Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
RASA YANG TERTINGGAL


__ADS_3

🏡


🏡


🏡


🏡


🏡


Semua mata sekarang tertuju pada Andre dan Audy.Sella mengerutkan keningnya menatap Andre seolah meminta penjelasan kepada Andre.


Dengan rasa canggung,Andre menghampiri Sella dan duduk di samping Sella.Tidak seperti biasanya,kali ini Andre tidak mencium kening Sella biasanya kalau bertemu Andre tidak pernah lupa mrncium kening Sella.


Sella menatap tajam ke arah Andre...


"Kenapa Sayang,ngelihatin aku kaya gitu?" bisik Andre.


"Kamu kenal sama Audi?" tanya Sella.


"Nanti saja ya di jawabnya,sekarang kan sedang ada acara ga enak," jawab Andre.


"Curiga nih,jangan-jangan------" goda Rico.


"Diam lo Kadal,jangan mencoba memanas-manasi situasi," bisik Andre.


Rico hanya mengangkat bahunya tanda tak peduli,berbeda dengan Sella yang tampak cemberut karena merasa kesal sama Andre.


"Semuanya lebih baik kita makan dulu,mumpung masih hangat nanti keburu dingin," seru Om Aswar.


Semuanya menuju meja makan,April dan Radit seperti perangko saja tidak bisa dipisahkan.Tiba-tiba Rico berjalan di tengah-tengah antara April dan Radit sehingga genggaman mereka terlepas.


"Astaga,lo kenapa sih?" Radit tampak kesal.


"Gandengan mulu kaya yang mau nyebrang aja," ledek Rico.


"Syirik aja lo jadi orang,makannya cari cewek biar ga selalu recokin gue sama April," sergah Radit.


"Berisik lo," Rico menyusul Rangga dan Orang tua Radit menuju meja makan.


Sementara itu,Sella tampak marah kepada Andre karena Andre selalu saja mencuri-curi pandang kepada Audi dan Audi pun selalu tersenyum genit kepada Andre.


"Sayang jangan cemberut dong,masa sudah dandan cantik kaya gitu mukanya di tekuk kaya gitu kan jadi jelek," seru Andre.


"Bodo amat."


Tidak lama kemudian semuanya sudah selesai makan malam,Om Aswar mengajak Orang tua Radit untuk berbincang-bincang sementara para anak muda berkumpul di taman belakang dekat kolam berenang.


April duduk di samping Radit dan menyandarkan kepalanya dipundak Radit dengan tangan mereka saling bertautan.


"Lo kenapa Sell,kok cemberut kaya gitu?" tanya April.


"Gue lagi sebel sama Andre Pril,kan tadi kalian dengar kalau Andre sama Audi saling kenal,pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku kan?" sergah Sella.


"Ya ampun Sayang,ga ada yang aku sembunyikan dari kamu."


"Terus sekarang jawab,ada hubungan apa kamu sama Audy?" tanya Sella.


Andre terdiam sejenak,berpikir sebentar supaya dia tidak salah ngomong.


"Jangan-jangan Audi mantan lo ya?katanya lo ga pernah pacaran,tapi nyatanya-----" ucapan Rico terpotong karena Andre langsung menjawabnya.


"Bisa diam ga sih lo Kadal,dari tadi lo ngomporin mulu."


"Ya makannya jelasin,jangan buat orang jadi curiga," sergah Rico.


"Kok jadi lo yang sewot sih,jangan-jangan lo suka ya sama Sella," bentak Andre.


"Apaan sih lo,nyantai aja dong," Rico tak kalah sewot kepada Andre.


"Sudah-sudah,kalian kenapa sih malah jadi berantem kaya gini?" Radit mencoba menengahi Andre dan Rico.


"Habisnya tuh si Polisi gadungan rese banget," tunjuk Andre kepada Rico.


"Wah nih bocah lama-lama ngelunjak."


Rico yang merasa emosi beranjak dari duduknya dan menghampiri Andre tapi keburu di hadang oleh Radit.


"Sudah Ric,sabar jaga emosi lo," seru Radit.


"Ndre,lebih baik lo jelasin deh sama Sella biar ga ada kesalah pahaman," sahut April.


