
Gadis itu bernama Cessie atau sering di sapa sisi adalah gadis ceria energi dan memiliki hati yang baik. Memiliki wajah imut dan mungil dengan postur tubuh tidak terlalu tinggi kira kira 155 cm.Dia juga pekerja keras untuk membayar kuliahnya. Dia kuliah di EG university di kota S jurusan Seni mengikuti jejak idolanya atau lebih tepatnya cinta pertamanya yang kuliah di sana dengan jurusan berbeda.
Cessie berjalan menghampiri ranjang Alex mencoba mencari dompet atau ponsel Alex untuk mengetahu identitas pria ditolongnya.
"Maafkan aku tuan, aku butuh identitasmu untuk menghubungi keluargamu"
Dia meraba di saku celana Alex menemukan dompet berisikan kartu Atm dan kartu identitasnya dan beberapa lembar uang.
"Namanya Alexander Eghan" gumamnya sambil melihat kartu identitas pria yang ditolongnya
Lalu dia mencari ke saku jasnya dan menemukan ponselnya tapi sayang kondisnya kehabisan batre. Lalu dia memasang cargernya yang dia bawa dan menyambungkan ke ponsel milik Alex.
Setelah beberapa saat daya ponsel Alex terisi lalu cessie menyalakannya dan tak lama ada sebuah panggilan masuk.
"Halo dengan Presdir Alexander?" Suara seorang wanita menyebutkan nama Alex
"Jadi ternyata dia seorang CEO" gumam Cessie
"Maaf, ini bukan Alexander. Tapi Alexandernya sedang berada di rumah sakit. Apakah kau mengenal dia?" Tanya Cessie
Di seberang sana seorang wanita nampak terkejut mengetahui pria yang di pujanya masuk rumah sakit. Siska namanya, dia merupakan salah satu mahasiswa di EG university tempat Cessie kuliah. Dia mengambil jurusan mangement.
"Aah ya,aku mengenalnya. Ada apa dengan Alex?" Tanya Siska khawatir
"Dia hanya pingsan di jalan karena kelelahan. Bisakah kau kerumah sakit sebagai walinya. Aku sedang terburu buru untuk pergi tidak bisa untuk menjaganya di sini"
"Baiklah. Di rumah sakit mana?" Tanya Siska
"Rumah sakit Haven hospital ruang IGD"
"Baiklah. Aku akan segera kesana. Kau bisa pergi meninggalkannya. Aku akan segera sampai disana tidak terlalu jauh dari tempatku" ujar Siska mengakhiri panggilannya lalu bergegas pergi menuju rumah sakit.
Cessie merasa lega akhirnya ada orang yang akan datang untuk menjaga pria itu. Karena dia ada ujian di kampusnya jadi tidak bisa menunggu Alex di rumah sakit. Tak lama ada panggilan lagi dari ponsel Alex
"Halo" ujar Cessie
Mendengar suara asing yang mengangkat ponsel bosnya seketika orang di seberang membentaknya.
"Siapa kau? Mengapa kau menjawa ponsel milik Alex?" Cecar suara di seberang dengan keras mengetahui ada sesorang yang menyentuh barang bosnya. Selama ini tidak ada satu orang pun yang boleh menyentuh barang bosnya
Cessie sedikit menjauhkan ponsel alex begitu mendengar cecaran dari panggilan sebrang yang membetaknya. Lalu kembali mendekatkan ponsel ketelinganya
"Maafkan saya tuan menjawab telpon miliki tuan Alex. Tuan Alex sekarang ada di rumah sakit Havean hospital ruang IGD dia tadi pingsan di jalan kebetulan saya lewat di jalan itu terus membawanya kerumah sakit ini" jelas Cessie
"Terimakasih sudah menolong bosku. Maaf tadi sempat membentakmu" ujarnya menyesal
"Tidak masalah,saya mengerti kekhawatiran anda. Segeralah ke sini karena saya akan pergi tidak ada yang menjaganya "
"Baik, saya akan segera ke sana. Sekali lagi terimakasi" ujarnya lalu mengakhiri panggilan
__ADS_1
Setelah panggilan berakhir,Cessie menyimpan kembali dompet dan ponsel milik Alex di saku jasnya dan meletakan di lemari samping ranjang pasien. Lalu dia menuju bagian adminstrasi untuk membayar tagihan perawata Alex. Dia berharap uang nya cukup untuk membayarnya.
