PRESDIR PEMAKSA

PRESDIR PEMAKSA
BAB 18


__ADS_3

Cessie dan Alex akhirnya sampai di halte. Mereka berteduh menunggu hujan reda sekaligus menunggu bus untuk membawa mereka pulang dari tempat terpencil.


Cessie mengibaskan rambutnya yang basah sehingga cipratan airnya mengenai wajah Alex.


"Hentikan itu !" Ujar Alex kesal sambil mengusap wajahnya yang terkena cipratan air dari rambut cessie


Cessie menghentikannya lalu menoleh dan menatap Alex yang bertampang kesal.


"Maaf. Aku tidak betah dengan rambutku yang basah takut terkena flu. Apa kau tidak mau mengeringkannya" tanya Cessie


"Lupakan. Lagipula tidak ada yang lebih menyedihkan dari sekarang" Sahut Alex


"Hacihm" tiba tiba Cessie bersin tepat di depan wajah Alex sehingga semburannya mengenai wajah Alex


"Maaf. Aku sungguh minta maaf karena ini" Cessie panik dan spontan mengelap pipi Alex yang terkena bersinnya


Alex sontak melebarkan matanya terkejut.


Wajahnya terkena semburan bersin. Dia menepis tangan cessie yang menyentuhnya. Dia menatap kesal kepada Cessie


"Dekat denganmu, kesial benar benar tidak habisnya" ujar Alex kesal


"Maaf.aku benar benar bersalah padamu" cessie menyesal sambil menundukan kepalanya.


"Kalau kau sungguh menyesal, maka katakan sesuatu yang membuatnya sedih biar aku senang"


Cessie mendongakan kepalanya menatap Alex heran"Kau benar benar rumit " ujarnya


"Baik. Jika tidak mau juga tiadak apa apa. Kalau begitu ceritakan apa isi surat yang membuatmu terus mengejarku?" Tanya Alex penasaran dan penuh maksud


Cessie menatap Alex, dia nampak ragu untuk memberitahukan.


"Hanya...?!" Ragu ragu mengatakannya


"Hanya surat biasa" ujar cessie berbohong


"Suart biasa?Alex tidak percaya


"Itu pasti surat cinta untuk priakan?" Tanya Alex dengan nada menyelidik


"Bukan.itu surat hutang" jawab Cessie asal menyangkal dugaan Alex


"Mana mungkin surat hutang di simpan di amplop pink !"Alex tidak percaya sambil menyunggingkan bibirnya.

__ADS_1


Seketika mata cessie membulat lebar. Dia terkejut darimana Alex mengetahui isi suratnya bahwa bukan surat hutang.


"Kau melihat suratnya?" Tanya cessie dengan mata melebar menatap tajam Alex


"Aku akui sempatt melihat surat itu ketika membersihkan kamar. Lalu aku membuangnya"


"Kau membuangnya?"Cessie kembali terkejut sampai dia bangkit dari duduknya dengan mata membulat


"Benar.Mungkin sekarang surat itu sudah di bakar ditempat sampah bersama sampah sampah lainnya" ucap Alex tanpa bersalah.


"Apa kau tahu berapa banyak keberanian yang harus kukumpulkan untuk menulis surat itu?! Dan semua yang ada di dalamnya, sekarang hilang!" Ucap Cessie geram penuh emosi menatap tajam Alex tidak percaya pria didepannya tidak merasa bersalah sedikitpun sudah membuang barang orang lain.


"Mana aku tahu kalau surat itu surat cinta. Lagian kenapa juga kau menaruh surat itu di kamarnya"ucap Alex acuh mengangkat bahunya


Cessie yang mendengar alasan Alex semakin geram. Dia terus menatap tajam Alex seakan siap menerkam. Tangannya mengepal kuat.


Alex menyunggikan bibirnya keatas sambil menatap curiga kepada cessie "Tunggu dulu... jangan-jangan... surat cinta itu untukku?"


"Sembarangan ! Bentak cessie "Semua ini gara-gara kau yang mendadak pindah ke kamar itu dan mengacaukan semua rencanaku. Gara-gara kau juga aku jadi terperangkap di sini sekarang" ucapnya sedih rencananya untuk menyatakan cinta tidak terlaksana sesuai harapannya. Lalu cessie membalikan badannya menatap keatas langit.


"Hujannya ke mana? Kapan berhentinya?" Gumamnya sambil menadahkan tangannya keatas dan memandang langit yang penuh dengan bintang bintang.


Alex menoleh ikut memandangi langit.


"Sebenarnya aku berencana melihat hujan meteor malam ini bersama pria itu dan menyatakan cinta padanya"


"Aku tidak menyangka,aku malah bersamamu" ujarnya penuh emosi sambil menunjuk Alex


"Aku juga tak pernah menyangka. Hari ini seharusnya aku bersantai di spa, tak kusangka kalau aku bakalan harus berlumur lumpur dan menemanimu menunggu bis di sini" Alex beranjak berdiri dengan pongah dia mendekat.


