PRESDIR PEMAKSA

PRESDIR PEMAKSA
BAB 55


__ADS_3

Ke esok hari di kantor Neil menghampiri Alex di ruangangan kerjanya yang sedang memeriksa perhiasan yang siap untuk di pasarkan.


"Presdir." Sapa Neil seraya memberi hormat


"Bagaimana dengan keadaan cessie?"Tanya Alex tanpa menoleh


"Aku pikir dia sudah mencapai batasnya." Seru Neil menjelasakan keadaan cessie


Alex terdiam sesaat sebelum kembali memeriksa perhiasan di depannya.


"Sepertinya ini untuk pertama kalinya untuk dia mengalami ini. Biarkan dia istrahat beberapa hari." Ujar Alex dengan berbaik hati membiarkan cessie untuk tenang.


"Baik." Sahut Neil


"Oh ya bagaimana dengan Zoe Osmon? Bagaimana tanggapannya?" Tanya Alex


"Aku sudah mengirimkan informasinya dan dia juga sudah memberikan jawabannya."


"Apa jawabannya?" Tanya Alex penasaran


"Dia menolaknya." Jawab Neil


Sontak membuat Alex terkejut.


"Aku tidak tahu alasannya apa, tapi sepertinya dia tidak cukup  puas dengan desainernya." Ujar Neil berspekulasi


"Lalu designer mana yang dia inginkan?" Alex mulai kesal " Jangan bilang kalau..."


Asisten Neil hanya diam sebagai jawbannya yang menjelaskan bahawa dugaan Alex benar.


"Apa seluruh dunia ini berputar mengelilingi V ran ?! Kenapa nama itu ada di mana-mana?!" Gerutu Alex


"Apa anda ingin saya menghubungi Nyonya Bela ?"

__ADS_1


"Tidak perlu. Aku akan menghubunginya sendiri." Sahut Alex kesal


"Baiklah, aku akan mempersiapkan mobilnya." Neil beranjak pergi untuk mempersiapkan mobil


Alexpun menyudahi pekerjaannya lalu pergi menemui Vincent di kampusnya. Ketika sampai kampus, Alex berjalan kearah kelas seni rupa. Di sana Vincent sedang menggambar sketsa wajah seorang wanita yang tak lain adalah wajahnya Cessie.


Vincent begitu fokus menggambarnya sampai ketika pensilnya tumpul dia berniat untuk merautnya menggunakan cutter. Saat dia fokus meraut pencilnya, vincent dibuat terkejut dengan kehadiran Alex sampai sampai cutter yang di pegangnya terjatuh.


"Ternyata kau bersembunyi di sini." Ujar Alex sambil berjalan kearah Vincent lalu berjongkok untuk mengambil cutter yang tadi jatuh.


Vincent yang berniat mengambil cutternya ternyata kalah cepat dengan Alex.


"Kenapa tidak mogok makan lagi? Malah main pisau sekarang." Sindir Alex


"Nyonya Bela bener benar mempercayaimu. Dia berani meninggalkanmu di dalam kerumunanan."


Vincent beranjak bangun dan hanya diam mendengar sindiran Alex.


"Lama tak bertemu Senior." Cicit Vincent berbasa basi.


"Karena bibi." Sahut Vincent tanpa sengaja memanggil nyonya Bela dengan sebutan bibi.Tentu saja seketika raut wajah Alex berubah, dia takut Alex tersinggung lalu segera meralatnya.


"Nyonya Bela bilang bahwa dia rindu negara ini,makanya dia memutuskan untuk kembali. Sebenarnya aku tidak masalah tinggal di mana pun." Terang Vincent memberikan alasan kenapa dia kembali kenegara ini.


"Tentu saja, kau kan seperti parasit. Di mana saja selalu sama. Ini bukan pertama kalinya kau bergantung pada keluargaku." Sindir Alex dengan sinis.


"Jadi sekarang dengan siapa?"


