PRESDIR PEMAKSA

PRESDIR PEMAKSA
BAB 3


__ADS_3

Mereka bertiga berjalan beriringan menuju parkiran. Sesampaimya di parkiran Neil menekan tombol otomatis kunci mobil.


"Beep"


Lalu membuka pintu mobil mempersilahkan Alex memasuki mobil di kursi penumpang.


Siska yang hendak membuka pintu mobil di sisi satunya dihentikan oleh Neil.


"Maaf nona, anda duduk di depan " Ucap Neail datar


Siska yang mendapat larangan dari Neil seketika menghentikan tangannya untuk membuka pintu mobil lalu beralih menuju kursi depan dan duduk bersebelahan dengan Neil.


"Padahal aku berharap duduk bersama dengan Alex. Tapi kenapa tidak boleh" Gerutunya dalam hati


Mobil pun melajau meninggalkan rumah sakit. Di dalam mobil Alex hanya terdiam tanpa mengucapkan satu katapun. Otaknya berpikir siapa yang berniat jahat kepadanya sampai mengirim para gadis?


Apakah ada seseorang yang mengetahui kondisinya? Selama ini tidak ada yang tahu tentang kondisinya yang mengidap OCD akan kotoran dan sentuhan orang lain kecuali asistennya. Tidak mungkin asistennya membocorkan tentang kondisinya. Neil sudah mengikutinya sebelum dia mengidap OCD.


Dia memang tadi pergi keluar sendirian siapa sangka akan ada kejadian seperti ini yang bahkan nyaris merenggut nyawanya. Untungnya Tuhan masih menyayanginya mengirim seorang gadis untuk menolongnya.


Sentuhan dari gadis itu tidak berdampak negatif pada tubuhnya malah sebaliknya sentuhannya bahkan mampu membuatnya tenang.


Alex melihat kearah Siska "Benarkah gadis itu yang menolongnya?" Gumamnya dalam hati. Alex tidak terlalu memperhatikan sosok gadis penolongnya karena kondisinya yang lemah hanya sentuhannya yang dia ingat. Sentuhan yang memberikan keajaiban bagi tubuhnya.


Untuk memastikannya aku akan menjadikan dia sebagai pacarku


Siska menoleh kebelakang ke arah Alex sambil tersenyum "Terimakasih Presdir sudah mengantar aku pulang"


Sesaat pandangan mereka beradu lalu Alex.


"ekhm...ekhm. Nona maukah kamu menjadi pacarku?" Tanya Alex to the poin dari arah belakang


Siska tercekat mendengar pernyataan cinta Alex secara mendadak. Tentu dia tidak akan menolaknya ini adalah kesempatan baginya. Dengan malu malu Siska mengangguk "Aku mau jadi pacarmu Presdir" Ujarnya dengan rona merah di pipinya

__ADS_1


"Berikan no ponselmu kepada Neil. Nanti aku akan menghubungimu" Ucapnya Alex sambil tersenyum. Tentu dia harus lakukan itu untuk memastikan kembali bahwa gadis di depannya adalah orang yang menolongnya.


"Tidak sia sia Direktur Rico memberikan no ponsel Presdir Alex saat itu kepadaku. Secara kebetulan ada kejadian ini, jadi Alex menganggap aku sebagai penolongnya. Tentu itu bagus untuk mendekatinya" Gumam Siska tersenyum bahagia sambil menatap kearah depan melihat jalan raya.


****


Di tempat lain Cessie dengan tergesa gesa  berlari menuju kampusnya lalu menuju kelasnya.


"Dari mana saja kau ini?" Tanya Farel menunggu Cessie di depan kelas. Farel adalah ketua dari jurusan Seni seangkatan Cessie.


Dengan nafas tesenggal senggal Cessie menjawab"Aku habis menolong seseorang yang pingsan di jalan ketika aku hendak pergi kesini"


"Ayo masuk ! Sebentar lagi ujian akan segera di mulai " ajak Farel menarik tangan Cessie kedalam kelas.


Mereka duduk bersebelahan dan mengeluarkan peralatan tulis untuk nanti menulis jawaban ujian.


Dosen memasuki ruang kelas dan segera membagikan soal ujian. Mereka semua mengerjakan soal ujian dengan tenang


"Waktu tingal 10 menit lagi. Segera selesaikan dan bawa jawabn dan soal ujian kalian ke depan!" Ujar Dosen mengingatkan waktu ujian hampir habis


"Huft" merentangkan tangan ke atas "Akhirnya selesai juga" Ujar Cessie lega lalu beranjak berdiri menoleh kearah Farel


"Kau sudah selesai?"


"Hmmm" Farel mengangguk


"Ayo kita serahkan ini lalu keluar" Ajak Cessie lalu berjalan ke arah depan menyerahkan jawaban dan soal ujian kepada Dosen di ikuti oleh Farel


Sambil berjalan Farel memikirkan bagaiman cara mengungkapkan perasaanya kepada Cessie. Selama ini dia menyimpan perasaan selain teman terhadapnya.


"Tanggal 14 bulan depan apakah kau punya rencana sisi?" Tanya Farel gugup


Cessie menoleh "Kenapa kamu menanyakan itu?" Balik bertanya

__ADS_1


Farel tersenyum salah tingkah " Apa kamu tahu tanggal 14 bulan depan di prediksi akan terjadi hujan meteor"


Cessie nampak tersenyum gembira mendengar berita itu. Dalam pikirannya dia mendapatkan ide untuk mengaku perasaannya kepada Idolanya di waktu yang tepat.


Melihat Cessie tersenyum sendiri, Farel melambai lambaikan tangannya di depan wajah Cessie.


"Sisi, kamu mendengarkanku?" Ujar Farel namun tidak ada respon dari Cessie. Dia masih tersenyum sendiri seperti membayakan sesuatu.


Farel kebingungan melihat tingkah cessie.


"Cessie !" Teriak Farel sambil mengguncang tubuhnya


"Ah. Ya" Sahut Cessie terkejut lalu menoleh ke arah Farel dengan wajah memberengut kesal.


"Kau ini" Ujarnya kesal


"Siapa suruh kamu senyum senyum sendiri tidak jelas.Tidak memperhatikan pertanyaanku" Ujar Farel


"Aaah. Maaf, aku tadi melamun" sambil cengengesan menggaruk kepala yang tidak gatal." Memang apa yang kamu tanyakan?"


Farel mengambil nafas "Aku berencana mengajakmu keluar di tanggal 14 bulan depan"


Cessie mengetuk jari telunjuknya di dagu nampak berpikir "Sepertinya aku tidak bisa. Maafkan aku!" Sesalnya


Wajah Farel berubah murung mendapat penolakan dari Cessie.


"Apa kau berencana pergi dengan seseorang di tanggal itu? seperti pacar?"


Cessie menyenggol bahu Farel " Hei, aku belum punya pacar tahu"


"Lalu di tanggal itu,kamu akan kemana?"


"Itu rahasia !" Ujar Cessie sambil mengedipkan mata " Aku duluan ya !" sambil melambaikan tangan meninggalkan Farel

__ADS_1


Farel menatap kepergian Cessie dengan wajah murung "Padahal aku ingin mengungkapkan persaanku padamu Cessie"


***


__ADS_2