
Cessie pergi kembali ke hotel meski sudah diberitahukan Alex untuk tidak kembali.
Dengan amarah membucah dia memasuki lobby hotel sambil membawa barang pesanan Siska.
Maneger hotel sudah menunggunya dengan barang barang cessie.
Melihat barang barangnya berada di sana, cessie semakin marah. Dia berjalan kearah Manger hotel dengan wajah merah padam siap untuk menerkam.
"Dimana Alexander dan pacarnya?" Tanyanya dengan nada amarah dan wajah merah padam
Manager hotel terkejut, bukannya gadis itu tidak perlu kembali ke hotel. Barangnya baru saja akan di kirim kelokasi terakhir dia berada.
"Maaf nona, anda tidak bisa kembali ke hotel ini. Kami terpaksa mencek out anda" ucap Manger hotel
Cessie mendesis "Hotel macam apa yang mengusir tamunya secara paksa? Aku tidak ingin berdebat denganmu. Sekarang panggilkan Alexander dan pacarnya !"ujar Cessie dengan penekanan
"Untuk apa anda mencari bos kami?" Tanya Maneger hotel
"Lihatlah !" Menunjukan barang bawanya "Aku begitu menderita hanya untuk membeli mainan ini! Aku bahkan sampai terjatuh ke lumpur! Tentu saja aku tidak bisa melepaskan mereka begitu saja! Aku mau melempar semua ini ke muka Alexander" Ujar Cessie terus menggebu gebu
Manager hotel dia tidak bisa berbuat apa apa itu adalah perintah dari bosnya untuk mengusir gadis itu dari hotel ini.
"Kami sangat menyesal nona ! Tapi ini perintah bos kami. Kami akan memberi konpensasi untuk anda" jelas Manger hotel dengan wajah menyesalnya.
"Dia mengusirku? Aku juga tidak mau melakukan pekerjaan ini! Memangnya kenapa kalau dia bos? Seenaknya saja dia mengeluarkan barang-barangku dan mempermainkanku bersama pacarnya!" Ucap Cessie dengan suara keras
Manger hotel tidak mau ambil pusing dia memberi isyarat memerintahkan pihak keamanan untuk mengeluarkan cessie dari hotel. Dua orang pria memegang tangan cessie bersiap menyeretnya keluar.
Tapi Cessie bertahan sekuat tenaga dan melempar kedua pria sangar itu dengan mudah. Dia bahkan langsung melayangkan tinju ke muka Manger hotel.
"Ee..eehhh" Manger ketakutan menghalangi wajahnya yang akan di tinju cessie
Cessie menahan diri saat tinjunya hanya tinggal beberapa senti dari wajah Maneger hotel.
"Kami sangat menyesal nona. Mohon jangan marah" ucap Manger hotel masih mode ketakutan
"Kami tidak bisa melawan bos begitupun dirimu. Lebih baik nona pulang dan menerima konpensasinya" Manager mencoba membujunya agar mau keluar dari hotel.
"Aaaarrrrggghhh" teriak cessie mengggema di lobby hotel lalu berjalan keluar.
Manager hotel bisa bernafas lega,wajahnya tidak terkena tinjuan darinya.
Barang barang cessie dia serahkan kepada resepsionis, mungkin nanti dia akan mengambilnya. Wajar gadis itu marah karena diperlakukan tidak baik di hotel ini. Dia sebagai Manager hotel tidak bisa berbuat apa apa. Dia sudah merasa tidak aneh lagi dengan perangai sang bos yang seenaknya saja.
Cessie merasa kesal akhirnya dia keluar dari lobby hotel tidak mempedulikan barang barangnya.
"Aaarggghhh" sambil mengangkat kaki hendak menerjang mobil yang terparkir
Lagi lagi dia harus menahan diri dan bersabar. Dia hampir saja melampiaskan kekesalan kepada mobil di depan lobby.
"Tunggu saja.Meskipun berdiam diri sampai pagi.Aku akan tetap meluapkan emosi ini" gerutunya penuh emosi
Cessie bertekad untuk membalas semua ini. Tidak perduli meskipun dia harus menunggu sampai subuh sekalipun.
__ADS_1
"Alexander" panggil Siska
Cessie yang mendengar nama itu, langsung menyembunyikan dirinya di belakang mobil. Dia mengintip di balik punggung mobil.
Siska mengejar Alexander sampai keluar.
"Beep" suara bunyi mobil
Alex membalikan badannya kearah Siska.
"Aku tahu salah, karena menyembunyikannya dan mengaku sebagai orang yang menolongmu waktu itu. Tapi bisakah kita memulainya dari awal?" Siska mencoba membujuk Alex lagi. Dia belum mau menyerah.
"Bukannya aku sudah mengatakannya dengan jelas ! Anggap saja aku sudah bosan. Aku bukan hanya sekali menjadi pria brengsek . Kali ini juga sama" ucap Alex yakin dengan keputusannya lalu dia pergi meninggalakan Siska yang nampak kecewa dan sedih karena di campakan Alex.