"Lagipula, apa sesulit itu untuk menyatakan cinta? Sepertinya pria yang kau sukai masih kuliahkan? Menghadapi pria seumuran dengan atmosfir romantis pada usia seperti itu hanyalah ilusi yang dimiliki para gadis. Persis seperti pita di atas kado, tidak berguna sama sekali. Lebih baik dia ngomong langsung saja pada pria itu"


"Berhenti ! jangan samakan dia dengan playboy macam kau! Dia bukan perayu sepertimu!" Teriak Cessie tidak terima pria yang di sukainya di sandingkan dengan pria didepannya yang begitu saja mencampakan seorang wanita. Dia masih mengingat jelas bagaiman acuhnya pria didepannya kepada pacarnya saat di hotel.


"Aku perayu? Siapa tadi yang mendorongku ke sawah? Dan saat tanganmu merabaku, kenapa aku merasa kau sangat berpengalaman?"ucap Alex mengingatkan bagaiman cessie meraba raba tubuhnya


"Stop ! Jangan katakan lagi !" Ucap Cessie panik sambil menutup telinga dan matanya. Dia tidak ingin mengingat kejadian itu. Baginya itu terlalu memalukan. Bagaimana dia begitu berani bertindak seintim seperti itu terhadap lawan jenisnya yang bukan siapa siapa baginya.


Alex menyunggingkan senyumnya sedikit terhibur melihat reaksi gadis didepannya. Lalu dia menatap keatas langit yang sedang ada hujan meteor.


"Hei gadis bodoh !" Panggil Alex matanya terus melihat keatas langit


"Kenapa? Jangan memanggilku ! Jangan membicarakan hal yang tidak penting ! Aku tidak ingin melihatnya !" Sahut cessie masih menutup telinga dan matanya. Dia takut Alex membicarakan kembali kejadian di sawah.

__ADS_1


"Kau benar benar tidak ingin melihatnya?" Tanya Alex masih menatap langit


"Tidak mau !" Sahut cessie semakin menutup matanya dengan telapak tangannya.


Alex melihat kearah cessie yang sedang menutup rapat matanya. Lalu dia mendekat di belakang cessie dan melepas paksa kedua tangan cessie dari wajahnya.


"Apa yang kau lakukan? Ucao cessie berontak. Namun seketika dia berhenti berontak begitu melihat hujan meteor yang sedang berlangsung. Matanya membulat memandangi hujan meteor diatas langit. Dia begitu terpana dengan keindahan langit malam itu.


"Indahkan?" Tanya Alex dengan suara lembutnya


"Sangat magis." Kagum Cessie. "Jadi hujan meteor itu seperti ini. Pertama kalinya aku melihatnya. Oh yah, make a wish!" Lalu cessie berdoa mengatupkan tangannya dan memejamkan mata.


Alex yang melihat itu merasa geli dengan tingkah polos cessie.


"Kau benar benar polos" ucap Alex lalu sedikit menyingkir dan berdiri di samping cessie.


"Kau begitu naif. Itukan hanya sampah yang terbang di alam semesta. Membayangkan kau berdoa pada kotoran itu, bau sekali" ucap Alex mengejek sambil mengibaskan tanganya seakan akan dia merasa jijik


Seketika cessie membuka matanya. Dia merasa terganggu dengan ucapan Alex. Dia tidak terima mengangap dirinya yang sedang berdoa kepada bintang yang dianggap kotoran bagi Alex.


"Jangan bicara lagi ! Dasar pria dewasa yang takut dengan kotor ! Apa mengurangi hal negatif bisa membuatmu mati?" Ucap Cessie tidak terima.


"Baiklah. Kalau begitu, aku akan make a wish juga. Pertama, aku menginginkan mobil datang secepatnya kemari dan membawaku dari tempat kotor dan seram ini. Ah, siapa namamu?" Sambil menunjuk kearah cessie


"Bukan urusanmu !" Sahut cessie membentak


"Baiklah. Harapan keduaku adalah..."


Sepertinya doanya manjur, seketika itu pula ada bis yang datang bahkan sebelum Alex sempat mengucap harapan kedua.


"Mobil ! Ada mobil datang !" Ujar cessie sambil menunjuk arah mobil datang. Alex menoleh melihat kearah mobil yang mendekat.


"Tidak mungkin. Begitu efektif" gumam Alex tidak percaya harapannya terkabul


"Lihatlah ! Inilah keajaiban dunia" lalu menoleh kerah Alex "Kemudian harapan keduamu pasti akan segera terwujud"


Alex memalingkan wajahnya kembali menatap langit sebentar sebelum mereka menaiki bus.


***


Tinggalkan like , comen dan votenya.


Dukung Author selalu ya...😇😇😇

__ADS_1


__ADS_2