
Mendengar informasi mangkuk milik Vincent pecah, Alex menduga pasti ibunya sedang mencari cari informasi pasangan mangkuk itu.Maka dari itu
Alex pergi kegaleri seni, berniat membatu ibunya untuk memberikan pasangan mangkuk itu yang dia dapatkan ketika acara lelang.
"Beritahu nyonya Bela , tentang kedatanganku " ucap Alex memerintah karyawan galeri untuk memberitahukan kedatangannya.
"Nyonya tidak ada di sini tuan" kelit Karyawan galeri berbohong. Dia tahu nyonya bela enggan untuk bertemu dengan Alex.
Alex tentu tahu ibunya sudah kembali dari luar negri. Dia pasti enggan untuk bertemu dengannya. Itu hanya alasan saja bahwa dia tidak ada di sana.
"Aku tahu kau berbohong. Nyonya sudah kembali. Dia di dalamkan?. Sekarang panggilkan dia atau aku akan masuk dengan paksa!" Ancam Alex
Karyawan galeri mengikuti perintah Alex. Dia tidak mau membuat keribut lalu pergi keruangan Bela.
Sementara Bela sedang menatap layar leptopnya untuk mencari informasi seputar mangkuk karya orang tuan vincent yang sempat di lelang di situs pelelangan barang antik. Dia berniat untuk mendapatkannya. Sampai ketukan pintu sedikit membuyarkan fokusnya. Seorang karyawan wanita menghampri Bela.
"Nyonya, tuan Alex ada di sini" ujarnya memberitahukan kedatangan Alex
"Lakukan seperti biasanya. Katakan padanya aku sedang ada pertemuan. Bilang tidak ada di sini" ucap Bela menolak untuk bertemu dengan Alex padahal Alex adalah putranya.
"Saya sudah bilang begitu, tapi tuan Alex bersikeras ingin bertemu dengan anda. Dia sudah menunggu di lobi." Terangnya
"Baiklah. Aku akan menemuinya setelah selesai." Ungkap Bela
"Baiklah." Karyawan galeripun pergi dari ruangan .
Bela terpaksa keluar menemuinya, tapi sikapnya benar-benar sangat dingin pada putranya sendiri.
"Salam nyonya !" Neil membungkukan badannya
"Ma, kau datang?." Alex tak menyangka ternyata benar ibunya ada di galeri. Dia tadinya tidak terlalu berharap ibunya mau menemuinya
"Kapan kau pulang dari san? Bagaimana kabarmu?" Tanya Alex ramah. Jelas dia sangat merindukan ibunya. Sudah lama dia tidak bertemu.
"Cukup baik." Sahut Bela dengan dingin
"Kali ini, berapa lama kau akan tinggal di sini?Kalau akan lama, aku akan mempersiapkan kamar untukmu. Nanti aku akan menjemputmu." Alex setulus hati berusaha bersikap baik dan perhatian pada ibunya.
Dengan dingin Bela menatap Alex.
"Sepertinya kau datang kesini bukan untuk membahas inikan?Jika ini berkaitan dengan manajemen galeri. Maka pertemuan ini tidak di perlukan." Ucap Bela lalu menyodorkan map berisi laporan manajemen galeri
"Ini adalah catatan pengeluaran galeri selama setahun terakhir." Terangnya masih dengan nada dingin
Alex menatap miris kepada map yang diberika Bela. Alex kecewa mendengarnya. Kedatangannya ini berharap bisa bertemu dengan ibunya dan apa lagi di berniat memberikan pasangan mangkuk untuk menyelamatkan vincent. Tapi ibunya menganggap kedatangannya hanya sebagai pemimpin perusahaan bukan sebagi putranyanya yang merindukan ibunya.
" Aku tidak perlu melihat itu. Lagi pula aku sudah sering mendapat laporan dari dewan direksi di kantor. Aku mengerti betapa pentingnya galeri seni ini bagi mu, Kau dan ayah dulu pertama kali bertemu di sini.Dari galeri seni juga, ayah dulu bermula. Karena itulah, aku janji akan membantu untuk melindungi tempat ini." Terang Alex dia memiliki niat tulus untuk ibunya menjaga galeri ini.
Bela hanya tersenyum sinis mendengar niatan Alex. Dia beranggapan Alex sudah merebut semuanya. Dia kehilangan suaminya karena Alex. Bahkan suaminya mempercayakan perusahaan kepada Alex. Mungkin saja Alex juga akan merebut galeri ini yang sudah bagian dari jiwanya.
"Sebenarnya aku datang kemari karena aku punya hadiah yang ingin kuberikan padamu." Alex mengutarakan maksud kedatangannya kali ini.
"Tidak perlu." Tolak Bela "Aku sebagai penyebab bisnis utama ini tertahan. Bagaimana bisa aku menima hadiah. Aku masih ada pertemuan lainnya dengan seseorang. Jadi sampai di sini saja !. Permisi !." Bela beranjak berdiri lalu melangkahkan kakinya hendak pergi.
"Orang yang ingin kau temui adalah juru lelang, bukan?" Duga Alex tepat sasaran.
