PRESDIR PEMAKSA

PRESDIR PEMAKSA
BAB 42


__ADS_3

Di rumah cessie sedang berhadapan dengan leptopnya. Dia mencari tahu informasi di situs lelang barang antik. Dia ingin tahu berapa harga mangkuk antik dan barang antik lainnya yang rusak karena ulahnya ketika di rumah Alex. itu.


Di situs itu di jelaskan detailnya dari sipembuatnya sampai harga dari setiap benda antik.


"Digitnya. Puluhan, ratusan, jutaan, puluhan juta, ratusan juta."


Cessie tertegun melihat angka nol dari nominal harga yang tertera.


"Bahkan jika aku di jual, aku tidak seberharga itu." Gerutu cessie histeris sambil berguling guling di kasurnya memikirkan nominal yang harus dia ganti kepada Alex.


Vas porselin putih dengan retakan halus harga 82,3 juta


Vas porselin biru harga 65,7 juta


Vas porselin hijau motif bunga harga 75,3 juta


Dan beberapa benda antik lainnya yang nerharga fantastik.


Cessie semakin stres memikirkannya.


"Apa yang harus aku lakukan?" Cessie membaringkan dirinya untuk tidur dan menutup rapat dengan selimut. Berharap dia bisa melupakan sejenak pikirannya yang sempat stres memikirkan jumlah nominal yang harus dia keluarkan. Entah butuh waktu berapa lama mengganti jumlah nominal tersebut biarkan nanti dia pikirkan.


"Bayar hutangmu ! Jangan pikir suamimu kabur, kau bebas dari ini. Jika kau tidak bayar hutangmu hari ini. Kami akan hancurkan rumahmu ini." Ancam rentenir. Lalu mereka memporak porandakan isi rumah cessie.


Sementara cessie kecil ketakutan bersembunyi di pelukan Ibunya. Ibunya hanya pasrah dengan keadaan. Dia hanya memeluk erat cessie kecil. Dia tidak bisa berbuat apa pun. Karena ulah suaminya yang tidak bisa membayar hutang dan kabur, para rentenir menyambangin rumahnya dan mengancamnya. Bahkan semua perabotan rumahnya di ambil bahkan di hancurkan.


"Mama...mama." isak tangis cessie kecil di pelukan ibunya.


Saking stresnya, cessie sampai memimpikan masa lalunya yang buruk. Sampai jam beker berbunyi


Cessie tersentak bangun dari mimpi buruk itu.


"Kejadian itu sudah lama berlalu, kenapa sekarang tiba-tiba aku teringat kembali masalah itu lagi?" Gumamnya dengan tatapan kebingungan


Ponsel cessie berbunyi berisi pesan dari kampusnya.


Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Eghan Rain harap datang kekampus.


" Beasiswa?!" Cessie tertegun sesaat lalu beranjak untuk memperispkan diri pergi kampus mengambil uang beasiswanya.


Sementara itu di kantor Alex,  Asisten Neil memberikan sebuah undangan  kepada Alex.


"Apa ini?" Sambil mengambil kartu undangan dari Neil lalu membacanya


"Undangan acara amal dari pimpinan redaksi majalah TREN. Kau dulu biasanya datang bersama seorang wanita. Jadi Direktur Rico mengirim undangan ini.


Alex menutup kartu undangan lalu menatap Neil " itu hanya sebuah tradisi." Sahutnya kurang berminat untuk hadir di acara itu.


"Tapi ada yang spesial tahun ini, kabarnya salah satu anggota keluarga Osmond akan datang juga." Ujar Neil memberitahukan informasi yang dia dapatkan.


Perusahaan Osmond Corporation merupakan perusahan di bidang fashion juga. Hanya saja cakup pemasarannya lebih luas.


Jika Perusahaan Eghan Rain milik Alex bergerak di bidang perhiasan dan lukisan maka Perusahaan Osmond Corporation bergerak di beberapa bidang dan memiliki brand mewah yang sudah terkenal di beberapa negara.


"Perusahaan Osmond Corporation?" Ujar Alex mulai tertarik


Neil menyerahkan tablet yang berisi informasi Seorang wanita bernama Zoe Osmond.


"Kabarnya dia masih sangat muda dan salah satu kandidat terkuat sebagai ahli waris Perusahaan Osmond tapi dia jarang muncul di media dan informasi tentang dirinya sangat sedikit." Jelas Neil


Alex mulai membaca informasi tentang Zoe Osmond dari tablet yang diberikan Neil. Alex mulai tertarik untuk datang. Tentu saja dia takkan melewatkan pesta ini. Biasanya dia hadir di pesta semacam itu hanya untuk setor muka, tapi kali ini sepertinya dia harus tinggal lebih lama. Masalahnya, dia harus membawa partner wanita. Siapa yang akan di bawa Alex untuk pergi ke acara itu?.


"Apa yang di lakukan cessie sekarang?" Alex seketika teringat dengan cessie yang ingin menemuinya hari ini.