"Dit,gue tunggu di depan aja males gue berhadapan sama nih cunguk," Rico pun pergi meninggalkan semuanya.


"Udah yuk,kita duduk coba deh lo jelasin sama Sella," ucap April.


Andre duduk di hadapan Sella dan menggenggam tangan Sella.


"Sayang,aku mau jujur sama kamu tapi kamu janji ya jangan memotong omongan aku dan jangan marah sama aku."


Sella menganggukkan kepalanya...


"Dulu jauh sebelum aku kenal sama kamu dan April,aku sudah kenal dengan Audi kalian kan tahu kalau aku adalah Mahasiswa baru pindahan dari Perancis waktu itu,nah waktu aku Kuliah di Perancis aku bertemu dengan Audi,di Perancis dulu Audi adalah Mahasiswa yang baru masuk,jujur aku waktu itu jatuh cinta sama Audi," jelas Andre.


Sella melepaskan genggaman tangan Andre,tapi Andre kembali menggenggam tangan Sella.


"Kamu kan janji ga bakalan marah,mau dilanjutin ga?" tanya Andre.


Sella kembali menganggukan kepalanya...


"Dulu aku jatuh cinta sama Audy,tapi aku ga berani mengungkapkannya karena Audy sosok wanita yang sombong,banyak laki-laki yang di tolak mentah-mentah oleh dia makannya aku pun mengurungkan niat aku untuk mengungkapkan perasaan aku."


"Selama itu aku hanya bisa memendam perasaan aku,tapi pada saat Papah aku ditugaskan untuk pindah bekerja di Indonesia,aku memberanikan diri untuk mengungkapkannya dan aku datang ke rumah Audi waktu itu dan tidak tanggung-tanggung aku nembak Audi di depan Mamahnya,dan kamu tahu apa jawaban Audy dan Mamahnya?" tanya Andre.


Sella menggelengkan kepalanya...

__ADS_1


"Mamahnya Audi bilang,kalau Audi tidak akan berhubungan dengan sembarang laki-laki,Mamahnya Audi hanya akan menyerahkan anaknya kepada seorang Pengusaha yang mapan dan bisa membahagiakan anaknya bukan kepada seorang Mahasiswa ingusan yang hanya bisa menghabiskan uang orang tuanya," jelas Andre.


"Dari situ aku mundur dan melupakan rasa cintaku,dan akhirnya setelah sekian lama aku menata hatiku aku bisa menemukan wanita yang benar-benar menerima aku apa adanya tanpa melihat siapa aku dan keturunan siapa,dan wanita itu adalah yang sekarang berada di hadapan aku," sambung Andre.


"Apa kamu masih mencintai Audi?" pertanyaan Sella membuat Andre mati kutu.


Di dalam lubuk hati Andre yang paling dalam,tidak dipungkiri kalau saat ini masih ada nama Audi di hatinya apalagi setelah bertemu kembali dengan Audi rasa yang dulu pun muncul kembali.


"Jawab Ndre?" seru Sella.


"Tidak Sayang,semua itu hanya masa lalu dan yang sekarang ada di hadapan aku adalah masa depanku," ucap Andre walaupun di hatinya masih ada keraguan.


Sella pun memeluk Andre...


"Makasih Sayang,aku harap kamu tidak membohongi aku," seru Sella.


"Maaf Sel,maafkan aku," batin Andre.


April melihat kedua sahabatnya itu hanya tersenyum dan ikut bahagia juga.


"Semoga Andre bisa menjaga hatinya seperti kamu ya Sayang," ucap April dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Radit.


"Amin."


"Dit,kita pulang sudah malam ini," seru Ibu Radit.


"Iya Bu,Sayang aku pulang dulu ya kamu istirahat dan satu lagi tolong kamu jauhi laki-laki itu karena aku ga suka sama dia," ucap Radit dengan menunjuk ke arah Aldo.


"Ya ampun Sayang,Aldo itu saudara aku lho masa kamu cemburu sama saudara aku sendiri,ngaco deh," sahut April.


"Ya kali aja,namanya juga manusia tempatnya khilaf kan kalau setan sudah menggoda tidak akan melihat saudara pasti di embat juga," ucap Radit.


