PRESDIR PEMAKSA

PRESDIR PEMAKSA
BAB 48


__ADS_3

Keesok harinya cessie kembali kekantor Alex dengan wajah kesal.


"Ini aku kembalikan !"Begitu sampai ruangan cessie langsung memberikan dukumen itu kepada Alex.


Alex mengerutkan dahinya ketika cessie mengembalikan dokumen itu dengan percaya diri.


"Kau begitu percaya diri sekali. Apa kau sudsh mengingatnya semua?" Tanya Alex


"Aku sudah menghafalnya sejak semalam. Bahkan sampai lupa makan. Otakku hanya terisi dengan ini. Kalau kau tak percaya, coba kau tes saja. Jika aku tidak bisa menjawabnya maka aku mengaku kalah." Ujar cessie percaya diri. Dia yakin bisa menjawab jika Alex benar mau mengujinya.


Alex terkekeh melihat kepercayaan diri cessie. Dia tidak membutuhkan untuk menguji cessie sudah menghafalnya atau tidak. Alex dengan entengnya melempar dokumen itu.


Cessie yang melihat itu tertegun heran "Apa yang kau lakukan?"


"Tamu tamu di daftar ini tidak penting. Yang terpenting hanya satu orang." Alex lalu menyerahkan sebuah artikel yang berisi perusahaan Osmond.


"Zoe Osmond. Dia tamu rahasia di acara itu dan alasan utamaku menghadiri acara ini. Sayangnya, dia tidak ada dalam daftar tamu dan aku tidak banyak tahu tentangnya."


"Tidak ada dalam daftar tamu?" Cessie sedikit heran padahal semua tamu yanga akan hadir tertulis di dokumen itu .


"Terus bagaimana caranya aku harus mencarinya?" Tanya Cessie


"Apa cara tercepat untuk mencari jawaban yang tidak diketahui dari sebuah pertanyaan?" Alex balik bertanya


Cessie memikirkan cara untuk mencari seseorang yang tidak ada dalam daftar tamu.


"Proses eliminasi?" Jawab Cessie. Berarti dia harus mengeleminasi tamu tamu yang sudah dia hafal. Dan jika menemukan tamu yang tidak ada dalam daftar berarti orang itu adalah Zoe Osmond.


"Memangnya kau tidak bisa menghapalnya sendiri?!" Tanya cessie


"Kepalaku pusing kalau harus menghapal. Dan lagi, aku harus menangani Rico. Jadi aku tidak ada waktu." Alex memberikan alasan.Lalu dia bangkit berjalan kearah cessie dan langsung mencengkram pipi cessie.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" Cessie terkejut dengan tindakan Alex


Alex memperhatikam wajah cessie dengan jarak begitu dekat


"Sepertinya kau sangat bekerja keras sampai sampai ada lingkaran hitam di matamu." Ucap Alex


"Lepaskan !" Cessie berusaha melepaskan diri dari cengkraman Alex. Alexpun segera melepaskannya.


"Tetap saja, tidak cukup bagus." Sindir Alex mengomentari wajah cessie.


"Apa yang tidak bagus?" Cessie dibuat bingung tidak tahu maksud ucapan Alex


"Wajahmu." Jawab Alex


"Aku tahu aku jelek. Terimakasih sudah mengingatkanku." Kesal Cessie


"Siapa yang bilang kau jelek? Aku hanya merasa kau perlu sedikit dipoles. Ayo, akan kucarikan MUA yang bagus untuk memoles sedikit bedak ke mukamu lalu membantumu mengganti bajumu yang jelek ini." Ucap Alex lalu menyeret cessie ke suatu tempat.


Ternyata Alex membawanya ketempat spa. Cessie di serahkan kepada pegawai untuk melakukan spa.


Para pegawai langsung menggiring cessie ketempat spa.


Setelah melakukan spa, Alex mendudukkannya di meja rias.


"Duduklah !" Ujar Alex mendudukan cessie di depan meja rias.


Cessie di buat bingung karena tidak ada MUA yang berada di sana hanya ada dirinya dan Alex.


"Di mana MUA-nya? Katanya aku mau dirias?"


"Bukankah aku sudah berdiri di sini." Ujar Alex

__ADS_1


" Kau?" Heran cessie


"Kau bisa meriah? "Tanya CessieĀ  menautkan alisnya sambil memperhatikan Alex dari atas sampai bawah.


"Jangan bilang kalau kau punya obsesi aneh-aneh?" Cessie berpikir Alex punya kelainan


"Iiiih! Mengerikan!" Cessie merinding memikirkannya


Alex di buat kesal lalu mendorong dahi cessie."Jangan perpikir aneh-aneh." Jelasnya


Lalu menarik kursi yang di duduki cessie, hampir saja wajah mereka bertabrakan sehingga membuat cessie jadi gugup dan canggung.


"Dulu waktu tinggal AS aku sering melihat orang merias. Melukis dan merias hampir sama hanya saja bedanya hanya medianya yaitu di wajah." Jelas Alex


"Kau akan menjadi karya pertamaku."


"Pertama?Jadi aku ini tikus percobaan?" Cessie dibuat terkejut sekaligus kesal dirinya dibuat bahan percobaan Alex


"Tutup mulutmu." Alex langsung mengambil kuas makeupnya lalu mulai memoles wajah cessie. Cessie pasrah saja di jadikan alat percobaan Alex. Dirinya sudah terikat perjanjian dengan. Berharap saja hasil make up Alex tidak membuat dirinya semakin jelek.


Cessie akhirnya selesai dirias dan hasilnya cukup bagus.Sekarang saatnya ganti baju. Cessie begitu antusias begitu melihat gaun-gaun yang cantik-cantik berjejeran sepanjang koridor di ruangan itu.


"Banyak sekali gaunya." Cessie dibuat kagum dengan jejeran gaun gaun sambil menyentuhnya


"Tempat ini adalah ruang khusus untuk wanita di keluarga Eghan." Jelas Alex lalu duduk di sofa yang berada di ruangan itu


"Kalian, keluarga Eghan, pasti punya obsesi untuk mengoleksi dan menyimpannua. Ruangan ini saja dibuat seperti museum. Ada banyak sekali baju, kapan aku selesai mencoba semuanya?" Keluh cessie sekaligus merasa tidak percaya diri. Apa kah dirinya pantas menggunakan gaun gaun itu. Gaun gaun itu adalah miliki keluarga Eghan. Sementara dirinya hanya orang yang singgah hanya karena terikat dengan perjanjian saja dengan Alex.


"Siapa bilang kau akan mencoba semuanya satu per satu?" Lalu Alex menepuk tangannya dan tak lama beberapa pegawai muncul membawakan sebuah gaun merah yang sangat cantik.


"Waaah." Cessie dibuat kagum oleh gaun merah itu dia lalu berjalan kearah gaun itu.

__ADS_1


"Gaun ini terlalu glamor buat ku, gaun ini tidak cocok untukku, lebih baik gaun yang lebih simple saja."ucap Cessie berpendapat sambil menoleh kearah Alex


"Apapun yang cocok untukmu, aku tahu lebih baik daripada dirimu sendiri." Ujar Alex lalu memberi isyarat pada para pegawainya, dan mereka langsung membawa cessie pergi.


__ADS_2