"Dia baru saja datang. Sekarang sedang menunggu di ruang metting." Lapor Neil

__ADS_1


Alex terkekeh "Aku tidak mencarinya, tapi dia sendiri yang berani datang kemari dan menemuiku. Menarik. Apa ada lagi?" Tanyanya kembali menatap Neil


"Vincent sudah keluar dari rumah sakit hari ini." Lapor Neil


"Apa dia tinggal di studio ayahku?"


"Benar, itu tempat tuan Michel menghabiskan sebagaian besar waktunya saat beliau masih hidup. " jawab Neil


Raut wajah Alex seketika berubah mendengar Vincent sudah keluar dari rumah sakit. Apa lagi informasi yang dia dapatkan, vincent tinggal di studio ayahnya. Dia kurang menyukainya. Sudah pasti ibunya yang membantu untuk membiarkan Vincent tinggal di sana.


"Kalau begitu, ada sesuatu yang aku ingin kau tangani."Perintah Alex dengan tatapan penuh maksud


***


"Presdir sedang menuju kelantai 8." Ujar salah satu karyawan yang mendapat info pimpinan perusahan akan kelantai mereka.


Sontak semua karyawan yang berada di lantai 8 bergegas kembali kemejanya masing masing. Yang sebelumnya ada yang di pantri atau di meja sebelahnya.


Begitu Alex berjalan di lantai 8, para karyawan di sana langsung berdiri dan mengucapkan salam sebagai bentuk rasa hormat.


"Selamat siang Presdir." Ucap karyawan serempak seraya membungkukan setengah badan. Alex tidak menyahut sapaan karyawan dia hanya terus berjalan kearah ruang metting untuk menemui Cessie.


Diruang metting, cessie menunggu dengan sabar meski kegelisahan menyelimuti pikirannya. Di tangannya sudah ada amplop yang berisi uang beasiswa yang di terima. Sudah pasti uang itu tidak cukup untuk mengganti kerusakan karena ulahnya. Tapi setidaknya dia berniat untuk menggantinya. Semoga saja Alex mau memberikan keringanan untuknya.


Tak lama Alex masuk keruang metting itu.


"Kau tahu aturannya. Duduklah !" Ujar Alex memerintah sambil berjalan kearah kursi lalu duduk dihadapan Cessie.


Cessie yang sudah dipersilahkan langsung duduk di kursi sebelumnya.


" Kenapa kau mencariku?" Tanya Alex penasaran


"Untukmu !" Cessie tanpa basa-basi menyerahkan seamplop uang pada Alex.


Alex sedikit mengernyitkan dahinya sambil menatap amplop itu.


Denga wajah sendu dan sedikit berat cessie membenarkan pertanyan Alex.


"Ya, aku tadi mengambilnya di kampus. Lalu aku memberikannya kepadamu." Jelas cessie, tangannya masih menjulur kearah Alex sambil memegang amplop itu.


"Aku tidak ingat kau punya hutang uang padaku." Alex pura pura lupa.


Cessie mengernyitkan dahi kebingungan. Bukankah kemarin Alex mengirimkan foto kerusakan benda antiknya.


"Kau jangan pura pura lupa. Bukankah kemarin aku memecahkan benda benda antik dan mengambil mangkuk itu." Terangnya lalu cessie kembali menyodorkan amplop itu kepada Alex


"Makanya uang ini untuk menggantinya."


"Aaah, yang itu." Sahut Alex pura pura ingat dengan kejadian itu lalu mengambil amplopnya seraya membolak balikan amplop itu sambil tertawa.


"Tapi uang ini tidak cukup." Ujar Alex  meletakan amplop itu keatas meja lalu bersandar dan melipat tangannya di dada layaknya seorang bos.


"Tapi aku hanya punya ini ! Tapi jangan khawatir, aku pasti akan membayarnya kembali, bahkan sekalipun aku harus menjadi budak."


"Dengan status finansialmu sekarang ini, jika kau ingin membayarku kembali, maka bisa sampai beberapa kali keturunan. Tapi kurasa tidak akan ada seorang pria pun yang mau menikahi wanita yang punya hutang besar sepertimu." Sindir Alex


dengan gaya bossinya meragukan kemampuan cessie untuk membayar utangnya.


"Lalu apa yang harus kulakukan?!" Kesal cessie tidak terima di remehkan Alex


"Aku sudah di sini sekarang. Aku tidak punya uang, tapi aku punya jantung, liver, ginjal, dan paru-paru! Kalau aku mau, ambil saja semuanya!" Ujar Cessie sambil mengangkat dagu karena terpancing emosi


"Aku tidak suka berhutang sama orang. Jadi aku pasti akan bertanggung jawab bahkan sekalipun dia harus dipenjara." Ujarnya lagi dengan nada pelan. Cessie mampu meredamkan emosinya. Dia harus berkompromi dengan keadaan. Cessie butuh keringan dari Alex meski kesalahannya tidak sepenuhnya ada pada dirinya.


"Baiklah, aku akan memberi sebuah cara untuk membayar semua hutangmu."

__ADS_1


Seketika mata cessie membulat penasaran.


"Cara apa?"


