
"Apa?Dia sudah cek out?" Ujar Louis tercengang. Louis dan temannya tiba di hotel ketika hari sudah gelap. Dan mandapati bahwa Cessie sudah cek out
"Kapan itu terjadi?" Tanyanya Lagi
"Kira kira beberapa jam lalu" jawab resepsionis
"Apa kamu yang bernama louis?"
"Benar" sahut Louis
"Ini kunci kamarnya. Silahkan menikmati menginap di hotel kami" ucap resepsionis menyerahkan kunci kamar kepada Louis
"Baik. Terimakasih" jawab louis.
Teman louis yang sedari tadi menunggu menghampirinya.
"Louis, coba kau hubungi cessie ! Tanyakan apa yang terjadi !" Ujar Marcel menyuruh louis untuk menghubungi cessie. Mereka tentu khawatir takut terjadi sesuatu dengannya.
Louis mengikuti saran dari temannya untuk menghubungi cessie.
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif
"Kenapa tidak aktif?" Ujar Louis mengerutkan kedua alisnya
Louis menjadi cemas. Dia berusaha menghubungi Cessie lagi, tapi tetap tidak tersambung.
Akhirnya mereka masuk ke kamar mereka. Karena kamar mereka yang sebelumnya ditempati Alex, mereka jadi dipindahkan ke suite room yang lebih besar dan lebih mewah.
"Waaaahhhh. Ini mewah sekali" ucap Vero mengamati setiap bagian kamar
Lalu mereka meletakan barang barangnya dan berkeliling kamar.
"Louis, cessie pasti sangat menyukaimu. Sampai memesankan kamar sweet room untukmu" ucap Vero
"Betul. kau beruntung sekali di sukai oleh gadis seperti cessie" timpal Marcel menganggukan kepala
Louis mengacuhkan temannya dia tidak memperdulikan ucapan mereka. Dia terus mencoba menghubungi ponsel Cessie.
"Gadis ini kenapa? Ponselnya tidak aktif" gumamnya cemas
"Untuk apa dia bertengkar dengan bos hotel?"
__ADS_1
***
Hari sudah gelap, seluruh tubuh mereka penuh lumpur saat akhirnya mereka selesai dan Cessie benar-benar tak menemukan suratnya.
Terpaksalah dia harus memenuhi janjinya dan berjalan dengan patuh di belakang Alex.
Tapi dia tidak fokus sampai tidak melihat Alex berhenti.
"Hei !" Alex memanggil
Cessie sontak berbalik dengan panik, tapi malah tak sengaja menginjak kakinya Alex dengan sepatunya yang penuh lumpur.
"Maaf...maaf !" Ucapnya panik memundurkan langkahnya
Alex menghela nafas"Benar benar sudah cukup" ujar Alex kesal lalu berniat pergi
"Hei !" Cessie memanggil lalu memegang tangan Alex menahannya
"Lepaskan !" Ujar Alex mendelik tidak suka
"Paling tidak dengarkan perminta maafku" cessie memohon agar Alex mau memaafkannya.
"Kuberi kau waktu 5 detik untuk melepaskan tanganmu atau akan kupotong tanganmu. Percayalah !" Gertak Alex
Alex menatap sinis Cessie
"Dan apa yang ku bilang tadi?" Alex kembali menggertak
Cessie melangkah mundur
"Jaga jarak satu meter. Aku ingat " sahut cessie
Alex sinis melihatnya
"Akhirnya kau menurut. Kau cukup cepat juga mengakui kesalahanmu yang membuatku seperti ini saat di sawah tadi " ujar Alex sinis
Cessie membungkukan badannya menyesal " Aku minta maaf. Aku benar benar minta maaf !" Ucapnya menyesal
"Jika kata maaf ada gunanya, maka di dunia ini tidak ada Guci , Armani , Valentino"
Cessie sontak mendongakkan kepala terkejut " Maksudmu? Barang yang tadi tidak sengaja aku sobek?
__ADS_1
"Tidak sengaja?" Ujar Alex membulatkan matanya tidak percaya
"Kalau yang tadi itu tidak sengaja, lalu apakah jika sekarang aku menamparmu, itu bisa disebut sebagai pijatan?" Gertak Alex sambil melayangkan tangannya hendak menapar cessie
Cessie langsung memejamkan matanya ketakutan menanti jika sampai benar Alex ingin menamparnya.
"Waaah, kau bahkan tidak menghindarinya" Alex heran melihat reaksi cessie
"Aku menepati janji. Aku tidak akan menyesal jika kau menjadikanku budakmu" jawab cessie masih memejamkan matanya
"Sudah banyak orang yang mau jadi budakku, kenapa juga aku membutuhkanmu? Biar kau bisa membantingku ke tanah lagi saat kau sedang bad mood?" Ujar Alex dengan pongah lalu kembali berjalan
"Itu tidak akan terjadi. Aku tadi hanya mencari dengan teliti. Meski aku tidak tahu diri,tapi aku sudah tau sebenarnya. Barangku tidak ada padamu" ucap Cessie menyesal sudah menuduh Alex
Alex menghentikan langkahnya lalu kembali menatap Cessie dengan heran.
"Akus sungguh tak mengerti apa sebenarnya yang ada dalam pikiran mu?. Berani sekali kau melakukan hal seperti itu padaku? Apa yang membuatmu berpikir bahwa bos besar seperti diriku mencuri barang yang hanya sebuah surat tak berharga?
Cessie sedih mendengarnya. "Kau benar... itu cuma sebuah surat."
Hujan tiba-tiba mengguyur deras. Cessie panik ingin cepat lari.
"Aaah...hujan ! Ayo cepat lari !" Ajak cessie berlari menutupi kepalanya dengan tangan.
Tapi Alex malah mendadak lemas. Ada apa dengannya?
"Ada apa denganmu?" Tanya Cessie heran memutar kembali kearah Alex
"Saat hujan, aku jadi tidak bertenaga." Sahut Alex lemas. Tubuhnya tiba tiba tidak bertenaga untuk di gerakan
"Di depan sana ada halte bus. Aku bawa kau ke sana" ucap Cessie menunjuk kearah halte lalu tangangnya memegang tangan Alex hendak memapahnya sampai halte
"Siapa yang menyuruhmu memapahku?" Bentak Alex menepis tangan cessie yang sudah memegangnya
"Gadis kecil seperti mu mana bisa memapahku orang sebesar diriku.Aku tidak perlu bantuan mu. Bahkan sekalipun aku harus merangkak".
Alex menolak bantuan cessie.
***
Tinggalkan like , comen dan votenya buat author...
__ADS_1
Biar makin semangat up nya...😇😇😇
.