
"Apa kau mendapat paketnya?" Tanya Sela.
Curiga dengan tampang kedua temannya yang memberengut ketika sampai rumah.
Cessie menghela nafas "Bukan hanya tidak dapat tapi kita juga merusak barang seseorang"
"Itu hanya sebuah mangkuk biasa. Aku bisa membelinya saat ini juga"ujar Tasya masih ngotot bahwa mangkuk itu hanya mangkuk biasa.
"Tapi, bukankah kau malam ini ada pekerjaan? Ini hampir jam 10 malam!"Cessie mengingatkan tasya sambil melihat jam di tangannya
"Bisakah kau tolong aku?" Tasya tiba tiba merengek meminta cessie untuk menggantikannya."aku tidak suka berhutang barang pada orang lain. Kejadian hari ini benar benar mengganggu hatiku" ujar Tasya memelas
"Tapi aku tidak punya pengalaman. Bagaimana kalau aku malah membuat masalah?" Cessie masih enggan mengikiti kemauan tasya untuk menggantikannya bekerja
"Pekerjaan ini tidak butuh pengalaman, kau cuma perlu terlihat cantik. Bukankah kau butuh pekerjaan? Bukankah ini kesempatan. Jadi, pergilah dan ganti bajumu !" Rayu tasya untuk meyakinkan cessie. Dia langsung mengajak cessie berganti baju dengan seragam kerja milik Tasya tanpa di beri kesempatan untuk menolaknya. Sela yang melihat itu hanya memutar bola mata malas dengan kelakuan temannya.
Tempat kerja yang di maksud oleh Tasya ternyata adalah sebuah bar. Cessie harus memakai seragam yang ketat dan pendek . Dia terus berusaha menarik kebawah rok agar tidak terlalu pendek dan berusaha kerah bajunya agar tidak terlalu terbuka. Seragam itu ternyata membuat dirinya merasa tidak nyaman.
"Aku melihat tasya memakai ini sebelumnya. Tapi kenapa saat aku memakai terasa canggung?" Gerutunya sambil terus membernarkan roknya
Cessie terus berjalan di koridor bar. Manager bar itu tiba tiba memanggilnya.
"Kau sisikan?" Tanya Manager bar sambil memperhatikan penampilan cessie dari atas sampai bawah. Di tersenyum sepertinya merasa puas dengan penampilan cessie
"Temanmu tasya yang merekomendasikan mu untuk kerja di sini. Ini kau pakai !" Manager menyerahkan name tag yang harus di gunakan cessie
Cessie menerima name tage itu "Sisi?ternyata aku di panggil begitu di sini". Gumam cessie seraya tersenyum karena nama sisi biasanya hanya Louis dan keluarganya yang memanggilnya seperti itu.
"Aku disini mengggantikan tasya. Apa yang bisa aku lakukan?" Tanya cessie penuh semangat
Manager bar terkekeh melihat semangat cessie "Membantu apa? Kau sungguh menarik !" Pujinya. Cessie yang mendapat pujian hanya tersenyum malu.
"Sebenarnya pekerjaan di sini sama saja seperti pekerjaan lain di luar sana. Hanya saja, pelanggan di sini lebih dermawan dan suka memberi tip besar."
Cessie terlihat tergiur dengan ucapan Manager bar. Bisa mendapatkan tips besar akan mempermudah dirinya memenuhi kebutuhannya.
__ADS_1
"Kau baru di sini. Tunggulah diruang privat untuk berisap. Kau tidak perlu khawatir !" Ucap Direktur agar cessie cepat bersiap memulai pekerjaanya
"Manager Shen!" Panggil seorang pegawai sambil menghampirinya "Tuan Eghan disini !" Ucap pegawai itu melaporkan bahwa Tuan Eghan sudah datang.
Manager Shen menoleh "Dia sudah sampai disini?" Dibalas anggukan dari pegawai itu
"Kalau begitu, panggil beberapa wanita. Katakan pada para tamu kita bahwa ada masalah kecil terjadi dan suruh mereka pergi dan bilang kepada skurity agar jangan menerima tamu lagi" ucap Manager Shen kepada Pegawai.Pegawai itupun pergi melaksanakan perintah dari Manager bar.
