Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
WANITAKU


__ADS_3

🏡


🏡


🏡


🏡


🏡


Hari ini adalah hari libur buat 2R alias Radit dan Rico,sebenarnya hari libur ini dia akan manfaatkan untuk tidur seharian tapi Rico terus saja mengajaknya untuk jalan-jalan ke Mall.


Dan setelah dipikir-pikir apa salahnya juga kalau jalan-jalan,toh sudah lama Radit tidak jalan-jalan itung-itung refreshing setitiklah.


Semua penghuni Mall menatap penuh kagum kepada dua Polisi tampan itu.


"Kok gue merasa risih ya jalan sama lo," seru Radit.


"Risih gimana maksud lo?"


"Ya risih aja,kita kaya pasangan H*** gitu jalan-jalan ke Mall berdua," jawab Radit.


"Astagfirulloh amit-amit lo Dit,gue masih normal ya meskipun di dunia ini semua wanita sudah punah gue ga sudi sama lo," celetuk Rico.


"Idih najis lo,ya gue juga ogah banget," sahut Radit.


"Makan dulu Dit,lapar gue."


"Ya udah,nah tuh di depan ada Restoran kesana aja," seru Radit.


Radit dan Rico pun memasuki Restoran yang ternyata Restoran tempat April dan Sella bertemu dengan klien.


Disaat Radit sedang celingukan mencari tempat duduk,matanya menangkap bayangan wanita yang sangat dia kenal dan benar saja April berada di Restoran itu dengan pria-pria bule.


Rico mengikuti arah pandang Radit...


"Wah bukannya itu April ya,ngapain dia berada di Mall di jam kerja seperti ini?mana dengan pria-pria bule lagi," celetuk Rico.


"Wah ga bisa dibiarin nih,enak aja ketemu dengan pria bule di belakang gue," Radit tampak kesal dan langsung menghampiri meja April.


"Apa-apaan ini?" bentak Radit.


"Astaga Radit ngagetin aja," ucap April sembari memegang dadanya.


"Coba jelaskan ada apa ini sebenarnya?" tanya Radit dengan bertolak pinggang.


"Beuhh,Polisi posesif datang pasti sebentar lagi bikin kacau nih," cibir Sella.


April berdiri dan menghampiri Radit,di elusnya pipi Radit.


"Ya ampun,cintaku,sayangku,belahan jiwaku,mereka itu klien aku jadi tolong jangan marah-marah ok," ucap April dengan lembut.


"Masa klien minta ketemuan di Mall?" Radit masih tampak kesal.


"Ya ga tahu,kamu tanya saja sama mereka."


Akhirnya pria-pria bule itu mengerti dengan keadaan dan meminta izin pamit,pria-pria bule itu menjabat tangan April dan Sella hingga akhirnya mereka pergi meninggalkan April dan Sella.


Rico pun ikut menghampiri Radit,Sella terlihat bengong melihat kedatangan Rico.


"Ayo duduk dulu ya,jangan marah-marah terus nanti kamu cepat tua lho," ledek April.


"Apa kamu bilang?cepet tua,kalau aku cepat tua terus kamu mau ninggalin aku gitu dan pergi sama salah satu pria bule tadi," Radit tampak emosi ga jelas.


"Hadeuhhh susah ngejelasinnya kalau sama orang yang cemburuan," April menepuk jidatnya sendiri.


Sementara itu,tanpa sadar Sella masih terus memperhatikan Rico.


"Woi,ngapain lo ngelihatin gue kaya gitu?gue tahu,gue emang tampan jadi lo ga usah terpesona sama gue," seru Rico.


"Idih najis lo,PD lo ketinggian," sergah Sella.


"Udah deh ngaku aja,gue tahu kalau lo suka sama gue,iya kan?" tanya Rico dengan PDnya.


"Astaga,nih cowok PD banget," gumam Sella.


"Hei sayang,jangan cemberut kaya gitu dong jelek tahu," April memeluk Radit dari samping.


"Aku ga suka ya,kamu tersenyum gitu sama cowok lain selain aku," ucap Radit.


