
"Akhirnya sampai juga" ujar Cessie sambil memperhatikan interior hotel lalu di berjalan menghampiri resepsionis di sana
"Ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya Resepsionis sopan menampilkan senyum ramahnya.
"Kamar atas nama Cessie Laura" sahutnya sambil menyodorkan bukti pemesana kamar yang di pesannya via ponsel.
Resepsionis mengambil ponsel cessie sambil mencocok kan bukti pemesanan kamar hotel.
"Kamar atas nama Cessie Laura 1207 dan 1208" lalu menyerahkan kunci dan bukti pembayaran yang sudah di cetak print.
"Terimaksih" sahutnya tersenyum menerima kunci kamarnya lalu pergi menuju kamar yang di pesannya.
Cessie memasuki kamar 1207 dengan wajah cerianya dia membersihkan diri lalu menyiapkan peralatan tulisannya.
Cessie menulis surat pernyataan cintanya di sisi sebelahnya nampak gambar Louis yang sudah selesai di gambar. Cessie terlihat bahagia ketika menulis.
Surat pernyataan cintanya dia masukan kedalam amlop berwarna pink, merekatkannya dengan wex seal dan menstempelnya dengan cincin. Dia memeluk surat itu penuh cinta berharap louis membacanya.
Cessie membawa surat itu ke kamar sebelahnya di mana nanti louis dan teman temannya menginap. Dia masuk ke kamar merapikan kasur tempat tidur yang akan di gunakan louis dan meletakan surat cintanya di bawah bantal bersama cincin.
Cessie mengatupkan kedua tangganya layaknya orang berdoa" Semoga pernyataan cinta ini berhasil"
Ponsel cessie berdering menampilkan panggilan masuk dari Louis. Cessie terkejut "efektif sekali"gumamnya berpikir bahwa doanya akan segera terkabul. Lalu dia menggulir tombol mengangkat panggilannya "Hallo, ka louis ! Kalian sudah sampai mana?"
"Kami sedang di jalan. Kami pasti sampai sebelum malam"
"Baiklah, aku akan menunggu kalian. Aku juga sudah menemukan lokasi untuk melihat fenomena itu. Tapi bisakah nanti malam kita hanya berdua saja ketika meliahtnya" Cessie berbicara pelan nampak semburan merah di wajahnya
"Baik. Maafkan aku sisi membuat mu menunggu" ujar Louis menyesal
Cessie mengangguk "Sampai jumpa !"
Cessie tersenyum bahagi, tak sabar menantikan momen menatap hujan meteor berdua bersama Louis. Dia bahkan sudah melukis moment itu meski belum terjadi.
__ADS_1
***
Alex mengajak Siska berlibur di hotelnya. Dia sengaja mengajaknya pergi untuk memastikan kebenaran ketika dia pingsan bahwa siska yang menolongnya.
Sejak dari awal naik mobil sampai melakukan perjalanan, senyum itu tidak pernah hilang dari wajah Siska. Siska nampak menikmati pemandang sepanjang perjalanan.
"Cuaca sangat bagus hari ini. Kita akan pergi kemana?"
"Kita akan pergi ke hotel perusahaan.Tempatnya agak terpencil penduduknya tidak banyak tetapi pemandangannya bagus cocok untuk berlibur" Jelas Alex tetap fokus menyetir mobil
"Tempatnya sepertinya jauh, jika ingin pulang pergi dari hotel kembali kekampus. tentu sampai malam sampai kampus"
"Aku sudah memesankan Suite Room untuk mu untuk beberpa hari. Anggap saja sebagai liburan. Nanti aku akan memberitahukan Direktur kampus bahwa kamu pergi bersamaku" Ucap Alex
"Ah, begitu ya " tersenyum malu. Siska beranggapan mungkin Alex ingin menghabiskan waktu bersamanya
Alex hanya melirik sebentar ke arah Siska lalu kembali fokus menatap jalan.
Louis dan kawan kawan memanggil montir untuk meperbaiki mobilnya tentu itu butuh waktu yang lama mengingat jarak mereka sampai hotel masih jauh.
"Jangan banyak bicara ! cepat cari pengendara lain. kita numpang berkendara" Timpal Louis melepaskan kacamata. Dia sedikit kesal dengan temannya yang terus mengeluh sejak kecelakaan itu.