Seketika Bela menghentikan langkahnya lalu berbalik menoleh kearah Alex dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Kau ingin menemui juru lelang karena kau ingin mengetahui keberadaan suatu benda, kan? Kalau memang begitu, maka tidak perlu menemuinya. Pasangan mangkok itu... ada padaku." Alex mengambil kotak di sambingnya lalu membukanya. Dia menunhukan isi dalam kotak itu yang ternyata mangkung porselin yang merupakan padangan dari mangkuk vincent yang pecah.
__ADS_1
Bela tertegun matanya membulat sempurna. Barang yang dicarinya ternyata ada pada Alex. Dia sungguh tidak menyangka itu.
Alex mendekat sambil membawa kotak itu.
"Aku sungguh ingin membantu mu, lagi pula mangkok ini tak lebih dari sekedar mangkok bagi ku. Tapi bagi Vincent, mangkok ini bisa menyelamatkan hidupnya" terang Alex
"Bagaimana kau tahu itu?" Tanya Bela menatap sinis Alex penuh curiga. Bagaimana Alex bisa tahu bahwa nyawa Vincent terancam.
"Aku sudah pergi ke rumah sakit. Ini bukan pertama kalinya aku melihatnya sekarat, hanya perlu menghubungkan berbagai petunjuk untuk mengetahuinya. Hanya saja aku tidak tahu orang bodoh mana yang mengalami nasib sialnya." Timpal Alex
"Berikan barangnya !" Bela menadahkan tangannya di depan Alex berharap dia memberikannya.
"Aku tidak perduli apa tujuanmu kali ini tapi mangkok itu awalnya adalah milik Vincent." Bela mendekat berniat mengambil mangkuk itu, tapi Alex malah menjauhkannya lalu memberikannya kepada Neil. Melihat tindakan Alex yang mempermainkannya, Bela menjadi kesal.
"Kembalikan padanya!." Tekannya dengn tatapan tajam mengarah ke Alex.
"Awalnya ? Awalnya aku adalah putramu.
Tapi sekarang, demi orang luar, kau meneriakiku? Asalkan kau minta, jangankan mangkok porselen, aku rela memberikan apapun pada mu. Tapi aku baru tahu kalau itu sudah tidak penting lagi. Aku bukan dirimu, aku tidak peduli dengan hidup orang luar." Ucap Alex dengan nada kecewa. Dia berniat pergi dari hadapan ibunya, tapi bela mencengkram lenganya.
"Berikan barang itu ! Berikan barang itu ! Kembalikan pada Vincent !." Ujar Bela histeris memaksa Alex agar memberikan mangkuk itu kepadanya.
Bela semakim erat mencengkram lengan Alex sehinga terjadi tarik menarik antara dirnya dan ibunya. Namum secara tidak sengaja, Alex menghempaskan tangan Bela yang mencengkram dirinya. Sehingga Bela sedikit terjungkal kearah sofa.
"Ma !" Teriak Alex terkejut sekaligus merasa bersalah karena sudah mendorong ibunya.
"Kau si*l*n. Pergilah !." Usir Bela dengan nada keras.
Alex mendengus miris mendengarnya. "Baik, jika kau menginginkan mangkok ini, maka suruh dia datang sendiri dan memohon padaku." Lalu Alex pergi meninggalkan ibunya dengan rasa kecewa atas perlakuan ibunya.
Sementara Bela menatap tak percaya, Alex benar benar tidak memberikan mangkuk itu kepadanya.
"Tuan Alex, aku tahu kau handal saat minum. Tapi kau tidak bisa minum seperti ini. Apa kau mau ku carikan wanita untuk menemanimu minum." Direktur bar mencoba menawarkan agar Alex di temani seseorang saat minum. Mengingat Alex sudah begitu banyak minum.
Alex menatap kurang suka dengan tawaran dari direktur bar.
"Tidak perlu. Aku hanya ingin sendiri" Tolaknya lalu kembali menenggak minumannya
Tepat saat itu juga, Siska muncul di sana.
Direktur bar yang melihat seseorang datang langsung menghamprinya.
"Maaf nona, bar ini tutup untuk hari ini. Kami tidak menerima tamu yang datang." Ujar Direktur bar berniat mengusir siska secara halus
"Aaah, mungkin aku salah masuk." Ucap Siska pura pura tidak mengetahuinya padahal matanya menelisik memcari keberadaan Alex
"Tuan Alex !." Ucapnya menemukan sosok Alex di meja sedang menenggak minuman seorang diri. Siska mengambil kesempatan ini untuk mendekatinya.
Dia menghampiri Alex dan duduk di sampingnya. Alex hanya meliriknya sebentar lalu membiarkannya untuk duduk di sampingnya.
"Tidak di sangka, aku bertemu denganmu di sini." Ucap Siska dengan suara dibuat semanis mungkin. Dia mencoba untuk menarik simpati Alex.
"Kita dari lingkungan sosial yang sama, jadi wajar bertemu satu sama lain." Sahut Alex sambil memasangkan sarung tangan.
"Aku pikir kau tidak akan sendiri lagi jika kau memiliki kekasih baru. Aku kira ada yang salah dengan mataku melihat kau minum sendirian"
Alex hanya terkekeh mendengarnya.
