PRESDIR PEMAKSA

PRESDIR PEMAKSA
BAB 54


__ADS_3

Saat ini cessie berdiri dengan cemas di hadapan dekan kampus. Dekan kampus menghela nafas sambil membaca berita miring tentang mahasiswanya.Berbagai gosip miring viral di internet tentang kehadiran cessie di pesta itu yang mendampingi Alex. Seorang gadis sederhana bersanding dengan pengusaha kaya.


"Cessie, saya pikir kau harus istrahat dulu di rumah untuk jangka waktu tertentu. Kembalilah setelah masalahnya selesai." Ujar Dekan kampus menyuruh cessie untuk sementara tidak masuk kampus.


"Direktur, aku..!?"


"Saya tahu apa yang akan kau katakan." Ujar Dekan kampus memotong ucapan cessie "Ini bukan pihak kampus tidak mengijinkan kau berkencan,tetapi hubungan ini terlalu terkenal. Selain kritik, sulit bagi semua orang untuk tidak memikirkan hal ini dengan jernih." Ujar Dekan sesekali matanya membaca artikel tentang cessie yang berkencan dengan Alex


"Tapi, aku...!?"


"Jangan bicara lagi cessie. " Dekan kampus kembali menyela perkataan cessie yang berniat berbicara.


"Saya tahu bahwa itu tidak nyaman untukmu. Berkencan dengan orang terkenal kau pasti sangat setres. Maka itu kau pulanglah dan beristrahat. Jangan biarkan pikiranmu menjadi stres. Nanti saya akan bicara dengan Alex secara pribadi. Biarkan pihak kampus yang menanganinya. Pulanglah !"


Cessie dengan lesu mengikuti perintah dekan kampus. Percuma saja jika dia ingin menjelaskan status hubungan yang sebenarnya dengan Alex, tidak ada yang akan percaya.


Cessie memberi hormat lalu beranjak pergi. Begitu cessie keluar dari ruang dekan, semua mata memperhatikannya sambil bergosip tentangnya. Mereka saling berbisik sambil melirik tidak suka kepada cessie.


"Farel !" panggil cessie ketika berpapasan dengan Farel, tapi dengan acuh farel melewatinya begitu saja seolah olah tidak mengenal cessie.


Cessie kembali murung, bahkan teman dekat di kampus mengacuhkannya.


Dia terus berjalan meski semua mata menatapnya. Sampai luar kampus ternyata asistem Neil sudah menunggunya dengan mobil mewah jenis limosin.


"Asisten Neil !" Panggil cessie seraya setengah berlari menghampirnya.


Neil membalikan badan "Aku sudah berbicara kepada pihak media tentang berita berita tentangmu. Itu melanggar privasi seseorang.Aku yakin sebentar lagi berita berita itu akan di hapus." Ujar Neil langsung mengklaim dan mejelaskan kepada Cessie sebelum cessie menanyakannya. Cessie hanya menggakukan kepala dan mulai merasa tenang karena sudah ditindak lanjutin.


"Pihak EG rain juga sudah membersih komentar komentar negatif yang menyerangmu untuk mengurangi dampak negatif terhadapmu."


"Aku mengerti." Seru cessie


"Presdir Alex juga menyampaikan perminta maafnya kepadamu karena hal ini. Jika kau ada permintaan, katakan !"


"Aku ada pertanyaan. Kenapa aku?" Tanya cessie tidak mengerti kenapa dirinya yang dipilih sebagai orang yang berada di sisi Alex.

__ADS_1


"Apa?" Seru Neil


"Presdir Alex adalah orang yang terkenal dan seorang pengusaha kaya. Tinggal di sisinya, tidak bisa dihindari hal ini bisa terjadi. Tapi aku tidak habis pikir, kenapa harus aku yang dipilih ? Meskipun aku sudah mencapai kesepakatan dengannya, Tetapi kenapa harus menjadi pacarnya? Apa untungnya baginya?" Ujar cessie beruntut mempertanyakan alasan kenapa Alex ingin dirinya berada disisinya.


"Maaf. Aku benar benar tidak bisa memberikan jawaban." Jawab Neil tidak bisa menjawab dari pertanyaan Cessie


Cessie menghela nafas percuma saja dia bertanya dengan Neil. Tentu saja Neil tidak akan memberikan tahu alasannga.


"Lupakan. Kemana kita harus pergi hari ini?"


"Menemani Presdir bertemu dengan desainer terkenal."


Cessie menghela nafas lagi. Dia sebenarnya enggan melakukannnya, setiap pulang kuliah dia harus menemani Alex pergi.


Neil membukakan pintu mobil dan mempersilahkan cessie memasukinya. Cessie dengan terpaksa masuk kedalam mobil. Mobil melaju keluar dari kampus membawa cessie menemui Alex.