Mereka berencana mencari tumpangan dari pengendara lain karena jalan itu mengarah kehotel. Karena lokasinya di pinggiran kota tentu jarang ada pengendara yang lewat jika bukan karena mereka liburan. Tentu bagi mereka yang berniat liburan lokasi ini cocok.
Setelah menunggu cukup lama terlihat dua mobil mewah dari ujung belokan akan melewati mereka.
"Ada mobil yang akan lewat" Teriak Vero menoleh kearah Louis dan Marcel yang sedang berbicara sambil menunjuk kearah mobil yang sedang melaju
"Ada mobil...Ada mobil"
Louis dan Marcel mengarah pandangannya k arah mobil yang melaju. Mereka bersiap untuk menghentikannya berniat untuk menumpang sampai hotel Eghan.
Mereka merentangkan tangannya ke atas lalu melambai kan untuk menghentikan sipengendara agar melihat mereka yang membutuhkan pertolongan.
__ADS_1
"Berhenti sebentar " Teriak Mereka bersamaan
"Tolong berhenti sebentar"
Tapi pengendara itu tidak mempedulikan teriakan mereka, tetap melajukan mobilnya melewatinya. Ketika mobil itu melewati Louis dan kawan kawan, salah satu teman Louis mengenali penumpang wanita di sebelah pengendara mobil. Karena jendela mobil terbuka maka Vero mengenali wajah Siska yang duduk di dslam mobil
" Bukannya itu Siska?Kenapa dia berada di dalam mobil itu?"
"Mungkin dia sedang liburan" Sahut Louis " Ayo kita cari pengendara lain yang mau menolong kita" Ajaknya lalu kembali memperhatikan jalanan berharap ada pengendara lain yang lewat.
***
Di hotel semua karyawan sedang sibuk mempersiapkan sesuatu. Cessie yang akan ke lobby untuk keluar menunggu Louis mengerutkan dahi memperhatikan karyawan hotel seperti tergesa gesa melakukan pekerjaannya.
"Apa akan ada acar penting di hotel ini" pikir Cessie. Tentu biasanya jika karyawan hotel betingkah seperti itu biasanya akan ada acar penting yang di selenggarakan atau akan ada kedatangan tamu penting.
Cessie berfoto di bawah lukisan yang terpajang. Dia merasa kurang nyaman meliaht raut wajah para karyawan apa lagi tindakan mereka berlarian terekam di ponselnya ketika berfoto. Cessie menghampiri resepsionis untuk menanyakan prihal ini.
"Ada apa ini? apakah akan ada acara penting disini?" Tanya Cessie penasaran
"Bukan acar penting, melainkan tamu penting. Dia bos besar hotel ini" Jawab Resepsionis gelisah
"Oh bos besar hotel ini" menyerahkan minuman kehadapan resepsionis " Sudah jangan terlalu gelisah. Minum kopi ini biar kau rilex untuk menghadapinya" Sambil tersenyum ramah
Resepsionis itu berterima kasih menerima pemberian cessie lalu meminumnya untuk menenangkan kegelisahaannya.Dia melnjutkan pekerjaannya.
"Mengapa harus seheboh ini?" gumam Cessie meninggalkan resepsionis lalu pergi keluar hotel. Ketika keluar hotel dia melihat karyawan hotel nampak berjajar untuk menyambut sesorang. Mungkin bos besar itu, cessie mengankat bahu tidak mempedulikan lalu berbelok kearah taman.
Dia memperhatikan kondisi taman di sana juga ada beberapa karyawan atau petugas kebersihan yang sedang membersihkan taman. Dia duduk dikursi sambil memperhatikan mereka.
"Perhatikan penampilan kalian ! jangan lupa tersenyum untuk menyambut bos besar " ujar Manager Hotel memgingatkan bawahannya untuk memberikan pelayanan terbaik
Para Karyawan secara bersamaan merapihkan penampilannya bersiap untuk menyambut tamu penting hotel ini.
__ADS_1
Nampak mobil memasuki lobby hotel, mereka yang berdiri bersiap untuk menyambutnya. Siapa sangka orang yang akan di sambutnya malah tidak ada di mobil itu.
Mereka semua lemas tak berdaya orang di tunggu sejak tadi tidak ada. Maneger tentu sudah tahu jika seperti ini pasti bos besar sudah masuk hotel melalui jalan lain dan memilih tempatnya sendiri. Dia menghela nafas panjang meratapi nasibnya nanti bersiap menghadapi sang bos besar.