu aja ribet banget."


"Udah deh ga usah banyak protes,sini aku tutup dulu matanya."


Kemudian Rico menutup mata April,dan kembali melajukan mobilnya ke tempat tujuan.


Tidak lama kemudian,Rico sampai di sebuah rumah tingkat yang sangat mungil tapi sangat indah.Radit sudah menunggu dengan gagahnya di depan rumah yang sudah di hias sedemikian rupa.



April turun dari mobil di bantu oleh Rico karena mata April di tutup,Rico membawanya ke hadapan Radit dan Rico perlahan membuka kain yang menutupi mata April.



April tampak terkejut dengan kejutan yang Radit buat.April tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Apakabar Sayang?maaf selama ini tidak pernah memberi kabar,karena aku sengaja ingin memberi kejutan kepada kamu," ucap Radit dengan melangkah lebih mendekat ke arah April.


Radit memberikan bunga kepada April.


"Malam ini kamu cantik banget."


"Terima kasih aku suka dengan gaunnya."


Kemudian Radit berlutut di hadapan April dan mengeluarkan kotak kecil yang berwarna merah ke hadapan April.


"Aku sudah menunggu waktu ini sangat lama,halangan dan rintangan datang silih berganti seakan menguji cinta kita tapi malam ini aku sudah yakin kalau kamu hanya tercipta untukku."


Radit terlihat menghela nafasnya dan Radit terlihat terdiam sebentar.


"Aprilia Suci Prabowo maukah kamu menikah denganku?"


Seketika air mata April lolos juga dari mata indahnya,Radit begitu deg-degan menunggu jawaban dari April.Hingga akhirnya April tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Aku mau."


Dengan hati yang bahagia,Radit memakaikan cincin ke jari manis April dan langsung memeluk April dengan sangat erat.


"Terima kasih Sayang."


Tidak lama kemudian,Sella,Andre,dan Rico keluar dari persembunyiannya dan bertepuk tangan bersama menyambut kebahagiaan dua insan yang sedang di mabuk cinta itu.


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼


Selamat malam mingguan semuanya,maaf baru updateπŸ™πŸ™


Ayo yang minta ceritanya di lanjut mana like,rate,dan votenya biar Authornya lebih semangat lagiπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOUπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2