
"Kudengar, kau memdapatkan liburan yang cukup hebat" ucap dokter pribadi Alex penasaran.
Alex mendesis menaikan sudut bibirnya "aku sedikit kelewatan. Tapi untuk hasilnya tidak buruk" jawab Alex . Dia memang ingin menemui dokter pisikolognya untuk menceritakan hal ini.
"Aku melihat media sosialnya nona Siska, dia memposting masalah percintaannya
Semua postingannya mengisyaratkan kalau dia bertemu dengan pria jahat. Dan Kau malah bilang kalau hasilnya lumayan sukses?" Ucap dokter kurang percaya dengan perkataan Alex.
"Orang yang berhasil denganku bukan dia, melainkan gadis lain yang ingin dia gantikan."
"Lalu apa kau yakin dia adalah gadis yang kau cari-cari itu?"Tanya dokter penasaran
"Sekitar 99%, kecuali kalau dia punya identitas rahasia lain."
"Apa gadis ini adalah mangsa yang mudah?"ujar Dokter semakin penasaran.entah gadis seperti apa yang mampu membuat alex tertarik padanya
"Dia biasa. Akan butuh waktu sekitar satu bulan jika tidak ada aral melintang."jawab alex yakin. Mampu membuat gadis itu terikat kepadanya
"Sepertinya kau sudah menemukan kelemahannya. Berapa banyak kelemahannya?"
"Tidak banyak. Tapi masalah terbesarnya adalah... dia miskin." Sahut Alex dengan senyum menyeringai
***
Cessie berlari secepat mungkin ke tempat yang ditunjuk Louis dengan senyum lebar tersungging di wajahnya. Sesampainya di sana mendapati Louis sedang tanding catur.
Cessie terpana menatap wajah serius louis.
"Dia benar-benar tampan saat sedang serius" gumamnya dalam hati. Seketika dia teringat dengan kenangannya masa remaja mereka. Dia terpesona pada Louis yang sangat tampan saat sedang mengajarnya.
"Mau berapa lama kau berdiri di situ?" Sapa Louis tiba-tiba dan menyadarkan Cessie dari lamunannya. Cessie langsung berjalan mendekat menghampiri louis.
__ADS_1
"Kak Louis, kenapa kau memanggilku datang kemari?" Tanya Cessie
Louis beranjak berdiri lalu menghadap cessie."Kudengar kau menerima beasiswa?"
"Iya. Tapi...?!"
"Itu bagus !" Ujar Louis lalu mengusap sayang pipi cessie. "Sisi kami akhirnya berhasil." Puji Louis
Jelas saja cessie semakin berbunga-bunga mendapat pujian dari Louis.
"Ayo pergi !" Ajak Louis
"Kemana?"
"Aku menunggumu sekian lama untuk mentraktirku makan" Tiba-tiba Louis menuntut cessie untuk mentraktirnya makan.
Cessie meringis "Kakak, saat ini aku sedang miskin"ucapnya dengan wajah memelas.
"Aku tahu sebuah restoran yang enak. Ayo!" Louis langsung menyeret cessie pergi.
***
"Makan yang banyak sisi !" Sambil menyodorkan makanan ke piring cessie
Cessie tersenyum sambil memakan makanannya dengan lahap.
"Sisi, kau hampir di tahun terakhirmu. Apa kau sudah memikirkan apa yang akan kau lakukan kedepannya?" Tanya Louis penasaran
"Aku tidak tahu, kita lihat saja nanti." Jawab cessie santai sambil mengunyah
"Lalu, apa kau sudah mempertimbangkan untuk mendaftar S2 di EG universitas ?"
__ADS_1
Ya Louis memang satu universitas dengan cessie tapi gedung kampusnya terpisah.
Seketika cessie tersedak mendengarnya. "Kau bilang apa? Maksudmu aku?"
"Benar.Masa kau tidak pernah memikirkannya?" Sambil memyerahkan minuman kepada cessie. Cessie langsung meminum minuman yang diberikan Louis untuk menghilangkan rasa sakit di tenghorokan karena tersedak.
"Tapi, aku bahkan belum mengambil ujian bahasa Inggris level 4. Kalau dia mendaftar S2, bisa-bisa orang-orang malah akan menertawainya. Tugas sesulit itu, mendingย kaka saja yang melakukannya, aku tidak mau mempermalukan dirinya sendiri" ucap cessie pasrah
"Apa kau tidak pernah berpikir untuk satu kampus denganku? Walaupun latar belakang senimu tidak begitu bagus, tapi kau punya kemampuan. Dan semua yang kau dapat perlu waktu untuk belajar lebih lanjut. Ketika kau mengambil S2. Kenyataanya kau tetap mahasiswa EG universitas" bujuk Louis sambil menjelaskan keuntungan jika vessie mengambil gelar S2 nya.
"Benar juga. Jika aku memgambil gelar master di EG universitas.Maka kita bisam ain game bersama, makan bersama, tidur di perpus bersama, Louis juga bisa membantunya absen setiap kali dia ingin bolos, dll. Sempurna sekali!" Gumam cessie senang sambil membayangkan hal hal yang bisa di lakukan bersama louis.
"Sisi ! Apa kau mendengarkanku?" Tanya Louis langsung membuyarkan lamunan Cessie.
"Sudah aku putuskan. Aku akan mengambil gelar master" jawab cessie yakin
"Itu bagus" Louis terlihat senang mendengarnya.
"Cessie kau lanjut kan saja makannya aku akan ketoilet" ujar Louis diam diam mengambil bil di meja dan beranjak pergi ke kasir untuk membayar tagihannya.
Tiba-tiba cessie ditelepon oleh nomor tak dikenal .
"Halo. Siapa ini?" Tanya cessie.
"Punyamu. Motif macan, berenda...pakaian dalam" ucap pria asing tanpa memperkenalkan diri malah berbicara yang tidak di mengerti oleh cessie.
Cessie menautkan alisnya nampak bingung dan ketakutan.
"Panggilan horor. Apa apan ini" ujarnya cessie mengira dia mendapat telepon dari orang c***l dan langsung mematikannya.
***
__ADS_1
Dukung terus Author ya...๐๐๐