PRESDIR PEMAKSA

PRESDIR PEMAKSA
BAB 37


__ADS_3

Di rumah cessie masih terus berusaha memperbaiki mangkok pecah itu dengan mengelemnya.


Dia menghela nafas menyerah.Seberapa kuat usaha yang di lakukan untuk memperbaikinya namun hasilnya nihil.


"Ini pecahnya terlalu parah, tidak akan bisa diperbaiki hanya dengan lem biasa. Ini harus diperbaiki oleh seorang  profesional, tapi di mana aku bisa menemukannya?!" Gerutunya sambil menopang dagu menatap layar leptop.


Cessie lalu mencoba mencarinya di internet hingga dia menemukan sebuah informasi tentang pameran perbaikan porselen antik. Seketika matanya membulat sempurna membaca informasi itu. Ada harapan untuk memperbaiki mangkuk pecah itu.


" Wah! Kebetulan sekali. Langit benar-benar membantuku" wajah cessie kembali berbinar bahagia. Kesempatan ini tidak akan dia lewatkan.


Cessie pun pergi mendatangi pameran yang di maksud.


Begitu sampai depan gedung di membaca bener yang berisi informasi tentang pameran.


"Pameran porselin yang di perbaiki" lalu cessie berjalan masuk kegedung pameran. Dia melihat petugas jaga yang sedang tertidur, langsung saja cessie menorobos masuk. Ini kesempatanya  tanpa harus ada pemeriksaan.


Di dalam biarpun namanya pameran, tapi tidak tampak ada siapapun di sana.


Cessie begitu terkesima melihat porselin berbentuk teko yang sudah di perbaiki dari balik kotak kaca. Teko itu begitu indah menurutnya meski sebelumnya pecah atau rusak tapi setelah di perbaiki teko itu memiliki sebuah nilai indah dari sebelumnya. Dari celah pecahannya ternyata ada garis berwarna emas sebagi perekat untuk menyambungkan antara satu pecahan dengan pecahan lainnya.


Ternyata di sana juga ada Alex yang sedang melihat pameran itu.


"Hei !" Tegur Alex


Cessie sontak medongakkan kepalanya menoleh kearah sumber suara yang menegurnya. Cessie tertegun, di sana malah bertemu dengan Alex.


"Bagaimana kau bisa masuk?" Tanya Alex penuh curiga. Karena setahunya ada petuga yang menjaga pintu masuk.


"Aku masuk dari sana !" Tunjuk cessie kearah pintu masuk


"Di depan tertulis pameran porselin yang di perbaiki. Aku tidak salah masuk" ungkapnya


Tak lama kemudian seorang petugas menghampiri cessie dengan panik.


"Maaf nona ! Ini pameran pribadi" ucap Petugas yang menjaga di depan datang menghampri cessie dengan panik karena di ceroboh tidur saat tugas sehingga membiarkan orang lain masuk ke pameran itu.


"Ini bukan untuk umum?"


Dan di benarkan oleh petugas itu. Lalu cessie menghadap Alex karena tidak terima dia di larang masuk.


"Lalu kenapa kau di sini ?" Tanya Cessie mengarah ke Alex yang bisa masuk kedalam jika ini pameran pribadi.


"Karena aku peserta pameran" Alex berjalan mendekat


"Hah!?" Cessie mengangkat kedua alisnya terkejut mendengar bahwa Alex adalah Exibitor dari pameran ini


"Jadi, semuanya yang di pamerkan adalah....!?" Sabil menatap kesemua koleksi pameran


"Koleksi keluargaku" sahut Alex bangga sambil melipat kedua tangannya di dada.


Alex lalu memerintahkan petugas untuk meninggalkan mereka.


"Ini hanya sebagian kecil. Masih banyak lagi di ruang bawah tanah rumahku. Entah butuh waktu berapa lama untuk memperbaiki semua benda antik itu."

__ADS_1


Cessie yang mendengarnya hanya menggiti bibir bawahnya. Berapa banyak barang antik yang di milik oleh Alex. Apakah dia meminta membantunya untuk memperbaiki mangkuk pecah itu.Mungkinkah Alex mau membantunya?


Alex lalu mengeluarkan guci dari kotak kaca dan menujukannya kepada cessie.


Cessie begitu antusias melihatnya.


"Benda yang rusak, masih bisa di perbaiki seindah ini?Tanya cessie antusias


"Ini disebut Kintsugi. Teknik perbaikan tembikar. Bahan bahanya adalah bubuk emas , debu tembikar dan pernis.Teknik ini paling digunakan untuk memperbaiki porselen karena hasilnya bagus." Terang Alex menjelaskan proses perbaikan porselin


"Menggunakan emas untuk memperbaiki porselen, itu pasti mahal sekali."


"Filosofi dari Kintsugi adalah menggunakan kesempurnaan untuk memperbaiki ketidaksempurnaan dan bukannya menyembunyikan kerusakan."


Menggunakan bahan yang jauh lebih mahal dan usaha lebih untuk memperbaikinya. Karena dukungan terhadap perubahan inilah, ketidaksempurnaan akan keindahan berubah menjadi retakan berseni. Tapi harus ada seseorang yang bersedia memperbaikinya."


Dia memandangi wajah Alex ketika menjelaskan setiap detail yang berkaitan dengan perbaikan tembikar. Alex begitu terlihat kharisma berdiri didepannya.Cessie sedikit kagum dengan pengetahuan yang di miliki Alex.


