
Malam harinya Alex mengalami mimpi buruk lagi, dia melihat darah berceceran dari lantai dasar hingga sepanjang tangga. Sementara dirinya menaiki tangga itu. Di lantai atas dia melihat seoarang pria terkapar bersimbah darah.
Alex tersentak bangun dari mimpi buruk itu. Dia menoleh kearah jam di meja samping ranjangnya. Waktu menunjukan pukul 3 pagi. Ternyata masih malam, dia beranjak bangun untuka mengambil botol obatnya tapi ternyata sudah habis. Akhirnya dia melampiaskan frustasinya dengan minum wine sambil memandangblangit malam dari balik jendela kamarnya.
"Entah sampai kapan aku harus terus mengalami mimpi buruk seperti ini. Sudah 10 tahun aku mengalami hal ini. Rasanya aku merindukan tidur nyenyak tanpa rasa gelisah."
Keesok harinya , Alex menunggu dengan sabar kedatangan Cessie. Tapi sampai batas waktu yang ditentukam dia tidak melihat batang hidungnya. Alex menjadi kesal, cessie berniatkah untuk bekerja dengannya.
Alex terus menatap arloji di tangannya, rasanya sudah cukup dia bersabat menunggu kedatangan cessie. Dia bernjak bangun berniat untuk pergi.
"Bisakah kita tunggu sebentar lagi?" Pinta Neil
Alex menghentikan langkahnya lalu berbalik kearah Asistennya.
"Mungkin dia hampir sampai." Ujar Neil agar Alex mau memberikan kelonggaran untuk cessie.
"Dia yang tidak mengambil kesempatan ini. Jangan salahkan aku jika aku tidak
"Aku disini. Aku disini." Teriak cessie saraya berlari.
"Tadi macet. Maafkan aku." Sesalnya dengan nafas terengah engah
Alex melihat arlojinya " Kau terlambat."
Cessie tertegun lalu melihat jam tangannya ingin memastikan apakah benar dia terlambat dari waktu yang di tentukan. " apa aku tidak tepat waktu?" Tanya cessie
"Kau melewatkan waktu yang kuberikan untukmu. Aku ada pertemuan lain." Ujar Alex sudah terlampau kesal dengan cessie. Lalu dia berniat untuk pergi.
"Tunggu !" Cessie merentangkan tangannya untuk mencegah Alex pergi.
"Aku menyetujuinya." Ucap cessie sedikit gugup
Alex sedikit memiringkan kepalanya seraya menatap cessie untuk memastikan.
"Sebelum aku melunasi semua hutangku, aku akan tetap berada di sisimu."
"Datang dan pergi sesuai keinginanku?" Tanya Alex penasaran dengan reaksi cessie dengan syarat yang dia berikan.
"Baik." Jawab cessie sedikit ragu. Tapi dia tidak punya pilihan lain
"Selalu dekat denganku dalam jarak 10 langkah."
"Oke!" Sahut cessie dengan terpaksa
"Deal?" Alex mengulurkan tangannya sebagai tanda kesepakatan.
__ADS_1
Cessie menyambut uluran tangannya, tapi Alex tiba-tiba menariknya sehingga cessie membentur kedada Alex dan Alex langsung memeluknya.
Cessie langsung panik ketika berada di pelukan Alex.
"Apa yang kau lakukan?!" Kesal cessie ketika melepaskan diri dari Alex.
"Hanya membiarkanmu membiasakan diri, kau perlu itu dalam pekerjaanmu di masa mendatang. Tapi jangan khawatir, aku tidak akan melakukan apapun lebih daripada itu. " ujar Alex memberikan alasan kenapa dia tadi memeluknya.
Cessie sempat keheranan dan merasa canggung dengan alasan yang diberikan Alex tapi dia bisa menerima itu. Itu konsekuensinya jika dia menerima pekerjaan darinya. Kedepannya dia akan sering berinteraksi dengan Alex
"Kau yakin mau menandatangani kontrak denganku?" Tanya Alex
"Terus apa kau yakin kau akan memberiku uang?" Tanya cessie balik
Alex memganggukan kepala sebagai jawabanya.
"Pergilah ke resepsionis untuk mengambil kartu , karena nantinya kau harus sering-sering datang kesini." Perintah Alex kepada cessie lalu dia bernjak pergi meninggalkanya dengan kebingungan.Kenapa dia harus mengambil kartu ?dia kan bukan menjadi karyawan dari perusahaan itu.
Ckrek ckrek
Cessie ber foto dadakan untuk kartu ID-nya. Karena silau dari flash kamera, hasil dari fotonya ketika dia berpose sambil memejamkan mata.
"Ini adalah kartu ID sementara anda, tolong di jaga dengan baik." Ucap Resepsionis menyerahkan ID milik cessie.
