PRESDIR PEMAKSA

PRESDIR PEMAKSA
BAB 1


__ADS_3

Tiba tiba ada segerombolan gadis menghampirinya memegang menyentuh bahkan ada yang memeluk dirinya secara sengaja mengepung dari segala sisi seakan akan mereka di perintah oleh seseorang untuk menjebak dirinya. Ada sekitar 10 gadis mengepung pria itu.


"Presdir" ucap salah satu gadis yang mengepunya sambil mencolek dagu pria itu


Pria itu menepis tangan gadis itu "Jauhkan tanganmu" teriaknya membentak


Pria itu berusaha untuk keluar dari kepungan para gadis. Dirinya sudah merasa tidak nyaman dengan kehadiran para gadis


"Mau apa kalian? Tapi lepaskan aku" ucapnya bernegosiasi sambil mancari sela atau kesempatan untuk melarikan diri.


"Kami hanya ingin bersama Presdir" goda gadis lainnya sambil meraba dada pria itu


Pria itu menahan nafas ketika tangan gadis itu menyusuri lekuk tubuhnya. Tubuhnya mulai meremang merasakan gatal, sepertinya tubuhnya sudah mulai bereaksi. Untungnya dia memakai pakai tertutup, sehingga ruamnya yang sudah mulai bermuculan di tubuhnya tidak ketara oleh para gadis.


"Kalau seperti ini terus, aku bisa mati" Pikir pria itu. Pria itu mencoba menahan sekuat tenaga rasa gatal itu tidak menunjuka sisi lemahnya sambil memikirkan jalan keluar untuk lepas dari segerombolan gadis.Begitu mendapat kesempatan dia bergegas lepas dari cengkaraman mereka.


Dia berhasil lepas dari kepungan para gadis berlari kencang tanpa mengidahkan panggilan mereka yang mengejarnya. Pria itu terus berlari mencari tempat yang memungkinkan untuk bersembunyia.


"Hosh...hosh...hosh" Suara nafas  tersengal senggal


Pria itu adalah Alexander Eghan seorang Presiden dari perusahaan EG rain di bidang fasihion terutama di bidang perhiasan

__ADS_1


Dia memiliki kelainan OCD terhadap kotoran dan dirinya juga tidak bisa bersentuhan dengan orang lain terutama terhadap lawan jenisnya. Jika bersentuhan dengan sesama jenisnya hanya akan timbul ruam lain halnya jika bersentuhan dengan lawan jenisnya, bukan hanya ruam tetapi juga mengalami sesak nafas.


Selama ini dia selalu berpakaian tertutup dan tidak pernah lepas menggunakan sarung tangannya.


Di sebuah lorong yang sempit Alex berjalan sempoyongan dengan nafas tersengal senggal sambil mengaruk garuk bagian tubuhnya yang terasa gatal dan menimbulkan bercak merah. Dia berhasil kabur dari cengkraman mereka


Begitu para gadis tidak terlihat dia keluar dari  persembunyiannya berjalan secara perlahan menahan sesak nafas dan rasa gatal yang di deritanya.


Mencoba menghubungi asistennya namun sayangnya batre ponselnya habis sebelum panggilannya tersambung. Ingin meminta tolong kepada siapapun di sana tetapi mengingat kondisi yang tidak bisa di sentuh siapapun dia hanya tergeletak lemah tak berdaya mengharapkan keajaiban menghampirinya.


Samar samar dia mendengar seseorang memanggilnya.


"Tuan...tuan...kau tidak apa-apa?" Sambil menepuk nepuk pipinya untuk menyadarkannya


"Jangan sentuh aku!" Lirihnya dengan suara kecil menepis tangan gadis itu


"Eeh" mengerutkan dahi "jelas jelas dia membutuhkan pertolongan tapi kenapa tidak boleh di sentuh?" Gumam gadis itu keheranan.


Menggelengkan kepala " ah masa bodo yang terpenting aku harus segera menolong orang yang membutuhkan pertolongan" ujar gadis itu tanpa mengidahkan larangan pria di depannya untuk tidak menyentuhnya dengan kondisi yang memilukan


"Maafkan aku tuan berlaku tidak sopan karena menyentuhmu, tapi aku tidak bisa diam saja melihat sesorang membutuhkan pertolongan. Jadi izinkan aku memapahmu dan membawamu ke rumah sakit" ucap gadis itu lalu merangkul tubuh pria itu menyampirkan tangan pria itu di bahunya.

__ADS_1


Dengan kondisi setengah sadar, Alex hanya bisa pasrah ketika gadis itu merangkulnya. Namun ketika gadis itu merangkulnya secara ajaib rasa sesak dan rasa gatal yang di deritanya berangsur angsur membaik.


"Ada apa dengan tubuhku? Kenapa begitu gadis ini menyentuhku rasa sesak dan gatalku secara perlahan membaik" gumam Alex seperti dejavu mengetahui tubuhnya tidak menolak ketika di sentuh gadis itu apalagi posisnya sekarang mereka seperti berpelukan. Selama ini tubuhnya selalu menolak ketika disentuh lawan jenisnya yang mengakibatkan dirinya sesak nafas dan menimbulkan ruam di kulitnya.


Nafasnya berhembus secara teratur tidak sesak seperti tadi dan gatalnya perlahan menghilang hanya kondisinya masih sedikit lemah.


Gadis itu memapah Alex sampai kejalan raya dan segera menghentikan taxi yang secara kebetulan sedang lewat. Dia menemaninya pergi kerumah sakit. Sesampainya di rumah sakit Alex segera di bawa ke IG dan langsung di tangani oleh dokter dan perawat di sana.


Ketika selesai menangani kondisi Alex,dokter itu menghampri gadis yang tadi membawa Alex.


"Kau wali dari pria yang tadi?" Tanya Dokter


"Aah,bukan dok. Saya hanya menolongnya ketika dia pingsan di jalan dan membawanya ke sini" jawabnya


"Lalu siapa walinya?Siapa yang akan mengurus administrasinya?" Cecar Dokter


"Nanti saya coba mencari tahu dulu dok.untuk biayanya biarkan saya yang menanggungnya" 


"Baiklah kalau begitu. Untuk kondisi pasien dia hanya kelelahan dan sepertinya dia memiliki alergi karena ada bekas garukan di sukujur tubuhnya. Jika sudah siuman dia bisa segera pulang" Jelas Dokter lalu beranjak pergi setelah menjelaskan kondisi Alex


"Terimakasih dok" ucap gadis itu

__ADS_1


__ADS_2