Alex tidak sengaja melirik kearah sketsa wajah seorang wanita yang di buat Vincent tapi dengan cepat Vincent menghalanginya. Melihat reaksi Vincent, Alex tersenyum menyeringai semakin tertarik untuk menyindirnya.


"Apa kau dia tidak bosan bergantung pada wanita terus? Apa kau tidak mau berganti tuan?" Sarkah Alex


"Aku tidak mengerti." Sahut Vincent

__ADS_1


Alex berjalan kearah sofa lalu duduk sambil menatap Vincent .


"Misalnya, bergantung padaku?"


"Ini benar benar membuatku malas untuk mengatakan ini. Aku sebenarnya tidak ingin terlibat denganmu, akan tetapi aku membutuhkan lukisanmu." Ujar Alex


"Katakan? Kau mau berapa?" Tanya Alex


"Lukisan?"Vincent tidak mengerti dengan maksud Alex kenapa tiba tiba Alex menyinggung soal lukisannya.


"Lukisanmu adalah karya yang paling dihargai di negeri ini. Bahkan orang-orang di industri fashion ingin bekerja sama denganmu. Banyak pebisnis yang menginginkan mu untuk men-design untuk mereka." Jelas Alex


"Bisnis senilai beberapa milyar  bergantung pada keputusanmu." Terang Alex


Vincent dengan tegas menolak. "Aku tidak bisa melakukannya." Dia mulai mengerti maksud kedatangam Alex saat ini.Alex ingin memintanya untuk mendesign karya untuk perusahaannya.


Tapi Alex tidak menerima penolakannya.


Dia akan memanfaatkan hubungan ibunya dengan Vincent. Selama ini hasil lukisan karya Vincent di pamerkam di galeri anak perusahaan EG Rain yang dipegang ibunya otomatis Vincent termasuk karyawan dari EG Rain.


"Kau kan bekerja untuk EG Rain, maka kau harus mengikuti aturan perusahaan kami.


Aku bukan ibuku, aku tidak akan memanjakanmu." Jelas Alex tidak menerima penolakan


"Bagaimana kalau aku menolak?" Tanya Vincent yang masih bersikeras untuk menolak tawaran Alex.


Alex beranjak bangun berjalan kearah Vincent dengan sorot mata mengancam.


"Maka kau tidak akan bisa meneruskan studimu di universitas ini. Seberapa banyak usaha yang dilakukan ibuku untuk menyembunyikan identitas mu, sebanyak itu pula usaha yang akan aku lakukan untuk mengekspos dirimu. Kau akan segera menjadi trending topic. Bagaimana?" Ancam Alex dengan senyum menyeringai


Vincent tertegun mendengarnya. Tentu saja dia sedikit terpengaruh dengan ancaman dari Alex. Selama ini dia menyembunyikan identitasnya sebagai pelukis terkenal,hanya segelintir orang yang tahu indentitasnya salah satunya Alex. Jika sampai identitasnya terbongkar akan sulit baginya beradaptasi dilingkungan kampusnya. Dia akan sulit menemukan orang orang yang benar benar peduli padanya. Apa lagi jika orang lain tahu bahwa dia di adopsi oleh keluarga yang cukup berpengaruh di negara ini.


"Jika kau tidak mau itu terjadi, maka sebaiknya kau bekerja sama denganku. Kau tidak mau siapapun mengetahui rahasia kotormu, kan? Dan apa yang harus kau lakukan, aku akan menyuruh Neil untuk menghubungimu. Bekerja keraslah, hanya itu sedikit nilaimu yang masih tersisa." Ujar Alex kembali menyindir sebelum beranjak pergi meninggalkan Vincent dengan ketidak berdayaannya.

__ADS_1


Pada akhirnya Vincent tidak bisa menolaknya. Mungkin dengan cara ini dia bisa menebus kesalahannya selama ini kepada Alex.


__ADS_2