
"Aaahhhh"
Cessie panik melihat raut wajah marah Alex. Dia berlari kepinggir jalan kearah persawahan.
"Berhenti ! Jangan mencoba melarikan diri !" Alex tidak melepaskannya, dia langsung mengejarnya
"Jangan mengejar !" Ucap cessie panik terus berlari ke pertengahan sawah menghindari kejar Alex. Tapi Alex berhasil menangkapnya.
Brught
Mereka sama-sama terjatuh ke lumpur sawah. Tubuh mereka menjadi kotor.
Seketika Alex menjadi panik ketika lumpur mengenai semua pakainnya.
"Cepat. Cepat bantu aku berdiri " ucapnya melihat tangan dan pakaiannya terkena lumpur. Dia yang menderita OCD dan gila kebersihan seketika panik.
Cessie bangkit dan melihat Alex yang masih tegeletak di lumpur.
"Kau tidak apa apa?" Tanyanya sambil membantu Alex bangkit.
"Tubuhmu kotor sekali. Aku akan membersihkannya" ucap Cessie sambil membersihkan baju Alex dengan tangannya. Cessie tidak sadar bahwa tangannya juga kotor sehingga membuat baju Alex malah tambah kotor.
"Jangan sentuh! Kau bau busuk!" Cegah Alex menghentikan Cessie yang sedang membersihkan pakainnya
"Kayak kau tidak bau saja!" Jawab cessie tidak mau kalah membalas ejekan Alex
"Oh, yah. Kau kan phobia kuman... Kau cari apa?" Tanya Cessie heran melihat tingkah Alex yang meraba raba tubuhnya sendiri
"Ponselku! Ponselku!" Alex meraba raba saku bajunya lalu ke saku celannya namun tidak menemukan ponselnya
"Kau mungkin takkan menemukannya." Ucap Cessie.
Alex melemparkan tatapan kesal kepada cessie. Cessie yang di tatap seperti itu menjadi kesal.
" Untuk apa kau menatapku?Ini kan salah kau sendiri. Kalau kau tidak mengejarku, aku tidak akan terjatuh di sini. Jadi kita impas!" Ucap Cessie kesal karena Alex mengejarnya dan akhirnya mereka terjatuh.
__ADS_1
Alex mengambil nafas lalu memghembuskannya berusahan menahan kesal lalu kembali menatap cessie.
"Apa kau bisa meminta bantuan polisi dulu?" Tanya Alex
"Tapi batre ponselku habis" sahut cessie menyesal
"Kau benar-benar tidak berguna!" Kesal Alex memalingkan wajahnya
"Hei, tidak ada rumah atau toko di sekitar sini. Cuma ada kau dan aku. Tidak bisakah kita mengesampingkan perdebatan kita dulu dan berdamai untuk sekarang ini?" Ujar Cessie mencoba berkompromi dengan Alex
"Lalu mau mu bagaimana?" Alex kembali bertanya
"Begini saja. Kembalikan dulu barangku, maka aku janji akan melupakan semua kesalahan yang kau perbuat padaku hari ini" sambil mengulurkan tangannya cessie mencoba mencari suratnya yang sempat dia lihat ketika Alex menyimpan di jas itu
Seketika Alex menepis tangan cessie yang akan menyentuhnya.
"Di tubuhku tidak ada barangmu. Surat itu aku tidak melihatnya mungkin sudah terbuang ketika aku membersihkan kamar itu ketika datang kesana" ucap Alex memberi Alasan.
"Bohong !" Teriak cessie "Kau berbohong padaku. Aku melihatmu memasukan surat itu di kantongmu ketika di restoran bersama pacarmu" jelas Cessie ketika di restoran dia melihat Alex memegang amplop pink yang dia yakinin sebagai suratnya.
"Aaah, amplop pink itu?"
"Itu hanya amplop pink kosong. Tidak ada surat yang kau maksud.Katakan saja kau hanya ingin mengambil keuntungan dari ku" ujar Alex
"Siapa juga yang mau mengambil keuntungan darimu?Jangan menganggap dirimu paling hebat !" Ucap cessie mengelak tidak mau kalah
"Baiklah, aku memang mau baju yang kau pakai. Lepaskan dan berikannpadaku !" Gertak Cessie
Alex mendelik tidak suka "
"Kenapa juga aku harus mendengarkanmu? " mengacungkan telunjunya kepada cessie
"Kuberitahu kau. Jika kau tahu diri maka menjauhlah dariku! Kalau kau mengikutiku lagi, aku tidak bisa menjamin kau akan bisa mempertahankan reputasi dan harga dirimu sebagai wanita!" Alex balas menggertak lalu memutar badannya pergi meninggalkan Cessie
"Kau boleh pergi, tapi berikan dulu barangku!" Cessie berteriak lalu menyusul mengejarnya tidak membiarkan Alex kabur.
__ADS_1
Cessie berhasil mengejar Alex lalu menarik tangan Alex dan membantingnya kelumpur.
"Ee..eehhh" Alex mencoba berontak tapi tidak berhasil.
Cessie mendudukinya dan mencengkeram erat kedua tangan Alex.
"Arrrggghhht" suara eraman cessie yang di liputi amarah sambil mumbulatkan matanya
Cessie menurutnya begitu kuat untuk ukuran seorang wanita. Wanita di atasnya begitu menyeramkan ketika marah.
"Kau gila ! Apa yang kau lakukan?" Terus memberontak tetapi tidak bisa
"Kau menyerah saja !" Sahut Cessie masih tetap memcengkram Alex
"Kau tidak akan mampu melawanku. Asalkau tahu aku atlet angkat beban dan judo saat SMA. Meski aku kurus saat ini, aku bisa menangani orang sepertimu !" Jelas Cessie lalu memeriksa paksa baju Alex mencari barangnya. Dia masih beranggapan Alex menyimpannya amplop pink itu.
Cessie akhirnya menemukan amplop pink itu. Dia langsung membukanya,terkejut amplopnya kosong.
"Di mana isinya?" Tanya Cessie kesal semakin mencengkram Alex
"Sudah dibuang !" Sahut Alex meringingis tangannya merasa sakit
"Apa?" Cessie tercengang membulatkan mata menatap tajam Alex
"Untuk apa kau menginginkannya, itu kan tidak berharga" jawab Alex
"Apanya tidak berharga?bagiku barang itu sangat berharga ! Kemana sekarang barang itu?" Tanya Cessie masih menatao tajam Alex
"Kenapa aku harus memberitahukanmu ?
Sudah kubilang tidak ada padaku. Coba saja kau cari kalau kau bisa! Jika kau bisa menemukannya, maka kau menang!" Jawab Alex
"Baiklah. Kalau aku tidak bisa menemukannya, kau boleh membalasku atas apa yang kulakukan padamu!" Cessie sontak tambah ganas menyerang Alex. Dia terus mencari di setiap bagian tubuh Alex.
"Aaargghhh...kau benar benar serius melakukannya" ujar Alex di sela teriakannya.
__ADS_1
***
Bantu dukung Author, berikan like , comen dan votenya...😇😇😇