"Dengan cara menandatangi sebuah kesepakatan dengan ku untuk selalu berada di sisi ku." Jawab Alex


"Kesepakan ?" Tanya cessie menyipitkan matanya tidak mengerti."Apa maksudmu?


Apa yang harus dia lakukan? Apa dia harus bekerja?" Tanyanya kebingungan


"Ikuti semua perintahku dan rencanaku. Kuberi kau masa percobaan satu bulan. Setelah itu, akan kuberikan kau uang sejumlah ini."


Alex meraih tangan cessis lalu membuat angka satu dan nol sebanyak 7 kali.à Cessie sontak melebarkan matanya kaget.


"Sebanyak itu? Kau yakin?" Tanya Cessie memastikan dugaanya ketika menghitung jumlah nol yang ditulis Alex di tangannya


"Jumlah itu memang tidak sebanding dengan hutang mu padaku. Tapi jika kau punya penghasilan tetap sebanyak itu, kau akan bisa melunasi hutangmu. Bukankah itu kesepakatan yang bagus tanpa perlu melibatkan keluarganya?" Jelas Alex mencoba membuka pikiran Cessie.


Cessie terlihat ragu. Dia memikirkan kebebasannya. Tentu pastinya jika dia menerima tawaran Alex maka dia akan terikat dengannya.


"Kalau kau berpikir ini mengekang kebebasanmu, terserah saja. Maka kau harus membayar jumlah sebanyak itu ke rekening Perusahaan EG Rain setiap bulan." Alex seakan tahu dari keraguan cessie. Justru itu yang dia inginkan. Mengikat cessie di sisinya. Cessie tidak tahu bahwa dirinya akan di jadikan alat terapi untuk Alex. Ya Alex butuh bantuan cessie untuk mengobati OCD nya.


"Aku ingin lihat pria mana yang berani menikahi wanita yang punya hutang besar. Kalau suatu hari nanti ada pria seperti itu jangan lupa beri tahu aku. Aku akan jadi orang pertama yang kasih angpao!" Ejek Alex


Ejekan Alex membuat cessie emosi sampai sampai cessie meremas kedua tangannya dengan tatapan tajam mengarah Alex. Tapi Alex menanggapinya biasa saja.


"Bukan reaksi yang buruk. Gunakan tekad itu untuk menghasilkan uang yang banyak. Aku menunggumu di angsuran pertama." Tekan Alex sambil beranjak berdiri.


"Tunggu !" Cegah Cessie sambil beranjak.


Alex menghentikan langkahnya dan berbalik kearah cessie.


"Tidak bisakah kau memberi ku kesempatan untuk memikirkannya dulu?"


"Baiklah." Sahut Alex setuju lalu melihat ke arlojinya. "Beri aku jawaban besok di jam yang sama. Ada pertanyaan lagi?" Sambil menatap cessie.


"Ada." Sahut cessie ragu "Ke-kenapa kau menc**mku kemarin?" Tanya cessie terbata bata


"Hanya percobaan kecil." Jawab Alex datar


"Percobaan apaan yang mengharuskanmu untuk menc**mku?!"Cessie mulai kesal dengan jawaban Alex


"Tidak harus kau, hanya saja kebetulan kau ada di sana. Aku akan melakukannya ke orang lain juga." Alex memberi alasan


"Alasan konyol apa itu? Kau punya hak apa untuk menc**m seseorang demi sebuah percobaan? Apa kau minta izinku?" Cessie kesal tidak terima dengan alasan yang di berikan Alex


"Kenapa reaksimu seheboh ini?" Alex berjalan mendekat "Apa jangan-jangan... ini c**man pertamamu?" Tanya Alex dengan tatapan curiga


"Bukan itu." Sangkal Cessie memalingkan pandangannya. Dia menghindari tatapan Alex yang membuatnya canggung.


Alex terkekeh dengan reaksi cessie. Dia semakin yakin dengan dugaannya."Sepertinya begitu."


"Apa hubunganya denganmu?" Ujarnya dengan mata mendelik "Benda benda itu pecah juga karena kau menciumku. Jadi kau juga harus bertanggung jawab." Cessie mengingatkan. Tentu dia tidak terima jika hanya dirinya yang harus mengganti rugi. Alex juga harus di seret kedalamnya.


"Baiklah. Kalau begitu, kukasih kau diskon 50%. Kalau begitu, kau hanya perlu membayar hutangmu selama 30 tahun." Tekan Alex. Dia mau ikut bertanggung jawab.


Cessie tertegun mendengarnya. Tentu 30 tahun adalah waktu yang lama baginya untuk melunasi hutangnya.


Alex mengembalikan uang beasiswa itu ketangan cessie.


"Jaga ini baik baik. Nikmatilah uang ini dengan bebas!" Ujar Alex seraya berjalan kearah kursi untuk mengambil mantelnya.


Sebelum pergi Alex kembali bertanya.


"Apa ada pertanyaan lagi?"

__ADS_1


"Tidak ada." Sahut cessie deng wajah cemberutnya.


"Kelihatannya aku bertemu orang yang menarik" ujar Alex sambil melenggang pergi meninggalkan cessie yang sedang menatp kesal sambil meremas amplop itu.


__ADS_2