"Berapa tagihan atas nama Alexander Eghan pasien IGD yang tadi pingsan?" Tanya Cessi kepada staf admistrasi rumah sakit
"Apakah anda walinya nona?" Tanya Staf Admistrasi
"Ah...bukan saya yang menolongnya Biarkan saya yang membayarnya"
"Baiklah,tunggu sebentar !" Sahutnya sambil melihat komputer di depannya untuk mengecek tagihan pasien
"Untuk tagihan pasien IGD atas nama Alexande Eghan sebesar 50 USD nona" terang staf admistrasi
Lalu Cessie mengeluarkan uang dari dompetnya dan menyerahkan uang tersebut kepada staf admistrasi.
"Terimakasih" ucap Cessie lalu meninggalkan bagian admistrasi.
Cessie berjalan keruang IGD menghampir suster yang berjaga di sana.
"Suster, Bisakah kau menjaganya sampai walinya datang? Aku sedang terburu buru untuk pergi. Dan untuk tagihannya sudah saya lunasi" ucap Cessie menyerahkan bukti pembayaran kepada suster jaga
"Baiklah" sahut suster
"Terimakasih suster" ucap Cessie lalu meninggalkan ruang IGD dan pergi meninggalakn rumah sakit menuju tempat kerjanya.
Tak lama setelah kepergian Cessie meninggalkan rumah sakit, datang seorang perempuan keruang IGD. Sambil berlari tergesa gesa dia menghampir meja perawat yang berjaga di depan ruang IGD.
"Apakah ada pasien bernama Alexander di rumah sakit ini?" Tanya Siska dengan nafas tersengal senggal
"Ya, Alexander Eghan. Di sebelah mana dia?"
"Dari sini anda masuk terus lurus belok kekanan ranjang no 2" ucap Suster
Tanpa mengucapkan terimakasih Siska bergegas masuk keruang IGD mengikuti arah yang di jelaskan perawat tadi. Suasana ruang IGD tidak terlalu ramai hanya ada 3 pasien termasuk Alex.
Siska menghampiri ranjang Alex melihat kondisinya yang masih pingsan belum sadarkan diri. Dia duduk di kursi yang disediakan sambil menunggu Alex sadar.
Tak lama dia menunggu terdengar suara lenguhan.
"Eugh" lalu membuka matanya menatap ketas langit langit,dia bisa mencium aroma rumah sakit. Dia menyadari bahwa saat ini dirinya sedang berada di rumah sakit.
Mendapatkan Alex sudah sadar, Siska mendekat hendak membantunya untuk bangun.
"Jangan mendekat !" Cegah Alex dengan nada membentak agar wanita di depan tidak menyentuhnya
Siska mengerutkan dahinya meras tersinggung lalu menghentikan niatnya "Aku hanya ingin membantumu duduk" ucapnya
"Aku mampu sendiri" ucap Alex datar lalu membangunkan diri dan memposisikan dirinya duduk menyender
Datang seorang pria menghampiri Alex menyingkirkan Siska yang teralu dekat dengan bosnya.
__ADS_1
"Ouch" tubuhnya di singkirkan
"Presdir, kau baik baik saja" tanya Pria itu khawatir dengan kondisi bosnya yang sampai di bawa kerumah sakit. Tempat yang paling bosnya hindari.
"Tenanglah Neil, aku baik baik saja. Nanti kita bahas masalah ini" Ucap Alex agar asistennya tenang
Neil adalah asistenya Alex dia sudah mengikuti dirinya sejak lama.