"Lebay," seru Rico dan Sella bersamaan.


"Ih kok kalian kompak banget sih?" ledek April.


"Jodoh kali," celetuk Rico.


"Ogah banget gue berjodoh sama lo," sergah Sella.


"Jangan ngomong gitu Sell,nanti benci-benci malah jadi cinta lho," goda April.


"Betul Pril,nanti kualat lo gue do'akan lo jatuh sama gue baru tahu rasa lo," seru Rico.


"Idih,kok ngedoainnya kaya gitu sih?itu mah enak di lo ga enak di gue dong."


"Ga enak gimana coba,gue seorang Polisi,tampan,gagah,banyak yang menginginkan cinta gue."


"Iya,tapi gue enggak menginginkan lo...wlekk," Sella menjulurkan lidahnya ke arah Rico.


"Astaga,perasaan gue deh yang lagi marah sama April tapi kenapa jadi kalian yang berantemnya," seru Radit.

__ADS_1


"Tahu nih,udah fix ini mah kalian berjodoh," sahut April dengan menaik turunkan alisnya.


Sella terlihat cemberut sementara April dan Rico bertos ria sembari tertawa menggoda Sella.


"Jadi gimana nih urusannya?" tanya Radit.


"Urusan apa lagi sih Sayang?kan tadi aku sudah jelasin kalau mereka itu cuma klien aku," April menyimpan dagunya di pundak Radit dengan manjanya.


"Ah,kalah deh kalau sudah kaya gini mana bisa aku marah sama kamu Sayang," ucap Radit yang langsung mengecup bibir April sekilas.


Sella yang sedang minum langsung tersedak melihat kelakuan Radit yang tidak tahu malu,dengan sigap Rico menepuk-nepuk punggung Sella.


"Wah..wah..wah..parah..parah lo Dit,berani-beraninya lo romantis-romantisan didepan seorang jomblo,lo pernah dengar ga kalau do'a yang tersaki itu akan di kabulkan?dan sekarang karena kalian sudah melukai hati seorang jomblo,gue bakalan berdo'a kepada Alloh,Ya Alloh semoga wanita yang berada di samping hamba menjadi jodoh hamba amin," Rico mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Dan dengan konyolnya April dan Radit pun melakukan hal yamg sama dengan Rico dan sama-sama mengucapkan amin.


"Amin." jawab April dan Radit bersamaan.


"Hei..hei..hei..kalian emang nyebelin ya,gue kan sudah punya Andre mau di kemanakan dia?" sahut Sella.


"Buang aja ke tong sampah," celetuk Rico dan dengan sukses membuat Sella kesal dan memukul Rico dengan tasnya secara bertubi-tubi.


"Aduh,aw sakit Sella gila ya lo."


"Apa lo bilang?gue gila?dasar cowok bresengsek,kurang ajar,ga tahu malu," teriak Sella dengan terus memukul pundak Rico.


"Sudah-sudah,malu ah dilihatin banyak orang," sahut April dan Sella pun menghentikan aksinya.


"Gila,cantik-cantik tapi galak tenaganya kaya Hulk," keluh Rico.


Rico menoleh ke arah Sella yang saat ini sedang menatap tajam dirinya.


Rico hanya cengengesan dan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.


"Sayang,pokoknya aku ga mau tahu besok kita pengajuan nikah kantor," ucap Radit tegas.


"Apa,,ga salah cepat banget Yang!!" April keget dengan ucapan Radit.


"Kenapa,kamu ga mau?"


"Bukannya ga mau Sayangku,cintaku,tapi kan aku pikir bulan depan pengajuannya makannya saat ini aku sedang sibuk nyicil dulu kerjaan aku biar pas nikah nanti ga banyak kerjaan yang terbengkalai," ucap April dengan menangkup kedua pipi Radit.


"Lah kan kalau kerjaan ada Sella."


"Idih kok jadi bawa-bawa gue sih?enak aja,kerjaan gue juga banyak," jawab Sella ketus.


