
"Para murid harap tenang ! Karena masalah listrik, acara pengharga ini kita akhiri sampai disini" ucap Dekan Robert
Semua mahasiswa membubarkan diri dan keluar dari aula. Cessie, Tasya dan Sela berjalan beriringan.
"Selamat ya sisi ! Akhirnya kau mendapatkan beasiswa itu. Uangnya bisaΒ meringankan untuk membayar kuliah dan kebutuhanmu" Tasya mengucapkan selamat atas penghargaan yang di terima cessie. Dia senang sekarang temannya tidak terlalu terbebani soal membayar uang kuliah.
"Tapi menurutku butuh waktu satu bulan uang beasiswa itu cair" Seru Sela
"Itu benar. Apa Kalian tahu uangku sekarang sisa berapa. Aku tidak tahu bisa bertahan sampai bulan depan atau tidak" Keluh Cessie sedih sambil memasukkan tangannya ke saku bajunya.
Seketika langkah Cessie terhenti karena tangannya menemukan sesuatu di dalam saku bajunya. Dia mengeluarkan barang tersebut yang ternyata kalung berleontin bunga miliknya.
"Ini...?!" Mata cessie membulat sempurna menatap kalung yang dianggap hilang
"Bukankah kalung ini hilang?" Ucap tasya tak kalah terkejutnya dengan cessie. Dia ingat ketika cessie mencarinya setengah mati.
"Benar. Waktu itu aku ingat sudah berusaha mencarinya ke mana-mana tapi tidak ketemu. Kenapa sekarang mendadak malah muncul di dalam saku baju ini ?"
Perasaan waktu kalung ini hilang, aku tidak memakai baju ini" Ujar cessie mengingat ngingat.
Tepat saat itu mobil melewati mereka. Cessie melihat Alex duduk di dalam mobil itu.
__ADS_1
Saat itulah akhirnya Cessie sadar ketika Alex mendekatinya tadi di aula. Ternyata saat itu, Alex diam-diam memasukkan kalung itu ke dalam sakunya.
"Ternyata, di hotel bukan pertama kalinya kami bertemu" gumanya. Cessie langsung teringat ketika dia menolong seorang pria yang pingsan di jalanan ketika dia akan ke kampus.Mungkin kah kalung tersangkut ketika membawanya kerumah sakit.
***
Ke esok harinya cessie pergi ke book store untuk mencari alat lukis di sana. Cessie mencari cat lukis yang ternyata ada di rak atas.
"Itu cat lukisnya !" Lalu dia menaiki tanggan untuk melihat warana apa saja yang tersedia.
"Hijau, putih, kuning, merah, emas, perak. Wah ungu" Dengan wajah berbinar cessie menemukan cat warna yang di carinya.
Namun seketika wajahnya berubah menjadu sendu "Kenapa cat warna yang bagus sangat mahal? Bahkan buatan lokalpun sangat mahal. Satu pot ini sudah cukup buat makanku sehari" gerutu cessie
Seorang pria muda berjalan membawa troli sambil melihat lihat barang di toko itu dengan Wajah berbinar. Ditelinganya terpasang erphone, sepertinya sedang mendengarkan lagu kesukaannya. Pria itu mendorong trolinya kearah rak cat warna. Ternyata dia juga sedang mencari cat warna. Pria itu terus mendorong trolinya sementara pandangannya hanya fokus kepada cat warna di rak tanpa memperhatikan sekitarnya bahwa ada orang yang berdiri diatas tangga.
Trolinya menabrak tangga yang di naiki oleh cessie. Sontak saja dia menjerit terkejut.
Bruuukkk
"Aaaaahhh !" Teriak cessie. Tubuhnya masuk kedalam troli pria itu sambil memegang cat warna. Untung saja cat warna itu tidak sampai jatuh kelantai.
__ADS_1
"Jangan bergerak !"Pria itu bergegas mengambil cat warna di tangan cessie.
"Kau !" Mata cessie membulat sempurna ketika cat di tangannya di ambil pria itu.
Pria itu nampak senang begitu melihat cat yang diambil dari tangan cessie. Dia tidak mempedulikan cessie yang jatuh ketrolinya. Pria itu dengan santainya malah mengambil dan memasukan semua cat warna di rak itu dan menaruhnya keatas panggkuan cessie.
Cessie hanya membulatkan matanya terkejut, pria itu menaruh semua cat di pangkuannya.
"Hei berhenti !" Ucap cessie. Pria itu menoleh kearah cessie dengan wajah polosnya.
"Apakah kau berniat membeli semua cat itu?" Tanya cessie menujuk kearah rak cat yang mulai berkurang karena pria depannya memasukan hampir semua cat kepangkuannya.
Pria itu tidak menjawab pertanyaan cessie. Dia malah terus menaruh semua cat sampai rak cat hampir terlihat kosong. Pria itu tidak berniat mengeluarkan cessie dari troli, dia malah mendorong trollynya yang berisi cessie dan cat warna.
Pegawai toko menatap heran kepada mereka. Cessie hanya meringis menahan malu.
Saat akhirnya mereka keluar, pria itu tetap tidak mengucap sepatah kata. Tapi kemudian dia memberikan satu jar cat lukis yang tadinya memang sangat diinginkan Cessie. Cessie menerimanya dengan tatapan kebingungan.
***
Dukung terus author ya !
__ADS_1
Berikan like, comen dan votenya πππ