***
"Ayo cepat...cepat berbaris. Rapihkan semuanya !" Teriak Manager Shen merapihkan barisan para gadis untuk menyambut tamu istimewa.
Cessie dan beberapa gadis lainnya berbaris di depan pintu untuk menyambut kedatangan sang Tuan Muda Eghan.
Tak lama sebuah mobil sport memasuki halaman lobby. Seorang pria menghampiri mobil itu dan membukakan pintu mobil. Cessie penasaran dengan sosok yang akan keluar dari dalam mobil.
Seorang pria dengan postur tinggi keluar dari mobil itu. Dia memakai stelan berkelas dan mewah yang semakin membuatnya terlihat tampan. Pria itu memakai sarung tangan di kedua tanganya menambah kesan misterius bagi yang melihatnya. Ternyata pria itu adalah Alexander Eghan.
Cessie yang menyadari siapa pria itu terkejut dia langsung menutupi wajahnya
Alexander terus berjalan memasuki bar itu setelahnya para gadis juga masuk tapi tidak dengan cessie. Dia masih enggan untuk masuk kedalam bar. Dia masih berdiri di luar.
Manger yang menyadari ketidak hadiran cessie, lalu kembali keluar dan menemukan cessie masih berdiri di sana.
"Sedang apa kau di sini? Ruang private butuh orang, cepat masuk!" Tegur Manager.
"Aku masih baru, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, jadi aku berjaga di depan pintu saja."
"Tidak bisa!" Bentak Manager Shen "Kau pengganti tasya, kau harus bertanggung jawab" ujar Manager Shen memakasa.
"Tapi aku...?!"
"Tidak ada alasan ! Kau harus melayani tuan Eghan sekarang ! Dia sudah memesan minuman "
Cessie dengan terpaksa menurutinya. Mau tidak mau dia jarus bertanggung jawab.
__ADS_1
Di dalam bar, alunan musik menggema
Sementara tamu-tamu yang lain berjoget mengikuti alunan musik. Sementara Alex sendiri hanya duduk diam menonton mereka dengan rasa iri. Mungkin dalam hatinya dia ingin seperti mereka yang bisa berbaur dengan orang lain.
Cessie berusaha menyembunyikan wajahnya saat menyajikan menyajikan minuman. Setelah meletakan minuman di meja Alex, dia cepat-cepat pergi menghindar takut Alex mengenalinya.
"Tunggu sebentar !" Cegah Alex
Cessie sontak menghentikan langkahnya.
"Mati aku. Dia mengenaliku. Dia tahu aku dari universitas dan jurusan apa. Aku bahkan mendapat beasiswa dari nya. Bagaimana kalau dia melaporkan hal ini?" Gumamnya cessie was was
Alex hanya melirik dengan wajah datar
"Kau kemarilah !"
Dengan terpaksa cessie kembali menghadap Alex sembari tetap menunduk berusaha menyembunyikan wajahnya.
Jelas Alex mengenali wajah cessie tapi dia hanya pura pura saja. Lalu alex melempar sekotak perhiasan ke nampan yang di bawa cessie.
"Ini tipmu. Kau lupa mengambil nya."
Cessie sedikit terkejut dengan tip yang di berikan kepadanya.
"Terima kasih!" Ucap Cessie masih menunduk lalu bergegas pergi secepatnya.
Karena Alex tadi tidak mengatakan apapun tentangnya, Cessie jadi mengira kalau Alex tidak mengenalnya. Dia membuka kotak itu.
"Astaga!" Pekik Cessie dengan mata membulat mendapati isi kotak itu ternyata sebuah kalung mewah.
"Dia menggunakan statusnya sebagai orang kaya untuk memberikan kalung pada orang lain. Sungguh menakutkan." Ujar Cessie
***
Dukung terus Author ya...
__ADS_1
Tinggalkan like, comen dsn votenya...😊😊😊