Alex menoleh kearah Siska dan memperhatikannya. Siska yang merasa di perhatikan oleh Alex wajahnya memerah karena malu.
"Kau gadis yang menolongku ketika pingsan?" Tanya Alex memastikan dugaannya bahwa gadis di depanya yang menolongnya.
Siska mengerutkan dahinya berpikir licik untuk mengakui.
Pasti gadis itu yang menolongnya. Tapi kenapa Alex tidak tahu? Ah...biarkan saja ini kesempatan buatku untuk mendekatinya. Mengaku kalau aku yang sudah menolongnya
"Ya,aku yang menolongmu ketika pingsan dan membawamu kerumah sakit" Jawab Siska berbohong
"Terimasih kau sudah menolongku. Nanti akan aku balas kebaikanmu" ucap Alex datar
"Tidak usah presdir, saya ikhlas menolong anda" ucap siska tersenyum pura pura polos demi tujuannya tercapai
"Siapa namamu nona?" Tanya Alex
"Siska " sahut siska dengan wajah berbinar
Berpikir Alex ingin berkenalan dengannya
Alex menoleh ke arah asistennya memberi isyarat dengan menaikan alisnya
"Neil kau urus adminstrasi lalu kita pulang. Aku sudah tidak tahan berlama lama di rumah sakit. Dan panggilkan dokter atau suster kesini !" Perintah Alex beranjak dari ranjang pasien lalu melepaskan selang infusannya. Melihat ke arah lemari yang tidak tertutup rapat yang terselip jasnya. Alex membuka lemari kecil samping ranjangnya lalu mengambil jasnya memeriksa apakah ada ponselnya.
Lalu Neil keluar ruangan menemui perawat atau dokter untuk memeriksa dan membuat surat izin di pulangkan.
Sementar Alex hanya diam di sana menunggu kedatangan Neil. Tak lama datang Neil bersama perawat menghampri Alex. Siska menyingkir membiarkan perawat memastikan kondisi Alex.
"Tuan Alexander anda sudah siuman. Apakah ada keluhan lain?" Tanya suster sambil membawa catatan untuk mencatat data kesehatan Alex
Alex duduk di sisi ranjang "Tidak ada suster. Apakah saya bisa pulang hari ini?"
"Ya. Jika anda tidak ada keluhan. Hari ini anda bisa pulang" Ucap Suster menatap Alex memperhatikan kondisinya lalu menulisnya di buku catatan
Sudah mendapat izin pulang, Alex memakai jasnya lalu pergi keluar di ikuti Neil dan juga Siska.
"Nona Siska sebagai bentuk rasa terimakasihku biarkan kami mengantar dirimu pulang. Tunjukan saja dimana alamat rumahmu" Ajak Alex
Siska yang mendapat tawaran dari Alex merasa senang tentu saja dia tidak akan menolak kesempatan ini. Setahu dia seorang Alex tidak akan mau satu mobil bersama orang lain kecuali sang asistennya.
Siapa yang tidak mengenal seorang Alexander Eghan pengusaha muda sukses dibidang fashion. Di usia 18 tahuan dia menjalakan perusahaan yang hampir koleps dan dalam rentan waktu 10 tahun saja perusahaan tersebut menjadi perusahaan fashion terkemuka di negeri ini. Sungguh seorang Alexander merupakan sosok jenius bagi kalangan pembisnis.
__ADS_1
"Ah...saya sangat berterimakasih jika Presdir mau mengantarkan saya" Sahut Siska malu sambil menyelipkan rambut ketelinganya mencoba menunjukan sisi feminimnya.
Apakah benar wanita ini yang menolongku? Tapi kenapa aku merasa merinding ya?" Gumamnya dalam hati merasa tidak nyaman dengan kehadiran siska di sekitarnya padahal mereka tidak berdekatan atau bersentuhan.