"Alex" gumam cessie panik melihat Alex berjalan kearah mobil
Dia mengendap ngendap masuk kedalam mobil lewat pintu belakang mobil.Dia bersembunyi di jok belakang.
"Alexander" teriak Siska terus mencoba menahannya
Alex masuk kemobilnya tanpa peduli panggilan Siska.
Mobil Alex melaju meninggalkan hotel. Di dalam mobil, cessie yang bersembunyi di jok belakang merasa panik.
"Gawat ! Gawat ! Aku malah bersembunyi di dalam mobilnya" gumamnya panik menggit bibir bawahnya
"Aku harus bagaimana? Kalau dia tahu aku bersembunyi di mobilnya. Aku benar benar akan dianggap penguntit olehnya" gumamnya lagi sambil menggigit jari
Drrrtt
Tiba tiba ponsel Cessie berdering lalu kembali mati. Cessie mengambil ponselnya hendak memgangkat namun kembali mati.
"Batreku kembali habis" ujarnya
Dering ponsel membuat Alex yang fokus menyetir terkejut dan menghentikan lajunya.
Ckkkiiit
"Aaahhh" teriak Cessie
Mobil Alex mengerem mendadak membuat Cessie terjungkal kedepan.
Alex menoleh kebelakang dan tercengang melihat cessie berada di mobilnya.
"Bisa tidak kau menyetir dengan benar? Rem mendadak bisa merenggut nyawa! Omel Cessie mengamuk dengan suara keras. Dia menopang tanggannya di jok Alex. Kepalanya tadi terbentur ketika Alex mengerm tiba tiba
"Ternyata kamu. Mengapa kau bersembunyi di mobilku?" Heran Alex
"Kau pikir aku mau?" Sahut Cessie
"Apa maumu? Apa yang ingin kau lakukan di mobilku?"
"Aku... cuma mau mendapatkan barangku kembali!" Ucap Cessie
__ADS_1
"Memangnya apa yang ketinggalan? Otakmu?" Ucap Alex pura pura tidak tahu
"Apa yang kukatakan itu jujur. Barang itu ada padamu! Kau janji akan mengembalikannya kepadaku " Cessie sontak mengulurkan tangan ke Alex memaksa ingin mengambilnya yang jelas saja membuat Alex protes dan menepis tangannya
"Aku bukan ingin menyentuhmu. Jangan berpikir aneh"
"Keluar !" Ucap Alex mengusirnya
"Jangan" cessie memelas. Tentu dia tidak berani turun di tempat sepi seperti ini.
"Baiklah, tapi setidaknya anggap saja dia minta tumpangan gratis. Begitu tiba di tempat yang aman, kembalikan barangnya. Aku tidak mau kalau harus turun di tempat ini, sepi dan terpencil begini" ucap cessie mengalah. Setidaknya nanti begitu dia turunkan di tempat yang aman dia bisa meminta barangnya dengan baik.
"Baik, kau yang mengatakannya. Sekarang pegangan yang erat !" Lalu melaju mobilnya dengan kencang.
Cessie penasaran dia mencondongankan sedikit kepalanya kedapan lalu menoleh ke Alex "Jadi, kita sekarang akan kemana?" Tanyanya
"Pergi ke kantor polisi" jawab Alex
"Hah?!" Cessie tercengang
"Kenapa? Wajar membawa penguntit ke kantor polisi" ujar Alex seenaknya
"Berhenti !" Teriak Cessie panik. Tentu dia tidak mau di bawa kekantor polisi
"Sudah terlambat, tadi kau tidak mau turun saat aku suruh. Sekarang tidak ada kesempatan lagi" terus melajukan mobilnya dengan kencang
"Aku sungguh tak mengerti apa salahnya? Kesalahan apa yang diperbuatku sampai kau menindasku seperti ini? Apa karena aku masuk ke kamar mu dan tak sengaja melihat ruam-ruamnya?" Ucap Cessie terus mengomel
"Diam !" Bentak Alex
"Hentikan mobilnya! Hentikan! Aku mau keluar! Hentikan! Hentikan!" Ucap Cessie menggoncangkan tangan Alex memaksa untuk menghentikan lajunya.
Tiba-tiba mereka melihat ada bebatuan di depan.
"Batu !" Teriak Cessie menunjuk batu di depan
Alex kaget, dia berusaha mengerem secepatnya, tapi terlambat dan mobilnya terkena batu.
Duuughhht
"Aaaaah"
Cessie bergegas keluar dari mobil dia melihat kerah mobil Alex yang tergores karena menabrak batu.
"Mobilmu !" Ucapnya membulatkan mata terkejut melihat kondisi mobil Alex yang cacat
"Mobilku !" Ucap Alex tak kalah terkejunya lalu menatap Cessie dengan marah. Karena dia yang guncangkan tangannya sehingga terlambat mengerem mobilnya. Mobilnya kini cacat terkena hantaman batu.
***
Jangan lupa tinggalkan like, comen dan votenya
Author butuh dukungan kalian 😇😇😇😇
__ADS_1