"Ih kamu mah ya,curigaan mulu sama orang ga mungkinlah Sayang dia macam-macam sama aku,gila aja kalau dia sampai macam-macam," sahut April.


"Ya sudah,aku pulang dulu ya I love you," Radit mencium kening April.


"I love you too."


Sekilas Andre melihat ke arah Audi,Audi tampak tersenyum dan Andre pun membalasnya dengan senyuman tanpa Sella tahu.


Keluarga Radit pun pamit pulang.


Semuanya pun pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat,di kamar Audi terlihat senyum-senyum sendiri.


"Astaga Kak Andre kok makin ganteng aja ya,dan tunggu tadi Kak Andre terlihat memakai jas apa sekarang dia sudah menjadi seorang Pengusaha?kalau iya,berarti Mamah pasti bakalan merestui hubungan kita dong,ya ampun Kak Andre..Kak Andre," Audi tampak senyum-senyum sendiri dan berguling-guling di atas kasurnya.


April terlihat sangat segar setelah membersihkan tubuhnya,April pun mengambil gelas yang ada di atas nakas.


"Aduh airnya habis,mana aku haus lagi."


April pun terpaksa turun ke bawah untuk mengambil air minum,di saat April hendak kembali ke kamarnya,April melihat pintu rumahnya terbuka.


"Lho kok pintunya masih terbuka sih?apa Bi Asih lupa ya mengunci pintu," gumam April.


Sesampainya di depan pintu,ternyata ada Aldo yang sedang duduk sendiri di teras rumah April dengan mengisap rokoknya.


"Ya ampun Aldo,aku pikir ada maling yang masuk ke dalam rumah soalnya pintunya terbuka," seru April dan menghampiri Aldo.


"Maaf sudah membuat mu takut," Aldo mematikan rokoknya.


"Kamu sedang apa malam-malam di luar kaya gini?emangnya ga dingin?" tanya April.


"Aku sedang nyantai saja,kamu sendiri belum tidur?"


"Belum,nih aku bawa minum soalnya air minum di kamar aku sudah habis," April menunjukan botol yang berisi air kepada Aldo.


"Oh.."


"Kamu suka merokok ya Al?"


"Enggak,aku ngerokok kalau lagi banyak masalah dan kalau lagi pengen aja."


"Oh iya,selamat ya kamu sudah ada yang lamar dan kayanya sebentar lagi kamu akan menikah," seru Aldo.


"Makasih Al."


"Beruntung banget laki-laki yang mendapatkan kamu,sudah cantik,pinter,seorang Pengusaha pula aku jadi iri sama calon suami kamu," celetuk Aldo.


"Ah kamu bisa saja."


"Serius,siapa yang tidak jatuh cinta sama wanita seperti kamu,bahkan aku juga kalau bukan saudara kamu sudah jatuh cinta sama kamu," seru Aldo.


"Hah..maksudnya?"


Aldo tersenyum dan mengacak-ngacak rambut April..


"Sudah sana tidur sudah malam,nanti kesiangan lho masuk Kantor."


"Ya sudah,aku masuk dulu ya!!"


Aldo menganggukan kepalanya dan April pun meninggalkan Aldo dengan sedikit memikirkan ucapan Aldo barusan.


"Seandainya kamu bukan saudara aku,aku siap bersaing dengan siapapun untuk mengejar cinta kamu,kenapa harus kamu wanita yang berhasil mengguncangkan hati dan jiwa aku?" batin Aldo.


Keesokan harinya...


Seperti biasa,semuanya sedang sarapan Om Aswar sudah siap dengan setelan jasnya.


"Selamat pagi semuanya!!" sapa April.


"Pagi" ucap semuanya.


"Wah Om sudah ganteng mirip sama Papih,Oh iya Om jas Papih masih banyak lho kalau Om mau pakai aja sayang juga kalau ga dipakai."


"Iya,nanti Om pakai."

__ADS_1


"Pah,Mah nanti teman Aldo mau kesini soalnya ada rencana kita mau buka caffe dan Resto di Jakarta juga,dan kita mau melihat tempat yang sudah kita beli juga di sebuah Mall disini," seru Aldo.


"Wah bagus dong,jadi kamu tidak jauh lagi sama kita soalnya kamu sering pergi dan jarang kumpul bareng kita," sahut Tante Risma.


