PRESDIR PEMAKSA

PRESDIR PEMAKSA
BAB 50


__ADS_3

Mereka akhirnya masuk keaula pesta. Cessie di buat kagum dengan dekorasi di aula pesta dan para undangan yang hadir. Penampilan dari tamu undangan menunjukan bahwa pesta itu di hadiri banyak kalangan atas.


"Sampai di sini saja, kau tidak perlu berada di sisiku lagi. Apakah kau masih ingat daftar yang aku katakan untuk kau baca?"


Cessie menganggukan kepala bahwa dia sudah paham dan sekarang waktunya untuk menjalankan pekerjaanya. Dia akan mengamati tamu undangan yang hadir untuk mencari satu orang yang tidak masuk dalam daftar tamu undangan.


"Aku tidak akan lama di sini. Setelah menyapa beberpa kenalan, kita akan pergi. Bantu aku untuk mengkonfirmasi apakah Zoe ada di sini. Jika kau sudah menemukannya, segera kabari aku. Apa kau bisa?"


Cessie kembali menganggukan kepala. Dia mulai tegang karena akan di tinggal sendiri di pesta ini.


"Dan satu lagi, mata orang-orang di sini jauh lebih beracun daripada kamera paparazzi. Jika kau tidak ingin menjadi bahan utama gosip, maka berhati-hatilah." Bisik Alex memperingatkan


Cessie mengangguk ketakutan dia tidak bisa membayangkan jika hal itu terjadi.


Alex menjadi gemas melihat reaksi cessieĀ  dan langsung mengacak-acak rambutnya lalu pergi berniat menghampiri kenalannya.


"Menyebalkan." Gerutu cessie seraya merapihkan kembali rambutnya yang tadi di acak acak Alex


"Tuan Alex, selamat datang !" Sapa seorang pria menghampiri Alex sambil membawa minumannya.


"Siapa wanita cantik bergaun merah yang datang bersamamu? Apakah pacarmu?" Tanya Pria itu menunjuk kearah cessie.


Tak jauh dari pria itu berdiri, cessie memperhatikan pria itu. Dia merasa tak asing dengan wajah pria itu.


"Sepertinya dia asisten Rico." Cessie terus memperhatika Alex dan pria itu sepertinya Alex kurang suka dengan keingintahuan pria itu.


Tapi dia tak sempat memikirkannya lebih jauh karena perutnya mendadak minta diberi makan.


"Sepertinya aku lapar. Lebih baik makan dulu."Cessie memutuskan untuk mengisi perutnya .


"Tuan Alex, kau itu pintar dan terkenal jadi bukankah lebih baik semua orang mengetahuinya daripada mereka harus memotretnya secara diam-diam. Cara ini bisa menguntungkan kedua belah pihak." Ujar Pria itu beralasan


"Baiklah. Kalau begitu, aku akan menukarnya dengan informasi tentang Zoe Osmond. " ucap Alex


Pria itu nampak ragu jika bertukar informasi tentang Zoe Osmond.


"Aku minta maaf untuk ini. Pimpinan redaksi sudah memerintahku untuk merahasiakan masalah itu atau aku akan dipecat."


"Aku tidak perlu jawaban yang konkret. Kau jawab saja dengan anggukan atau gelengan. Apa Zoe Osmond benar-benar ada di sini?" Tanya Alex langsung pada intinya. Dia tidak suka bertele tele.

__ADS_1


Pria itu menengok kanan kiri takut pembicaraan mereka terdengar yang lain, lalu dia mengangguk diam-diam membenarkan bahwa Zoe Osmond menghadiri pesta ini.


Alex puas mendapat jawabannya, "Aku berjanji akan menyuruh asistenku untuk mengirimkannya padamu sebagai artikel yang kau inginkan. Cukup apa adanya, tapi jangan berlibihan." Ujar Alex mengacungkan jarinya untuk memperimgati pria itu agar tidak berlebihan mem-publish artikelnya. Lalu Alex pergi meninggalkan pria itu


"Jangan khawatir tuan." Seru Pria itu


Sambil makan, cessie mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Tapi semua tamu itu sudah dilihatnya di dalam daftar.


"sepertinya Zoe Osmond tidak ada di sini." Gumamnya lalu dia memutuskan untuk berjalan jalan tapi begitu dia berbalik malah tak sengaja bertubrukan dengan seorang wanita cantik.


Bruuk


Semua makan cessie jatuh kelantai untung saja tidak mengenai gaunnya dan gaun wanita itu.


"Maaf kan aku nona ! Aku tidak sengaja." Seru cessie langsung panik seraya melihat gaun wanita itu apakah terkena tumpahan makanannya atau tidak


"Tidak perlu di bersihkan. Hati- hati mengotori gaun cantikmu." Seru wanita itu seraya tersenyum bahwa dirinya tidak apa apa lalu pergi.


Tapi cessie mendadak merasa aneh dengan wanita itu.