"Mungkinkah...? Kau belum memiliki kekasih baru?" Tanya Siska penasaran
__ADS_1
"Tidak." Jawab Alex dengan wajah datar
Siska sedikit tersenyum begitu tahu Alex belum memiliki kekasih baru setelah putus dengannya. Dia berpikir bahwa Alex masih sendiri karena masih menyukainya.
"Bagaimana bisa begitu?"
"Apa mungkin kau masih menyukaiku?" Tanya Siska dengan wajah dibuat seperti orang yang malu malu karena jatuh cinta.
"Apa maksudmu ini?" Tanya Alex dengan tatapan datar. Dia ingin tahu rencana apa yang akan di lakukan wanita di depannya.
"Sejak kita berpisah waktu itu. Aku belum bisa melupakanmu. Setiap malam pikiran ku selalu teringat tentang kebersamaan kita. Apa kau percaya itu? Aku masih tidak percaya kita sudah putus.Aku berharap kau bisa berubah pikiran dan bisa kembali seperti dulu." Ucap Siska denga wajah dibuat memelas seakan akan dia masih belum bisa move on dari Alex. Meski sebenarnya dia ingin bersama Alex. Siapa sih yang tidak ingin bersanding dengan seorang Alexander Eghan.
Alex menatap sinis melihat wajah naif Siska.
"Berhenti akting. Ok?" Tekan Alex lalu dia memerintah pelayan untuk membawakan handuk dan air untuk di berikan kepada Siska agar dia sadar dari mabuknya.
"Apa maksudmu? Aku berakting apa?" Tanya Siska pura pura tidak mengerti
"Apa perlu kuperjelas? Baiklah, akan kubantu kau untuk mengingatnya."
"Tepat di tempat ini satu minggu yang lalu, Di sebelahmu ada juga gelas tequila ini." Alex menunjuk minuman yang saat ini di sampingnya.
"Kau menyaksikan orang orang yang kau suruh untuk menghajarku dengan wajah puas." Ujar Alex mengingatkan kejadian minggu lalu beranjak berdiri hendak pergi. Dia jengah dengan Siska yang berpura pura polos.
"Atas dasar apa kau menuduhku mengirim orang orang itu?" Siska menyangkal keras tuduhan Alex bahwa dia berperan dalam insiden itu.
"Kau mau aku menanyakan kepada mereka?Waktu itu, kedua preman itu meninggalkan nomor telepon mereka di rumah sakit, apa kau mau aku menelepon mereka sekarang?" Gertak Alex
Siska menjadi panik pada akhirnya dia tidak bisa membodohi Alex.
"Baiklah. Aku yang mengirim mereka menghajarmu." Siska mengakui perbuatannya yang sudah mengirim orang untuk menghajar Alex.
"Lalu kenapa kalau benar aku yang mengirimnya? Kau mencampakkan orang seenaknya dan apa aku tidak boleh melampiaskan amarahku?." Kesal Siska
Tak di sangka ternyata Alex diam diam merekam pengakuan Siska. Lalu dia menyalakan dan memperdengarkannya kepada Siska.
Aku yang mengirim mereka menghajarmu. Lalu kenapa kalau aku yang mengirimnya?
Siska menjadi panik ternyata pengakuannya di rekam oleh Alex. Dia ingin merampas ponsel itu namun dengan gerak cepat Alex menjauhkanya.
"Kau...!" Kesal Siska
"Masalah ini. Aku akan menyebarkannya di internet sudah cukup menjadikanmu terkenal. Kau memiliki banyak penontonkan?" Ucap Alex dengan nada mengancam
"Apa sebenarnya maumu? Aku akan minta maaf, yah? Pertimbangkanlah aku sebagai mantanmu." Siska memohon agar Alex tidak menyebarkan rekaman itu. Citra yang susah payah dia bangun akan hancur jika rekaman itu tersebar.
"Dia tidak perlu permintaan maaf darimu Orang yang perlu kau mintai maaf adalah gadis yang terlibat dan terluka karena mu. Begitu kau meminta maaf padanya, maka aku akan memberikan rekaman ini padamu dan tidak akan menindak lanjuti masalah ini." Ucap Alex penuh penekanan
"Dan lain kali, jangan lagi cari perkara. Aku terlalu malas untuk berurusan denganmu. Dan satu lagi, aku berbohong padamu tentang satu hal. Aku sudah punya pasangan."
"Siapa?" Siska penasaran wanita mana yang menjadi pasangan Alex
"Sudah kukirimkan gambarnya padamu, lihat saja sendiri. Walaupun kami belum sepenuhnya bersama, tapi cuma tinggal selangkah lagi." Terangnya
Alex pun pergi. Siska langsung mengecek pesannya dan kaget melihat gambar wanita itu ternyata Cessie. Gadis yang di temuinya waktu di hotel." Kenapa dia?" Gerutunya dengan tatapan kesal bagaimana bisa gadis biasa itu yang yang menjadi pasangan Alex.
***
Dukung terus Author ya...
__ADS_1
berikan like comen dan votenya 😊😊😊