"Ah lo mah ga asyik Sell,ga setia kawan banget," keluh Radit.


Disaat mereka berempat sedang asyik makan dan bercanda-bercanda,tiba-tiba seseorang menghampiri meja mereka.


"Hai April."


"Hai Al,lho kok ada disini juga?" tanya April.


"Aku lagi survei tempat Pril,kan aku mau buka Resto di Mall ini," jawab Aldo.


"Oh iya,sudah dapat tempatnya?"


"Sudah,disebelah sana kalau ada waktu mampir ya ke Resto aku," seru April.


"Pasti," April mengacungkan jempolnya.


"Ya sudah,maaf sudah ganggu kalian lanjutkan saja makannya." Aldo pun pergi meninggalkan semuanya.


"Sudah tahu mengganggu masih aja nyamperin,ini ada calonnya aja berani nyamperin apalagi kalau di rumah jangan-jangan dia suka ngedeketin kamu ya," ucap Radit dengan kesalnya.


"Ya ampun capek deh," April menepuk jidatnya sendiri.


Karena untuk menghindari pertengkaran yang tidak akan ada habis-habisnya,April pun mulai beranjak dari duduknya.


"Eh,mau kemana kamu?" tany Radit dengan menarik tangan April.


"Aku mau balik ke Kantor,di Kantor banyak kerjaan dari pada disini kamu mah bikin kesel aja,cemburuan terus ga jelas," ucap April ketus.


April pun pergi meninggalkan semuanya,Radit melempar kunci mobilnya ke arah Rico dan dengan sigap Rico menangkapnya.


"Lo anterin Sella ke Kantor,gue pake mobil April," teriak Radit yang berlari menyusul wanitanya yang sedang ngambek.


"Ah males gue di anterin sama lo," seru Sella.


"Ya udah kalau ga mau di anterin,baguslah gue juga males nganterin cewek galak kaya lo," jawab Reno.


"Dasar nyebelin," Sella pun pergi meninggalkan Rico.


Rico mengangkat bahunya terlihat cuek tidak ambil pusing malah dia melanjutkan ngopinya tanpa memikirkan Sella.


Diluar Sella tampak bingung,nungguin taxi kok belum ada yang lewat juga.


"Ah dasar sial,mana Ponsel gue mati lagi ga bisa pesan taxi online,ini semua gara-gara Polisi jelek itu jadi gue sial deh," gerutu Sella.


Cukup lama Sella menunggu taxi yang lewat tapi tak kunjung juga ada taxi yang lewat,tiba-tiba Reno datang dengan gayanya yang seperti biasa selengean.Disaat Rico menoleh ke samping,ternyata Sella masih ada disan dengan wajahnya yang cemberut.


"Hei..hei..hei..ngapain lo masih disini?jangan bilang lo lagi nungguin gue ya!!" goda Rico dengan menaik turunkan alisnya.


"Issh..dari tadi lo PD banget sih jadi orang,gue lagi nungguin taxi," jawab Sella ketus.


"Woi,jangan banyak alasan deh lo ngapain nungguin taxi kan tinggal pesan aja lewat aplikasi gitu aja kok ribet," sahut Rico.


"Ponsel gue mati Onta,kalau ga mati dari tadi juga gue udah pesan taxi online dan pergi dari sini," Sella benar-benar sudah kesal sama Rico.

__ADS_1


"Makannya jangan gengsi-gengsi jadi orang,emang lo di takdirkan untuk ikut sama mobil gue."


Rico pun mengambil mobilnya di parkiran dan berhenti di depan Sella.


"Buruan masuk."


"Ogah."


"Ya udah,kalau ga mau asal lo tahu ya disini itu ga bakalan ada taxi lewat sampai jamuranpun lo ga bakalan nemuin taxi."


Sella terlihat berpikir...


"Beneran nih ga mau ikut,ya udah."


Rico mulai munutup kaca mobilnya dan mulai menginjak gasnya tapi tiba-tiba Sella berlari ke depan mobil Rico.


"Tunggu-tunggu,gue ikut deh sama lo."


