
Hari semakin malam di tambah cuaca turun hujan. Louis cemas memikirkan keberadaan cessie yang entah dimana dia sekarang.
"Apa kita cari saja ? Apa lagi hari semakin malam dan cuaca juga sedang hujan" ujar Marcel.
"Kau benar. Lebih baik kita cari cessie. Aku khawatir padanya" sahut Louis cemas lalu bangkit berdiri lalu pergi keluar di ikuti teman temannya.
Louis dan teman temannya berpencar berkeliling di sekitar hotel mencari keberadaan cessie. Berharap cessie berada di sekitarnya sedang berteduh.
"Cessie ! Cessie !" Teriak Louis cemas memanggil cessie di sekitar taman
"Cessie ! Cessie !" Teriak teman teman Louis
"Sepertinya cessie tidak berada di sini" ujar Vero menatap ke louis yang nampak gelisah sambil berteriak teriak memanggil cessie
"Lebih baik kita kembali kekamar ! Hari sudah begitu malam dan cuaca juga semakin dingin. Pasti cessie juga kembali kekamarnya"Β Marcel memgajak louis dan vero menyudahi pencariannya.
"Kalian saja yang duluan kembali ke kamar ! Biar aku saja yang melanjutkan mencari cessie. Aku khawatir dengannya" sahut Louis bertekad untuk menemukan cessie.Dia tidak akan membiarkan cessie sendirian dalam keadaan seperti ini
"Baiklah" sahut mereka bersamaan. Mereka hendak pergi tapi tiba tiba ada suara wanita meminta tolong.
__ADS_1
"Siapa di sana? Bisa tolong aku?" Ucap wanita itu lirih meringis seperti merasakan kesakitan.
Louis dan teman temannya tercengang mendengar suara wanita yang meminta tolong. Sontak mereka bergegas mencari suara wanita itu yang mereka pikir adalah cessie. Tapi yang mereka temukan ternyata Siska yang sedang duduk di saung deket taman sedang meringis kesakitan karena lutut kakinya terluka.
"Bukankah kau Siska? Sedang apa kau disini?" Tanya Louis menutup payungnya dan berlutut dibawah Siska melihat lukanya.
"Bukankah kau Louis? Anak Fisika?" Tanya Siska menatap louis kagum lalu bersikap malu malu. Tentu dia kenal dengan Louis anak fisika yang sangat populer di kampusnya karena kepintarannya. Dia ingin menarik simpatinya
"Ah ya.ini teman temanku" sahut Louis memperkenalkan Vero dan Marcel
Marcel dan Vero begitu antusias begitu mengetahui wanita yang mereka temukan ternyata adalah Siska. Wanita tercantik di kampusnya. Mereka bergegas mendekatinya.
"Aku sedang mencari udara segar, dan malah terpelesat di sini dan lututnya terluka. Aku ingin kembali kehotel tapi tidak bisa karena hujan" ucapnya lirih
Siska menggelengkan kepalanya dengan wajah memelas. Lalu dia mengulurkan tangannya berharap Louis mau membantunya untuk berdiri. Tetapi Louis mendadak bangkit berdiri dan menyuruh temanya yang membantu Siska.
"Kalian bantu diaΒ !" Ujar Louis kepada Marcel dan Vero.
Mereka berdua langsung berhamburan mendekati Siska hendak membantunya.
__ADS_1
"Kalian kembali saja terlebih dahulu kehotel lalu antarkan dia kekamarnya. Aku akan melanjutkan mencari cessie" ucap Alex sambil membuka payungnya.
"Siapa Cessie?" Tanya Siska penasaran
"Dia juniornya Louis" Sahut Marcel sambil mengapit tangan Siska.
Siska nampak risih diapit oleh teman temannya Louis. Dia lebih baik di sisi Louis yang cukup tampan dan populer. Jika dia bisa berdekatan dengannya bisa menambah kepopulerannya di kampus nantinya.
"Lebih baik kau kembali ke hotel saja bersama kami. Sekarang sedang hujan deras. Berbahaya jika kau berada di luar" ujar Siska dengan suara lembutnya membujuk Louis untuk kembali bersama mereka
"Benar itu Louis, lebih baik kau ikut bersama kami kembali ke hotel" timpal Vero
Louis nampak bimbang antar melanjutkan mencari cessie atau ikut mereka kembali ke hotel.
"Baiklah, aku ikut kembali kehotel !" Sahut Louis mengikuti saran dari teman temannya.
Siska terlihat senang begitu Louis ikut bersama mereka. Dia sontak melepaskan dirinya lalu mendekati Louis. Dia melingkarkan tangannya di tangan Louis. Sementara tangan Louis satunya memegang payung. Mereka berjalan kembali ke hotel.
***
__ADS_1
Tinggalkan like , comen dan votenya...
Dukung Author selalu ya...ππππ