"Dapakah kau mengganti foto ini dengan foto lain?" Tanya cessie.
"Tolong ikuti karyawan kamu dan naik kelift Vip. Semoga harimu menyenangkan." Ucap Resepsionis tidak mengidahkan permintaan cessie.
Cessie kecewa karena permintaannya tidak kabulkan. Akhirnya cessie pasrah saja dengan kartu ID nya. Dia lalu mengikuti arahan dari karyawan menuju lift Vip. Dia pergi kelantai atas yang ternyata itu adalah ruang milik Alex.
Sesampainya di sana ternyata, asisten Neil sudah menunggu kedatangannya.
"Halo, asisten Neil." Sapa Cessie seraya membungkukan badan.
"Ikuti aku !" Sahut Neil mengajak cessie.
Cessie dan Neil beriringan masuk kedalam ruangan Alex. Cessie begitu terpukau melihat ruangan itu begitu luas.
Sepertinya aku berada di tempat yang penting. Apa yang harus aku lakukan?Apakah ini waktu ku untuk kembali?
Cessie ragu untuk memasuki ruangan itu dia berniat pergi.
"Nona Cessie." Panggil Neil ketika melihat cessie ingin pergi.
"Presdir sudah menunggumu." Ujar Neil.
__ADS_1
Cessie menghentikan langkahnya ketika ingin kabur. Ternyata niatnya diketahui oleh Neil. Dia membalikan badannya seraya tersenyum canggung. Akhirnya dia mengikuti Neil untuk masuk kedalam ruangan Alex.
Begitu sampai ruangan Alex, cessie berdiri di luar ragu untuk masuk sebelum di persilahkan. Sementara Neil masuk keruang sebelahnya.
"Kenapa kau berdiri di sana?Apa kau menungguku untuk menjemputmu?" Ketus Alex.
Cessiepun berjalan masuk mendekat kearah Alex. Alex langsung melemparkan sebuah map kehadapan cessie. Cessie mengambilnya lalu membukanya.
"Malam amal selebriti." Cessie membaca informasi dari map itu.
"Ini adalah acara pelelangan yang di hadiri para selebriti tiap tahunnya. Tapi kenapa kau memberikan ini kepadaku? Apa yang aku lakukan dengan ini?"
Alex lalu melemparkan kembali undangan yang diterima. Cessie mangambil dan membuka undangan itu.
"Dengan hormat mengundang anda dan pasangan untuk datang." Ucap Cessie membaca undangan itu
"Pasangan?" Cessie heran
"Kau mengertikan?" Ujar Alex
Cessie menatap Alex dengan tatapan curiga "Kau tidak seriuskan untuk membawa ku kesana?"
"Acaranya dimulai besok malam, jadi kau harus datang ke kantor sore harinya. "
"Tidak. Aku tidak bisa. Kau cari saja orang lain !" Cessie menolak ajakan Alex
Alex menatap tidak suka dengan penolakan cessie.
"Terus apa gunamu?"
"Kupikir aku cuma harus melakukan pekerjaan membantu atau menuang teh untukmu. Menghadiri pesta amal itu terlalu berkelas untukku. Aku tidak bisa melakukannya." Cessie bersikeras menolak untuk datang keacara itu. Dia meyakinkan bahwa dirinya tidak cocok untuk datang kesana.
"Tentu saja kau tidak akan bisa. Untuk membuatmu menjadi orang kaya dalam waktu semalam itu benar-benar konyol." Alex mencibir
"Kejam sekali." Ucap cessie kesal.
Mereka saling berdebat. Alex yang berusaha meyakinkan cessie untuk datang bersamanya. Dia bisa membantu merubah cessie menjadi gadis cantik di malam itu. Sementara saat cessie bersikeras tetap menolaknya bahwa dirinya tidak pantas untuk datang keacara itu. Alex dengan terang terangan meyakinkan bahwa dia tidak peduli siapa cessie yang dia butuhkan hanya cessie bisa berada di dekatnya dan bisa di sentuh dengan mudah.
"Anggap saja ini sebuah pekerjaan. Lakukan apa yanh diperintahkan." Ujar Alex
"Aku tidak mengerti. Kenapa harus aku?" Heran Cessie
"Kau tidak perlu tahu tentang itu. Yang harus kau lakukan sekarang adalah menghapal informasi yang kuberikan itu. Aku akan mengetes hasilnya besok pada jam yang sama. Jika kau malas, maka kontrak untuk membayar hutangmu akan batal. Itu saja, bekerja keraslah." Ucap Alex sedikit mengancam.
Cessie tidak bisa berbuat apa apa. Dia butuh uang untuk melunasi hutang hutang. Mau tidak mau dia harus menjalankan perintah Alex.
__ADS_1