"Errr!" Cessie menyadarkan kekagumannya


"apa kau mengenal orang-orang yang memperbaiki semua ini?" Tanya Cessie


"Aku tidak mengenal semuanya, tapi aku tahu beberapa tetua. Anak muda sudah tidak melakukan hal seperti ini. Kenapa kau tanya?" Jawab Alex sambil memaskukan kembali guci kedalam kotak kaca.


"Aku punya seorang teman. Dia tak sengaja memecahkan porselen milik seseorang yang sangat berharga."


"Lalu apa?" Tanya Alex


"Masalahnya, orang itu tidak mau diganti yang lain dan hanya mau yang sama persis.Makanya aku minta bantuanmu, bisakah kau membantuku untuk mencarikan seorang ahli yang bisa diandalkan?"Cessie berharap Alex mau membantunya. Karena tidak mendapat jawaban dia mencoba mengingatkan tentang kejadian di bar


"Tidak! Kau pikir janjinya mudah apa? Kau tidak bisa ganti seenaknya hanya karena kau minta" Alex menolak membantu cessie lalu di beranjak pergi. Tapi cessie tidak habis akal. Dia mengejar Alex untuk meyakinkannya.


"Kalau begitu, kah anggap saja ini sebagai hutangku pada mu. Kali ini benar-benar situasi yang serius antara hidup dan mati seseorang. Aku janji akan membantu mu  jika suatu hari nanti kau butuh bantuanku." Bujuk cessie agar Alex mau membantunya.


Seketika Alex menghentikan langkahnya. Dia memiliki ide untuk mengikat cessie.


"Baiklah ! Aku punya permintaan yang butuh bantuanmu"


"Katakankah !" Jawab Cessie dengan yakin


"Jadilah pacarku" sahut Alex


"Apa?" Cessie tertegun langsung mundur serentak. Bantuan itu terlalu besar. Tidak bisa, ganti yang lain aja." Tolaknya


Alex diam sejenak sambil memikirkannya. Namun tak lama dia kembali menatap cessie.


"Cium aku sedikit" jawab Alex


Cessie dibuat semakin terkejut dengan permintaan Alex. Dia tidak menyangka akan syarat atas permintaannya.


"Aku memohon padamu dengan sungguh-sungguh. Jangan bercanda?!" Ucapnya dengan wajah memohon agar Alex mengurungkan niatnya


"Aku tidak bercanda denganmu. Bukankah kau bilang ini situasi antara hidup dan mati? Masa kau tidak bisa c**m aku sebentar?"

__ADS_1


Cessie dibuat bimbang antara iya dan tidak. Jika iya maka ini merupakan ciuman pertamanya. Sebelumnya dia belum pernah berciuman. Dia mempersiapkan itu untuk orang yang benar benar dia sukai yaitu ka Louis. Jika menolaknya maka ada seseorang yang sekarat di rumah sakit.


"Kalau begitu... c**m pipi saja yah? " cessie mencoba bernegosiasi dengan Alex


"Oke" Alex menerima tawaran cessie


"Kalau begitu tutup matamu !."


Alexpun menurutinya, dia langsung menutup mata dan menyodorkan pipinya.


Cessie meras enggan dan merasa bersalah dengan seseorang.


Kalau aku c**m pipinya, itu tidak dianggap c**man pertama, kan?


Demi menyelamatkan nyawa,


Lakukan saja! Aku cuma akan memberi kecupan kecil.


"Cepatlah, tidak boleh kurang dari lima detik." Ucap Alex membuyarkan lamunan cessie.


"Kau !" Kesal cessie


"Baiklah !" Pada akhirnya cessie tidak bisa berkelit


Ka Louis maafkan aku


Dengan wajah miris enggan melakukannya tetapi harus. Dengan ragu ragu cessie mendaratkan bibirnya di pipi Alex.


Cup.


Alex seketika membuka matanya.


1, 2, 3, 4, 5 detik. Selesai !


Cessie melepaskan bibirnya dari pipi Alex seraya memundurkan langkahnya.


"Sudah kucium. Berikan padaku !" Ucap cessie sedikit malu sambil menggosok gosok bibirnya.


"Temanmu pria atau wanita?" Tanya Alex penasaran dengan teman cessie sampai dia rela melakukan apa saja hanya untuk memperbaiki mangkuk itu


"Wanita, dia sahabat sekaligus teman serumahku."


Puas mendapat jawabannya, Alex akhirnya memberikan informasi yang cessie inginkan.


"Kau kirimkan saja barangnya ke alamat itu, nanti aku akan mengabari orang itu. Kalau sudah selesai, aku akan menghubungi mu." Ujar Alex


Cessie tersenyum menerima kartu nama yang di berikan oleh Alex.


"Terima kasih."


"Sama-sama. Kau mendapatkan itu dengan usahamu sendiri."


Cessie menjadi malu ketika Alex berkata di kalimat terakhir. Dia bergegas mengambil barangnya dan langsung pergi dengan tergesa gesa.

__ADS_1


Sementara Alex langsung membuka sarung tangannya dan memeriksanya.


"Ajaib. Tubuhku benar benar tidak ada reaksinya bersentuhan begitu intim dengannya" gumam Alex sambil menelisik bagian tangan dan tubuhnya. Meski sudah beberapa kali dia memastikan bersentuhan dengan cessie, tetapi belum seintim itu.


__ADS_2