
Malam harinya mereka pergi ketempat acara. Cessie benar benar gugup begitu mobil mereka sampai. Jantung berdegup cepat tangannya meremas gaunnya.Dia merasa ragu untuk keluar dari mobil. Dia takut akan menjadi sorotan semua orang terutama awak media apa lagi dia datang dengan Alexander Eghan.
"Jangan khawatir, aku sudah berbicara dengan awak media di sini untuk menghapus foto foto mu sebelum mempublis berita mereka." Alex berusaha meyakinkan cessie agar tidak khawatir bahwa dirinya menjadi sorotan awak media. Alex bisa melihat kegugupan dan kecemasan yang di tampilkan cessie.
Cessie berusaha mengontrol dirinya agar tidak gugup dan tegang. Dia menarik nafas dalam lalu menghebuskannya secara perlahan berulang kali ia lakukan itu .
"Cessie, kau mendengarkanku?"tanya Alex yang tidak mendapatkan respon dari cessie
Tapi cessie terlalu tegang untuk mendengarkannya. Alex dibuat kesal dan langsung menepuk pipi cessie untuk menyadarkannya.
Plak
"Sakit, tahu!" ringis Cessie sambil menyemtuh pipinya, dibuat terkejut karena tepukan Alex
"Apa yang kau lakukan?!" Gerutunya menoleh kearah Alex dengan wajah kesal
"Ini kan cuma jalan di red carpet, apa perlu segugup ini?" ucap Alex dengan heran
__ADS_1
"Kau mengatakannya seolah olah kau akan pulang kerumah. Aku orang biasa dan aku merasa takut dan gugup." Keluh cessie
Alex menghela nafas tak percaya "Aku disini, apa yang kau takutkan?" Tanya Alex
"Itu karena hal biasa bagimu.Sementara orang biasa sepertiku yang biasa berjalan di trotoar sangat aneh. Dan aku saat ini di sini." Cessie menatap kearah luar dia bisa melihat bentangan karpet merah terpasang di sana. Baginya terasa aneh lalu dia menyentuh gaun yang di kenakannya " Dan aku sekarang memakai ini." Lirih cessie kurang percaya diri dengan penampilannya.
Alex mendengus mendengarnya " Kau pikir kau terlihat buruk?"
"Apakah bukan itu masalahnya?" Tanya cessie. Dia mengakui dirinya terlihat buruk dengan penampilannya saat ini. Dia merasa kurang percaya diri karena selama ini penampilannya bias saja tidak seglamor saat ini.
Alex terkekeh dengan kepolosan cessie. Sebegitu percayanya dengan pendapat orang lain. Padahal dia terlihat cantik malam ini.
"Benarkah?" Tanya Cessie dengan wajah berbinar mulai mempercayai ucapan Alex.
Alex menganggukan kepala "iya." Jawabnya
Cessie tersenyum mendapat pujian dari Alex. Kepercayaan dirinya kembali yang sebelumnya hilang. Alex sudah meyakinkannya bahwa dirinya memang cantik malam ini dan layak mendapat pujian darinya.
__ADS_1
"Aku disini, jadi jangan takut." Lagi lagi Alex meyakinkan Cessie.
Cessie mencoba untuk percaya kepada Alex dan mulai merasa tenang.
Alex lalu keluar dari mobil dan berjalan memutar kearah pintu mobil sisi lainnya.
"Lihat ! Itu Alexander Eghan !"ujar salah satu wartawan merujuk kearah Alex. Semua kamera mulai fokus kearah Alex.
Alex membukan pintu mobil dan cessie keluar dari mobil itu. Alex memberikan tangannya agar di gandeng oleh cessie. Sementara semua wartawan mulai mengarahkan kameranya untuk memfoto mereka.
Cessie melingkarkan tanganya , meski sudah ada Alex di sampingnya tapi rasa gugup itu masih ada apa lagi awak media mengambil gambar mereka.
"Pastikan tidak tersandung dan jatuh.
Kalau kau benar-benar terjadi di sini, maka kau akan menjadi berita utama." Bisik Alex memperingatkan. Cessie menggagukan kepala paham dengan ucapan Alex
Seorang wartawan tiba-tiba bertanya "Tuan Alex, apakah wanita ini adalah kekasih anda?" Alex tidak mengidahkan pertanyaam para awak media. Mereka mulai berjalan di karpet merah di ikuti awak media yang mengambil gambarnya
__ADS_1
Cessie jadi cemas ketika mereka mengabil gambar dirinya dan Alex" katanya kau sudah menyuruh wartawan untuk tidak memotret kita?"
"Jangan khawatir. Mereka ini cuma ikan-ikan yang terlepas. Aku tahu media-media ini, jadi jangan khawatir." Bisik Alex lalu membawa Cessie masuk tanpa menjawab pertanya-pertanyaan para wartawan itu.