Rico tersenyum penuh kemenangan,Sella pun segera masuk ke dalam mobilnya Rico.


Sementara itu di dalam mobil April,Radit tampak kewalahan membujuk wanitanya yang sedang merajuk.


"Sayang,kok jadi kamu yang marah sih kan seharusnya aku yang marah," rengek Radit.


April tidak menjawab karena menurut April jawaban apapun juga ga bakalan masuk ke otak calon suaminya itu.April membuang arah pandangnya ke luar jendela,sesaat April kaget karena Radit menghentikan mobilnya secara mendadak.


"Astagfirullah.. Radit apa-apaan sih kamu," bentak April.


"Ya habis kamu dari tadi diam aja,aku ngoceh sampai berbusa gini."


"Ya terus aku harus ngomong apa?kamu mah gitu kalau cemburu selalu berlebihan."


"Ya maaf,aku kan kaya gitu karena aku sayang sama kamu,aku ga mau kehilangan kamu,aku trauma cukup 4 tahun saja aku tersiksa sekarang jangan sampai terulang lagi," sahut Radit.


"Makannya cemburunya jangan berlebihan,Aldo itu sepupu aku Sayang mana mungkin dia macam-macam gila aja kalau dia sampai kaya gitu."


"Ok..ok..kalau gitu aku minta maaf,aku janji ga bakalan kaya gitu lagi," Radit tersenyum ke arah April dengan sangat manisnya.


Akhirnya April tersenyum juga,kadang-kadang Radit memang kaya anak kecil.


"Tapi soal pengajuan nikah kantor itu aku serius lho Sayang,soalnya aku ingin cepat-cepat nikah sama kamu aku ga mau sampai ada hal-hal yang akan menghalangi hubungan kita lagi," jelas Radit.


"Kasih aku waktu,paling lama satu minggu soalnya aku mau selesaikan dulu pekerjaan aku."


Radit menangkup kedua pipi April...


"Baiklah,terima kasih sudah mau menjadi wanitaku dan menjadi calon Ibu untuk anak-anakku," seru Radit.


"Aku juga berterima kasih karena sudah mau menunggu aku dengan sabar."


Radit pun mulai mendekatkan wajahnya dan April juga mulai memejamkan matanya,disaat beberapa centi lagi bibir mereka akan bersentuhan,tiba-tiba suara klakson mobil di belakangnya mengagetkan keduanya.


April dan Radit saling pandang dan akhirnya mereka tertawa bersama,mereka lupa kalau mereka sedang berada di jalan.


"Astaga..aku lupa kalau kita sedang berada di jalan," Radit menepuk jidatnya sendiri dan mulai melajukan mobilnya.


Tidak lama kemudian mobil April pun mulai memasuki kawasan Kantor,Rico sudah berdiri dengan bertolak pinggang di depan Kantor April sementara Sella sudah masuk kedalam Kantor.


"Bagus ya,kalian nyuruh gue nunggu disini padahal kalian tadi duluan lho pulang tapi malah gue yang duluan nyampe,mampir kemana dulu kalian?" sergah Rico.


"Kepo banget sih lo jadi orang," sahut Radit.


"Sayang aku masuk dulu ya," seru April.


Radit memeluk dan mencium kening April sebelum April masuk ke dalam Kantor.Rico tampak merentangkan kedua tangannya.


"Nagapain lo kaya gitu?" tanya Radit.


"Pril,lo ga mau peluk gue juga," seru Rico.


"Mulai ngelunjak lo ya,pilih mau tangan kanan atau tangan kiri," ucap Radit dengan menunjukan otot-otot tangannya.


"Ah,lo mah ga seru Dit."


Rico langsung memasuki mobil Radit dengan muka yang cemberut,sementara April hanya bisa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah konyol kedua pria yang berprofesi sebagai Polisi itu.


"Sayang,aku pulang dulu ya bye."


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼


Yuhuuu..April dan Babang Radit come backπŸ˜‡πŸ˜‡


Ayo mana dukungannya nih,like dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2