***


"Aku pulang." Seru cessie sambil berjalan masuk kedalam dengan wajah kesal.


Cessie langsung melempar pakainnya dengan kesal dan duduk di sofa dengan wajah cemberut.


Dengan sigap Tasya memungut pakaian itu


" Jangan membuang pakain mahal seprti itu. Apa yang akan kau lakukam jika pakaian ini rusak?" Omel Tasya memprotes tindakan cessie.


"Aku ingin membuangnya. Dan bilang ke si brengsek itu untuk memotong gajiku. Lagipula aku tidak bisa membayar semuanya. Jadi siapa peduli dengan uang itu." Cessie dengan lesu menyenderkan dirinya di sofa seraya memikirkan nasib dirinya.


Sela dan Vincent hanya mendengar keluhan cessie.


"Siapa si brengsek itu?bosmu?" Tanya Tasya "Berapa banyak kau berhutang kepadanya?"


"Yang pasti sangat banyak. Sepertinya aku melakukan dosa besar di kehidupannya yang sebelumnya sehingga sekarang aku harus menanggung penderitaan ini." Keluh cessie diiringi isak tangis meratapi nasibnya


Tasya dibuat penasaran dengan hutang yang dimiliki cessie."Berapa hutangmu? Jika beberapa ribu, aku akan mencarikan untukmu. Aku bisa menjual tas tasku." Ujar Tasya berniat menolong cessie mebayarkan hutangnya.

__ADS_1


"Aku juga memiliki banyak uang beasiswaku. Sampai aku bingung menghabiskannya kemana." Timpal Sela berniat ingin membantunya juga.


Cessie terharu mendengarnya sambil memandang Tasya dan Sela bergantian.Ternyata temannya peduli dengannya.


"Kalian berdua  sungguh teman yang paling baik. Tapi hutangku terlalu banyak. Kalian tidak akan mampu membayarnya."


"Aku punya uang. Berapa yang kau butuhkan?" Vincent yang sejak tadi mendengarkannya, tanpa ragu menawarkan uangnya untuk membantu cessie.


Tasya terkekeh mendengarnya. Dia tidak percaya si kucing liar memiliki uang banyak. Dia saja tidur menumpang dengan mereka.


"Berapa banyak yang kau punya? Jangan berbohong." Ujar Tasya mengejeknya.


Vincent menyodorkan atm black cart kehadapan cessie "Gunakan ini ! Ambil sesukamu." Ujar Vincent. Semua mata membulat sempurna begitu vincent menunjukan black cart miliknya. Mereka tidak menyangka bahwa pria muda yang menumpang tidur, memiliki tabungan dan lebih mencengangkan lagi vincent memiliki black cart yang tidak sembarang orang memilikinya hanya orang orang kaya yang biasa menggunakan.


"Vincent." Cessie terharu mendengar niatan Vincent


"Kau benar benar punya uang ternyata." Tasya tercengang mendengarnya. Tidak menyangka orang yang menumpang tidur ternyata memiliki uang.


"Tapi, aku lupa pinku." Ucap Vincent dengan polosnya.


Sontak saja Tasya tertawa terbahak bahak mendengarnya. Percuma saja ada uang di black cart tapi tidak bisa menariknya


Cessie tak enak jika harus melibatkan teman temannya. Cessie beranjak bangun dari duduknya sambil mendorong kembali atm yang di sodorkan Vincent.


"Aku sungguh menghargai kebaikan mu, tapi aku tidak bisa menerima uangmu . Lagipula, aku sebenarnya tidak tahu seberapa banyak hutangku, karena jumlahnya terus bertambah setiap harinya hingga aku tidak berani untuk mengetahuinya. Mungkin aku harus seperti ini sepanjang hidupku.


Dan satu lagi, selama beberapa hari ke depan, aku tidak akan ke kampus, jadi tidak perlu membangunkan ku. " ujar Cessie lalu beranjak pergi ke kamarnya


Tasya semakin bingung "kenapa dia tidak pergi kekampus?"


"Kau tidak melihat di sosial media? Beberapa hari terakhir dia viral di internet. Pihak kampus takut terkena dampak buruk dari kabar itu. Makanya untuk sementara waktu menyuruh cessie untuk istirahat." Timpal Sela


"Dia benar benar memiliki hutang kepada seseorang? Dari kata katanya dia sepertinya memiliki hutang banyak. Mungkinkah itu rentenir?" Ujar Tasya berpikir cessie memiliki hutang kepada rentenir


"Tidak tahu." Sahut Sela "Tapi dari cara bicaranya, si kreditor itu sepertinya kejam dan bengis. Kalau terus begini, mungkin cessie akan sengsara."

__ADS_1


Mendengar itu, Vincent menyodorkan black card-nya ke hadapan Sela "Bantu aku," pintanya.


__ADS_2