"Oh iya,apa Kak Andre teman Kak April?" tanya Audi.


"Iya,dia teman Kuliah aku dulu," jawab April.


"Apa dia sekarang seorang Pengusaha? tanya Audi.


"Iya,sekarang dia mengurus Perusahaan milik Papahnya,emangnya kenapa Audi?" tanya April.


"Ah enggak Kak,cuma nanya doang."


"Kamu kenal sama Andre?" tanya April.


"Kenal,sangat kenal malah karena dulu waktu di Perancis kita Kuliah bareng."


April terlihat manggut-manggut tanpa berniat meneruskan lagi obrolannya dengan Audi,sementara yang lainnya hanya menyimak saja.


"Ayo Om,apa Om mau bareng sama April?" tanya April.


"Boleh Nak."


"Ya sudah,Tante,Audi,Aldo,kita berangkat dulu," seru April.


"Hati-hati ya!!" teriak Tante Risma.


April dan Om Aswar pun berangkat ke Kantor bersama-sama.


"Audi,kamu tadi ngomongin siapa sih sama April?" tanya Tante Risma.


"Mamah lupa sama Kak Andre?"


"Andre yang mana?"


"Yang tadi malam datang terlambat,itu kan Kak Andre yang dulu Mamah tolak mentah-mentah saat dia nembak Audi," seru Audi.


"Masa sih,kok beda banget."


"Ya iyalah,sekarang Kak Andre sudah menjadi seorang Pengusaha,apa Mamah sekarang bakalan merestui hubungan Audi dan Kak Andre?"


"Heh bocah,cowok yang tadi malam kesini itu sudah punya cewek dan ceweknya itu yang bareng sama April,jangan coba-coba jadi Pelakor deh kamu," sahut Aldo.


"Apaan sih Kak,aku tahu kalau Kak Andre sudah punya pacar tapi kan masih pacaran belum menikah jadi aku punya kesempatan buat mendapatkan Kak Andre kembali," jawab Audi.


"Benar Audi kamu harus berusaha mendapatkan Andre kembali,Mamah dukung kamu."


"Astaga,kalian ini masih saja harta,harta,dan harta yang selalu kalian pikirkan," seru Aldo dan pergi meninggalkan Mamah dan Adiknya itu.


"Ih Kak Aldo nyebelin."


"Sudah Sayang,Kakak kamu jangan dipikirkan dia itu syirik sama kamu," sahut Tante Risma.


Di Perusahaan,April memperkenalkan Om Aswar kepada semua Karyawannya,Om Aswar menjadi Direktur Keuangan di Perusahaan April.


Tok..tok..tok..


"Masuk."


"Pril,hari ini kita ada meeting di sebuah Mall dengan perwakilan dari Perusahaan Asing."


"Kenapa mesti di Mall?" tanya April.


"Ga tahu,mereka maunya di Mall sudahlah kita turuti saja Perusahaan Asing ini Perusahaan besar lho dan mereka ingin bekerja sama dengan kita," jelas Sella.


"Ya sudah,tapi lo ikut kan?"


"Iya dong."


"Lo siap-siap,15 menit lagi kita berangkat," ucap Sella.


Tidak membutuhkan waktu lama,April dan Sella sampai di sebuah Mall terbesar di Jakarta ini.Mereka memasuki Mall tersebut dan mencari Restoran yang dijanjikan oleh kliennya.


Setelah sekian lama mencari,akhirnya April dan Sella menemukan Restoran yang di maksud dan benar saja seorang pria bule melambaikan tangannya ke arah mereka.


Mereka bersalaman dan mulai membicarakan pekerjaan,butuh waktu satu jam akhirnya kesepakatan kerjasama antara Perusahaan April dan Perusahaan Asing itu sudah terjalin,kedua belah pihak sudah menandatangani surat perjanjian.


Untuk menghormati Rekan Bisnisnya,April dan Sella pun menyetujui tawaran Pria-pria bule itu untuk makan bersama.


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼


Selamat pagi semuanya,,masih setiakah kalian menunggu kelanjutan kisah April dan Babang Radit?πŸ˜‡πŸ˜‡


Ayo dong dukungannya jangan kendor,like dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2