"Orang itu?Mungkinkah dia?" Cessie mengira bahwa wanita itu adalah Zoe Osmomd karena dia merasa wanita itu tidak ada dalam daftar tamu. Dia mengangkat sedikit gaunnya langsung pergi mengejarnya.


"Dimana dia? Bagaimana mungkin dia menghilang begitu saja?" Gumam cessie sambil terus berjalan mencari wanita itu.


Ketika mencari, cessie malah tak sengaja bertemu dengan Rico.


"Tunggu sebentar !" Ucap Rico menghentikan langkah cessie.


Cessie menghentikan langkahnya


"Apakah kau butuh bantuan?"


"Tidak perlu. Terimakasih." Tolak Cessie ingin melanjutkan langkahnya.


"Tunggu sebentar !" Cegah Rico kembali menghentikan cessie


"Gaun ini bukannya gaun limited vintage edition 10 tahun yang lalu. Di Negara ini, cuma ada satu orang yang pernah memakai gaun ini sebelumnya. Yaitu ibunya Alex, yang sekaligus kakakku." Ucap Rico mengenali gaun merah yang digunakan cessie


"Jadi apa hubunganmu dengan Alex?" Tanya Rico curiga. Karena selama ini Alex suka memberikan barang barang bermerk kepada teman wanitanya. Rico curiga cessie adalah pacarnya Alex.

__ADS_1


Cessie terdiam bingung harus menjawab apa.


"Jadi kau pacarnya Alex?" Tanya Rico


"Bukan." Elak Cessie.Memang benar dia bukan pacar Alex. Dia hanya terikat kontrak kerja yang mengharuskan selalu berada di sisi Alex.


"Jadi kau mainannya?"Rico kembali bertanya ingin mengorek informasi dari cessie.


"Mainan?"Heran cessie. Mainan apa? Dia tidak paham. Yang dia tahu di bekerja untuk berada di sisi Alex.


"Sepertinya memang benar kau mainan baru Alex. Kasihan sekali." Ucap Rico dengan wajah dibuat memelas


"Kau sudah di manfaatkan oleh Alex sebagai penutupnya. Sudah bertahun tahun dia melakukan itu tetapi dia masih tidak bosan dengan ini."


"Apa perbedaan dari kedua istilah itu?" Tanya Cessie


"Apa Alex bilang padamu untuk berada di tempat di mana dia selalu bisa menyentuhnya dan kau harus menjawab setiap kali Alex telepon?" Tanya Rico


Cessie dengan polosnya mengangguk membenarkan ucapan Rico.


"Dia selalu begitu setiap kali dia tidak punya wanita sebagai pasanganya atau ketika dia tidak ingin menghabiskan waktu berkencan . Alex akan mencari seorang wanita untuk di tampilkan kehadapan public dan wanita itu beanggapan akan hubungan mereka. Lalu setelah puas dia akan menggantinya dengan wanita baru. Bahkan paling lama setengah bulan. Aku mengingatkanmu untuk siapkan mental atau kau akan ditinggalkannya kapam saja." Ucap Rico


Cessie dengan malas mendengarkan cerita panjang Rico. Baginya itu tidak penting. Mau di tinggalkan oleh Alex atau tidak , itu tidak ada kaitannya dengan dia. Dia dan Alex tidak ada hubungan apa apa. Dan cessie tidak berharap jadi pacar Alex.


"Bukankah itu bagus?" Seru cessie sambil mengangkat gaunnya dia berjalan kearah sofa. Kakinya mulai mearas sakit akibat berlari tadi dan berdiri mendengar ocehan Rico.


"Apa katamu?" Tanya Rico tidak percaya memdapat jawaban cessie yang seakan tidak peduli. Lalu dia duduk di sisi vessie dengan menatap heran.


"Mau Alex ganti pacar atau tidak, bukan urusan ku, aku juga tidak mau menjadi pacarnya Alex. " ujar cessie dengan jujur.


Rico heran mendengarnya, " Terus apa tujuan mu berada di sisi Alex?"


"Tentu saja uang, apa lagi memangnya." Ujar cessie dengan santainya.


Rico sedikit menaikan sudut bibirnya mendengar jawaban Cessie. Dia sama sekali tak menyadari kalau ucapannya itu bisa saja disalah pahami orang lain. Orang lain bisa beranggapan kalau cessie mendekati Alex untuk mendapatkan uangnya.


"Kau benar benar jujur." Kagum Rico dengan kejujuran Cessie "Para mantanya semua mengatakan itu adalh cinta sejati. Tetapi pada akhirnya semuanya menginginkan uang.


Dengan tidak sopannya Rico menyentuh dagu cessie"Tapi dengan penampilan rata ratamu?" Rico menilai penampilan cessie

__ADS_1


"Sudah berapa lama Alex tidak melihat seorang wanita?"


Cessie menatap tajam tidak suka dengan ketidak sopanan Rico.


__ADS_2