PRESDIR PEMAKSA

PRESDIR PEMAKSA
BAB 12


__ADS_3

Drrt...drrt...drt


Bunyi dering ponsel cessie yang sedang di isiulang membuyarkan lamunannya. Dia tersenyum mengetahui siapa yang menghubunginya.


"Hallo ka louis"


"Sisi, dari mana saja? Tadi aku menghubungimu tapi tidak tersambung" Tanya Louis ada nada kekhawatir dari ucapannya


"Maafkan aku ka, tadi ponselku kehabisan batre" ucap Cessie menyesal


"Ka Louis sudah sampai mana?"


"Tadi ada sedikit masalah, jadi sekarang semuanya sudah selesai. Sekarang sedang berjalan ke arah hotel. Aku lihat jarak pandang langit di sini sangat bagus. Malam ini sepertinya bida mengamati demgan mata saja. Ayo kita pergi bersama nanti malam" ucap Louis mengajak cessie pergi bersama melihat meteor


"Hmmm...aku akan menunggu" jawab Cessie bahagia


"Sampai jumpa nanti sisi" louis mengakhiri panggilannya


Cessie tersenyum bahagia. Cessie beranjak berdiri lalu berjalan di sekitar kamarnya "Dia ingin menemuiku. Apakah dia menyadarinya?jadi sengaja memberikanku kesempatan untuk menyatakan cinta?" Gumam Cessie berpikir louis memberikan kesempatan untuknya


"Aaaahhhhh...senangnya. senang sekali" teriak Cessie berjingkrak jingkrak


Lalu seketika dia berhenti" Bagaimana memberikan suratnya?"Cessia berpikir suratnya masih ada di tangan Alex


"Aku harus bagaimana untuk mendapatkannya?" Berjalan mondar mandir mencoba berpikir mencari jalan keluarnya.


***


Cessie terlihat gelisah,dia berjalan kesana kemari sambil melipat tangannya di dada. Dia menunggu seseorang di lobby hotel berharap wanita yang bersama Alex keluar. Cessie ingin memimta tolong padanya untuk membujuk Alex mengembalikan suratnya.

__ADS_1


"Aku harus meminta bantuannya, semoga saja wanita itu keluar" gumam cessie berharap sambil melihat kesana kemari siapa tahu wanita itu turun dari kamarnya.


Dan benar saja harapan cessie terjadi. Wanita itu turun ke lobby dengan pakain yang sudah di ganti dari sebelumnya. Dia memakai gaun tertutup namun tetap terlihat cantik. Dia berjalan sepertinya akan keluar. Cessie segera menyusul untuk mengejarnya.


"Nona !" Panggil cessie sambil berlari


Siska menoleh kearah suara yang memanggilnya. Dia mengerutkan dahinya mengingat ngingat siapa orang yang memanggilnya apakah dia mengenalnya?pikirnya.


"Ada apa?" Tanya Siska datar dengan nada tidak suka. Dia baru ingat ternyata orang yang memanggilnya adalah gadis yang mengganggu kebersamaannya dengan Alex.


Cessie menarik nafas pelan lalu menghembuskannha secara perlahan.


"Nona, maafkan saya menggangu waktumu. Aku ingin meminta tolong padamu"


Siska menaikan alisnya, tiba tiba gadis di depannya meminta bantuan.


"Barangku ada pada tuan Alex. Kamar itu sebelumnya kamar yang aku pesan. Tapi karena tuan Alex memilih kamar itu jadi aku tidak sempat mengambil barangku" ucap Cessie


"Bukan barang berharga" sambil menggelngkan kepala " Hanya sebuah surat dan cincin, tapi itu sangat penting bagiku" sahut cessie


"Surat?" Mengernyit "Ah, aku baru ingat hari ini hari kasih sayang. Apakah kau penggemar Alex? Sehingga mengirimkan suarat pernyataan cinta kepadanya?" Tanya siska memicingkan mata curiga


"Bukan...bukan" sangkal cessie sambil melambaikan tangan "Meski surat itu benar berisi pernyataan cinta, tapi bukan untuk tuan Alex. Tuan Alex begitu sempurna, aku tidak berani membayangkan itu. Hanya nona dan dia yang pantas berdampingan. Aku sangat mendukung hubungan kalian. Kalian begitu terlihat serasi " puji Cessie


Siska yang mendapat pujian itu merasa di atas awan. Dia tersenyum bahagia.


"Aku senang mendengar pujianmu. Aku bisa saja membantumu mengambil barangmu, tapi apa kamu bisa membantuku?" Tanya Siska dengan niat terselubung


"Bantuan apa?" Tanya cessie tanpa mengetahui recana terselubung Siska

__ADS_1


Lalu Siska membisikan ketelingan cessie mengutaran bantuan yang di butuhkan Siska.


"K*nd*m?" Teriak Cessie terkejut


Siska segera membekam mulut cessie takut di dengar orang lain.


Alex yang baru keluar dari Lobby mendengar teriakan cessie yang menyebutkan nama alat kontrasepsi, segera ia menyembunyikan dirinya agar tidak di sadari kedua wanita itu.


"Nona, menyuruhku untuk membeli itu?apa di hotel ini tidak ada hal itu?" Tanya Cessie sedikit canggung menyebutkan nama barang itu


Siska menggelengkan kepala "Aku juga tidak tahu, hotel sebesar ini tidak kekurangan apa pun. Tapi alat kontrasepsi tidak tersedia. Aku tidak punya cara lain, jadi aku meminta bantuanmu untuk membelinya di luar. Masalh uang kau tidak perlu khawatir" ucap Siska mengambil beberapa lembar uang lalu menyerahkan kepada Cessie.


"Aku akan membantumu mengambil barangmu setelah kau membelikan barang itu. Keberlangsungan hubunganku tergantung kau hari ini. Kau sudah liat tadi Alex sangat hati hati. Aku ingin lebih dekat di hari kasih sayang ini" ucap Siska


"Aku mengerti. Uang ini terlalu banyak" sambil memperhatikan uang di tanganya


"Untuk berjaga jaga. Maka kau beli sebanyak mungkin" ucap Siska


"Mengapa nona tidak meminta tuan Alex membelinya. Kaliankan sepasang kekasih"


"Mana bisa begitu. Aku tidak ingin dia menganggapku rendah. Lebih baik kau segera pergi membelinya sebelum malam tiba" ucap Siska agar cessie segera pergi membeli barang di mintanya


"Baiklah" jawab cessie beranjak pergi


Alex di balik pohon memdengar semua percakapam antar Cessie dan Siska.


"Oh jadi begitu rencana kalian. Tidakakan aku biarkan iti terjadi" gumam Alex menyeringai.


***

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, comen atau votenya...


Author butuh dukungan kalian 😇😇😇


__ADS_2