PRESDIR PEMAKSA

PRESDIR PEMAKSA
BAB 32


__ADS_3

"Banyak sekali yang harus kuingat dalam semalam. Bagaiman ini disebut sebagai balas budi. Tahu begitu lebih baik tidak usah menolongnya.aku sungguh sial" gerutu cessie sepanjang perjalanan. Dia kesal sejak di dalam ruang dekan.


Ponsel cessie berdering ternyata itu panggilan Kevin pacarnya Tasya.


"Halo.Kevin?"


"Cessie, temanmu tasya?!"


"Katakan dengan jelas, ada apa dengan Tasya?" Tanya cessie raut wajahnya berubah cemas.


"Temanmu membeli mangkuk"


"Mangkuk apa?"cessie penasaran


"Dia begitu banyak membeli mangkuk sejak kemarin malam. Bukan hanya mangkuk biasa tapi ini mangkuk antik. Tasya seperti kerasukan setiap melihat mangkuk,dia langsung membelinya. Kartu kreditku sudah hampir mendekati batas limit. Jika berlanjut, orang tua ku akan memblokir kartunya. Kau coba berbicara dengannya. Aku sudah menyerah" ujar Kevin lalu memutuskan panggilan.


Sementara Tasya terlihat kebingungan untuk memilih mangkuk yang mana.


"Tolong ambil keputusan ! Ini sudah mangkuk ke 10 yang kau bilang mirip" ujar Sela. Ya sela pergi menemani Tasya untuk mencari mangkuk yang mirip dengan mangkuk yang di pecah kan tasya.


Tasya tak bergeming, dia masih memegang mangkuknya sambil terus mengingat ingat dan menyamakan dengan mangkuk pecah itu.


Sementara Kevin berjalan perlahan mengendap endap berniat meninggalkan Tasya. Dia sudah tidak mau membayar lagi belanjaan Tasya.


"Pelanggan,apakah sudah ada mangkuk yang kalian pilih?" Tanya Karyawan toko


"Tunggu sebentar !" Ujar Tasya lalu menoleh mencari keberadaan kevin


"Kevin ! Kevin !" Panggil Tasya mencari keberaan kevin di dalam toko namun tidak menemukannya.Lalu dia menoleh kearah luar toko dan menemukan kevin yang sedang mengendap ngendap berniat pergi.


"Hei ! Mau pergi kemana kau?" Teriak Tasya. Tapi kevin tidak mengidahkan panggilan Tasya dia malah berlari pergi meninggalkan mereka.


Ponsel tasya berdering lalu dia mengangkatnya.

__ADS_1


"Halo ?"


"Tasyaaaaaaa!" Teriak Cessie membentak tasya. Seketika Tasya menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Kau mengagetkan ku saja. Ada apa?" Tanya Tasya


"Apa kau sudah membayarnya?"


"Belum"


"Baguslah.kembalikan itu dan jangan beli lagi" ujar Cessie mengingatkan agar Tasya mengurungkan niatnya membeli mangkuk lagi


"Tidak mau !" Sahut Tasya


"Apa kau gila? Kau begitu banyak membeli mangkuk. Kalau kau membelinya lagi sekalian saja buka toko"


"Aku tidak peduli,akan ku lakukan sebisaku hari ini. Sekalaipun tanganku di potong besok. Aku harus bisa menghajar bajingan kecil itu" kesal Tasya tak peduli yang penting dia bisa menunjukan bahwa dia mampu mengganti mangkuk yang di pecahkannya. Pria itu sudah meremahkannya dengan memberikan uang kepada tasya untuk mencari mangkuk yang persis. Pria itu pikir, dirinya tidak mampu membeli sebuah mangkuk.


"Seberapa besar dendammu? Apa yang terjadi diantara kalian?"


"Biarkan aku yang menceritakaanya. Ini yang terjadi"


Flasback on


Hari itu tasya naik kelantai atas sambil membawa mangkuk. Niatnya ingin mengganti mangkuk pecah itu.


Dia menggedor gedor pintu pria itu.


"Buka pintunya !"Teriak Tasya. Lalu tak lama pria itu datang dan membukakan pintu.


"Untukmu" ujar Tasya datar sambil menyodorkan sebuah kotak kehadapan pria itu.


"Aku tidak suka berhutang barang kepada orang. Jika aku bilang akan di ganti maka akan aku ganti. Aku sudah mencari di semua toko sekitar. Dan ini yang paling mirip. Aku berikan ini tidak ada maksud apapun "Ketus Tasya dengan pongahnya sambil melipat tangan didepan

__ADS_1


Pria itu mengambil kotaknya lalu membukanya. Ternyata berisi sebuah mangkuk. Tapi mangkuk itu bukan mangkuk yang seperti punyanya yang sudah pecah. Pria itu tidak mengatakan apapum dia hanua menatap tasya sambil mengankat mangkuk itu lalu menjatuhkannya dengan sengaja.


Pyarrrr...


Sontak tasya terkejut, mangkuk yang susah payah dia belikan malah di hancurkan dengan sengaja.


"Apa kau sakit?" Bentaknya


"Jika tidak mau jangan di rusak"


Pria itu meletakan kotak itu di meja lalu dia akan menutup pintu namun di tahan oleh tasya.


"Baik kau tidak mau mangkukkan?aku akan ganti dengan uang saja. Sekarang sebutkan berapa yang kau inginkan? Biar aku bayar"


Tapi pria itu tetap bungkam dan langsung menutup pintunya lagi, lalu keluar beberapa menit kemudian dengan menyodorkan beberapa lembar uang ke Tasya


"Kuberi kau sejumlah uang. Pergi dan cari mangkuk yang sama persis. Kalau tidak, aku akan memanggil polisi." Gertak Pria itu


"Baiklah. Itu cuma mangkok. Aku akan mengkompensasimu! Aku tidak menginginkan uang busukmu!" Tasya kesal lalu membanting uang itu kembali.


Flasback of


"jadi begitulah ceritanya. Dia harus mendapatkannya yang sama persis. jadi sekarang dia mengembalikan semua mangkuknya"


" Syukurlah aku tidak jarus melihat tangannya di potong.Manakutiku saja" Lega Cessie


Sementara tasya sudah memutuskan, pada akhirnya dia membeli mangkuk itu.


"Bungkus ini" tasya menunjukan mangkuk yang di pilihnya. Segera karyawan itu mengambil mamgkuk itu lalu membungkusnya di sebuah kotak mewah.


Sela hanya menoleh sebentar kearah tasya sambil terus berteleponan.


"Pada akhirnya dia beli mangkuk yang paling mahal di toko ini" ucap Sela

__ADS_1


"Bisakah dia berbuat buruk lagi? ujar Cessie menjadi stres dengan tingkah Tasya.


"Baiklah. Nanti aku akan bicara dengan anak lantai atas itu.Berapa sih umur mereka? bertengkar hanya untuk satu barang? lalu cessie pun mengakhiri panggilannya. Dia semakin stres. memikirkan dengan tugas yang di berikan Alex sekarang dengan masalah yang di hadapi temannya tasya.


__ADS_2